![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Kring.. Kring.. Kring..", panggilan telepon masuk dari Steven Chan..
Kemudian Kevin pun segera mengangkat ponselnya..
"Good evening Mr. Kevin?", ucap Steven Chan via telepon.
"Selamat sore juga Steven.. Jika ada yang ingin kau katakan, langsung pada intinya saja???", tanya Kevin tegas
"Ok, baiklah akan aku katakan. Bisakah kau memberikan nomor ponsel Nn. Dara, dia sekretarismu yang baru bukan jadi aku membutuhkan nomor ponselnya agar memudahkan aku dalam bisnis ini", ucap Steven Chan.
"Nn. Dara bukan sekretarisku tetapi dia asisten pribadiku, jadi aku tidak akan memberikan nomor ponselnya padamu", jawab Kevin, sembari membungkam mulut Dara dengan tangannya.
"Ok, baiklah.. Kalau begitu aku akan mengundang kalian berdua untuk makan malam", ucap Steven Chan.
"Baiklah, terima kasih atasan undangamu", ucap Kevin dan menutup ponselnya.
"Apa-apaan sih Pak Kevin??!!! Tapi yang barusan menelepon bukankah itu seperti suara Tn. Steven Chan???", tanya Dara penasaran.
"Pria yang menolongmu tadi pasti Steven Chan, bukan???", tanya balik Kevin.
"Benar, tapi bagaimana Pak Kevin tahu??!!! Aku kan belum selesai menceritakannya???", tanya Dara heran.
"Kau kira aku sebodoh itu tidak tahu apa-apa!!! Jika aku menginginkannya, aku bisa cari tahu tentang kehidupan masa lalumu sekaligus seluruh keluargamu", batin Kevin.
"Tetapi kenapa beliau sangat pasih berbicara bahasa Indonesia? Dan kalian terdengar seperti sudah sangat akrab saat berbicara di telepon tadi???", tanya Dara semakin bingung.
Dara semakin bingung dan berusaha untuk berpikir keras tentang semua hal itu, namun seakan pikirannya mulai lelah dan tidak mampu lagi untuk mencernanya.
"Sudahlah lupakan saja pertanyaanku, kepalaku mulai berputar memikirkan semua itu, aku ingin kembali ke dalam saja", ucap Dara sekaligus membalikkan tubuhnya membelakangi Kevin.
"Hey, tukang tidur!!! Kau ingin pergi kemana??? Aku Bos mu dan aku tidak akan mengizinkanmu untuk pergi", teriak Kevin.
"Ya ampun aku sampai lupa dengan siapa aku datang ke tempat ini!!! Ish, dasar semena-mena!!!", batin Dara gemas.
Mau tidak mau, suka atau tidak suka Dara harus mengikuti perintah dari Bos nya. Hal yang Dara sangat tidak duga ternyata dengan sendirinya Kevin pun mulai bercerita tentang Steven Chan kepadanya.
Dara hanya terdiam menyimak cerita dari Bos nya tentang Steven Chan, dimana ternyata Kevin dan Steven Chan adalah teman dan sekaligus rekan bisnisnya sejak lama. Kevin pun lebih tahu seperti apa Steven Chan yang selalu berganti-ganti pasangan, sehingga ia tahu maksud Steven Chan mengundangnya makan malam.
"Tapi sepertinya Tn. Steven Chan tidak seperti itu, beliau sangat lembut dan baik tentunya", ucap Dara kagum.
"Sudahlah jangan bantah ucapanku, aku lebih tahu siapa dia dari pada kau. Jika kau tidak ingin terjerat dengan permainannya, ikuti saja perintahku kalau tidak..!!!", ucap Kevin jengkel.
"Ish, dasar tukang ngancam!!! Terjerat dengan permainannya??? Berganti-ganti pasangan??? Apa bedanya dengan dia sendiri!!!", batin Dara gemas.
"Sekarang kau tunggu saja di sini, aku akan membelikanmu es krim", ucap Kevin sembari pergi meninggalkan Dara.
"Dasar Bos aneh!!! Suka perintah seenaknya, suka mengancam seperti seorang penjahat, tetapi tiba-tiba saja tidak ada angin dan hujan dia akan menjadi baik", gumam Dara sembari menggelengkan kepalanya.
Seusainya Kevin membeli es krim, ia tidak melihat keberadaan Dara disana, ia hanya melihat sepasang sepatu Dara yang tergeletak di atasย hamparan pasir. Dengan rasa khawatir Kevin mulai mencari keberadaan Dara, hingga tampak dari kejauhan seseorang Ibu berteriak-teriak meminta pertolongan..
"Tolong.. Tolong..!!!", teriak seorang Ibu.
Kevin pun segera berlari menuju kearah suara teriakan dari seorang Ibu yang berada di bibir pantai. Seorang Ibu itu terlihat tampak sangat panik, wajahnya berubah memucat lantaran seorang wanita telah berhasil menyelamatkan anaknya yang masih balita dari sapuan ombak yang besar.
Namun naasnya ternyata wanita yang menyelamatkan anaknya itu malah menjadi tenggelam lantaran terseret ombak yang sangat besar. Begitu sangat terkejutnya Kevin saat menyadari bahwa ternyata wanita yang sedang tenggelam di lautan adalah Dara.
Tanpa berpikir panjang Kevin pun segera membuang es krim yang ada di tangannya, lalu kemudian segera melepaskan sepatu, serta jasnya dan kemudian berlari menerjang ombak yang sangat besar dilautan untuk menyelamatkan Dara.
Begitu sulitnya Kevin meraih tubuh Dara dengan ombak yang sangat besar ini dan dengan susah payah akhirnya Kevin pun dapat menyelamatkan Dara serta membawa tubuhnya ke daratan.
"Nona.. Nona, bangunlah, buka matamu!!!", ucap Kevin panik sembari mengguncang-guncangkan tubuh Dara yang direbahkan di bibir pantai..
Namun Dara belum tersadar juga, sehingga semakin membuat Kevin menjadi semakin cemas dengan keadaannya saat ini.
Tidak ada pilihan lain, Kevin pun berusaha mencoba memberikan nafas buatan padanya, disaat Kevin akan mulai melakukannya seketika Dara pun membuka kedua matanya. Matanya membuka lebar-lebar saat ia tersadar melihat Kevin ada di depannya yang seakan-akan mencoba untuk menciumnya kembali, spontan saja Dara pun langsung menampar wajah Kevin dengan kerasnya..
"Plaaakk..!!!".
Kedua mata kevin pun membulat lantaran sangat terkejutnya dengan tamparan keras yang mendarat diwajahnya..
"Hii.. Nona apa yang kau lakukan..???!!", ucap Kevin sangat terkejut sembari mengusap wajahnya.
Seorang Ibu itu pun terkejut dengan apa yang telah dilihatnya dan kemudian Ibu itu segera mengucapkan terima kasih pada Dara.
"Nak terima kasih banyak sudah menyelamatkan anak saya, sekali lagi terima kasih..", ucap seorang Ibu sembari menggendong anaknya dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apa yang terjadi padaku..???", tanya Dara bingung sembari beranjak duduk.
"Kau hampir saja mati tenggelam dan akulah yang menyelamatkanmu!!! Tetapi kenapa ucapan terima kasihmu dengan memberikan aku tamparan keras???", ucap Kevin meradang.
Dara pun segera bangun dari duduknya dan spontan saja ia langsung mengusap wajah Kevin dengan rasa penyesalan.
"Aku minta maaf Pak Kevin, tolong maafkan aku.. Aku benar-benar tidak tahu", ucap Dara merasa bersalah.
"Cukup jangan sentuh wajahku lagi, aku sudah memaafkanmu. Tapi kenapa kau melakukan hal itu???!! Dasar bodoh, sudah tahu kau tidak bisa berenang tapi masih saja nekat menolong orang lain tanpa memperdulikan diri sendiri", ucap Kevin murka.
"Iya Pak.. Maafkan aku..", ucap Dara menyesal.
"Baru kali ini aku di tampar oleh seorang wanita. Huh, sakit sekali tamparannya!!!", gerutu batin Kevin.
Dara pun hanya terdiam menyaksikan langsung kemarahan Bos nya terhadapnya..
"Apa yang akan kita kenakan saat makan malam nanti? Pakaian kita sudah basah semuanya, karena ulahmu yang konyol", ucap Kevin geram sembari memasangkan jasnya kepada Dara.
"Maafkan aku ya Pak Kevin!!!", ucap Dara dengan kepala merunduk
"Sudah hentikan perkataan maafmu itu, aku sudah memaafkanmu", ucap Kevin.
Di malam harinya, petugas room service mengirim sebuah hadiah untuk Kevin dan Dara di kamarnya masing-masing. Setelah dibuka ternyata hadiah tersebut berisi setelan kemeja dan gaun malam yang dikirim khusus oleh Steven Chan.
"Steven pasti sudah tahu tentang kejadian sore tadi, sehingga dia mengirim hadiah ini dan sudah pasti si tukang tidur itu mendapatkan hadiah gaun darinya", ucap Kevin.
Di kamar yang berbeda, Dara pun sangat bahagia karena mendapatkan kiriman hadiah gaun yang cantik dari Steven Chan. Di saat Dara ingin mencoba gaun tersebut, seketika saja ponselnya berdering.
"Kring.. Kring.. Kring..".
Dara pun segera mengangkat ponselnya dan ternyata yang meneleponnya adalah Kevin.
"Selamat malam.. Iya, Pak Kevin ada yang bisa aku bantu???", tanya Dara.
"Nn. Dara bila kau merasa tidak sehat lebih baik aku saja yang datang menghadiri undangan makan malam dengan Steven Chan. Aku akan meminta room service mengantarkan makan malammu ke kamar", ucap Kevin.
"Tapi Pak Kevin, aku sehat dan baik-baik saja.. Aku ingin langsung mengucapkan terima kasih kepada Tn. Steven Chan atas kiriman gaunnya yang cantik", ucap Dara.
"Tidak bisa, kau harus tetap dikamar beristirahat. Nanti aku yang akan menyampaikan ucapan terima kasihmu padanya", ucap Kevin.
"Tapi Pak Kevin..", ucap Dara
"Tidak ada bantahan apapun", ucap Kevin tegas dan kemudian menutup teleponnya.
Di cafe hotel Steven Chan sudah menunggu kedatangan mereka berdua, akan tetapi ternyata yang datang hanyalah Kevin saja sendiri tanpa adanya Dara bersamanya.
"Bukankah itu tidak sopan datang menghadiri undangan makan malam dari seseorang tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu pada tuan rumah", ucap Steven Chan kesal.
"Apakah penting dan haruskah aku lakukan itu padamu???!! Kurasa lebih baik kita langsung bicarakan pada intinya saja", ucap Kevin.
"Ok, inilah yang aku suka dari seorang Presiden Direktur Kevin Abraham tidak suka membuang-buang waktu", ucap Steven Chan sembari menuangkan wine di gelas Kevin.
"Aku menyukai asisten pribadimu Nn. Dara", ucap Steven Chan.
"Sudah aku duga apa yang kau inginkan dari undangan makan malam ini, tetapi apa yang kau inginkan tidak bisa aku penuhi karena Nn. Dara sudah menikah", ucap Kevin berbohong.
"What marriage??? No way, because there's no ring around her finger", ucap Steven Chan terkejut.
"Apa kau pikir semua orang yang sudah menikah harus memakai cincin dan sebaliknya yang belum menikah tidak diperbolehkan memakai cincin??? Itu peraturan bodoh dari mana??!!!", ucap Kevin.
"Setidaknya itu simbol bagi yang sudah menikah atau yang belum menikah", bantah Steven Chan.
"Terserah kau saja punya pendapat apa tentang itu, tapi yang jelas aku ingin tahu apakah karena Nn. Dara tender proyek itu jatuh ke tanganku???", tanya Kevin.
"Hahahaha.. Kau terlalu sensitif kawan, bisnis ini tidak ada kaitannya dengan wanita", ucap Steven Chan sembari menepuk bahu Kevin.
"Justru karena aku tahu siapa dirimu, maka dari awal aku tanya tentang hal itu karena ini bukan perkara yang mudah", ucap Kevin.
"Kita berteman sekaligus menjadi rekan bisnis sudah sangat lama bukan dan tender proyek ini tepat sekali jika kau yang menanganinya", ucap Steven Chan menjelaskan.
"Ok, kurasa sudah sangat jelas penjelasan darimu", ucap Kevin.
"Lagi pula kalau aku menginginkan Nn. Dara, aku punya cara sendiri untuk mendapatkannya", ucap Steven Chan sembari menenggak wine yang dipegangnya.
"Tidak bisa, kau tidak akan bisa mendapatkannya atau memilikinya, karena Nn. Dara milikku dan dia adalah calon istriku", ucap Kevin meradang.
"Aku harus melakukan hal ini, agar Steven Chan tidak menggangu kehidupanmu Nn. Dara", batin Kevin.
"Ah.. Perbincangan kita semakin serius saja, sudah lupakan wanita itu. Sekarang kita berpesta untuk merayakan kerja sama kita ini", ucap Steven Chan sembari memberikan segelas wine pada Kevin.
"Maaf Steven, sudah 2 tahun terakhir ini aku tidak minum-minuman berakohol lagi. Kita rayakan ini dengan cara kita masing-masing saja", ucap Kevin sembari meraih minuman ringan.
Disaat mereka bersuka ria merayakan pesta, tiba-tiba saja Dara datang hingga mengejutkan mereka berdua.
"Selamat malam Pak Kevin dan Tn. Steven Chan", ucap Dara tersenyum.
"Wow.. Kau sangat cantik sekali malam ini Nn. Dara, kau sangat terlihat anggun dengan gaun yang kau kenakan", ucap Steven Chan sembari meraih tangan Dara.
"Terima Tn. Steven Chan", ucap Dara tersenyum manis.
Ketika Steven Chan akan mencium tangan Dara seketika saja dengan cepat Kevin segera meraih tangan Dara..
"Nn. Dara silakan duduk disampingku", ucap Kevin sembari menarik kursi untuk Dara.
Terlihat wajah Steven Chan yang tampak sangat kesal lantaran Kevin yang bertindak lebih cepat dari padanya, apalagi saat Dara duduk tepat disamping Kevin.
"Silakan nikmati makan malam ini Nona cantik", ucap Steven Chan.
"Terima kasih Tn. Steven Chan, tadi aku sudah selesai makan malam di kamar hotel", ucap Steven Chan.
"Lalu apa yang membuat kau datang ke tempat ini???", tanya Steven Chan penasaran.
Saat Dara akan menjawabnya, seketika Kevin menyela pembicaraan mereka berdua.
"Nn. Dara ingin mengajakku pergi ke tepi pantai, untuk melihat pemandangan pantai saat malam hari, bukan begitu Nn. Dara", ucap Kevin.
Sejenak Dara terdiam dan mengingat apa yang sebelumnya Kevin katakan padanya saat di telepon.
"Jika kau ingin tetap datang menghadiri makan malam, apapun yang nanti aku katakan di depan Steven, kau cukup menjawab iya saja dan tidak perlu banyak bicara hal yang tidak penting didepannya. Jadi jangan lupakan tentang hal ini karena aku sudah memperingatkanmu", kenang Dara dalam hati.
"I-iya benar", jawab Dara tergagap sembari melirik ke arah Kevin.
"Sepertinya Nn. Dara sedang kurang sehat, apa perlu aku mengantarmu ke kamar hotel untuk beristirahat???", ucap Steven Chan.
"Tidak..", ucap Dara dan Kevin bersamaan..
"Wow, kalian benar-benar pasangan serasi", ucap Steven Chan sembari bertepuk tangan.
"Ayolah sekarang kita nikmati hidangan ini!!!", ujar Steven Chan kembali.
Mereka bertiga pun mulai menyantap hidangan yang telah disajikan, namun dengan tatapan sinis sesekali Kevin melirik ke arah Dara dan Steven Chan yang sedang berbincang-bincang.
"Nn. Dara benarkah kau sudah menikah???", bisik Steven Chan. Spontan Dara langsung tersedak lantaran terkejut saat mendengar pertanyaan dari Steven Chan.
"Ugh, ugh..!!!".
"Apa menikah??? Apa aku seperti orang yang sudah menikah??!!!", ucap Dara tertawa.
"Oh.. Sudah kuduga..", ucap Steven Chan sembari melirik kearah Kevin.
Melihat mereka berdua sangat akrab, membuat Kevin seakan menjadi gelisah.. Lalu tanpa sadar Kevin pun mulai menenggak segelas wine yang berada di meja, seteguk demi seteguk. Dan dari kejauhan ternyata Steven Chan sedang memperhatikan Kevin yang sedang minum-minuman berakohol.
"Sepertinya kau sudah mulai terbakar Kevin Abraham", ucap Steven Chan dalam hatinya.
"Oya Nn. Dara kapan kau akan melangsungkan pernikahan dengan Kevin???", tanya Steven Chan.
"Apa pernikahan???!! Dengan Pak Kevin???!!", ucap Dara sangat terkejut.
Hingga ia kembali tersedak dan lalu terdiam lantaran tidak bisa menjawab pertanyaan dari Steven Chan.
"Apa maksudnya bertanya seperti itu??? Aku saja sampai lari dari perjodohanku!!! Lalu bagaimana bisa aku menikah dengan Pak Kevin??!!!", batin Dara.
"Kenapa diam??? Apakah pernikahan itu hanya buala Bos mu saja???!!", tanya Steven Chan dengan sorot mata yang tajam.
Dara benar-benar langsung bungkam dengan pertanyaan yang diajukan oleh Steven Chan kali ini, akan tetapi disaat yang tepat seketika Kevin menarik pergelangan tangan Dara..
"Ayo kita pulang sekarang juga, aku baru ingat kalau besok akan ada meeting dengan klien", ucap Kevin.
"Ya ampun, Pak Kevin apa kau mabuk?", tanya Dara heran.
"Tidak, aku tidak mabuk. Ayolah segera berkemas kita akan pulang malam ini juga", ucap Kevin sembari memegang erat tangan Dara.
"Tidak baik mengemudi saat sedang mabuk", ucap Steven Chan dan melepaskan genggaman tangan Kevin pada Dara.
Kevin seakan tidak menerima dengan perlakuan Steven Chan yang dilakukan terhadapnya, hal itu akhirnya membuat Kevin yang sedang mabuk menjadi mulai meradang.
Melihat situasi seperti ini, Dara pun segera meraih kembali tangan Kevin dan kemudian berpamitan kepada Steven Chan.
"Terima kasih Tn. Steven Chan atas undangan makan malamnya, permisi", ucap Dara dan pergi meninggalkan tempat itu bersama Kevin.
"Kevin Abraham.. Kau tidak pernah berubah..", ucap Steven Chan sembari meneguk minumannya..
...Reader jangan lupa ya dukungnya untuk author, follow, vote & comment. Trims ๐...