![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
Dara pun mengulurkan tangannya pada Mala untuk berjabat tangan, sekaligus mengucapkan terima kasih atas semua bantuannya..
Dara begitu sangat bahagianya hari ini lantaran ia sudah diterima bekerja di perusahaan besar, walaupun hanya menjadi OB.
Di perjalanan pulang ia pun tak sengaja bertemu dengan Bang Jony. Begitu terkejutnya Bang Jony melihat kondisi bagian depan motornya yang sudah rusak.
"Ya Gusti, kenapa Neng motor Abang jadi seperti ini???", ucap Bang Jony terkejut sembari memegang bagian depan motornya yang rusak.
"Maaf ya Bang Jony motornya jadi rusak", ucap Dara merasa bersalah.
"Yah sudah terjadi, mau diapain lagi.. Tapi Neng baik-baik saja kan?", tanya Bang Jony khawatir.
"Aku baik-baik saja Bang Jony..", jawab Dara.
"Syukurlah..", ucap Bang Jony lega.
Kini Dara dapat menarik nafasnya dengan lega lantaran Bang Jony tidak marah padanya.
"Bang Jony, nanti kalau aku sudah terima gaji aku akan bayar kerusakan motor Abang. Tapi untuk saat ini aku hanya bisa bayar sewa motor Abang dulu ya.. Terima kasih banyak ya Bang Jony atas bantuannya", ucap Dara.
"Sama-sama Neng.. Selamat ya Neng sekarang sudah dapat pekerjaan, semoga langgeng.. Aamiin", ucap Bang Jony.
"Ternyata Bang Jony berhati baik, walaupun wajahnya seperti pereman", ucap Dara dalam hati tersenyum..
Sesampainya Dara di kostan nya, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya sembari memegang ponsel dan membuka pesan singkat yang masuk. Kebahagiaan Dara terasa semakin lengkap dengan adanya kiriman pesan singkat dari Ivan..
"Semangat ya, semoga sukses".
Hati Dara terasa berbunga-bunga setelah membaca pesan singkat itu.
"Terima kasih ya Aa Ivan", balas Dara via pesan singkat.
Akan tetapi seketika kebahagiaan Dara langsung berubah menjadi rasa kesal yang memuncak saat melihat back ground ponselnya tampak fotonya saat dicium oleh pria itu pagi tadi.
"Kurang ajar, ternyata si Berengsek itu telah merubah foto di ponselku. Tapi bagaimana dia bisa merubahnya..???", ucap Dara kesal.
Dara pun jadi teringat kejadian tadi pagi itu..
"Wait until then I'll return your phone", ucap pria itu.
Amarah dan rasa kesal Dara semakin berapi-api terhadap pria itu, ingin rasanya Dara memukulnya karena foto yang pria itu simpan menjadi latar belakang di ponselnya dan tidak dapat diganti apalagi sampai di hapus olehnya. Entahlah apa yang pria itu lakukan pada ponsel Dara, hingga menjadi seperti ini..
"Dasar berengsek..!!!", teriak Dara sambil membanting ponselnya ke atas tempat tidurnya.
🌹🌹🌹
Di keesokan harinya di pagi yang sangat cerah, Dara sudah siap untuk berangkat bekerja.
"Hari pertamaku masuk kerja, kali ini aku tidak boleh datang terlambat.. Semangat Dara..!!!", ucap Dara penuh dengan semangat.
Pagi-pagi sekali Dara sudah pergi meninggalkan kostan menuju tempat ia bekerja, lantaran pergi kesana dengan menggunakan kendaraan umum. Perjalanan pagi yang sangat lancar sehingga ia pun datang lebih awal ditempat kerjanya.
Entahlah apa yang harus Dara lakukan di hari pertamanya ia bekerja, maka sembari menunggu Mala datang, ia berkeliling melihat-lihat inferior ruangan demi ruangan. Dara berdecak kagum dengan keindahan ruangan yang ia lihat, hingga ia tidak sadar saat Mala datang menghampirinya.
"Nn. Dara, tempat anda bekerja bukan disini melainkan di pantry", ucap Mala.
"Iya, Kak Mala.. Aku kagum dengan keindahan inferior setiap ruangan ini, siapakah yang mendesainnya Kak?", tanya Dara penasaran.
"Ini semua yang mendesain adalah Pak Presdir. Semenjak kedatangannya 2 tahun yang lalu, beliau merubah semua ruangan dan menjadikannya seperti sekarang ini", ucap Mala.
"Sepertinya Bos ku seseorang yang memiliki kepribadian yang baik, semoga saja beliau baik juga kepadaku", ucap Dara dalam hati berharap.
Setelah Dara berganti pakaian kemudian Mala menjelaskan satu persatu tugas dan tanggung jawab Dara yang harus dilakukan selama ia berada di perusahaan ini.
"Bagaimana Nn. Dara apakah penjelasan dari saya sudah cukup jelas?", tanya Mala.
"Iya, sudah sangat jelas Kak Mala. Terima kasih banyak atas semua bantuan Kakak, tapi kalau bisa jangan panggil aku Nona lagi ya Kak, cukup panggil Dara saja karena itu lebih enak didengar", pinta Dara.
"Ok baiklah", jawab Mala tersenyum.
Tak sabar rasanya Dara ingin sekali bertemu dengan Presiden Direkur perusahaan ini, walaupun sesungguhnya disisi lain Dara merasakan sesuatu hal yang agak berbeda dari biasanya.
Dara pun memulai pekerjaannya di pantry, rasanya agak canggung dan bingung karena Dara tidak pernah kedapur apalagi memasak atau membuat minuman.
"Apa saja yang harus aku campur untuk membuat secangkir kopi yang enak??? Sepertinya aku perlu bantuan mbah Google nih!!!", batin Dara.
Disaat Dara sedang serius membuat secangkir kopi di pantry, tiba-tiba saja ada seseorang berteriak memanggilnya, yang tidak lain adalah Mala
"Dara..!!!", teriak Mala.
"Iya, Kak Mala..", sahut Dara.
"Apakah kau sudah selesai membuat secangkir kopi???", tanya Mala.
"Iya, sudah siap Kak!!!", jawab Dara.
"Ok, kalo begitu segera antara ke ruangan Pak Kevin", ucap Mala.
"A-apa.. Pak Kevin???!! Maksudnya kopi ini untuk Pak Presdir???", tanya Dara tergagap.
"Tentunya kau tidak lupakan nama Bos mu??? Aku beritahu dari sekarang, Bos kita bernama Kevin Abraham, beliau adalah anak tunggal dari Tn. Abraham dan Ny. Lili Rianti. Mereka memiliki berapa perusahaan besar di Indonesia serta mempunyai berbagai bisnis seperti perhotelan, apartemen, butik, dan salon. Dan kau pun harus tahu mengenai kepribadian dari Pak Kevin Abraham adalah beliau seseorang yang perfeksionis, disiplin, mandiri, tidak suka dengan hal yang bertele-tele, dan sudah pasti beliau pekerja keras", perjelas Mala.
Begitu banyak yang disampaikan oleh Mala hingga membuat Dara menjadi sakit kepala setelah mendengarkan itu semua.
"Iya Kak Mala, aku sudah mengerti", ucap Dara.
"Ok, kalau begitu segeralah antar kopi ini pada Pak Kevin", perintah Mala.
Begitu cemasnya Dara menanti respon dari Pak Kevin atas kopi yang ia buat untuk pertama kalinya.
"Bagaimana rasa kopi ini??? Entahlah, tapi semoga saja tidak membuat Pak Kevin keracunan atau menjadi diare!!!", batin Dara sangat berharap..
Tak seberapa lama Dara pun dipanggil oleh Mala agar ia datang menemui Pak Kevin. Begitu berdebar-debarnya jantung Dara karena untuk pertama kalinya ia akan bertemu dengan Bos nya secara langsung dan sekaligus juga khawatir bagaimana tanggapan Pak Kevin padanya nanti???.
"Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini.. Seperti ada suatu yang aneh, ruangan yang sangat sunyi.. Dan seperti adegan didalam film, dimana Sang Bos duduk di kursi sembari membelakangi dan kemudian disaat Sang Bos membalikkan kursinya, ternyata Sang Bos adalah seorang yang pernah dikenal oleh sang pemeran utama. Ya ampun sepertinya aku sudah tidak waras membayangkan hal yang tidak-tidak", ucap Dara dalam hati tertawa..
"Sttt.. Dara jangan berisik, Pak Kevin sedang menelepon", ucap Mala mengingatkan.
"Iya, maaf Kak..", jawab Dara menyesal.
Suasana terasa sunyi senyap karena di ruangan tersebut tidak di perkenankan ada suara gaduh. Sembari menunggu Pak Kevin yang sedang berbicara di telepon, Dara dan Mala hanya terdiam menunggu Sang Presiden Direkur berbicara terlebih dahulu.
"Sekretaris Mala tolong keluar tinggalkan kami berdua sekarang", perintah Kevin.
"Baik Pak, permisi", jawab Mala sembari berjalan meninggalkan ruangan.
Jantung Dara semakin berdegup dengan kencang lantaran di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua. Sedangkan Pak Kevin masih tetap sama pada posisinya yang sedang duduk di kursi dan membelakanginya.
"Rasa kopi yang sangat aneh di lidahku.. Tapi karena aku telah mencicipi manisnya bibirmu jadi buatku itu tidak menjadi masalah", ucap Kevin sembari membalikkan kursinya.
Sontak kedua mata Dara seketika membulat, ia sangat terkejut ternyata Presiden Direkur di tempat ia bekerja adalah pria yang pernah mencuri ciuman pertamanya dan seseorang yang sangat Dara benci..