![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"A.. Aa..!!!".
"Aa Ivan??!!!".
Begitu sangat terkejutnya Dara melihat seseorang yang telah lama tidak ia temui, kini sang waktu telah mempertemukan mereka berdua kembali di tempat ini.
Ternyata seorang pria berkacamata yang telah menyelamatkan Dara ialah Ivan, seorang Dokter Spesialis Bedah Umum sekaligus sahabat Kevin sejak SMU. Dimana sebelumnya mereka berdua pun pernah saling berselisih lantaran mencintai wanita yang sama yakni seseorang wanita yang telah Kevin nikahi, oleh karena itu akhirnya membuat Ivan mengambil keputusan untuk pergi sementara waktu menjauh dari kehidupan mereka berdua.
Tak habis pikir oleh Dara, apa yang menjadi penyebab kepergian Ivan seusainya resepsi pernikahannya dengan Kevin. Ivan begitu saja pergi menghilang bagai di telan bumi, hingga keberadaannya pun tidak di ketahui oleh siapa pun. Tetapi kini tepat di hadapannya Ivan kembali datang dengan senyumannya yang sangat menawan.
"Dara!!!".
"Kepergianku untuk sementara waktu adalah untuk mengobati luka hatiku, tetapi kedatanganku kembali kesini adalah untuk melihatmu Dara. Sudah sangat lama rasanya Aku tidak melihat wajah cantikmu beserta lesung pipimu. Kau masih saja tetap cantik walaupun riasanmu telah memudar dengan linangan air matamu. Binar di kedua matamu beserta wajah sembabmu membuktikan bahwa kau amat sangat mencintai Kevin. Begitu beruntungnya Kevin dapat memilikmu seutuhnya", batin Ivan sembari menatap Dara dengan penuh kerinduan.
Entahlah bagaimana Dara memulai pembicaraan dengan Ivan, lantaran ia masih tidak percaya dengan kedatangan Ivan yang begitu sangat tiba-tiba dan sekaligus bagimana caranya ia menceritakan peristiwa naas yang telah terjadi pada Kevin.
Dara masih saja tetap terdiam sembari menatap Ivan dengan wajah sendunya, begitu sama halnya dengan Ivan yang masih tetap menatap Dara penuh dengan kerinduan dihatinya.
"Jika kau membutuhkan bahu untuk kau jadikan tempat bersandar dan sekaligus mengurangi semua beban di hatimu, aku akan siap untukmu!!!", ujar Ivan.
Tanpa berpikir panjang, Dara pun segera berlari menghampiri Ivan dan kemudian langsung menenggelamkan wajahnya tepat di belakang punggung Ivan sembari menangis sejadi-jadinya disana.
"Hiks, hiks, hiks..!!!".
Tanpa terucap sepatah kata pun, Dara masih tetap menangis disana hingga perlahan-lahan semua beban di hatinya berangsur menghilang.
Seusainya Dara menumpahkan seluruh beban kesedihan di hatinya, kini rasa pilu di hatinya pun dapat terobati seiring dengan senyuman manis yang terlontar dari bibir mungilnya.
"Maafkan aku, karena tanpa basa-basi aku menumpahkan seluruhnya ke padamu!!! Terima kasih Aa Ivan, karena kau telah rela meminjamkan punggungmu untuk aku jadikan sandaran disaat hatiku lemah seperti ini!!!", ucap Dara sembari tersenyum dan menghapus sisa-sisa tetesan air matanya dengan kedua tangannya.
"Sama-sama. Aku kira tadi kau akan meminjam bahuku untuk kau jadikan sandaranmu untuk sementara waktu??? Yah setidaknya jika itu kau lakukan, aku bisa dengan mudah untuk memelukmu. Hahahaha.. jika aku benar-benar melakukan hal itu padamu, mungkin Kevin akan segera siuman dan kemudian ia langsung menghajarku hidup-hidup tanpa ampun saat ini juga", ujar Ivan sembari tertawa lepas.
Sikap Ivan yang agak konyol, akhirnya dapat mencairkan suasana hati Dara yang pilu dan perlahan ia pun mulai mau menceritakan semua peristiwa kecelakaan yang dialami suaminya pada Ivan.
Dengan menceritakan peristiwa kecelakaan yang terjadi pada suaminya, seakan semua itu membuat ingatan Dara kembali pada peristiwa naas kemarin siang. Kedua matanya pun mulai berkaca-kaca saat bercerita dengan Ivan, hingga tak ayal membuat hati Ivan menjadi tersentuh melihat kesedihan yang muncul kembali pada raut wajah Dara.
"Maaf, aku telah membuatmu sedih karena kau menjadi teringat kembali dengan peristiwa kelam itu!!!, ujar Ivan sembari menghapus butiran bening yang menetes di kedua celah mata Dara.
"Tidak apa-apa. Hmmm, maaf aku terlalu terbawa suasana saat bercerita!!!", ucap Dara sembari melepaskan tangan Ivan dari wajahnya.
"Oops, maaf aku tidak sengaja melakukan hal itu!!!", ucap Ivan salah tingkah sembari membuka lebar kedua telapak tangannya.
"Oya, selama ini Aa Ivan berada dimana??? Lalu bagaimana bisa kau tahu kabar Mas Kevin sedang mengalami kecelakaan???", tanya Dara mengalihkan pembicaraan.
"Aku pindah bertugas di Pontianak. Maaf jika sebelumnya aku tidak memberi kabar pada kalian semua. Lalu bagaimana aku bisa sampai ke tempat ini??? Awalnya aku tidak tahu mengenai peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Kevin, akan tetapi aku memperoleh kabar dari temanku yang bekerja di rumah ini. Setelah mengetahui semua yang diceritakan olehnya ini adalah benar-benar terjadi pada Kevin, aku pun segera datang ke tempat ini", cerita Ivan.
"Apakah Dokter Bedah Syaraf yang menangani Mas Kevin adalah temanmu???", tanya Dara.
"Iya benar sekali, dr. Winata adalah teman satu almamater saat aku kuliah dulu", jawab Ivan.
"Kau tidak perlu mencemaskan keadaan Kevin, dia akan segera pulih dan membaik. Operasi Cito yang di lakukan semalam hanya untuk menghentikan perdarahan di area kepala bagian luar saja tanpa melakukan pembedahan craniotomy. Kasus cedera kepala yang dialaminya bisa dikatakan kasus unik, pada umumnya jika cedera kepala berat yang terjadi pada pasien biasanya hasil MRI kepala akan terlihat perdarahan diarea sekitar benturan, adanya retakan atau patahan tulang tengkorak akan tetapi kenyataannya hal itu tidak terjadi pada Kevin. Setahuku perdarahan hebat di area kepala kebanyakan akan menyebabkan perdarahan yang serius di dalam otak, akan tetapi sesuatu hal yang serius dan yang mengkhawatirkan itu tidak di dialami oleh Kevin. Sepertinya doamu sepanjang hari di dengar oleh Sang Maha Kuasa sehingga Kevin terselamatkan dari semua musibah yang menimpanya". ujar Ivan.
"Alhamdulillah Ya Allah.. Syukurlah jika mukjizat itu telah Engkau kirimkan untuk suamiku", ucap Dara bersyukur dengan rasa haru dan bahagia.
"Kau tidak perlu mencemaskan Keadaan Kevin, jadi kau sekarang bisa beristirahat", ujar Ivan.
"Aku akan mengajakmu sarapan pagi dan setelah itu aku akan mengantarmu pulang ke rumah", ucap kembali Ivan.
"Maaf, aku masih ingin disini. Sebelum aku melihat langsung Mas Kevin, aku tidak akan pergi meninggalkan tempat ini", ucap Dara.
"Hah, kau sekarang menjadi keras kepala sama seperti Kevin. Ok baiklah aku akan meminta dr. Winata datang ke rumah sakit lebih awal agar kau dapat mendengarkan penjelasan langsung darinya dan sekaligus melihat kondisi Kevin", ucap Ivan sembari menghela nafasnya.
Penawaran dari Ivan pun langsung di iya kan oleh Dara dengan cara menganggukkan kepalanya.
Dengan melihat senyum Dara yang semakin mengembang, tak ayal semakin membuat Ivan ikut merasakan kebahagiaan yang Dara rasakan.
Selang 1 jam kemudian, dr. Winata pun tiba di rumah sakit. Mereka berdua pun di persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan ICU dan menemui dr. Winata.
"Ny. Kevin kau pun seorang Dokter sama sepertiku, jadi aku tidak perlu banyak memberi penjelasan tentang diagnosa dari suamimu", ujar dr. Winata.
"Jika hasil semua pemeriksaan yang telah dilakukan oleh suamiku tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan, lalu butuh waktu berapa lama sampai suamiku siuman???", tanya Dara.
"Sejauh ini hemodinamik dari Tn. Kevin stabil, semoga saja dalam waktu 2-3 hari ini beliau siuaman. Kami akan tetap melakukan observasi ketat untuk beberapa hari ini kedepan, karena ini kasus yang sangat unik dan aku belum pernah menemukan kasus pasien seperti ini", ujar dr. Winata.
Kini Dara semakin dapat bernafas dengan lega setelah mendengarkan semua penjelasan dari dr. Winata mengenai kondisi dari suaminya.
Dara pun melangkahkan kakinya penuh dengan keyakinan bahwa suami yang sangat dicintainya akan segera siuman. Di lihatnya sang suami sedang terbaring lemah tak berdaya dengan alat-alat medis yang melekat di tubuh kekarnya, seakan membuat hati Dara menjadi tertegun tak dapat berkata apa-apa.
Perlahan Dara pun menggenggam dengan erat tangan suaminya sebagai ungkapan perasaan cinta dan kasih sayangnya yang teramat dalam padanya.
"Mas Kevin lekas sehat ya!!!", ucap Dara sedih.
Linangan air mata Dara kembali membasahi kedua pipinya, sesaat melihat kondisi suaminya yang masih belum siuman. Melihat hal itu lantas tidak membuat Ivan tinggal diam begitu saja, lalu kemudian Ivan pun segera menghampiri Dara dan berusaha untuk menenangkan serta sekaligus membuatnya menjadi lebih kuat.
"Sudahlah Dara, kau jangan bersedih lagi. Kau harus yakin bahwa Kevin akan segera siuman. Bukankah kau sudah mendengar semua penjelasan dari dr. Winata??? Lihatlah kondisi Kevin baik-baik sajakan??? Walaupun dia belum sadarkan diri, tetapi anggap saja si angkuh Kevin ini sedang tertidur pulas!!!", ujar Ivan.
"Kau jahat sekali mengejeknya di saat Mas Kevin terbaring lemah tak berdaya seperti!!! Kenapa tidak mengatakan padanya saat ia sadar nanti!!!", ucap Dara sembari menatap ke arah Ivan dengan sinis.
"Ya ampun tatapan matamu Dara kenapa seperti mata elang???!! Jika kau menginginkan aku mengatakan hal itu saat Kevin sudah sadarkan diri, aku akan melakukannya demimu!!!", ujar Ivan.
"... Hihihi!!!", terkekeh Dara sembari menahan tawanya dengan salah satu tangannya.
"Tersenyum selalulah Dara, karena aku tidak ingin melihat kesedihan ini berlarut-larut pada dirimu!!!", batin Ivan sembari tersenyum.
"Terima kasih Aa Ivan, karena kau telah membantu dan memberikanku kekuatan disaat aku lemah seperti ini!!! Akan tetapi sesungguhnya kesedihanku bukan tidak beralasan, hatiku merasa ada yang mengganjal dan sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi!!! Entahlah apa itu, semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi nanti!!!", batin Dara.
Di tempat yang berbeda dengan tergesa-gesanya Viola mempercepat langkah kakinya menuju suatu apartemen yang jaraknya tidak jauh dari kediaman rumahnya. Raut wajahnya terlihat begitu sangat kesal yang seakan-akan ingin memangsa buruannya hidup-hidup.
Di salah satu pintu apartemen ia pun menghentikan langkah kakinya dan tanpa ragu segera menggedor-gedor pintu tersebut dengan teriakannya yang begitu keras.
"Hey wanita j*l*ng segeralah keluar dari persembunyianmu!!!", teriak Viola sembari memaki.
Berkali-kali Viola berteriak dan mengedor pintu dengan keras hingga tidak berapa lama akhirnya pintu pun dibuka oleh seseorang wanita. Tanpa membuang waktu Viola langsung membuka lebar-lebar pintu itu dan segera masuk secara paksa ke dalamnya dengan penuh amarah yang seakan telah memuncak.
"Dasar wanita berengsek!!! J*l*ng!!! Beraninya kau melakukan hal ini pada pria yang aku sangat cintai!!!", ujar Viola murka.
"Rupanya kau!!! Membuang waktuku saja!!!", desis seseorang wanita.
"Jika kau sudah bosan hidup dan ingin membusuk di penjara tidak dengan cara seperti ini!!! Berani-beraninya kau mencelakai Kevin!!!", ucap Viola sembari menatap ke arah wanita itu dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Apa masalahmu sampai ikut campur di dalamnya???!! Sudah sangat lama aku ingin melihat seorang Kevin Abraham ada pada ambang kematian. Usahaku selalu saja tidak membuahkan hasil apapun, akan tetapi kemarin terjawab sudah doaku".
"Dasar sakit jiwa!!! Aku akan melaporkan tindakan kejahatanmu ini pada pihak yang berwajib!!!", ancam Viola.
"Jika kau berani melakukan hal itu, aku pun sama tidak akan segan-segan melaporkanmu kepada pihak yang berwajib!!!".
"Kejahatan apa yang telah aku lakukan???!! Beraninya kau memfitnahku!!!", ucap Viola geram.
"Fitnah!!! Dasar wanita berengsek bisanya kau mengelak!!! Apa kau lupa dengan kejahatanmu yang telah mencelakai si tua Tn. Abraham??? Sekarang dia sama-sama lemah tak berdaya sama seperti anaknya saat ini".
Viola hanya terdiam mendengarkan semua perkataan yang disampaikan oleh wanita itu dan ia sama sekali tidak menyangka ternyata wanita itu masih tetap saja ingin mencelakai Kevin.
"Setelah sekian lama kau pergi menghilang, kenapa kau datang kembali???", tanya Viola.
"Aku pergi untuk datang kembali!!! Karena aku ingin menuntaskan dendamku dengan Kevin Abraham", ujar Mala sembari tersenyum tipis..
...Hii Reader bagaimana kabarnya??? Semoga sehat selalu ya.....
...Reader bagaimana nih dengan ceritaku yang sudah sampai 40 episode???...
...Author tuh bukan apa-apa loh tanpa adanya feedback dari Reader, jadi jangan lupa vote dan comment ya.....
...Ok Thanks ya buat Reader yang sudah mampir kesini, semoga rezekinya semakin bertambah.. Aamiin.....