My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#12 : Mereka Saling Mengenal



"Entahlah apa yang sebenarnya terjadi di antara Pak Kevin, Kak Mala dan Dewi???? Aku hanya orang baru yang masuk di kehidupan mereka", tanya Dara dalam hatinya..


Setelah tiba di parkiran apartemen, Dara segera turun dari mobil dan membantu Kevin untuk berjalan. Terlihat begitu banyak darah yang mengalir dari luka Kevin membuat Dara semakin cemas dengan kondisi Bos nya saat ini. Dara pun melapisi tubuh Kevin dengan jaketnya agar darah yang merembes tidak terlihat oleh orang lain termasuk Security.


"Pak Kevin apa sekarang merasa pusing?? Kalau iya, aku akan meminta bantuan Security apartemen untuk membantu Pak Kevin berjalan", ucap Dara menawarkan.


"Tidak perlu, aku hanya sedikit pusing saja. Cukup bantu aku berjalan sampai ke dalam apartemenku", ucap Kevin.


"Baik Pak Kevin..", ucap Dara.


Mereka pun berjalan perlahan-lahan hingga akhirnya mereka sampai di apartemen Kevin.


"Akhirnya sampai juga..", ucap Dara dengan nafas yang tersengal-sengal.


Setelah pintu apartemen dibuka kemudian Dara segera membantu Kevin duduk di sofa ruang tamu. Kevin pun beristirahat sejenak disana.


"Nn. Dara dapatkah kau membantuku melepaskan pakaian ini?", ucap Kevin.


"Baik Pak, tapi setelah ini aku izin pulang ke kostanku ya Pak Kevin", ucap Dara.


"Ok, setelah sahabatku datang kau boleh pulang, aku akan memesankan Taxi untukmu", ucap Kevin.


Perlahan Dara membantu Kevin membuka jaket dan jas yang ia kenakan satu persatu, akan tetapi Dara terhenti saat melihat kancing kemeja Kevin yang belum terbuka sehingga membuat Dara menjadi canggung.


"Kenapa pekerjaanmu jadi terhenti?", tanya Kevin.


"Maaf, bisakah Pak Kevin yang membuka sendiri kancing kemeja ini?", tanya Dara.


"Kenapa tidak kau sekalian saja yang membuka kancing kemejaku ini??", tanya Kevin.


"Tidak bisa, ini tidak baik untuk wanita yang masih lajang sepertiku ini", jawab Dara menolak.


"Apa??? Kau tidak lihat lengan kiriku masih terluka di tambah punggung kananku baru saja terluka dan mengeluarkan banyak darah", ucap Kevin kesal.


"Aku tidak mau.. Bukankah tadi pagi kau bisa memasak untuk sarapan pagi??? Lalu kenapa tiba-tiba kau tidak bisa membuka kancing kemejamu sendiri???", tanya Dara heran.


"Ini perintah Bos mu, apa kau sudah lupa dengan perjanjian itu???!!", ucap Kevin.


"Dasar semena-mena, tukang ngancam!!!", ucap Dara perlahan.


"Apa yang kau katakan???", tanya Kevin.


"Oh.. Tidak ada..", jawab Dara berbohong.


"Aku mendengarnya..", ucap Kevin dan memandang Dara dengan sinis.


Dengan rasa terpaksa akhirnya Dara mencoba memberanikan diri untuk membuka kancing kemeja Bos nya, sembari ia memejamkan kedua matanya. Disaat Dara akan memulai membukanya, seketika saja ada seseorang pria yang datang masuk ke dalam apartemen Kevin hingga membuat Dara menjadi sangat terkejut dan segera membuka kedua matanya setelah mendengarkan suara dari pria yang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinganya..


"Kevin!!!".


"A.. Aa Ivan..!!!", ucap Dara sangat terkejut.


"Dara..!!!", ucap Ivan sangat terkejut.


"Aa..???!!", tanya Kevin heran..


Mereka bertiga pun saling terkejut satu sama lainnya, lantaran tidak menyangka mereka dipertemukan dalam 1 waktu yang sama di apartemen Kevin. Melihat Ivan dan Dara saling mengenal dan terlihat dekat membuat Kevin jadi merasa curiga, sehingga ia pun menjadi teringat dengan cerita Ivan pagi tadi..


"Dara adalah tetanggaku", kenang Kevin.


"Oya Nn. Dara bukannya kau ingin pulang??? Sekarang sahabatku sudah datang", ucap Kevin.


"Apa sahabat??? Kalian bersahabat???", tanya Dara terkejut.


"Iya kami berdua bersahabat", jawab Kevin dan Ivan kompak.


Dara sangat terkejut saat mengetahui mereka berdua bersahabat, sedangkan sebelumnya Dara pernah sesekali bercerita tentang Bos nya kepada Ivan.


"Mati aku..!!!", batin Dara.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya Pak Kevin dan Aa Ivan", ucap Dara.


Dara pun berpamitan kepada mereka berdua, tetapi ternyata Ivan tidak mengizinkannya untuk pulang lantaran sudah sangat malam.


"Aku akan mengantarmu pulang setelah selesai aku mengobati luka Kevin", ucap Ivan.


Dara hanya terdiam saat Ivan berkata demikian, tetapi malah Kevin menginginkan agar Dara segera pulang.


"Aku akan memesankan Taxi untukmu", ucap Kevin.


"Tidak bisa, aku akan mengantarnya pulang!!! Jika kau ingin Dara agar segera pulang sekarang juga, terlebih dahulu aku akan pergi mengantarnya. Kemudian setelah itu aku akan datang kesini lagi untuk mengobati lukamu", ucap Ivan.


"Tidak bisa, kau harus mengobati lukaku terlebih dahulu", ucap Kevin


"Tidak bisa, kau tidak boleh egois mementingkan dirimu sendiri", ucap Ivan.


"Baiklah, sekarang segera obati lukaku", ucap Kevin.


Melihat perdebatan diantara mereka berdua, Dara terdiam sembari tersenyum tipis menatap wajah Bos nya lantaran baru kali ini ia melihat Bos nya mau mengalah dan mendengarkan perkataan orang lain.


Lalu kemudian Ivan pun menyiapkan peralatan yang dibawanya untuk mengobati luka Kevin.


"Kevin segera buka kemejamu?", perintah Ivan.


"Nn. Dara tolong segera bukakan kancing kemejaku???!!", perintah Kevin.


"Apa-apaan ini!!! Tidak pantas seorang wanita yang masih lajang melakukan hal itu padamu. Lakukanlah sendiri!!!", perintah Ivan tegas.


Melihat semua itu Dara hanya tertawa geli dalam batinnya lantaran hanya ketegasan Ivan lah yang mampu mengalahkan keangkuhan dari Bos nya.


Perlahan-lahan Kevin mulai membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kemeja Kevin dilepas kemudian Ivan mulai mencabuti satu persatu serpihan vas bunga yang melekat di punggungnya, sesekali Kevin pun berteriak karena kesakitan. Terlihat senyum dan tawa kecil di bibir Dara seakan membuat Kevin menjadi geram melihatnya.


"Dasar tidak sopan, si tukang tidur itu terlihat sangat bahagia di saat aku sedang menderita seperti ini!!!", batin Kevin.


Dengan teliti Ivan membersihkan luka Kevin yang penuh dengan darah dan Dara pun tanpa sadar dengan sendirinya ikut membantu Ivan.


"Kelihatannya lukanya harus di haecting ya dok", ucap Dara.


"Apa!!! Apa yang barusan Dara katakan??? Apakah dia memahami perkataannya sendiri???", batin Ivan curiga.


Mendengar ucapan Dara spontan Ivan sangat terkejut dan setelah itu Ivan mulai diam-diam memperhatikan tingkah laku Dara.


"Dara tolong ambilkan aku pinset dan klem", perintah Ivan.


Dengan sigapnya Dara pun segera mengambil apa yang di perintahkan oleh Ivan dan ternyata Dara tidak sadar bahwa sejak tadi dirinya sedang di perhatikan oleh Ivan.


Pekerjaan Ivan seakan menjadi mudah dengan bantuan Dara, sehingga akhirnya ia bisa lebih cepat menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Dokter Bedah.


"Terima kasih Dara sudah membantuku tetapi ngomong-ngomong aku haus sekali..", ucap Ivan.


"Oh.. Aa Ivan mau minum ya.. Tunggu ya nanti aku akan bawakan", ucap Dara.


"Aa..??!!! Maksudnya anak ayam atau anak anjing???!!", tanya Kevin terkekeh dengan posisi tetap membelakangi mereka berdua.


Mendengar ucapan Kevin seperti itu, seakan membuat Dara menjadi sangat geram dan disaat Kevin tengah tertawa, dengan sengaja Dara pun menekan kuat luka Kevin yang sudah di balut perban..


"Awwww..!!!", teriak Kevin kesakitan.


"Tenang sobat, kau jangan berpikiran seperti itu. Perekat perbanmu sedikit terbuka jadi aku merekatkannya kembali", ucap Ivan berbohong sembari menaruh jari di bibirnya mengarah pada Dara.


"Ok.. Baiklah kalau begitu aku akan buatkan minuman dulu", ucap Dara.


"Stop.. Tunggu dulu Nn. Dara biar aku saja yang buat minumannya karena aku tidak ingin setelah ini aku dan sahabatku menjadi diare", ucap Kevin tertawa..


"What.. Apa maksudnya dia berkata demikian.. Dasar berengsek, dia sengaja ingin mempermalukan aku di depan Aa Ivan" ucap Dara dalam hatinya kesal.


Ivan pun hanya tertawa melihat respon Dara terhadap perkataan dari Kevin. Dan disaat Kevin sedang di dapur untuk membuatkan minuman, mereka berdua pun saling mengobrol satu sama lain di ruang tamu.


"Oya Dara beberapa hari lalu kau pernah cerita tentang seseorang pria, apakah pria berengsek yang kau maksud itu adalah Kevin???", tanya Ivan penasaran.


"Hmmm, iya..", ucap Dara tersenyum malu-malu.


"Sudah aku duga..", ucap Ivan tertawa.


"Tetapi aku tidak menyangka ternyata kalian berdua bersahabat..", ucap Dara.


"Iya kami sudah bersahabat sangat lama sejak duduk di bangku SMU. Kau tidak perlu curiga dengan Kevin, sesungguhnya dia seseorang yang baik dan sopan, yah walaupun dia sedikit egois..", ucap Ivan.


"Apa sopan dan sedikit egois???!!", ucap Dara tidak menerima perkataan Ivan.


"Kenapa kau begitu tidak suka dengan perkataan aku tadi??? Apa ada sesuatu yang sudah terjadi padamu dan itu karena perbuatan Kevin???", tanya Ivan curiga.


"Tidak mungkin aku menceritakan apa yang sudah sahabatnya lakukan padaku", batin Dara.


"Halo.. Dara kenapa kau terdiam, apa ada sesuatu yang sudah Kevin lakukan padamu???", tanya Ivan semakin penasaran.


"Oh, tidak ada tapi kau bisa lihat sendiri bagaimana sikapnya tadi padaku!!!", jawab Dara mengalihkan.


"Ok.. Aku mengerti. Sepertinya kau tidak menyukai pembicaraan ini, lebih baik kita membicarakan hal lainnya saja. Oya Dara apakah pekerjaan sebelumnya kau adalah seorang tenaga medis??? Maksudnya apakah kau seorang Dokter atau Perawat???", tanya Ivan curiga.


"Maksudnya???!!", ucap Dara gugup.


"Aku rasa pertanyaanku sudah cukup jelas", ucap Ivan.


Dara seketika terdiam mendengar perkataan Ivan, disaat Dara akan menjawab pertanyaan Ivan. Tiba-tiba saja Kevin datang hingga mengejutkan mereka berdua.


"Sepertinya pembicaraan kalian berdua terlihat sangat serius, apakah kalian sedang membicarakan aku???", tanya Kevin penuh rasa curiga.


"Tentu saja tidak, kau terlalu percaya diri Kevin", jawab Ivan tertawa.


"Silahkan diminum, rasanya pasti sangat enak..", ucap Kevin.


"Dara ayolah coba minuman ini", ucap Ivan sembari menyodorkan minuman ke tangan Dara.


"Iya, terima kasih", ucap Dara.


Dara tampak terlihat masih canggung dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Ivan sehingga ia masih tetap terdiam. Terlihat Dara yang murung membuat Kevin menjadi cemas dengan kondisi kesehatannya.


"Nn. Dara apakah kau kurang sehat???", tanya Kevin cemas.


"Tidak Pak Kevin, aku baik-baik saja", jawab Dara.


"Sudah larut malam aku akan mengantarmu pulang ke kostan", ucap Ivan.


"Tidak perlu Ivan, biarkan Nn. Dara menginap saja di apartemenku, besok aku akan memgantarnya pulang. Nanti apa kata teman-teman kostnya dan Tante Linda bila Nn. Dara pulang larut malam bersamamu!!!", ucap Kevin.


"Apa aku akan bermalam di tempat ini lagi??!!! Aku tidak mau, aku akan pulang bersamamu malam ini juga", ucap Dara menolak keras.


"Benar sekali Dara, apa yang dikatakan Kevin. Ikutilah perkataannya", ucap Ivan.


"Aku harus bermalam lagi dengan Si Berengsek ini!!! Sangat menyebalkan.. Aku rindu dengan kamarku", gerutu batin Dara.


Sejenak Dara terdiam dan pada akhirnya ia mau setuju untuk bermalam lagi di apartemen Kevin. Setelah berpamitan dengan Kevin dan Dara, Ivan pun segera pergi meninggalkan mereka berdua di apartemen.


Dara masih merasa tidak nyaman berada di sini, karena ia harus bermalam lagi di apartemen Bos nya, tapi malam ini adalah malam keduanya ia bersama Kevin sehingga ia berusaha membuang rasa canggung terhadap Bos nya itu.


Setelah selesai dari toilet dan membersihkan diri, Dara sangat terkesima melihat di meja makan sudah tersedia makan malam dan semua makanan yang telah tersaji di buat oleh Kevin sendiri.


"Silakan duduk Nn. Dara..", ucap Kevin.


Terasa luluh hati Dara melihat apa yang sudah Kevin masak dan siapkan..


"Ya ampun, manis sekali.. Ini semua di buat olehnya..", batin Dara.


"Hii.. Nona mau sampai kapan kau berdiri disana??!!! Segeralah duduk di sini, aku sudah sangat lapar", ucap Kevin.


Dara pun mulai duduk di kursi meja makan, sembari menatap ke arah Bos nya yang sedang duduk tepat di hadapannya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu??? Kau tidak perlu curiga atau pun merasa cemas karena aku tidak akan mencampurkan obat apapun ke dalam masakanku!!!


"Aku tidak mau makan, ini sudah larut malam. Nanti aku akan gemuk setelah makan makanan ini", ucap Dara menolak.


"Makanan ini tidak akan membuatmu menjadi gemuk, aku memasak semua hidangan ini tanpa menggunakan minyak sedikit pun", ucap Kevin.


"Aku tidak mau..", ucap Dara sekaligus beranjak dari tempat duduknya dan mulai melangkah pergi meninggalkan Kevin di meja makan. Disaat langkah kedua Dara berjalan seketika langkah Dara terhenti setelah Kevin mengucapkan sesuatu padanya.


"Hingga detik ini tidak ada siapapun yang bisa meninggalkan aku saat berada di meja makan, termasuk kau!!! Apakah kau sudah bosan makan dengan tenang di meja makan??? Atau apa perlu aku yang menyuapimu makan dengan menggunakan bibirku??!!!", ucap Kevin mengancam.


"Apa maksudnya si berengsek ini berkata demikian???!!", batin Dara mulai cemas.


Perkataan Kevin pun tidak dihiraukan oleh Dara sedikit pun, hingga membuat Kevin segera beranjak dari tempat duduknya dan lalu kemudian menarik lengan Dara serta mendudukan Dara di kursi secara paksa. Begitu sangat terkejutnya Dara hingga jantungnya berdetak dengan kencang, lantaran ia tidak tahu apa yang akan Bos nya lakukan nanti padanya.


"Maaf Nona, aku melakukan hal ini untuk kebaikanmu karena aku tidak ingin melihatmu sampai jatuh sakit karena kelelahan merawatku. Sekarang buka mulutmu..??!!!", perintah Kevin memaksa sembari memegang sendok yang berisi nasi dan sayuran.


"Aku sudah mengatakan padamu Pak Kevin kalau aku tidak mau makan!!! Kenapa Pak Kevin masih tetap memaksa!!!", ucap Dara teguh pada pendiriannya.


Melihat Dara yang sangat keras kepala seakan membuat Kevin menjadi kesal dan segera meletakkan sendok yang di pegangnya ke atas piring serta kemudian memegang wajah asisten pribadinya yang keras kepala itu dengan kedua tangannya sekaligus mendekatkan wajahnya pada Dara. Hal itu spontan membuat jantung Dara semakin berdegup dengan kencangnya karena melihat wajah Kevin sangat dekat.


"Apa yang akan kau lakukan Pak Kevin..???", tanya Dara curiga.


"Aku akan mencium bibirmu bila kau masih tetap keras kepala tidak mau makan!!!", ancam Kevin.


"Kalau Pak Kevin melakukan hal itu, aku akan berteriak sekerasnya", ancam balik Dara.


"Silahkan lakukan saja sesukamu, karena di samping apartemen ini belum ada siapapun yang menempatinya", ucap Kevin.


Dara pun mulai terdiam dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya setelah mendengarkan perkataan dari Kevin tadi. Semakin lama wajah Kevin semakin mendekati wajah Dara sehingga membuat Dara semakin dihinggapi rasa cemas apabila nanti Kevin akan benar-benar menciumnya lagi kali ini.


Dan pada akhirnya Dara menyerah kalah, ia pun akhirnya mengalah dan mau mengikuti perintah Kevin untuk makan malam bersamanya.


"Baiklah aku akan makan malam bersamamu Pak Kevin..", ucap Dara sembari mendorong tubuh Kevin untuk menjauh darinya.


"Kenapa kau tidak menurut dari tadi Nona, kalau kau seperti ini aku tidak akan melakukan hal tadi", ucap Kevin tersenyum.


"Dasar berengsek, semena-mena..", gerutu batin Dara gemas.


Disaat mereka berdua sedang makan malam bersama, tiba-tiba saja ponsel Dara berdering "Kring.. Kring.. Kring" dan disaat Dara akan beranjak dari duduknya untuk mengangkat ponselnya seketika Kevin pun menghentikannya..


"Tetap duduk disini bersamaku, aku tidak ingin kau beranjak pergi meninggalkanku seperti tadi pagi!!!".


Setelah mendengarkan perkataan Bos nya seperti itu, Dara pun menuruti perkataan Kevin dan kali ini tidak ada perdebatan diantara mereka berdua..