![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Sepertinya aku mengenali plat nomor mobil itu.. Oya aku ingat sekarang, sepertinya itu mobil Si Berengsek!!!.. Yah, akhirnya kita bisa berjumpa kembali.. Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu..??!!!", ucap Dara sangat geram..
Dari arah belakang Dara terus mengikuti mobil mewah itu, ia masih sangat mengingat benar kejadian beberapa hari lalu dengan pria yang ada di dalam mobil itu, sehingga rasa kesal dan amarah Dara tidak dapat di bendung lagi. Dengan sengaja Dara pun akhirnya menabrakkan motornya ke arah mobil mewah itu.
"Brruuukkkk..!!!".
Terdengar suara hantaman yang sangat keras dari arah belakang mobil, sontak saja membuat pemilik mobil mewah itu menyuruh sopirnya untuk menghentikan laju mobilnya.
"Pak Ucup, segera hentikan mobilnya..!!!", perintah Tuanya.
"Baik, Tuan Bos", sahut Pak Ucup.
Mobil itu pun berhenti dan Pak Ucup pun segera turun dari mobil.
"Ya ampun ringsek mobilnya..", ucap Pak Ucup terkejut.
"Aduh Neng, gimana ini..???", tanya kembali Pak Ucup dengan wajah bingung.
Bukannya Pak Ucup yang marah pada Dara tetapi malah sebaliknya Dara lah yang lebih marah terhadapnya.. Hal tersebut seakan membuat Pak Ucup menjadi semakin bingung.
"Mana pemilik mobil ini, suruh dia segera keluar!!!", teriak Dara dengan matanya yang membulat.
"Jangan Neng, biar saya saja yang urus.. Bahaya nanti kalau Tuan Bos sampai keluar dan lihat semua ini", larang Pak Ucup.
"Aku tidak takut, suruh dia cepat keluar kalau tidak aku akan tabrak lagi mobil ini!!!", ancam Dara.
"Aduh jangan Neng..!!!", ucap Pak Ucup panik sembari membuka telapak tangannya lebar-lebar.
Pemilik mobil itu pun tetap tidak kunjung keluar dari mobilnya, walaupun Dara sudah membuat kegaduhan diluar. Dengan kegaduhan yang telah di ciptakan oleh Dara sehingga tak seberapa lama, membuat satu persatu Security mulai datang menghampirinya.
"Selamat pagi Bu, maaf ada yang bisa saya bantu???", tanya Security 1.
"Iya Pak, aku ingin minta tolong agar pemilik mobil ini segera keluar???", ucap Dara kesal.
"Maaf Ibu, ada kepentingan apa dengan pemilik mobil ini???", tanya security 2.
"Ini sangat penting, jadi aku ingin orang yang ada di dalam mobil ini segera keluar atau kalau tidak aku akan..!!!", ancam Dara sembari menggedor-gedor kaca mobil.
Semakin lama Dara pun seakan semakin nekat saja, hingga ia tidak memperdulikan apapun yang ada dihadapannya. Keributan dan kegaduhan pun semakin menjadi-jadi sehingga pemilik mobil itu akhirnya keluar dari mobilnya.
"Keributan apa ini Pak Ucup, sampai mengganggu perjalananku???", tanya Tuan Bos kesal kepada sopirnya.
"Maaf Tuan Bos.. Maaf saya tidak bisa mengatasinya", sesal Pak Ucup.
"Oh.. Akhirnya Tuan Bos yang terhormat keluar juga dari mobil!!!", ujar Dara ketus dengan mata membulat.
"Siapa wanita ini..???!!", tanya Tuan Bos heran.
"Maaf Tuan Bos.. ini..", ucap Pak Ucup.
Perkataan Pak Ucup pun belum selesai, namun Dara tidak sabar melihat kesombongan pria itu dan dengan segala amarah yang di genggamnya ia pun berusaha menghampiri pria itu seraya ingin menarik pakaiannya, akan tetapi dengan sigapnya kedua Security itu segera mencegahnya.
"Maaf Ibu, saya mengganggu kenyamanan Anda", ucap Security 1.
"Aku tidak ada urusannya dengan anda Pak Security, tapi aku berurusan dengan pria yang ada di belakang anda", ucap Dara tegas.
Pria itu pun semakin heran dan penasaran dengan sosok wanita dibalik helm itu, kemudian ia pun menggeser kedua Security yang ada didepannya untuk menyingkir dari hadapannya.
"Apa kepentinganmu denganku???", tanya pria itu heran sembari melipat kedua tangannya.
Sepertinya pria itu tidak mengenali Dara yang sedang mengenakan helm, hingga membuatnya semakin geram dan akhirnya ia pun membuka helmnya tepat di depan pria itu.
"Apa sekarang kau sudah mengenaliku..???!!", tanya Dara ketus.
Sejenak pria itu terdiam dan hanya tersenyum tipis ketika melihat wajah Dara..
"Oh.. ternyata kau..!!!", ucap pria itu tersenyum sinis.
Pria itu pun segera memerintahkan kedua Security untuk segera meninggalkan tempat itu dan tanpa diperintah oleh Bos nya Pak Ucup pun segera pergi masuk kedalam mobil, sehingga hanya tinggal mereka berdua sajalah yang berada disana yaitu Dara dan pria itu.
"Apa yang membuatmu datang ketempat ini dan hingga merusak mobilku??? Apakah kau rindu dengan ciuman hangatku??!!!", ucap pria itu sembari tersenyum tipis kepada Dara.
"Dasar mesum, kurang ajar, berengsek!!! Kau pikir aku mau dicium olehmu.. Menjijikan..!!! Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu yang tidak bermoral dan mesum beberapa hari lalu..", ucap Dara sangat marah.
"Lalu apa buktinya bahwa aku telah melakukan perbuatan itu padamu???", Ucap pria itu sembari memegang wajah Dara dengan lembut.
Sontak saja Dara sangat terkejut dengan perbuatannya dan seketika langsung menepis tangan dari pria itu..
"Dasar pria berengsek..!!!", ucap Dara marah sembari ingin menampar wajah pria itu.
Akan tetapi kali ini pun tamparan Dara ditepis kembali oleh pria itu dengan cepat.
"Kelihatannya kau ingin sekali menyentuh wajahku, tapi tidak semudah itu Nona manis..", ucap pria itu sembari tersenyum licik pada Dara..
Tidak kehabisan akal, Dara pun segera mengambil ponsel yang ada disaku celananya untuk segera memotret pria itu. Akan tetapi seketika saja ponselnya dirampas oleh pria itu.
"Kembalikan ponselku..!!!", ucap Dara sangat marah.
"Jika kau ingin memperoleh bukti dengan perbuatanku yang tidak bermoral itu, bukan dengan begitu caranya akan tetapi dengan cara seperti ini..", ucap pria itu sembari melingkarkan lengannya ke pinggang Dara yang ramping dan lalu kemudian pria itu pun mengecup pipi Dara dengan mesra sembari melakukan foto selfie bersama.
"Dasar berengsek, mesum, kriminal..!!!", ucap Dara semakin murka.
Di sisi lain ternyata Pak Ucup malah tersenyum dan tertawa ketika melihat perbuatan Bos nya terhadap wanita itu..
"Dasar Tuan Bos ini, benar-benar playboy semua wanita cantik digoda olehnya", ucap Pak Ucup tersenyum sembari melihatnya dari kaca spion mobil.
Dara berusaha mengambil ponsel yang ada di tangan pria itu, akan tetapi ia tidak dapat meraihnya dikarenakan tubuhnya yang sangat tinggi. Dara pun semakin kesal dan marah oleh perbuatannya.
"Cepat kembalikan ponselku sekarang, aku tidak ada waktu lagi untuk bermain-main denganmu..", bentak Dara.
Perkataan Dara seakan tidak ada satu pun yang digubris oleh pria itu, namun yang ada pria itu malah masih asyik mengutak-atik ponsel Dara.
"Wait until then I'll return your phone", ucap pria itu.
Setelah beberapa menit pria itupun mengembalikan ponselnya dan Dara tersadar ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10.35, kemudian Dara pun segera pergi melajukan motornya dengan cepat dan meninggalkan pria itu.
"Hey.. Nona mau pergi kemana??? Apa urusan kita sudah selesai???!! Dasar wanita aneh..", ucap pria itu sembari tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Selamat pagi ibu, maaf aku terlambat", ucap Dara sembari mengatur nafasnya.
"Nn. Dara Puspitasari Darmawan, sekarang sudah pukul 11.04. Jadwal interview kita pukul 10.00, mohon maaf interview sudah selesai dan tidak ada interview susulan, jadi silahkan anda boleh pulang", ucap Ibu Sarah Kepala HRD.
"Ibu, mohon maaf atas keterlambatan kedatanganku ke tempat ini, karena tadi ada kecelakaan kecil", ucap Dara memelas.
"Tapi maaf kami tidak dapat menerima alasan apapun dari anda, karena kinerja anda dapat kami lihat dari kedisiplinan anda saat ini. Permisi..", ucap Ibu Sarah Kepala HRD dan kemudian pergi meninggalkan Dara.
Dara tetap meminta dan memohon kesempatan kedua pada Ibu Sarah, akan tetapi perkataan Dara tidak didengarkan olehnya. Terasa lemas badan Dara karena penolakan Kepala HRD yang tidak mengizinkannya untuk interview susulan.
Lalu Dara pun pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah keputusasaan dan kesal lantaran semua ini terjadi karena ulah dari pria itu.
"Sia-sia sudah usahaku sejauh ini, semuanya karena ulah si Berengsek itu..", ucap Dara sedih sekaligus kesal.
Namun tiba-tiba saja dari kejauhan ada seseorang wanita yang memanggil namanya.
"Nn. Dara Puspitasari Darmawan", teriak seorang wanita dari kejauhan.
Dara pun menghentikan langkahnya dan kemudian menoleh ke arah belakang..
"Iya, ada keperluan apa ya Kak??", tanya Dara heran.
"Baiklah anda sekarang bisa ikuti saya", ucap wanita muda itu.
Dara pun mengikuti langkah wanita yang memanggilnya menuju ruangan interview, yang sempat Dara datangi. Ada rasa bingung di dalam diri Dara lantaran ia di panggil kembali ke tempat ini.
Sesampainya di ruangan interview kemudian wanita muda itu mempersilahkan Dara untuk duduk di kursi yang telah di sediakan, ia pun mengikuti perintahnya untuk duduk disana.
"Baiklah sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya. Nama saya Nirmala, cukup panggil saya Mala. Saya adalah Sekretaris Presiden Direktur perusahaan ini", ucap Mala sembari menjabat tangan Dara.
"Maaf ada kepentingan apa ya Kak Mala memanggil aku ke tempat ini, karena aku sudah di infokan oleh Ibu Sarah bahwa interview sudah selesai dan tidak ada interview susulan", tanya Dara penasaran.
"Iya benar sekali apa yang Nn. Dara katakan barusan, tapi ini perintah langsung dari Presiden Direktur agar saya memberitahukan kepada anda bahwa Nn. Dara diterima kerja di perusahaan ini..", ucap Mala.
"Hah.. Benarkah itu??!!!", tanya Dara terkejut dan sekaligus bahagia.
"Iya ini benar sekali, karena Pak Presdir melihat kegigihan anda saat melamar pekerjaan ke perusahaan ini. Beliau yakin anda akan bekerja dengan loyalitas tinggi terhadap perusahaan ini", ucap Mala.
"Syukurlah jika ini benar dan bukan mimpi di siang hari", ucap Dara gembira.
"Ini nyata Nn. Dara, ini bukan mimpi seperti apa yang anda ucapkan tadi. Sebelum besok anda masuk kerja, silakan anda baca kontrak kerja ini dan setelah anda sudah mengerti, kemudian tolong sekalian di tanda tangani. Bila ada yang kurang jelas anda bisa tanyakan langsung kepada saya", ucap Mala sembari menyerahkan surat perjanjian kontrak kerja dan pena.
Dara pun membaca surat perjanjian kontrak kerja dengan teliti dan sesekali Dara bertanya dengan Mala isi dari surat perjanjian tersebut.
"Kak Mala, aku mau tanya apa maksudnya yang tertulis di sini?", Tanya Dara.
"Oh, ini maksudnya posisi Nn. Dara nanti akan menjadi OB", jawab Mala.
"Apa OB!!!!", ucap Dara terkejut.
Sejenak Dara pun terdiam dan berpikir mengenai pekerjaan ini..
"Ya ampun, ternyata sulit mendapatkan pekerjaan di kota besar seperti ini. Aku baru ingat ijazah yang aku kirim untuk melamar pekerjaan keperusahaan ini adalah ijazah SMU, pantaslah posisi yang aku peroleh seperti ini dengan gaji yang didapat hanya pas-pasan. Tapi aku sangat membutuhkan uang ini untuk keperluanku sehari-hari dan bayar kostan pada Tante Linda", ucap Dara dalam hati sembari menghela nafasnya.
"Bagaimana keputusan Nn. Dara?!!", tanya Mala.
"Baiklah, aku akan tanda tangani surat perjanjian kontrak kerja ini", jawab Dara.
"Oya Nn. Dara surat perjanjian ini apabila sudah di tanda tangani akan ada masa berlaku hingga 6 bulan, bila anda berhenti bekerja sebelum 6 bulan maka anda harus membayar denda sebesar 100 juta rupiah", ucap Mala.
"Apa.. 100 juta rupiah???!! Gaji yang aku terima saja sekalipun aku bekerja disini seumur hidupku tidak akan bisa sampai 100 juta rupiah, tapi aku harus bagaimana aku sangat membutuhkan pekerjaan ini.. Tapi tidak apalah hanya 6 bulan saja aku bekerja disini, setelah itu aku akan resign dari perusahaan ini". batin Dara.
"Ok bagaimana keputusanmu Nn. Dara?", tanya Mala.
"Baiklah aku setuju dengan surat perjanjian kontrak kerja ini dan aku akan tanda tangani surat ini.. Oya Kak Mala, apakah aku boleh bertemu dengan Pak Presdir perusahaan ini untuk untuk mengucapkan terima kasih kepadanya, karena beliau telah menerima aku sebagai karyawati di perusahaannya?", tanya Dara sembari menandatangani surat perjanjian kontrak kerja tersebut.
"Nanti apabila Nn. Dara ingin bertemu dengan aku untuk mengucapkan rasa terima kasih kepadaku, pastikan bahwa dia sudah menandatangani surat perjanjian kontrak kerja ini", ucap Pak Presdir.
Mala pun menjadi teringat dengan pesan yang disampaikan Presdir kepadanya.
"Bagaimana Pak Kevin bisa tahu persis apa yang akan Nn. Dara sampaikan untuknya", ucap Mala dalam hatinya terheran-heran.
"Hallo.. Kak Mala, Kak Mala.. kok melamun sih??", tanya Dara bingung.
"Oh tidak apa-apa.. Nanti setelah ini saya akan mengantarkan Nn. Dara menuju keruangan Pak Presdir", jawab Mala.
Sepanjang jalan menuju ruangan Presiden Direktur Dara selalu bertanya mengenai Pak Presdir. Hal tersebut membuat Mala menjadi jengkel dibuatnya.
"Ini pertanyaan terakhir Kak Mala, maaf ya sebelumnya aku terlalu banyak bertanya padamu.. Ini sih agak pribadi, Pak Presdir apakah sudah menikah?", tanya Dara penasaran.
Seketika Mala menghentikan langkah kakinya..
"Lebih baik Nn. Dara langsung bertemu dengan Presdir di dalam ruangan ini, anda bisa tanyakan langsung kepada beliau", ucap Mala ketus.
"Mau cari mati apa menanyakan hal itu langsung pada Bos.. Yang ada aku bisa digantung hidup-hidup olehnya. Hmmm.. Andai saja pria ini belum menikah, aku mau menjadi pasangan hidupnya", khayal Dara dalam hati sembari terkekeh.
Jantung Dara seakan-akan mau copot saat pintu ruangan Presdir akan dibuka.
"Tok.. Tok.. Tok", suara pintu diketuk oleh Mala..
Kemudian Mala pun membuka pintu dan setelah pintu dibuka ternyata Pak Presdir tidak ada di dalam ruangannya.
"Ya ampun, saya lupa bahwa Pak Kevin sedang ada rapat hari ini, nanti akan saya sampaikan salam Nn. Dara ke beliau", ucap Mala.
"Huh.. Jadi mati penasaran aku ingin melihat wajah Bos ku..", ucap Dara dalam hati sembari mengembuskan nafasnya.
"Ok besok pukul 8 pagi anda harus sudah ada ditempat ini, jangan sampai terlambat. Dan untuk seragam kerja, besok saya akan berikan", ucap Mala.
Dara pun mengulurkan tangannya pada Mala untuk berjabat tangan, sekaligus mengucapkan terima kasih atas semua bantuannya..
...Bagaimana reader dengan cerita perdanaku di Novel Toon, semoga suka ya!!!...
...Jangan lupa follow, vote dan comment ya.....
...Terima kasih.....