My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#15 : Pertunangan Mantan Kekasih Presdir



Dara pun akhirnya menghentikan langkahnya dan mengikuti apa yang telah di perintahkan olehWindy..


"Lepaskanlah Viola, kau tidak pantas melakukan hal ini.. Malam nanti kau akan bertunangan dengan seseorang", ucap Kevin sembari melepaskan pelukannya.


"Aku sangat merindukanmu Kevin, selama 2 tahun ini kau selalu menghindar dariku", ucap Viola.


"Bukan aku yang menghindar tetapi kau yang terlalu sibuk dan asyik dengan kehidupanmu sendiri tanpa memperdulikan perasaanku seperti apa saat itu", ucap Kevin.


"Maafkan aku Kevin, aku sangat menyesal dengan semua yang sudah terjadi. Andai saja waktu bisa kembali aku ingin sekali menjadi istrimu", ucap Viola.


"Waktu tidak akan bisa ke kembali lagi seperti yang kau inginkan Viola, sekarang semuanya sudah sangat terlambat untuk bisa di perbaiki lagi. Sekarang lebih baik kau pergi tinggalkan tempat ini dan bersiap-siaplah untuk acara pertunanganmu malam nanti", ucap Kevin.


"Kau mengusirku Kevin? Aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum kau memberikan kesempatan lagi padaku", ucap Viola.


"Kesempatan apalagi yang harus aku berikan lagi padamu, semuanya sudah berakhir.. Segeralah pergi dari sini, ku mohon..", ucap Kevin dan membalikkan tubuhnya dari hadapan Viola, seakan mengisyaratkan bahwa Kevin tidak menginginkan lagi Viola kembali kedalam kehidupannya.


Melihat sikap Kevin seperti itu, akhirnya Viola pun pergi meninggalkan tempat itu. Setelah kepergian Viola, barulah Dara dan Windy memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan. Di dalam sana Dara melihat Kevin yang berbeda dari biasanya, seperti ada yang terjadi di antara mereka berdua dan itu tidak seperti beberapa wanita yang sebelumnya Dara pernah temui.


"Mas Kevin, bagaimana dengan kabarmu?", tanya Windy.


"Oh, Windy ternyata kau sudah datang. Kabarku baik-baik saja. Oya maaf aku tinggal dulu ke toilet sebentar.. Nn. Dara tolong temani sepupuku ya!!!", ucap Kevin dan pergi meninggalkan mereka menuju toilet.


"Kurasa Viola kembali lagi dalam kehidupan Mas Kevin", ucap Windy.


"Viola??? Siapa dia??? Selama ini aku tidak pernah mendengar nama itu", ucap Dara.


"Sudahlah lupakan, nanti saat pertemuan berikutnya aku akan ceritakan semuanya", ucap Windy.


"Entahlah siapa Viola itu??? Sepertinya wanita cantik itu pernah ada dalam kehidupan Pak Kevin sebelumnya. Mungkinkah itu mantan kekasih Pak Kevin???", batin Dara.


Selama Kevin berada di toilet,  mereka berdua pun saling berbincang-bincang dan bersenda gurau, bercerita tentang masa-masa sewaktu masih kuliah dulu hingga mereka tidak sadar ternyata Kevin sudah kembali dari toilet dan sekarang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Sepertinya kalian berdua sudah sangat dekat, apakah kalian sebelumnya sudah saling mengenal?", tanya Kevin.


"Oh, Mas Kevin sudah kembali.. Kami baru saja saling kenal ditempat ini, Mas", ucap Windy berbohong.


"Ok kalau begitu, Windy ikuti aku dan untuk Nn. Dara tunggu saja di sini nanti akan ada pegawai butik yang datang kesini dan akan membantumu", ucap Kevin.


Kevin pun pergi bersama Windy meninggalkan Dara sendiri. Beruntunglah sebelumnya mereka sudah bertukar nomor telepon tanpa sepengetahuan Kevin.


Di Kesendiriannya Dara hanya melihat-lihat beberapa foto yang ada di dinding, terlihat begitu harmonis dan bahagianya Kevin bersamaan kedua orang tuanya sehingga tanpa disadari ternyata Dara meneteskan air matanya karena ia rindu dengan keluarganya di Bandung.


Setelah menunggu beberapa menit seseorang pegawai butik datang menemui Dara dan menunjukan beberapa gaun yang akan Dara kenakan nanti malam. Dara sangat terkejut ternyata inilah yang Kevin inginkan mengajaknya ketempat ini. Dengan keras ia pun menolak dan tidak ingin memilih gaun manapun untuk dikenakannya nanti malam. Pegawai butik pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan penolakan Dara, hingga saat Kevin kembali ia masih tetap mengenakan pakaiannya yang sama.


"Nn. Dara, kau belum memilih satu gaun pun???", tanya Kevin heran.


"Aku tidak mau. Apakah aku ini bonekamu dengan seenaknya kau memerintahku untuk melakukan hal yang tidak aku ketahui???", tanya Dara kesal.


"Maafkan aku karena sebelumnya tidak memberitahumu terlebih dahulu. Aku mohon, tolong bantu aku untuk terakhir kalinya temani aku ke acara pesta pertunangan rekan bisnisku malam ini", ucap Kevin menjelaskan.


"Aku tidak mau.. Walaupun kali ini kau mengancamku, aku tidak akan peduli", ucap Dara tegas.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi untuk menuruti semua keinginanku", ucap Kevin, sembari berbalik arah dan berjalan menuju sofa.


Disaat Kevin berjalan menuju sofa tiba-tiba saja Kevin terkulai lemas dan terjatuh di lantai. Dara pun sangat terkejut melihat Bos nya yang terjatuh dan ia pun segera berlari untuk menolongnya, namun pertolongan yang ia berikan tidak di hiraukan olehnya..


"Pergilah dan menjauhlah dariku, aku tidak membutuhkan pertolonganmu..!!!", teriak Kevin geram.


Seakan Bos nya mulai murka terhadapnya dan dengan melihat suasana hati Bos nya seperti ini, Dara pun kemudian segera pergi meninggalkannya sendiri disana tanpa sepatah kata pun.


🌹🌹🌹


Di malam harinya, Kevin datang menghadiri pesta pertunangan Viola tanpa seseorang pun yang bersamanya. Disana begitu banyak tamu undangan yang datang menghadiri pesta sehingga kepala Kevin terasa sedikit berputar.


"Kenapa kepalaku menjadi berputar??? Sepertinya aku sangat kelelahan seminggu ini!!!", batin Kevin.


Sejenak Kevin pun menghentikan langkahnya, akan tetapi dari arah belakang seakan ada seseorang yang ingin mendorong tubuhnya. Lalu dengan sigapnya ia pun meraih tangan seseorang yang akan mendorongnya dan setelah di lihat ternyata seseorang itu adalah pria yang sangat ia kenali..


"Apa yang kau inginkan datang ke pesta ini Steven???", tanya Kevin curiga.


"Ternyata kau mantan pelatih Taekwondo yang sangat luar biasa, hingga dengan mudahnya melumpuhkan lawan", jawab Steven Chan.


"Aku tidak butuh dengan pujianmu, jawab pertanyaanku untuk apa kau datang ke pesta ini???", tanya Kevin dengan tatapan matanya yang tajam dan penuh rasa curiga.


Tidak sepatah katapun Steven Chan menjawab pertanyaan dari Kevin, yang ada Steven Chan hanya berlalu pergi meninggalkan Kevin disana.


"Aku tidak sabar ingin segera melihat reaksimu nanti", ucap Steven Chan dalam hatinya sembari tersenyum sinis.


Begitu banyak sepasang mata melihat Kevin yang datang hanya seorang diri lantaran semua orang pun tahu siapa Kevin seorang pengusaha muda yang tampan dan begitu banyak wanita yang tergila-gila padanya, akan tetapi tepat di malam ini ia datang hanya seorang diri.


Di kesendiriannya Kevin pun mencari tempat duduk yang nyaman untuknya dan perjalanannya terhenti ketika ada seorang wanita cantik yang datang menyapanya.


"Selamat malam Kevin, apakah kau masih ingat denganku??? Aku Gabby, sebelumnya kita pernah bertemu di sebuah pesta bukan???", tanya Gabby sembari mengulurkan tangannya.


"Selamat malam Nn. Gabby, maaf aku tidak ingat dengan anda dan sudah sangat lama aku tidak pernah datang lagi ke pesta", jawab Kevin dan berlalu pergi meninggalkan wanita cantik itu sembari mengabaikan tangannya yang terulur untuknya.


"Dasar angkuh..!!! Tanganku pun tak disambut olehnya, sangat menyebalkan", ucap Gabby sangat marah.


Kevin tidak memperdulikan sedikit pun dengan apa yang akan di ucapkan oleh wanita itu dan semua tamu undangan yang melihatnya. Kevin hanya tetap melangkah menuju tempat duduknya, akan tetapi lagi-lagi ada seseorang wanita yang datang menghampiri dan sekaligus memanggilnya.


"Kevin..", sapa seorang wanita.


Kevin pun menghentikan langkahnya setelah mendengar seorang wanita memanggilnya. Kevin hanya terdiam membisu melihat seorang wanita cantik yang dulu pernah ada di dalam hatinya dan mengisi kehidupannya, yang kini akan bertunangan dengan pria lain pilihan dari kedua orang tuanya. Ingin rasanya Kevin memeluk Viola kembali namun keadaan sekarang telah jauh berbeda, karena itu hanyalah masa lalunya.


"Kevin bisakah kau membawa aku pergi dari tempat ini, aku tidak ingin bertunangan dengannya. Aku hanya mencintaimu Kevin..", ucap Viola sedih dan hampir saja ingin menangis.


"Viola jaga sikapmu, jangan kau lakukan sesuatu hal yang akan mempermalukan dirimu dan keluargamu sendiri", ucap Kevin.


"Aku sudah tidak tahan lagi Kevin dengan semua ini", ucap Viola merunduk sedih.


Dari kejauhan semua tamu undangan memperhatikan mereka karena semua orang pun tahu sebelumnya mereka mempunyai hubungan yang sangat dekat dan hampir saja menikah. Seakan Viola sudah tidak ingin memperdulikan lagi pandangan semua orang tentangnya, tanpa berpikir panjang Viola pun berusaha untuk memeluk Kevin, akan tetapi dengan cepat Steven Chan menarik lengan Viola dengan paksa hingga Viola menjerit kesakitan.


Melihat perlakuan Steven Chan yang sangat kasar terhadap Viola membuat Kevin menjadi seakan mulai naik pitam, hingga ingin rasanya Kevin memukul Steven Chan. Namun dengan cepat Viola langsung mencegahnya agar Kevin tidak melakukan hal itu pada Steven Chan.


Terpintas di benak Kevin sepertinya ada sesuatu hal yang tidak wajar diantara mereka berdua, namun Kevin tidak ingin memperumit pikirannya sendiri sehingga Kevin pun berusaha meredam amarahnya sendiri.


"Viola sayang, apakah kau tidak ingin memperkenalkan aku dengan mantan kekasihmu???!!", tanya Steven Chan.


"Apa maksudmu Steven???", tanya balik Kevin semakin curiga.


"Sayang kalau kau memang tidak ingin memberi tahukannya, biar aku saja yang memperkenalkan diri langsung padanya", ucap Steven Chan.


Viola masih tetap terdiam dan tidak ingin menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Steven Chan. Tetapi hal itu semakin membuat Kevin menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.


"Baiklah kalau begitu, biar aku saja sendiri yang memperkenalkan diri. Perkenalkan aku adalah calon suami dari Viola", ucap Steven Chan penuh percaya diri.


Rasanya bagaikan petir yang menyambar, saat mendengarkan perkataan Steven Chan bahwa dialah calon tunangan dari mantan kekasihnya. Sungguh sangat pandai Steven Chan merahasiakan ini semua dari publik, hingga Kevin pun sangat terkejut setelah mengetahui semua ini.


"Sudah aku katakan, suatu hari nanti aku akan membuktikan padamu siapa aku sesungguhnya dan apa yang kau miliki, aku pun bisa memilikinya", ujar Steven Chan sembari tertawa dihadapan Kevin.


"Kehidupan semua manusia tidak ada siapapun yang bisa menerkanya, termasuk kejadian hari ini. Jika memang ini sudah menjadi suratan takdirku, aku pun tidak bisa menolaknya", ucap Kevin bijak.


"Kau sangat pandai berbicara, tetapi kau terlihat sangat bodoh dengan kesendirianmu datang ke pesta ini tanpa seorang wanita disampingmu. Apakah sekarang daya tarikmu untuk memikat para wanita cantik sudah lenyap???!!", sindir Steven Chan tertawa.


"Apa yang kau katakan Steven, jangan kau coba memperkeruh suasana", ucap Viola kesal.


"Tutup mulutmu dan jangan ikut campur, ini urusanku dengannya", bentak Steven Chan.


"Haruskah aku menceritakan padamu dengan kesendirianku datang ke pesta ini??? Aku rasa tidak penting untuk menceritakan ke pada siapapun termasuk kau Steven Chan", ucap Kevin.


"Lihatlah kami berdua, sangat cocok bukan??? Aku rasa Viola lebih pantas berdampingan denganku dari pada denganmu Kevin", ucap Steven Chan sembari meraih tubuh Viola dan kemudian memeluknya.


Sepertinya Steven Chan memang sengaja ingin membuat Kevin cemburu dan geram, hingga semua cara dilakukannya termasuk mencium bibir Viola tepat di depan Kevin.


Dengan kasar dan terlihat memaksa Steven Chan pun mulai mencium bibir Viola, melihat semua perbuatannya seakan membangkitkan amarah Kevin yang sudah mereda hingga membuat kedua tangan Kevin mulai mengepal.


"Apakah hatimu sudah terbakar kawan???!!", tanya Steven Chan dengan senyuman sinis.


Rasanya amarah Kevin kian memuncak, hingga kepalan tangannya seakan ingin dilayangkan  kearah Steven Chan yang berada tepat dihadapannya. Disaat Kevin akan mulai melakukan keributan dengan Steven Chan, seketika di waktu yang sangat genting ini datanglah seseorang wanita cantik nan anggun bergaun putih datang dan segera meraih tangan Kevin yang sudah mengepal.


"Hentikan dan jangan lakukan hal itu!!!", ucap seorang wanita cantik.


Kevin pun sangat terkejut ketika tangannya di raih oleh seseorang wanita, begitu terasa hangat genggaman tangannya dan saat Kevin menoleh kearahnya ternyata seorang wanita cantik disampingnya itu adalah Dara.


"Aku melakukan hal ini demimu Windy. Jika bukan kau yang memintaku, aku tidak akan sudi melakukan hal ini pada pria berengsek dan angkuh seperti sepupumu ini!!!", batin Dara.


Amarah Kevin pun perlahan meredam setelah kedatangan Dara. Dengan erat Dara terus menggenggam tangan Kevin, hingga membuat Viola menjadi cemburu melihat mereka berdua sangat begitu dekat.


"Siapa wanita di sampingmu Kevin???", tanya Viola sangat curiga.


"Ini..", ucap Kevin.


"Inilah Nn. Dara calon istri dari Kevin Abraham", ucap Steven Chan.


Belum selesai Kevin menjawab pertanyaan Viola, akan tetapi Steven Chan malah yang lebih dahulu menjawabnya. Mendengarkan jawaban dari Steven Chan, sontak saja membuat Viola kedua matanya terbelalak dan menjadi sakit hati sehingga tak lama Viola pun segera pergi meninggalkan mereka semua disana.


"Sangat menarik pestaku malam ini, terlebih lagi setelah kedatanganmu Nn. Dara dan malam ini kau sungguh sangat terlihat anggun dan cantik", ucap Steven Chan sembari mendekati Dara.


"Sejak awal aku berjumpa dengannya, Nn. Dara memang sudah sangat cantik jadi kau tidak perlu membuang waktumu hanya untuk mengatakan hal itu padanya", ucap Kevin.


"Oh itu benar sekali, aku pun sama sejak dari awal berjumpa dengannya aku pun sudah mulai jatuh cinta padanya pada pandangan pertama", ucap Steven Chan.


Perbincangan mereka seakan semakin menegang dan memanas sehingga Dara semakin erat menggenggam tangan Kevin, seakan mengisyaratkan agar Kevin tidak melakukan sesuatu perbuatan apapun pada Steven Chan..


"Sepertinya perbincangan kita semakin serius. Nn. Dara tolong tunggu aku disana, aku akan menyelesaikan ini terlebih dulu dan kemudian nanti aku akan menyusulmu kesana", ucap Kevin sembari menunjuk ke suatu tempat.


"Tetapi..", ucap Dara khawatir dan terus menggenggam erat tangan Kevin.


"Tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja dan aku berjanji tidak akan melakukan hal yang konyol dengannya, percayalah padaku", ucap Kevin sembari mencium tangan Dara dan kemudian perlahan melepaskannya.


Dara pun mengikuti apa yang Kevin perintahkan padanya, kemudian ia pergi meninggalkan mereka berdua di tempat itu.


Kini tinggallah Kevin dan Steven Chan disana, mereka berdua masih terlihat sangat tegang akan tetapi tidak satu pun tamu undangan yang datang berani mendekati mereka lantaran beberapa tahun sebelumnya mereka berdua sudah sangat terkenal sering bertengkar hingga sampai berkelahi karena bisnis atau hal yang lainnya. Walaupun demikian, tetapi mereka masih tetap bisa bekerja sama dalam satu pekerjaan.


"Sekarang apa yang ingin kau katakan, katakanlah??? Jangan buang-buang waktuku lagi untuk urusan yang tidak penting seperti ini", ujar Kevin.


"Ok baiklah, sekarang jawab pertanyaanku. Diantara Nn. Dara dan Viola siapakah yang lebih kau pilih???!!", tanya Steven Chan.


"Pentingkah aku menjawab pertanyaanmu itu!!!",  ucap Kevin.


"Oh, tentu itu sangatlah penting bagiku, karena jika kau lebih memilih Viola aku akan mempertimbangkannya", jawab Steven Chan.


"Apa maksudmu akan mempertimbangkannya???!!", tanya Kevin curiga.


"Jangan kau pura-pura tidak mengerti perkataanku Kevin. Bagaimana apakah kau setuju dengan ini???", tanya Steven Chan.


"Jangan berbelit-belit, katakan langsung pada intinya", ucap Kevin.


"Aku tidak menyangka ternyata kau sebodoh itu tidak mengerti perkataanku. Ok aku akan mengatakan langsung pada intinya. Jika kau masih sangat mencintai Viola, aku akan siap membatalkan pertunangan malam ini. Akan tetapi terlebih dahulu batalkan rencana pernikahanmu dengan Nn. Dara. Kita akan bertukar calon istri, mudah bukan, dalam hal ini kau tidak akan dirugikan", ucap Steven Chan.


Kevin amat sangat murka mendengarkan perkataan dari Steven Chan seperti itu, ingin sekali rasanya kevin memukul wajahnya hingga babak belur dan tidak peduli walaupun begitu banyak orang yang berada di tempat ini, namun Kevin sudah berjanji dengan Dara tidak akan melakukan hal yang konyol dengan Steven Chan. Amarah Kevin pun seketika mereda setelah mengingat janji yang sudah ia katakan sebelumnya pada Dara.


"Kau begitu banyak membual dengan hal yang tidak penting dan waktuku pun sudah habis berurusan dengan hal yang tidak penting ini. Jika kau mulai depresi segeralah pergi ke Dokter, jangan libatkan siapapun dalam hal ini. Permisi!!!", ucap Kevin sembari melangkah pergi meninggalkan Steven Chan sendiri.


"Dasar sial.. Kurang ajar kau Kevin..!!!", ucap Steven Chan sangat marah..


...Hii Reader, bagaimana kabarnya??? Semoga sehat selalu ya, biar nanti bisa vote ceritaku terus 🤭.....


...Jangan bosen ya buat vote, comment dan follow. Dan buat reader yang sudah mampir 🙏 terima kasih ya.....