My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#20 : Jatuh Cinta



Mendengarkan perkataan Ibundanya, seakan membuat Kevin menjadi terdiam dan berfikir apa maksud Ibundanya mengatakan hal demikian padanya..


🌹🌹🌹


Di pagi harinya, Kevin sudah memulai aktifitasnya seperti biasanya. Dan pagi ini sebelum pergi ke kantor, ia terlebih dahulu datang ke rumah sakit tempat Ivan bekerja untuk kontrol lanjutan. Setibanya disana Ivan sudah mempersiapkan semua peralatan medis yang akan ia gunakan untuk melakukan perawatan luka Kevin.


Ivan pun memulai perlahan membuka perban yang terbalut di punggung Kevin dan kemudian melakukan perawatan luka. Mereka berdua pun saling berbincang-bincang satu sama lain dan seketika Ivan menghentikan perawatan luka yang dilakukannya saat Kevin menyampaikan sesuatu padanya.


"Minggu depan aku akan menikahi seseorang wanita pilihan dari kedua orang tuaku.. Ivan maukah kau bertukar peran denganku???!! Ya ampun rasanya aku sudah tidak waras mengatakan hal ini padamu..", ucap Kevin sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Apa maksudmu kau akan menikah???!! Secepat itukah???", tanya Ivan bingung.


"Iya, semuanya sudah di atur sedemikian rupa sehingga aku pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bagaimana Ivan dengan penawaranku tadi???" tanya balik Kevin.


"Aku rasa kau benar-benar sudah tidak waras, kau seakan sudah kehabisan akal sehat untuk bisa berfikiran jernih", jawab Ivan.


"Iya, sepertinya aku memang sudah tidak waras dan hampir saja menjadi gila karena memikirkan semua ini. Jadi apa yang harus aku lakukan Ivan???", tanya Kevin.


"Jika kau sangat menyayangi dan menghormati kedua orang tuamu, terimalah keputusan mereka berdua dengan hati yang lapang. Walaupun kenyataannya hal itu amat sangat berat dan sulit untuk kau jalani. Tetapi pastinya mereka tidak akan pernah ingin menjerumuskan anaknya sendiri ke dalam jurang", jawab Ivan.


Sejenak Kevin terdiam dan berfikir dengan semua perkataan yang disampaikan oleh Ivan padanya.


"Perkataanmu benar sobat, dalam hal ini aku akui pemikiranmu lebih matang dari pada aku. Akan tetapi apabila suatu hari nanti semua ini tidak sanggup aku jalani lagi, hidup bersama dengannya dan aku memutuskan hubungan ini secara sepihak dengannya lantaran aku tidak pernah mencintainya, apakah aku salah dalam hal ini???", tanya Kevin.


"Kita sama-sama pria dewasa Kevin, ketika kita dihadapkan dalam hal ini tidak ada siapapun yang dapat menghalangi keputusan kita untuk mengambil langkah apapun. Akan tetapi tidak pernahkah terlintas dibenakmu, bagaimana perasaan dengan wanita yang ada disampingmu itu, dapatkah dia menerima dan menjalani semua ini serta bagaimana dengan tanggapan dari lingkungan tempat tinggalnya dengan status barunya nanti. Kau tidak boleh egois Kevin yang hanya mementingkan dirimu sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang-orang yang ada di sekitarmu. Tidak mungkin Tuhan mempersatukan kalian berdua untuk menjadikan pasangan hidup tanpa ada maksud didalamnya, sekalipun kau tidak pernah mencintainya. Jika hal itu terjadi pada diriku, selangkah pun aku tidak akan mudur karena aku yakin pasti kedua orang tuaku akan memilihkan pasangan hidupku seseorang wanita yang terbaik", jawab Ivan tegas.


Walaupun sukarnya pertanyaan yang diajukan oleh kevin, tetapi dengan mudahnya Ivan menjawabnya. Begitu dewasanya Ivan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah, sehingga membuat Kevin hanya terdiam mendengarkannya.


"Berusahalah fokus untuk menentukan keputusanmu", ucap Ivan.


"Aku sangat bimbingan Ivan dengan semua ini, karena di dalam hatiku masih ada Viola. Aku tidak ingin wanita yang akan aku nikahi nanti hanya memiliki ragaku saja tanpa memiliki jiwa dan hatiku", ucap Kevin.


"Dalam hal ini aku tidak bisa berkata apa-apa, hanya dirimu sendiri yang bisa menjawab pertanyaanmu itu", ucap Ivan.


"Pikirkanku semakin kacau jika mengingat ini semua. Bagiku ini keputusan yang sangat sulit dan rumit", ucap Kevin..


"Ok, sudah selesai perawatan lukamu..", ucap Ivan.


"Oh.. Sudah selesai, kita sangat asyik berbincang-bincang hingga waktu tak terasa", ucap Kevin sembari mengenakan pakaiannya.


"Kevin, apa kau tahu kabar Dara sekarang??? Aku sangat mencemaskan keadaannya lantaran ponselnya sudah tidak bisa lagi di hubungi", tanya Ivan.


"Dara???!! Apa ada sesuatu yang sudah terjadi diantara kalian tanpa aku ketahui???", tanya Kevin curiga.


"Tidak ada apapun yang terjadi diantara kami, tetapi belakangan ini entah mengapa aku semakin mengingatnya", ucap Ivan.


"Apa kau sudah jatuh cinta padanya???", tanya Kevin.


"Sejujurnya iya, sejak aku datang ke Jakarta dan bertemu dengannya pertama kalinya di kostan Tanteku", jawab Ivan.


"Sobat, begitu mudahnya kau kembali jatuh cinta???!!", tanya Kevin.


"Ini bukan hanya sekedar jatuh cinta, akan tetapi aku melihat Dara sebagai wanita yang terbaik sebagai calon istri sekaligus ibu untuk anak-anakku nanti. Aku akan menjadi pria yang sangat beruntung bila aku bisa menjadi pasangan hidupnya", ucap Ivan.


"Lantas apakah kau sudah mengungkapkan perasaanmu padanya???", tanya Kevin.


"Aku belum seberuntung itu Kevin karena waktu belum mengizinkan aku untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Tetapi kau tidak jatuh cinta pada Dara sepertiku jugakan???!! Karena kau dan Dara sudah sering bertemu serta begitu banyak peristiwa yang telah kalian berdua alami disaat yang bersamaan", tanya Ivan curiga.


Sesaat Kevin terdiam ketika Ivan menanyakan hal itu pada..


"Apakah akupun telah jauh cinta dengannya???!!", tanya Kevin dalam hatinya.


"Hmmm, apa aku sebodoh itu mencintai wanita yang sama sepertimu??? Sekalipun aku sudah tidak mencintai Viola, aku tidak akan mengkhianati sahabatku sendiri", ucap Kevin meyakinkan Ivan.


"Jangan lupa Kevin beberapa tahun silam kita berdua pernah menyukai wanita yang sama. Persahabatan kita pun hampir saja rusak karena hal itu", ucap Ivan mengingatkan.


"Kevin jika sepupumu Windy sudah mendapatkan kabar terbaru tentang Dara, tolong segera kabari aku. Aku sangat merindukannya", ucap Ivan.


"Baiklah Ivan..", ucap Kevin.


Sejenak Kevin berpikir setelah mendengarkan ungkapan perasaan sahabatnya terhadap seseorang wanita yang dicintainya.


"Nn. Dara, sekarang kau berada dimana??? Begitu banyak orang yang merindukanmu", ucap Kevin dalam hati.


Setelah selesai kontrol dari rumah sakit, Kevin pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju kantor. Sepanjang perjalanan Kevin hanya memikirkan semua perkataan Ivan, hingga ia tidak menyadari bahwa ponselnya terus berdering..


"Kring.. Kring.. Kring..".


"Pak Bos, maaf ponselnya berdering..!!!", ucap Pak Ucup.


"Oh.. Iya, Terima kasih..", ucap Kevin.


Kevin pun segera mengangkat ponselnya, disaat Kevin sedang menjawab telepon masuk seketika saja ia meminta Pak Ucup segera menghentikan laju mobilnya.


"Pak Ucup tolong segera hentikan mobilnya???", perintah Kevin.


Begitu mendengar perintah dari Bos nya, Pak Ucup pun segera menghentikan laju mobilnya kepinggir jalan.


"Apa???!! Apa penyelidikanmu tidak salah??? Aku minta tolong selidiki lagi lebih mendetail dan esok setelah ada hasilnya segera laporkan???!!", perintah Kevin.


Kevin hampir saja tak percaya setelah mendengar laporan dari anak buahnya mengenai penyelidikan terkait balas dendam mantan Sekretarisnya. Sehingga kevin memerintahkan kembali anak buahnya untuk melakukan penyelidikan ulang.


"Apa motifnya melakukan hal itu???", tanya Kevin dalam hatinya.


Di tempat yang berbeda, di kediaman Dara di Bandung. Keluarga besarnya mulai mempersiapkan acara pernikahannya yang akan dilaksanakan minggu depan. Karena begitu mendadaknya acara ini sehingga semua pun mulai sibuk mempersiapkannya, kecuali Dara yang tidak begitu antusias dengan acara pernikahannya sendiri.


"Nak, kau ingin gaun pengantin seperti apa???", tanya Mama.


"Terserah Mama saja, aku akan menuruti semua perintahmu", jawab Dara.


"Kau begitu lemas Nak, apa kau sedang sakit???", tanya Mama.


"Tidak Mam, aku baik-baik saja", jawab Dara tidak semangat.


Tangan Dara pun seketika di genggam oleh Mama sembari melangkah pergi mengajak Dara menuju ke ruangan yang lebih sepi..


"Mama kenapa mengajakku ke sini", tanya Dara bingung.


"Duduklah Nak di dekat Mama.. Mama tahu kau sangat keberatan dengan perjodohanmu ini, tetapi jika memang ada seseorang pria yang sangat kau cintai Mama akan membantumu untuk meraih cintamu", ucap Mama sembari membelai rambutnya.


"Aku tidak mungkin berbohong padamu tentang ini, Mama pun sudah tahu dari awal aku sangat tidak setuju dengan perjodohan ini. Akan tetapi aku sangat mencintai kalian dan aku tidak ingin membuat kalian berdua kecewa ataupun sedih. Aku sudah siap dengan perjodohan ini jadi Mama tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi", ucap Dara sembari memeluk erat Mamanya.


"Entahlah aku harus bahagia atau sedih dengan pernikahan aku ini", ucap Dara dalam hatinya..


Di malam harinya, disaat semua orang sudah memejamkan matanya dan terlelap tidur dengan buaian mimpi indahnya. Akan tetapi berbeda dengan Dara yang masih tetap saja terjaga hingga larut malam ini. Seakan ingatannya malam ini hanya tertuju pada mantan Bos nya yang tidak lain adalah Kevin.


"Apa yang terjadi padaku, kenapa belakangan ini aku selalu ingat dengan Pak Kevin??? Semoga tidak ada sesuatu apa pun yang terjadi padanya", ucap Dara berharap.


Semakin lama terasa semakin jelas wajah Kevin berada di pelupuk mata Dara dan setiap pertemuan demi pertemuannya dengan Kevin seakan semuanya terlintas sangat jelas di dalam pikirannya..


"Tak lama lagi aku akan menikah dengan seseorang pria yang sedikit pun tidak aku kenal, tetapi kenapa hanya ada wajah Pak Kevin yang semakin melekat didalam pikiranku??? Ya Tuhan apa aku telah jatuh cinta padanya???", tanya Dara bingung..


Dara pun jadi terkenang dengan perkataan yang disampaikan oleh Windy sahabatnya.


"Apakah hatimu terasa sakit dan terluka ketika melihat Mas Kevin berpelukan dengan Viola???", kenang Dara.


"Sungguh apakah, aku sudah jatuh cinta dengan Pak Kevin???", tanya Dara..


...Hii Guys bagaiman ceritaku sejauh ini??? Kasih komentar yang positif ya.. Terima kasih.....