![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Aku tidak ingin membahayakan keselamatan istriku jadi aku harus kembali ke Jakarta sendiri secepatnya dan segera menemui Leo, agar dia dapat menemukan keberadaan Mala hari ini juga", ucap Kevin dalam hatinya sembari mengatur rencananya..
Seusainya peristiwa yang telah terjadi pada mereka berdua, Kevin memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Bandung menuju ke Jakarta tanpa Dara ikut pergi bersamanya.
Kevin pun terlebih dahulu mengantarkan istrinya untuk pulang ke rumahnya dan memberikan pesan kepadanya agar ia tidak bercerita kepada siapapun termasuk Ibunda dan Mamanya.
"Berjanjilah sayang, kau tidak akan menceritakan ini pada siapapun, termasuk kepada kedua orang tua kita karena aku tidak ingin membuat mereka menjadi sangat cemas. Dan setelah urusan ini selesai aku akan menjemputmu disini", ucap Kevin.
"Aku akan ikut bersamamu untuk menemanimu", ucap Dara.
"Menurutlah dengan perkataanku sayang karena aku tidak ingin membahayakan keselamatanmu.. Aku akan segera kembali untuk menemuimu", ucap Kevin sembari mengecup kening istrinya dengan lembut..
"Segeralah kabari aku setelah urusanmu disana selesai??? Aku akan menunggumu sayang", ucap Dara tersenyum manis pada suaminya.
Kevin pun sangat bahagia setelah akhirnya Dara mengucapkan kata sayang padanya, seakan perkataan istrinya itu seperti layaknya sebuah vitamin yang memberikan semangat untuknya.
Diiringi dengan lambaian tangan Dara, Kevin pun pergi menuju kembali ke Jakarta tanpa siapapun yang menemaninya.
Begitu sangat kebetulannya hari ini lantaran kedua orang tua Dara sedang tidak ada di rumah sehingga Dara tidak perlu mengarang cerita apapun untuk menginap di rumahnya, walau tanpa Kevin bersamaannya.
Akibat dari perbuatan Mala sehingga membuat Kevin semakin menjadi sangat resah, lantaran ia sangat khawatir dengan keselamatan istri tercintanya.. Sehingga dalam perjalanannya menuju ke Jakarta, secepat mungkin Kevin melajukan mobilnya agar ia bisa segera bertemu dengan Leo dan mencari tahu keberadaan Mala sekarang ini.
"Beberapa waktu yang lalu aku hanya diam, membiarkan semua perbuatanmu terhadapku tanpa melakukan perlawanan sedkitpun kepadamu Mala. Hingga aku pergi menjauh menghindari Nn. Dara lantaran aku tidak ingin membawanya dalam masalah ini. Tetapi kali ini perbuatanmu melebihi batas kesabaranku, aku tidak ingin istriku sampai terluka karena perbuatanmu", ucap Kevin sembari tetap fokus mengemudikan mobilnya.
Kurang lebih dari 2 jam perjalanan akhirnya Kevin pun tiba di tempat tujuan yakni kantor perusahaannya. Dengan langkah cepat Kevin segera masuk ke dalam menuju ruangannya. Disana Aldo sangat terkejut dengan kedatangan Kevin yang sangat mendadak tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.
"Kevin!!! Ada apa yang terjadi???", tanya Aldo bingung..
"Aldo segera berikan ponselku, ada hal penting yang akan aku kerjakan saat ini juga", ucap Kevin.
Melihat wajah Kevin yang sangat tegang, tidak sepatah kata pun Aldo bertanya pada sahabatnya.. Sehingga tanpa berpikir panjang Aldo pun langsung segera memberikan ponselnya pada Bos nya.
Tanpa membuang waktu Kevin pun segera menghubungi Leo dan memintanya segera datang ke kantornya..
"Leo kirimkan beberapa orang untuk berjaga-jaga dikediaman istriku di Bandung dan setelah itu datanglah segera ke kantorku, kurang dari 30 menit kau harus sudah tiba disini", perintah Kevin dan kemudian menutup ponselnya..
Dengan wajah yang masih tampak terlihat tegang, Kevin pun duduk di kursinya untuk beristirahat sembari menunggu kedatangan Leo. Perlahan Aldo menyuguhkan Bos sekaligus sahabatnya itu segelas minuman dingin, lantaran terlihat begitu sangat lelahnya Kevin setelah perjalanan jauhnya..
"Siang tadi saat kami berada di tempat parkir, ada seseorang yang ingin menyelakai kami", ucap Kevin sembari memegang gelas yang berisi minuman dingin.
"Apa??? Lalu bagaimana dengan kondisi kalian berdua???", tanya Aldo sangat terkejut..
"Kami berdua baik-baik saja, akan tetapi aku tidak ingin peristiwa ini sampai terjadi kembali.. Setelah Leo datang aku akan pergi bersamanya mencari wanita itu sampai ketemu. Kau tetap disini dan jangan sampai siapapun tahu tentang hal ini termasuk kedua orang tua kami dan juga Windy istrimu", jawab Kevin.
"Baiklah Pak Kevin. Tetapi sekarang Dara berada dimana??? Apakah dia tidak ikut bersamamu???", tanya Aldo.
"Istriku berada di tempat yang aman, dia masih ada di Bandung dan aku sudah meminta anak buahku untuk berjaga-jaga disana", jawab Kevin.
"Syukurlah.. Tetapi apakah wanita yang kau maksud itu adalah Mala mantan sekretarismu???", tanya Aldo.
"Iya benar, akan tetapi aku mulai mencurigai Steven Chan dalang dari semua yang telah terjadi padaku setahun belakangan ini. Lantaran tidak mungkin Mala dapat membiayai semua orang-orang suruhnya itu", ucap Kevin.
"Steven Chan..??!!! Apakah kau berselisih lagi dengannya???", tanya Aldo.
"Tidak, aku tidak pernah ingin berselisih apapun lagi dengannya. Aku hanya profesional saja dalam berbisnis akan tetapi Steven Chan tidak. Dia telah merencanakan semuanya untuk mendapatkan Viola untuk kemenangannya merebut semua tender proyek..", ucap Kevin.
"Tunggu dulu, apa maksudmu merencanakan untuk mendapatkan Viola??? Apakah pertunangan mereka hanyalah rekayasa saja???", tanya Aldo penasaran..
"Mungkin saja seperti itu, akan tetapi aku tidak ingin menyelidiki hal itu lebih jauh", jawab Kevin.
Mereka berdua pun terus melanjutkan perbincangan hingga Leo datang ke ruangannya..
"Selamat sore Pak Kevin", ucap Leo sembari membungkukkan badannya.
"Selamat sore Leo, baguslah kau bisa datang lebih cepat seperti yang aku inginkan. Bagaimana dengan penjagaan ketat dikediaman istriku di Bandung???", tanya Kevin.
"Saya sudah mengerahkan beberapa orang untuk berjaga-jaga disana", jawab Leo.
"Baguslah kalau begitu, aku ingin penjagaan ketat disana karena aku tidak ingin sesuatu apapun yang terjadi padanya", ucap Kevin.
"Baik Pak Kevin", ucap Leo.
"Lalu bagaimana dengan penyelidikanmu??? Apakah kau sudah menemukan alamat tempat tinggal Mala???", tanya Kevin.
"Kami sudah mendapatkannya Pak Kevin", jawab Leo.
"Kalau sudah kita langsung berangkat sekarang..!!!", ucap Kevin sembari beranjak dari tempat duduknya dan menaruh ponselnya di dalam saku celananya.
"Aldo kami pergi sekarang!!!", ucap kembali Kevin.
"Baik Pak Kevin", ucap Aldo.
Kevin bersama dengan anaknya buahnya pun berangkat menuju ke kawasan Jakarta Selatan untuk mencari keberadaan Mala.
Perjalanan terasa amat panjang lantaran begitu padatnya kendaraan yang melintas pada sore hari, sehingga sepanjang perjalanan menuju kesana Kevin terlihat semakin sangat resah..
"Perjalanan di Jakarta semakin semrawut, selalu saja macet sekalipun berada di dalam tol.. Tidak mungkin kita bisa sampai kesana sebelum malam hari", ucap Kevin kesal..
Melihat Sang Bos mulai merasa kesal kemudian Leo memberikan penawaran pada Bos nya untuk pergi kesana dengan mengendarai motor. Penawaran dari Leo pun langsung di terima oleh Bos nya sehingga mereka berdua berpindah kendaraan setelah keluar dari pintu tol.
Di persimpangan jalan anak buah Kevin lainnya sudah menunggu mereka dengan sebuah motor besar yang sudah di persiapkan untuk Bos nya..
"Selamat sore Bos..", ucap anak buah Kevin sembari membungkukkan badannya.
"Terima kasih, berikan kunci motornya padaku", ucap Kevin.
"Apa Pak Kevin yang akan mengendarai motor ini???", tanya Leo.
"Iya aku yang akan mengendarainya, kau cukup memberikan aku arah yang benar saja", perintah Kevin..
"Baiklah, Pak Kevin", ucap Leo sembari menyerahkan kunci motor pada Bos nya.
Tanpa ada rasa ragu Kevin pun mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah tempat. Dari belakang Leo terus memberikan arahan pada Kevin menuju alamat tempat tinggal Mala berada..
Kurang dari 1 jam mereka berdua pun sampai ke tempat tujuan. Di sana mereka hanya melihat beberapa petak rumah kontrakan kecil yang lokasinya jauh dari keramaian.
Perlahan Leo mulai mengetuk pintu dari salah satu rumah kontrakan dan tampak terlihat dari luar sepertinya tidak ada siapapun di dalamnya.. Sudah beberapa menit Leo mengetuk pintu rumah kontrakan itu akan tetapi tidak kunjung ada jawaban dari siapapun dari dalam rumah.. Kemudian setelah itu ada seorang Bapak tua yang datang menghampiri mereka berdua.
"Maaf ya Nak mau cari siapa ya???", tanya Bapak tua.
"Oya Pak saya ingin bertanya benarkah seseorang wanita yang tinggal di rumah kontrakan ini bernama Mala???", tanya Leo kepada seorang Bapak tua.
"Iya benar, tetapi belum lama Neng Mala nya baru saja pergi", ucap Bapak tua.
"Maksudnya sudah pergi kemana ya Pak???", tanya Kevin curiga.
"Setahu Bapak, Neng Mala mau pulang ke kampung halamannya", jawab Bapak tua.
Mereka berdua pun sangat terkejut mendengar perkataan Bapak tua itu bahwa Mala sudah pergi meninggalkan rumah kontrakannya.. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Bapak tua tadi, kemudian mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Sial.. Berengsek!!! Sia-sia aku datang jauh-jauh dari Bandung ke tempat ini, buang-buang waktuku saja", ucap Kevin sangat marah sembari menendang ban motornya.
Terlihat begitu sangat murkanya Kevin saat menendang ban motornya sehingga hampir saja motor besarnya terpelanting, tetapi syukurlah Leo segera menahan motornya.
"Maaf Pak Kevin atas kelalaian kami", ucap Leo sangat menyesal.
"Baik Pak Kevin", jawab Leo.
"Bagaimana Mala tahu, pasti hal ini sudah ada yang memberitahukan padanya???!! Perketat penyelidikanmu terhadap Steven Chan dan Mala!!!", perintah Kevin.
"Siap Pak Kevin", jawab Leo.
Di tempat yang berbeda, Dara masih tetap menunggu kabar dari Kevin suaminya. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.35 akan tetapi Kevin belum kunjung datang. Rasa cemas pun mulai menghantui pikiran Dara khawatir jika sesuatu hal terjadi pada suaminya..
Ketika Dara beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa yang telah menelponnya Dara pun segera mengangkat ponselnya..
"Sayang kau berada dimana sekarang???", tanya Dara..
"Hii, Nak ini Mama yang meneleponmu..!!!", jawab Mama.
"Oh.. Mama, maaf Mam!!!", ucap Dara terkejut dan malu..
"Siapa yang kau maksud? Apakah saat ini Kevin tidak berada disampingmu???", tanya kembali Mama.
"Oh, ada.. Maksduku tidak, tadi Kevin pergi keluar ada sesuatu yang ingin dibeli", jawab Dara gelagapan..
"Apa!!! Semalam ini Kevin pergi keluar membeli sesuatu, itu pun tanpamu bersamanya???!! Apa kau sekarang sedang sendiri di kamar hotel?", tanya Mama.
"Maksudku itu tadi, tetapi sekarang Kevin sudah berada bersamaku", ucap Dara.
"Kalau begitu Mama ingin berbicara sesuatu padanya", ucap Mama..
"Apa.. Mama ingin bicara dengannya??? Bagaimana ini..???!!", tanya Dara dalam hatinya bingung..
"Halo Nak, kenapa kau tidak menjawab???", tanya Mama.
"Iya Mam, maaf Kevin masih berada di dalam toilet. Nanti setelah selesai Kevin akan meneleponmu kembali", jawab Dara berbohong.
"Tidak perlu Nak. Nanti saja saat kalian datang main kerumah, Mama akan membicarakannya langsung padanya", ucap Mama.
"Baiklah Mam.. Oya Mam mungkin besok aku akan datang kerumah bersama Kevin", ucap Dara.
"Datang saja Nak, besok Mama sudah ada di rumah", ucap Mama.
"Memangnya sekarang Mama berada dimana???", tanya Dara..
"Oh Mama dan Papa sedang ada di Jakarta, di rumah Mertuamu", jawab Mama.
"Apa Mama sedang ada di Jakarta!!! Bagaimana kalau disana mereka bertemu???", batin Dara terkejut..
"Oya Mam, sudah dulu ya.. Besok kita lanjutkan lagi obrolannya", ucap kembali Dara.
"Hmmm, pasti Kevin sudah memanggilmu ya???!! Ok sampai besok ya Nak..", ucap Mama sembari tertawa kecil.
Setelah menerima telepon dari Mamanya, kemudian Dara meletakkan ponselnya di samping ranjangnya.. Rasa cemasnya seakan belum terobati lantaran sampai detik ini Kevin belum juga memberi kabar padanya..
Waktu semakin larut dan Dara sudah mulai mengantuk sehingga ia pun memutuskan untuk pergi tidur, tanpa menunggu kedatangan Kevin sampai kembali ke rumah.
"Semoga Kevin baik-baik saja disana..", ucap Dara berharap.
Sebelum Dara beranjak tidur di pembaringannya, terlebih dahulu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan sisa riasan dan sekaligus membersihkan mulutnya..
Di saat yang bersamaan ketika Dara sedang berada di dalam kamar mandi, ponselnya pun berdering beberapa kali akan tetapi Dara tidak mendengarnya lantaran bisingnya suara dari air keran yang mengalir. Sudah sebanyak 6X panggilan tidak terjawab muncul di layar ponselnya dan ternyata yang meneleponnya berkali-kali adalah Kevin.
Setelah selesai dari kamar mandi kemudian Dara melangkah menuju ke lemari pakaiannya untuk mengganti pakaiannya yang telah basah lantaran tidak sengaja terkena air keran saat sedang membasuh wajahnya. Dengan perlahan Dara membuka pakaian tidurnya sekaligus membuka lemari pakaiannya, akan tetapi seketika ia menjadi sangat bingung saat membuka isi lemari pakaiannya ternyata disana tidak menemukan satu pun pakaian tidur yang biasa di kenakan olehnya.
Dara hanya bisa mengerutkan keningnya saat melihat semua pakaian tidurnya berubah menjadi gaun tidur yang terlihat sangat seksi, seperti gaun tidurnya yang berada di dalam kopernnya kemarin. Rencana Sang Mama sepertinya telah berhasil lantaran kini Dara sudah tidak mempunyai pilihan lain untuk menolak mengenakannya, sehingga pada akhirnya Dara pun mengenakan gaun tidur yang sudah disediakan untuk nya..
"Syukurlah malam ini sepertinya Pak Kevin tidak akan pulang ke Bandung.. Sehingga malam ini aku tidak akan merasa risih dengan gaun tidurku seperti ini", ucap Dara dalam hatinya.
Dara pun kemudian mengenakan gaun tidurnya yang sudah di siapkan oleh Mamanya. Setelah dikenakan ternyata begitu terasa nyaman dan lembut gaun tidur yang dikenakan olehnya.. Lalu ia pun berputar seperti layaknya seorang Puteri, akan tetapi seketika Dara menjadi sangat terkejut saat melihat di hadapannya ternyata ada seseorang pria yang sedang memperhatikannya sejak tadi, yang tidak lain adalah Kevin yang tengah duduk tersenyum di sofa kamarnya.
"Apa yang sedang kau lakukan di kamarku???!! Lalu bagaimana kau bisa masuk ke dalam sini???!!", tanya Dara sangat terkejut..
"Bukankah kamarmu, kini jadi kamarku juga??? Kau begitu sangat ceroboh sayang sampai lupa mengunci pintu kamar ini. Bagaimana kalau kita berdua sedang bersenang-senang kemudian tiba-tiba saja ada orang lain yang masuk, tentunya itu sangat tidak lucu", ucap Kevin dan masih tetap terduduk di sofa.
"Apa maksudmu bersenang-senang???!! Lalu sejak kapan kau berada disini???", tanya kembali Dara.
"Kau terlalu banyak bertanya sayang, aku sangat lelah untuk sampai ke tempat ini..", jawab Kevin.
"Jawab pertanyaanku dulu, sejak kapan kau berada disini???", tanya Dara dengan sorotan matanya yang sangat tajam.
"Haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu???", tanya balik Kevin.
"Iya, kau harus menjawabnya", jawab Dara dengan ketus..
"Baiklah kalau begitu aku akan menjawabnya, akan tetapi hentikan dulu tatapan matamu yang sangat tajam itu..", ucap Kevin.
"Ok, baiklah..", ucap Dara sembari menghela nafasnya.
"Hmmm.. Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu tadi. Lalu bagaimana jika ternyata sejak tadi aku sudah sangat lama berada di kamar ini??!!!", jawab Kevin sembari beranjak dari tempat duduknya.
Dara pun begitu sangat terkejutnya setelah mendengar jawaban dari Kevin. Sejenak Dara hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa lagi dengan semua ini..
"Apa ternyata sejak tadi Pak Kevin memperhatikanku!!! Lalu apa termasuk saat aku sedang berganti pakaian!!!", batin Dara.
"Dasar berengsek..!!! Tidak sopan masuk ke dalam kamarku tanpa permisi dulu..!!!", ucap Dara marah sembari berjalan mendekati Kevin yang sedang berdiri di hadapannya.
Dengan wajah marahnya Dara pun menghampiri Kevin yang sedang tersenyum padanya.. Spontan saja Dara mulai melayangkan tangannya tepat menuju ke wajah Kevin, akan tetapi dengan cepatnya Kevin langsung segera memegang tangan istrinya dan kemudian perlahan ia mulai mengecup tangannya hingga membuat Dara semakin terkejut dan seketika langsung segera menarik tangannya sendiri dari Kevin..
"Sayang kau terlihat sangat cantik dengan gaun tidurmu itu", ucap Kevin tersenyum..
Mendengarkan perkataan Kevin, seakan membuat Dara menjadi tersadar dengan gaun tidur yang sekarang sedang di kenakannya.. Seketika Dara pun menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, lantaran sangat risih dengan tatapan mata Kevin yang sangat tajam terhadapnya. Namun berbeda halnya dengan Kevin ketika melihat wajah istrinya yang terlihat sangat cemas, ia hanya tersenyum dan semakin ingin rasanya ia menggoda istrinya.
Perlahan tapi pasti Kevin mulai mendekati Dara.. Dan Dara perlahan-lahan semakin mundur kebelakang mencoba menjauh dari Kevin, akan tetapi Kevin tidak begitu saja menyerah, ia pun semakin mempercepat langkahnya untuk mendekatinya sehingga Dara semakin terpojok dan seketika ia jatuh terduduk tepat di ranjangnya..
"Apa yang akan kau lakukan???", tanya Dara sangat curiga..
"Kau tentunya sudah tahu apa yang akan aku lakukan padamu", jawab Kevin tersenyum.
"Tidak, aku tidak bisa dan aku tidak mau!!!", jawab Dara dengan suara keras.
Melihat hal itu, Kevin hanya tetap tersenyum memandang wajah istrinya yang begitu sangat cemas dan terlihat tatapan mata istrinya yang begitu sangat curiga terhadapnya, lantaran khawatir dengan apa yang akan dilakukan olehnya nanti..
Semakin lama Kevin semakin mendekati wajah Dara, sehingga ia hanya bisa memejamkan kedua matanya lantaran ia semakin merasa takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti..
"Kalau kau tetap akan melakukan hal itu padaku, aku melaporkan hal ini pada Polisi!!!", ancam Dara..
"Laporkan saja, kalau perlu laporankan langsung pada Presiden", ucap Kevin tersenyum..
Dara pun terlihat semakin cemas dan panik dengan keadaannya saat ini, akan tetapi tanpa di duga olehnya ternyata seketika Kevin mendaratkan kecupan hangatnya tepat di kening Dara.. Setelah merasakan kecupan dari suaminya Dara hanya bisa mengerutkan keningnya lantaran melihat Kevin yang berlalu pergi meninggalkannya..
"Sudahlah kita akhiri cukup untuk malam ini, aku sudah sangat lelah dan mulai mengantuk. Setelah selesai mandi aku ingin beristirahat untuk tidur", ucap Kevin sembari melangkah pergi menuju ke kamar mandi.
"Apa!!! Kau mempermainkan aku lagi??!!", tanya Dara sangat kesal.
'Tidak, aku tidak pernah ingin mempermainkanmu. Tetapi lain kali kau jangan coba-coba lagi menggodaku dengan memakai gaun tidur seperti ini. Jika hal ini terjadi kembali, maka tidak akan ada kompensasi apapun untukmu", ucap Kevin sembari masuk ke dalam kamar mandi..
"Apa maksudnya berkata demikian..??! Dasar menyebalkan!!!", ucap Dara geram..