My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#29 : Ny. Kevin Abraham



"Apa maksudnya berkata demikian..??! Dasar menyebalkan!!!", ucap Dara geram..


Selesainya Kevin dari kamar mandi, langkah kakinya pun terhenti dan seketika pandangan matanya hanya tertuju pada istrinya yang sudah tertidur lelap di sofa. Perlahan ia mulai duduk tepat disamping istrinya yang tengah tertidur lelap.


"Dasar tukang tidur!!! Apakah kau sangat lelah menunggu kedatanganku!!!", gumam Kevin tersenyum.


Ia pun terus tersenyum sembari memandangi wajah istrinya hingga pikirkan Kevin seakan mulai terniang pada pertemuan pertama kalinya dengan Dara dan terus berlanjut pada peristiwa demi peristiwa yang telah mereka berdua lalui bersama..


Entahlah sejak kapan benih-benih cinta mulai bersemi di hati Kevin, yang jelas kini semua rasa cinta dan kasih sayangnya hanya tercurahkan pada seorang wanita yang telah sah menjadi istrinya yakin Dara.


"Ya Tuhan sejak kapan aku mulai jatuh cinta padanya??? Selama ini aku tidak pernah menyadari akan perasaanku terhadapnya. Sebelumnya aku sangat tidak menyukai dengan wanita yang manja sepertinya, namun kenapa prinsipku jadi berubah setelah bertemu dengannya??? Usianya terbilang masih cukup muda dan terpaut jauh 8 tahun dengan usiaku, kepolosan, sikap manjanya dan kebiasaannya yang selalu melamun saja seakan menjadi ciri khasnya, tetapi seketika ia dapat berubah diwaktu tertentu menjadi sosok seorang wanita dewasa yang keibuan. Perjodohan yang seakan menjadi mimpi burukku selama ini, kini seakan berubah menjadi mimpi terindahku", ucap Kevin dalam hatinya dan tetap masih memandang wajah istrinya.


Tersadarnya Kevin dengan semua yang baru saja dikatakan olehnya, ia jadi teringat dengan sahabatnya Ivan. Lantaran sepertinya Ivan telah menghilang bagai ditelan bumi setelah usainya pertengkaran hebat mereka berdua beberapa hari yang lalu saat di pesta pernikahan Kevin dengan Dara. Kini keberadaan Ivan sekarang seakan tidak ada siapapun yang mengetahuinya.


"Maafkan aku sobat, aku tidak bermaksud mengkhianati persahabatan kita yang sudah terjalin sangat lama ini, tetapi aku tidak mungkin bisa meninggalkan seorang wanita yang sudah menjadi istriku. Sekalipun wanita yang menjadi istriku bukan Nn. Dara, tetap saja aku tidak akan pernah meninggalkannya. Aku hanya akan pergi meninggalkan istriku jika sang maut sudah datang menjemput dan memisahkan kami berdua. Bila hatimu sudah membaik aku akan datang menemuimu sobat", ucap Kevin.


Di saat Kevin sedang mengenang peristiwa demi peristiwa yang sudah terjadi seketika ia tersadar akan lamunannya setelah Dara memukul wajahnya dengan keras..


"Plaaakkkk..!!!".


"Hahahaha.. Rasakan itu!!!", ucap Dara mengigau..


Begitu terkejutnya Kevin dengan hantaman keras yang mengenai wajahnya.. Ia pun hanya bisa menghela nafasnya sembari mengusap wajahnya yang sakit akibat pukulan istrinya yang sedang mengigau.


"Ternyata tidurmu selalu seperti ini.. Awww..!!!", ucap Kevin kesakitan.


Perlahan Kevin mulai memindahkan Dara ke atas ranjang, itu pun dengan susah payah lantaran Dara yang sangat tidak bisa diam saat sedang tidur.


"Akhirnya..", ucap Kevin sembari menghela nafasnya..


🌹🌹🌹


Di keesokan paginya, Kevin terbangun dari tidurnya lantaran terkejut ada sesuatu yang menghantam perutnya dan setelah dilihat ternyata lagi-lagi sebuah tendangan berasal dari kaki Dara..


"Awww..!!! Ya ampun, apa ini???!! Tendangan kakinya sekuat pemain sepak bola.. Apa kau tidak bisa tidur dengan cantik, seperti wajahmu??? Dua malam ini tidurku terasa tidak nyenyak..", ucap Kevin sembari menarik nafas panjang..


Melihat tidurnya sang istri bagai pemain akrobat hanya membuat Kevin tersenyum saat melihatnya, kemudian muncul ide konyolnya untuk mengusili istrinya yang masih tertidur pulas..


Kevin pun perlahan memindahkan kaki Dara yang berada di perutnya, kemudian ia membuka kancing piyama tidurnya satu persatu lalu perlahan ia sengaja mendekati Dara yang masih tertidur pulas sembari menaruh tangan Dara tepat di dadanya.. Rencananya yang konyol seakan ingin gagal lantaran istrinya belum terbangun juga walaupun berbagaimacam cara telah dilakukan untuk membangunkannya..


"Tidurmu sangat pulas Nona.. Apa lagi yang harus aku lakukan untuk membangunkanmu???!!", ucap Kevin kewalahan..


Suara Kevin yang begitu lantang akhirnya dapat membangunkan Dara dengan sendirinya.. Seketika Kevin pun segera berpura-pura tertidur tepat di sampingnya.


Dengan mata yang masih mengantuk, Dara seakan terbelalak lantaran melihat dirinya sedang memeluk Kevin yang tepat tidur disampingnya.. Sontak saja Dara sangat terkejut dengan apa yang telah di lihatnya ketika membuka kedua matanya, akan tetapi ia mencoba menyangkalnya bawah ini hanyalah mimpinya saja.


Dara pun mulai kembali menarik selimutnya dan memejamkan matanya, namun seketika terdengar olehnya suara sapaan seseorang pria yang tepat berada di sampingnya..


"Selamat pagi sayang..", sapa Kevin sembari mengecup pipinya.


Sontak saja Dara kembali terkejut lantaran setelah mendengar perkataannya dan sekaligus kecupan kecil yang telah mengenai pipinya. Dengan apa yang telah terjadi barulah dapat membuat Dara menjadi tersadar bahwa semua ini bukanlah mimpi. Dengan tergesa-gesa lalu Dara pun segera bangkit dari pembaringannya dan berusaha menjauh dari Kevin, tanpa disadari ia terus saja menggeser tubuhnya dari ranjangnya dan seketika saja Dara tergelincir tepat terjatuh ke lantai..


"Buuukkkk..!!!".


"Awww..!!! Aduh sakit!!!", rintih Dara kesakitan.


Hal yang tidak diinginkan oleh Kevin pun terjadi dan setelah kejadian pagi tadi Kevin segera membawa Dara untuk pergi berobat, lantaran Kevin sangat khawatir dengan keadaan istrinya pasca terjatuh tadi.


Begitu susah payahnya Dara menolak ajakan Kevin untuk datang berobat ke rumah sakit, akan tetapi tetap saja tidak berhasil dan pada akhirnya mereka berdua pun pergi ke rumah sakit.


Waktu sudah menunjukkan tepat pukul 10 pagi dan sejak tadi mereka berdua sudah menunggu antrian masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa oleh Dokter Spesialis Ortopedi.


Begitu terlihat sangat tegang dan cemasnya wajah Kevin, lantaran khawatir dengan keadaan sang istri tercinta hingga membuatnya menjadi tidak tenang memikirkannya.


"Kenapa kau sejak tadi mondar-mandir terus??? Apakah kau tidak bisa duduk dengan tenang?", tanya Dara merasa heran.


"Oh tidak apa, aku hanya ingin melancarkan peredaran darahku saja", jawab Kevin.


"Dasar aneh, katakan saja kau sangat mencemaskan keadaanku???!! Wajah tegang dan panikmu sangat terlihat olehku. Tampaknya dia sudah menjadi tidak waras setelah dua hari lalu terjatuh dari ranjang", ucap Dara dalam hatinya sembari menahan tawanya.


"Nona, apakah kau ingin minum???", tanya Kevin.


"Tidak, aku tidak haus. Jika kau ingin minum belilah untuk dirimu sendiri", jawab Dara.


Kurang lebih 20 menit, Kevin pun datang kembali menemui Dara setelah dari cafetaria. Sesampainya disana terdengar oleh Kevin seorang Perawat sedang memanggil-manggil nama Dara, akan tetapi sepertinya ia tidak menyadarinya.


"Iya Suster, kami ada", teriak Kevin.


"Oh, kalau begitu silahkan langsung masuk kedalam Pak", ucap Perawat.


"Baik Sus, terima kasih", ucap Kevin.


"Nona, apakah kau tidak mendengar namamu sudah di panggil???", tanya kembali Kevin.


"Apa??!!", tanya Dara bingung.


"Silahkan segera masuk Ny. Kevin Abraham, masih banyak pasien lainnya yang menunggu", ucap Perawat.


Kevin kemudian segera meraih tangan Dara dan mengajaknya masuk kedalam ruangan Dokter. Pantas saja sedikit pun Dara tidak mengenali namanya sendiri, lantaran Kevin mendaftarkan namanya bukan dengan namanya sendiri melainkan dengan namanya yang baru yakni Ny. Kevin Abraham.


Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan Dokter, tanpa di duga ternyata Dokter Spesialis Ortopedi yang akan memeriksa Dara adalah senior Dara saat kuliah dulu.


"Hii Dara apa kabarmu?", ucap dr. Spesialis Ortopedi sembari mengulurkan tangannya.


"Hah.. dr. Miko!!!", ucap Dara terkejut dan menjabat tangan seniornya.


"Selamat siang dr. Miko, ternyata kalian berdua sudah saling mengenal", ucap Kevin sembari melepaskan jabat tangan istrinya.


Dara hanya melirik ke arah Kevin setelah melihat respon suaminya seperti itu terhadap mereka berdua dan seketika suasana pun menjadi hening.. Selama berada di dalam ruangan Dokter hanya Kevin sajalah yang antusias berbicara, seakan tidak ada kesempatan bagi Dara untuk berbicara dengan seniornya, sekaligus termasuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Dokter.


Lalu kemudian Dara mulai di periksa dengan seksama oleh dr. Miko seorang Dokter Spesialis Ortopedi, itu pun tidak lepas dengan pengawasan dari Kevin. Setelah beberapa menit diperiksa akhirnya selesai juga pemeriksaan yang telah dilakukan oleh dr. Miko dan hasil dari pemeriksaan Dara pun dinyatakan sehat.


"Pak Kevin, istri anda dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah serius yang harus dikhawatirkan pasca terjatuh tadi. Saya hanya meresepkan vitamin saja untuknya", ucap dr. Miko.


"Terima kasih dr. Miko", ucap Kevin sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Sama-sama. Tn dan Ny Kevin..", ucap dr. Miko.


Sebelum mereka berdua pergi meninggalkan ruangan Dokter, mereka berdua pun bergantian mengucapkan terima kasih pada dr. Miko akan tetapi kali ini Kevin tidak mengizinkan Dara untuk menjabat tangan rekan seprofesinya lantaran sedari tadi Kevin hanya terus menggenggam erat tangan Dara tanpa melepaskannya semenjak usai diperiksa oleh Dokter.


"Apakah kita berdua akan menyebrang jalan??? Kenapa sejak tadi kau selalu memegang tanganku???", tanya Dara dengan tatapan sinis.


"Aku tidak menyukai dengan teman seprofesimu tadi??? Pandangan matanya sangat tajam saat melihatmu", jawab Kevin.


"Ho.. Oh.. Tidak.. Apakah tidak ada jawaban lainnya yang lebih tepat untuk menjawab pertanyaanku tadi", ucap Dara dalam hatinya.


Walaupun sebelumnya sempat ada rasa cemburu yang menghampiri hati Kevin, namun kini rasa cemas Kevin sudah terobati usai dari pemeriksaan ke Dokter Spesialis Ortopedi. Sembari menunggu apoteker menyerahkan obat milik Dara, mereka berdua pun duduk bersama di ruang tunggu.


"Nona kau harus terbiasa dengan namamu yang baru yakni Ny. Kevin Abraham jangan sampai hal tadi terulang kembali", ucap Kevin sembari memberikannya minuman dingin.


"Terdengar sangat formal, terserah kau saja", gumam Dara.


"Apa yang kau katakan barusan?", tanya Kevin curiga.


"Oh.. Tidak ada sayang, mungkin kau hanya salah mendengar saja", jawab Dara sembari menahan tawanya.


"... Mengalihkan pembicaraan saja!!!", gumam Kevin.


Setelah selesainya Dara berobat dari rumah sakit, mereka berdua pun pulang kembali menuju ke kediaman Dara. Ketika di perjalanan pulang, saat di perempatan lampu merah tanpa sengaja Kevin melihat wanita yang sangat mirip sekali dengan Mala sedang berjalan di pinggir trotoar.


"Nona, kau lihat tidak wanita yang baru saja lewat??? Bukankah itu Mala???", tanya Kevin.


"Apa Kak Mala???!!", tanya Dara terkejut.


Kevin pun memutar arah dan mencoba mengikuti langkah kaki wanita yang tadi di lihatnya. Dari kejauhan Kevin terus mengikuti langkahnya dari belakang akan tetapi laju mobilnya pun terhenti ketika wanita itu memasuki pemukiman penduduk yang tidak dapat di lewati oleh mobil. Sehingga akhirnya Kevin pun memutuskan untuk segera turun dari mobilnya dan berusaha mencari wanita yang mirip sekali dengan Mala.


"Nona, kau tetap disini dan jangan keluar dari mobil ini sebelum aku datang menemuimu", ucap Kevin dan berlalu pergi meninggalkannya sendiri di area yang jauh dari jalan raya.


Belum sempat Dara mengatakan apapun padanya, akan tetapi dengan cepatnya Kevin telah pergi meninggalkannya.


Sudah lebih dari 1 jam Dara berada di dalam mobil, hingga akhirnya ia pun keluar dari mobilnya lantaran sudah sangat bosan menunggu kedatangan Kevin. Ketika ia sedang memainkan ponselnya tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahunya.. Dara pun hanya melirik ke arah samping bahunya dan tampak terlihat seperti tangan seorang wanita yang sedang menepuk bahunya. Lalu kemudian tidak seberapa lama seorang wanita itupun mamanggilnya..


"Ny. Kevin Abraham..!!!", ucap seorang wanita itu..