![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
Dara pun terus memandangi wajah suaminya yang sedang tertidur pulas tepat di sampingnya sembari terus tersenyum bahagia. Dan di dalam hatinya Dara pun berdoa dan berharap agar kebahagiaannya ini tidak akan pernah lekang oleh sang waktu..
Di tengah malam yang sunyi, seketika saja Kevin terjaga dari tidurnya lantaran lagi-lagi ia terkejut dengan hantaman keras yang mengenai wajahnya. Sudah di duga olehnya hantaman keras itu berasal dari istrinya yang tengah tertidur pulas tepat berada disampingnya..
"Tangan dan kakinya seakan dendam denganku, karena setiap malam selalu saja mengenai wajah dan tubuhku.. Aku harus membiasakan semua ini akan selalu terjadi di setiap malamku karena dia akan selalu bersama disisiku dalam seumur hidupku", ucap Kevin tersenyum sembari memandang wajah istrinya yang tengah tertidur pulas.
Kevin pun terus memandangi wajah istrinya tanpa rasa jenuh, namun seketika saja Kevin jadi teringat dengan perkataan Dara yang ingin melanjutkan kuliahnya kembali.. Kevin berusaha berpikir dengan keras untuk membuat keputusan yang tepat mengenai hal ini..
"Untuk saat ini aku tidak ingin kau melanjutkan kuliahmu dulu sayang, karena aku ingin menghabiskan waktu bersamamu hanya berdua. Pertemuan dan perkenalan singkat kita dulu seakan belum dapat membayar rasa penasaranku tentang dirimu. Apalagi kau selalu saja didekati dan disukai oleh banyak pria, dari sahabatku hingga orang lain yang tidak aku kenal. Terlebih lagi belum lama ini tepat didepan mataku sendiri, kau digoda oleh seorang pria seusiamu, bahkan pria itu menganggapku sebagai Om mu.. Huh, amat sangat mengesalkan. Lalu bagaimana nanti saat kau berada di kampus???!! Entahlah berapa banyak pria lagi yang akan mengganggu dan menggodamu nanti disana. Mana mungkin aku bisa bekerja dengan tenang, jika pikiranku bergentayangan seperti ini selalu memikirkanmu", ucap Kevin sembari menarik nafas panjang.
Kevin pun terus berpikir keras untuk mencari solusi dari apa yang sedang ia pikirkan saat ini dan seketika muncullah sebuah ide konyol yang terlintas di benak Kevin..
"Hanya ada satu cara untuk sementara waktu menghentikan langkahmu untuk melanjutkan kuliahmu kembali, kau harus segera mengandung. Dengan kehamilanmu, aku dapat dengan mudahnya membujuk kedua orang tua kita untuk menunda kuliahmu dulu sementara waktu ini. Tetapi bagaimana kau bisa segera mengandung anakku, kita berdua saja belum pernah melewati malam pertama kita bersama!!!", ucap Kevin bingung sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Seakan-akan semua hal ini membuat Kevin menjadi sakit kepala tak berujung lantaran ia masih sangat bingung untuk mengambil keputusan yang tepat. Dengan kebingungannya Kevin pun akhirnya lebih memilih menarik selimutnya dan beranjak tidur sembari berusaha untuk menenangkan pikirannya.
🌹🌹🌹
Di keesokan paginya.. Cuaca pagi yang sangat sejuk di kota Bandung seakan membuat Kevin enggan untuk bangun dari pembaringannya, akan tetapi lagi-lagi hantaman keras yang mengenai dadanya hingga membuat Kevin seketika menjadi terasa sesak dan akhirnya memakasa Kevin untuk segera bangun dari tidur nyenyaknya.
Perlahan Kevin pun mulai membuka kedua matanya dan ternyata lengan Dara sumber dari hantaman keras yang menyebabkan dadanya terasa sesak. Akan tetapi hal itu malah membuat Kevin menjadi sangat bahagia lantaran tanpa disadari oleh Dara yang sedang tertidur ternyata ia sedang memeluk Kevin yang tepat berada disampingnya.
"Walaupun sakit di awal, tapi hasil akhirnya seperti ini aku rasa ini lebih baik dari pada tidak sama sekali", gumam Kevin sembari tertawa kecil.
Tawa kecil Kevin, seakan membuat Dara menjadi terbangun dari tidurnya yang lelap. Melihat sang istri mulai terbangun kemudian Kevin pun segera menutup kedua matanya kembali lantaran ia ingin melihat reaksi istrinya seperti apa saat ia terbangun nanti.
Perlahan kedua mata Dara mulai di bukanya, hal yang sangat tidak diduga olehnya setelah ia terbangun ternyata tepat disampingnya ada sosok pria yang sedang dipeluknya.. Sontak saja Dara sangat terkejut saat melihat hal itu.. Tanpa berpikir panjang, dengan cepat Dara melepaskan pelukannya dan mulai menggeser tubuhnya agar menjauh dari pria itu. Tanpa disadari olehnya seketika Dara hampir saja terjatuh kembali ke lantai, tetapi syukurlah Kevin segera meraih tubuhnya dan menyelamatkannya dari insiden itu.
"Dasar bodoh.. Apakah kau ingin insiden beberapa hari yang lalu terulang kembali???", ucap Kevin marah sembari terduduk di ranjangnya.
Sesaat Dara hanya terdiam melihat pria yang berada di hadapannya memarahinya, namun seketika Dara tersadar bahwa pria yang sedang memarahinya adalah Kevin suaminya sendiri..
"Ya ampun apa nyawaku belum terkumpul saat bangun tidur tadi??? Atau apakah aku sudah tidak waras lantaran tiap hari saat aku terbangun dari tidur selalu saja lupa dengan suamiku sendiri???!!", ucap Dara terkekeh dalam hatinya sembari terduduk di ranjangnya.
"Hii, sayang apakah kau sedang demam??? Kenapa kau tertawa sendiri???" tanya Kevin bingung sembari memegang kening istrinya.
Mendengar perkataan dari Kevin, ia hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaannya sepatah katapun dan kemudian ia pun segera beranjak dari duduknya sembari melepaskan tangan Kevin yang tepat berada di keningnya namun seketika saja Kevin menarik tangannya kembali dan mulai mendekatinya.
"Sayang, mulai sekarang kau harus membiasakan diri saat terbangun dan melihat aku berada di sampingmu.. Ingat jangan lupa akan hal itu!!!", ucap Kevin sembari mengecup keningnya.
Di siang harinya di kediaman Dara, tanpa Dara dan Kevin duga ternyata Windy dan Aldo datang mengunjungi mereka disana. Mereka berdua pun sangat terkejut dengan kedatangan Windy dan Aldo yang datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu pada mereka.
Windy pun langsung datang menghampiri Dara dan memeluknya, lantaran begitu rindunya Windy pada sahabatnya. Jauh berbeda dengan Kevin dan Aldo, mereka berdua hanya saling menepuk pundak mereka secara bergantian.
Kedatangan mereka tepat di saat jam makan siang, sehingga mereka semua pun Langsung menyantap hidangan makan siang yang sudah disediakan. Sembari menikmati makan siang bersama, mereka berempat pun saling bercengkrama di meja makan.
"Hmmm, bagaimana kabar pengantin baru???", tanya Aldo.
"Akhirnya kalian berdua menjadi pasangan suami istri..", sambung Windy bahagia sembari mencubit pipi Dara.
"Ya ampun sakit sekali cubitanmu Windy, apakah kau menyimpan dendam denganku???", tanya Dara sembari mengusap pipinya.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu??? Apakah kau sangat dendam denganku karena setiap malam selalu saja memukul dan menendangku???", celetuk Kevin tersenyum.
"Apa???!! Kebiasaan tidurmu masih sama seperti dulu Dara??? Ya ampun.. Sabar ya Mas Kevin, kau yang jadi korban selanjutnya setelah aku!!!", ucap Windy sembari tertawa geli..
"Dasar sangat menyebalkan!!! Kau suamiku atau musuhku??? Walaupun kenyataannya seperti itu tetapi setidaknya kau jangan katakan hal itu di depan yang lain. Hmmm, sangat memalukan", ucap Dara dalam hatinya.
Kevin pun hanya tersenyum simpul melihat wajah Dara yang mulai tampak kesal terhadapnya dan disaat mereka sedang bersenda gurau seketika saja Mama datang menghampiri mereka semua..
"Tante Risma apa kabarnya???", tanya Windy dan Aldo bersama sembari mencium punggung tangannya.
"Tante sehat Nak Windy dan Nak Aldo. Lalu kapan bayimu akan lahir sayang???", tanya Mama sembari mengusap perut Windy yang besar.
"Bayinya masih betah di dalam perut Tante", jawab Aldo tersenyum.
"Hus sembarangan, Insya Allah lahir bulan depan Tante", jawab Windy tersenyum.
"Syukurlah sebenar lagi ya, semoga dimudahkan dalam persalinan nanti dan kalian berdua dalam keadaan sehat, Aamiin", ucap Mama mendoakan.
"Aamiin Ya Allah, terima kasih Tante doanya", ucap Windy dan Aldo kompak.
"Doakan juga ya Nak Windy dan Nak Aldo agar Dara segera lekas hamil", pinta Mama berharap.
Mendengarkan perkataan Mama sontak saja Dara dan Kevin kompak menjadi tersedak secara bersamaan..
"Huuhuuukkkk..!!!".
"Kalian berdua pasangan yang sangat serasi, sampai tersedak pun kompak bisa bersamaan seperti itu!!!", ucap Aldo terkekeh..
"Iya benar sekali..", celetuk Windy tertawa.
Mama kemudian segera memberikan mereka berdua air minum dan mereka pun segera meminumnya. Di saat Kevin sedang meminum segelas air, ia pun melirik Dara yang tepat berada disampingnya lalu seketika saja di benaknya muncul sebuah ide yang sejak malam ia nantikan. Tanpa membuang waktu lagi Kevin pun segera menyampaikan keputusannya kepada Mama mertuanya mengenai rencana Dara yang ingin melanjutkan kembali kuliahnya.
"Ini moments yang sangat tepat untuk menyelesaikan masalahku yang semalam, maafkan aku sayang. Aku harus mengambil keputusan ini", ucap Kevin dalam hatinya.
Akhirnya Kevin menyampaikan keputusannya di depan semua orang dan sontak saja yang sangat paling terkejut adalah Dara lantaran harapan dan impiannya seakan telah musnah seusainya mendengar perkataan dari suaminya sendiri.
"Apa alasanmu tidak mengizinkan aku untuk melanjutkan kuliahku? Kau sangat egois!!!", ucap Dara kesal.
"Sayang dengarkan dulu penjelasan dari Nak Kevin jangan kau langsung emosi seperti ini", ucap Mama sembari mengelus bahu putrinya.
"Aku sudah mengatakan sebelumnya dan aku akan memperjelasnya kembali. Aku akan mengizinkanmu kembali melanjutkan kuliah setelah kau mengandung dan melahirkan anakku, karena aku tidak ingin di saat kau sedang kuliah kemudian kau dalam keadaan hamil. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu sayang", ucap Kevin sembari memegang tangan istrinya dengan lembut.
Akan tetapi dengan ketusnya Dara malah menyingkirkan dan menolak mentah-mentah sentuhan lembut yang berasal dari tangan suaminya, lantaran Dara sangat kesal dan tidak menerima dengan keputusan yang telah diambil oleh suaminya.
"Apa yang telah Mas Kevin katakan itu benar sekali Dara, lebih baik kau menunda dulu kuliahmu", ucap Windy.
"Kau sangat egois dengan keputusan sepihakmu ini. Jika kau menginginkan hal itu, aku pun bisa mengambil keputusan untuk menunda kehamilanku", ucap Dara sangat kesal.
"Apa yang kau katakan Nak, itu tidak baik sayang", ucap Mama berusaha menenangkannya.
Sepanjang makan siang ini Dara hanya terdiam lantaran hatinya masih merasa sangat kesal dan belum dapat menerima keputusan yang telah di dengar olehnya. Dara pun merasa seakan-akan mereka semua bersekongkol untuk menggagalkan rencana kuliahnya. Namun di dalam hati kecilnya, ia masih mempunyai rencana lain untuk membalas rasa kesalnya terhadap suaminya.
"Hari ini kau menang suamiku tersayang tetapi lain waktu akulah yang akan memenangkannya", ucap Dara dalam hatinya sembari menatap mata suaminya dengan sinis.
"Apa yang sedang direncanakannya, terlihat sangat mencurigakan tatapan sinisnya??? Apapun itu yang akan kau rencanakan aku akan menunggunya sayang", ucap Kevin dalam hati.
Usainya mereka makan siang bersama, mereka kembali melanjutkan perbincangan di tempat yang berbeda. Dara dan Windy lebih memilih mengobrol di taman sedangkan Kevin dan Aldo sejak tadi sudah berada di samping kolam renang.
Sepanjang siang hari ini Dara hanya bercerita pada Windy tentang Kevin yang sangat menyebalkan dan posesif. Namu Windy hanya tertawa saja setelah mendengarkan semua cerita dari Dara, hal itu hingga membuat Dara menjadi kesal terhadap sahabatnya sendiri. Bagi Dara terasa tiada gunanya mengeluhkan semua ini kepada sahabatnya lantaran Windy terlihat lebih mendukung Kevin sepenuhnya ketimbang dirinya sendiri. Dan pada akhirnya Dara lebih memilih diam didepan Windy tanpa sepatah katapun yang terucap dari mulutnya.
"Loh koq Kenapa tidak di lanjutkan kembali ceritamu???!!", tanya Windy.
"Percuma saja aku menceritakan semuanya kepadamu, tetapi tetap saja kau tidak mendukungku", ucap Dara mulai kesal.
"Hii, Ny. Kevin Abraham kau terlalu sensitif dan perasa. Sejujurnya aku sangat gembira dengan sikap Mas Kevin yang memperlakukanmu seperti itu", ucap Windy.
"Apa maksudmu berkata demikian??? Kau bahagia diatas penderitaanku???", tanya Dara dengan tatapan mata sinisnya.
"Bukan begitu maksudku", jawab Windy.
"Lalu apa maksudmu???!!", tanya Dara penuh rasa curiga.
"Mas Kevin berarti sudah membuang jauh-jauh masa lalunya bersama Viola dan kini Mas Kevin sudah mulai mencintaimu dengan tulus Dara", jawab Windy tersenyum.
Dara pun hanya terdiam setelah mendengarkan semua penjelasan dari Windy, seakan Dara masih tidak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya.
Di sisi lainnya, tidak jauh berbeda dengan para istri mereka. Aldo pun sekarang tengah fokus mendengarkan cerita dari sahabatnya dan tampak oleh Aldo sosok Kevin terlihat berubah setelah menikah. Seseorang playboy kelas kakap, kini berubah menjadi pria setia dengan satu wanita. Hampir saja Aldo meragukan dengan apa yang telah di lihatnya akan tetapi Kevin membuktikan dengan perkataannya sendiri..
"Sobat, kau tidak perlu berusaha sekeras mungkin untuk membuktikannya karena perlahan Dara pun pasti akan bisa merasakan semua ketulusan cinta dan kasih sayangmu padanya. Lalu sudah sejauh mana usahamu untuk mewujudkan doa Tante Risma agar segera menimang cucu???", tanya Aldo penasaran.
Sesaat Kevin hanya terdiam dengan pertanyaan yang diajukan oleh Aldo, namun akhirnya Kevin pun mulai menceritakan sekelumit kisah pernikahannya selama hampir sepekan ini. Keterbukaannya terhadap sahabatnya seakan menjadi bom merang untuk dirinya sendiri lantaran usainya ia bercerita dengan Aldo yang di dapatnya hanyalah sebuah tawaan saja, sehingga membuatnya menjadi sangat menyesal lantaran begitu polosnya ia menceritakan semuanya pada sahabatnya.
Tidak henti-hentinya Aldo mentertawainya hingga membuat Kevin menjadi sangat kesal dengan sahabatnya sendiri dan kemudian Kevin pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi Aldo segera mencegahnya..
Dengan susah payahnya Aldo pun berusaha untuk menyakinkan sahabatnya bahwa tidak akan ada lagi tawa apapun seusainya Kevin bercerita nanti.
"Ok baiklah aku tidak mentertawakanmu lagi", ucap Aldo sembari menahan tawanya.
"Aku rasa kau sudah sangat puas telah mentertawaiku..!!!", ucap Kevin kesal.
"Bagaimana aku tidak mentertawakanmu, aku sangat tidak menyangka pria playboy sepertimu bisa kikuk dengan pernikahannya sendiri. Begitu banyak wanita yang takluk dan luluh dengan karismatik serta rayuanmu akan tetapi kau sangat bingung dan tidak tahu apa yang harus kau lakukan untuk menaklukkan hati istrimu sendiri???!!", ucap Aldo.
"Kau sudah sangat lama mengenalku Aldo, jadi aku rasa tidak perlu aku menjelaskan apapun padamu", ucap Kevin.
Mereka berdua pun kembali melanjutkan perbincangan mereka hingga tidak terasa hari mulai petang.
Di malam harinya setelah selesai makan malam bersama, mereka berempat berkumpul di samping kolam renang sembari menikmati malam yang indah dengan pancaran cahaya bulan purnama yang sangat cantik dan mempesona..
Kemudian tidak beberapa lama Windy datang dengan membawakan minuman hangat yang dibuatnya, spesial untuk mereka semua. Mereka berempat pun saling bercengkrama dan bersenda gurau sembari menikmati keindahan malam hari di kota Bandung dengan secangkir minuman hangat.
"Kevin dan Dara cobalah minum minuman ini, sudah pasti rasanya sangat enak karena istriku tercinta sangat pandai membuatnya", ucap Aldo sembari memberikan secangkir minuman pada Kevin dan Dara.
"Ayo Dara, Mas Kevin minumlah selagi masih hangat!!!", ucap Windy.
Sejenak Kevin hanya terdiam dengan penawaran dari mereka lantaran ia mengendus ada sesuatu hal yang janggal dengan melihat gerak-gerik mereka sehingga ia pun menaruh rasa curiga dengan mereka berdua.
Setelah apa yang telah diketahuinya kemudian Kevin pun segera membisikan pada Dara akan tetapi sepertinya sang istri tidak mempercayai apa yang telah dikatakan oleh suaminya sendiri.
"Jangan kau meminumnya!!!", bisik Kevin.
"Ada apa dengan minum ini???", tanya Dara heran.
"Jangan banyak tanya, ikuti saja perkataanku", perintah Kevin.
Tanpa memperdulikan perintah dari suaminya, perlahan Dara pun mulai meminum minuman yang telah dibuat oleh sahabatnya hingga habis, sedangkan Kevin hanya berpura-pura meminumnya dan di saat mereka berdua tengah lengah, ia segera membuang minumnya ke semak-semak yang tepat berada di belakangnya.
Sang malam seakan terasa semakin sangat dingin, hingga Kevin membuka sweater rajutnya dan kemudian memasangkan kepada istrinya lalu Dara pun tersenyum pada suaminya sebagai tanda ucapan terima kasihnya.
Tidak mau kalah Aldo pun langsung segera memeluk istrinya di depan mereka berdua, hingga Kevin mengikuti apa yang telah Aldo lakukan pada istrinya. Sontak saja Dara sangat terkejut dan merasa risih dengan apa yang telah Kevin lakukan terhadapnya, kemudian Dara pun mulai berusaha berontak untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Tetaplah kau diam dipelukanku dan janganlah kau mencoba untuk berusaha melepaskan pelukanku lagi karena jika kau tidak mengindahkan perkataanku kali ini, aku tidak akan segan-segan lagi melakukan sesuatu hal padamu malam ini!!!", bisik Kevin.
"Dasar tukang ngancam!!!", gumam Dara kesal.
Tidak ada pilihan lain bagi Dara, untuk mengikuti apa yang sudah diperintahkan oleh Kevin dan pada akhirnya Dara pun mau menurutinya.
Namun tiba-tiba saja kepala Dara seketika menjadi sakit dan seperti ingin terjatuh, tetapi syukurlah Dara masih berada tepat di pelukan Kevin sehingga hal yang tidak diinginkan olehnya tidak terjadi.
"Kau kenapa sayang???!!", tanya Kevin sangat cemas dan semakin memeluk tubuhnya istrinya dengan erat.
"Entahlah, tetapi tiba-tiba saja kepalaku jadi sangat sakit", ucap Dara.
"Aldo, Windy maaf aku tinggal dulu masuk kedalam, sepertinya Dara sedang tidak sehat", ucap Kevin sembari mengangkat tubuh Dara.
"Ya ampun Dara ada apa denganmu???", tanya Windy cemas
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit sakit kepala saja", jawab Dara.
"Beristirahatlah kalian, kami akan segera pulang kembali ke Jakarta", ucap Aldo.
"Kenapa kalian tidak menginap disini saja malam ini???", tanya Dara.
"Lain waktu kita akan menginap disini, karena kami lupa besok kami ada acara di Jakarta. Bukan begitu sayang..", ucap Windy.
"Iya benar sekali", ucap Aldo.
Setelah berpamitan Windy dan Aldo pun pergi meninggalkan kediaman Dara untuk kembali pulang ke Jakarta.
Begitu sangat terburu-burunya mereka pergi meninggalkan tempat ini sehingga semakin membuat Kevin sangat curiga, akan tetapi semuanya telah terjadi dan kini tinggallah Kevin yang harus menangani istrinya sendiri.
Sesampainya mereka di dalam kamar, terlihat tingkah Dara semakin aneh dan menjadi-jadi. Dara terlihat seperti orang yang sedang mabuk minuman beralkohol akan tetapi bau mulutnya tidak menunjukkan apapun bukti kearah sana, hingga membuat Kevin menjadi semakin bingung apa yang harus dilakukannya sekarang ini..
"Apa yang telah mereka campurkan ke dalam minuman kami??? Beruntunglah aku tidak meminumnya, tetapi si bodoh ini tidak pernah mau mendengarkan perkataanku sehingga kau sekarang menjadi seperti ini", ucap Kevin sembari tetap memperhatikan tingkah laku Dara.
Semakin lama tingkah lakunya semkin aneh dan gila, tanpa Kevin duga ternyata Dara mulai membuka kancing bajunya satu persatu di hadapannya tanpa sedikit pun ada rasa malu atau risih. Melihat hal itu Kevin segera menarik tangan Dara dan langsung mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi, lalu tanpa pikir panjang Kevin kemudian menyemprotkan air padanya dengan menggunakan shower..
Seluruh badannya telah basah kuyup akan tetapi Dara masih belum sadar akan dirinya sendiri, sehingga membuat Kevin semakin bingung apa yang harus dilakukannya lagi.. Namun tanpa di duga seketika saja Dara langsung menarik shower yang berada di tangannya, lalu kemudian menyemprotkan air ke arah Kevin yang tepat berada di hadapannya..
"Rasakan ini!!!", ucap Dara sembari tertawa dan terus menerus mengarahkan shower pada Kevin.
"Cukup hentikan!!!", ucap Kevin sembari merampas shower yang di pegang oleh Dara.
"Dasar Kevin bodoh!!! Kenapa malam-malam begini kau menyiramku dengan air???!! Kau pikir aku ini tanaman???!!", ucap Dara marah.
"Baguslah kau sudah mulai tersadar", ucap Kevin.
"Cepat segera pergi dari hadapanku!!!", teriak Dara.
Dengan pakaian yang basah kuyup, Kevin pun segera keluar dari kamar mandi meninggalkan Dara sendiri di dalam sana. Kemudian Kevin menanggalkan pakaiannya yang basah dan menggantinya dengan piyama handuk. Sembari menunggu Dara selesai mandi, ia pun mencoba menelepon Windy dan Aldo yang telah sengaja mengerjai mereka berdua hingga menyebabkan Dara menjadi bertingkah aneh, akan tetapi ternyata ponsel mereka berdua sama-sama tidak aktif hal itu semakin membuat Kevin menjadi sangat kesal dan marah terhadap mereka.
"Berengsek kemana mereka berdua??? Apa maksud dan tujuan mereka melakukan hal ini pada kami??? Kalau sesuatu terjadi pada istriku, maka habislah kalian", ucap Kevin marah.
Di sisi lain ternyata Windy dan Aldo masih berada di Bandung, mereka belum pulang kembali ke Jakarta seperti apa yang mereka katakan. Di dalam mobil mereka berdua pun sedang membayang apa yang akan terjadi pada Dara dan Kevin setelah minum minuman yang dibuat oleh Windy..
"Apa yang kau campurkan diminum mereka berdua???", tanya Aldo penasaran.
"Aku hanya memberikan mereka berdua ramuan ajaibku saja, efeknya tidak akan berkepanjangan jadi besok pagi mereka akan kembali normal seperti semula. Tetapi khusus malam ini mereka berdua akan merasakan hal yang sangat menakjubkan!!!", ucap Windy sembari tertawa lepas..
"Idemu itu sangat gila, diluar akal sehatku", ucap Aldo menggelengkan kepalanya.
"Maksudmu aku sudah tidak waras begitu??!! Apapun itu aku tidak peduli, asal kau tahu dulu saat di kampus aku terkenal dengan sebutan si jahil, sudah banyak orang yang menjadi korbanku termasuk Dara. Tetapi kali ini lebih luar biasa..", ucap Windy.
"Lalu sudah semalam ini, apa kita akan tetap pulang ke Jakarta atau kita bermalam disini dulu???", tanya Aldo.
"Kita menginap di Hotel saja, aku sudah sangat lelah. Tapi ingat ya sayang ponselmu jangan di aktifkan dulu sampai besok siang, karena aku sangat tahu siapa itu Mas Kevin. Dia bisa memarahi dan memaki kita berdua habis-habisan dengan perbuatanku ini, tetapi ini yang terbaik untuk mereka berdua lantaran aku sangat kesal setelah mendengarkan perbincangan kalian berdua saat tadi siang. Mau sampai kapan mereka seperti itu tidak memenuhi kewajiban mereka masing-masing sebagai pasangan suami dan istri", ucap Windy sangat geram..
Di tempat yang berbeda, kembali Kevin sangat terkejut dan terbelalak setelah melihat Dara keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk dan terlihat wajahnya yang semakin memerah seperti seseorang yang sedang mabuk minuman beralkohol. Melihat hal itu lalu Kevin menghampiri Dara dan kemudian segera menutupi tubuhnya dengan handuk miliknya..
"Kau baik-baik saja sayang???", tanya Kevin sangat cemas.
"Kepalaku semakin sangat sakit", ucap Dara sembari memegang kepalanya.
Melihat kondisi istrinya semakin memburuk semakin membuat Kevin menjadi sangat cemas lantaran ia bingung harus melakukan apa untuk istrinya saat ini..
Namun yang hanya dapat Kevin lakukan adalah membantu Dara berjalan hingga sampai di ranjangnya dan kemudian perlahan menyelimutinya, agar Dara bisa segera beristirahat.. Akan tetapi hal yang tidak diduga olehnya ternyata terjadi, seketika saja Dara menarik piyama handuk Kevin hingga membuatnya menjadi terjatuh tepat di hadapan istrinya dan kemudian untuk pertama kalinya Dara pun mengecup bibir Kevin dengan lembut dan mesranya..
...Hii Guys.....
...Terima kasih buat para reader yang telah membaca sampai chapter 31 ini, lanjutkan terus ya bacanya.....
...Jangan lupa untuk follow, vote & comment ya.....
...Thank you and I love you guys.....