![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
Sontak kedua mata Dara seketika membulat, ia sangat terkejut ternyata Presiden Direkur di tempat ia bekerja adalah pria yang pernah mencuri ciuman pertamanya dan seseorang yang sangat Dara benci..
"Apa.. kau, si Berengsek itu..!!!", ucap Dara terkejut dengan sorot matanya yang tajam sembari menunjuk ke arah Kevin.
"Sedang apa kau di tempat ini, jangan coba-coba kau menipuku menjadi Presiden Direktur di perusahaan ini", ucap kembali Dara dengan wajah murka sembari mendekat pada Kevin.
Melihat Dara yang begitu marah dan emosi, Kevin hanya tersenyum tipis sembari menatap kedua mata Dara dengan tajam. Lalu kemudian Kevin pun mendekati Dara secara perlahan-lahan dan di ikuti dengan langkah mundur Dara ke arah belakang berusaha menjauh dari Kevin, namun langkah Dara seketika terhenti lantaran ia telah berada di pojok pada sisi dinding yang dingin. Seakan Dara menjadi terjebak dan tidak dapat berkutik lagi lantaran lengan kiri Kevin telah menghalangi langkahnya untuk pergi..
"Apa yang ingin kau lakukan padaku berengsek??? Menjauhlah dariku, jika kau semakin mendekat aku akan berteriak!!!", ancam Dara.
"Berteriaklah sesukamu, karena ruangan ini kedap suara..", jawab Kevin tersenyum licik.
Perkataan Dara sama sekali tak digubris olehnya, semakin lama Kevin semakin mendekatkan wajahnya pada Dara dan ia hanya bisa terdiam sembari mulai menutup wajahnya, khawatir bila Kevin akan menciumnya kembali seperti dulu.
Kevin hanya tertawa geli melihat tingkah laku Dara seperti itu, kemudian perlahan ia mulai mundur menjauh meninggalkan Dara yang sedang ketakutan.
"Apa yang sedang kau lakukan disana..???", ucap Kevin terkekeh.
Dara menjadi malu dibuatnya, sehingga ia pun memutuskan ingin segera pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi Kevin berusaha untuk mencegahnya.
"Apakah kau sudah yakin ingin pergi meninggalkan tempat ini??? Kau sudah siap dengan pinalti dan hutang yang harus kau bayar bila kau pergi dari tempat ini???", tanya Kevin.
"Apa maksudmu hutang yang harus aku bayar???!!", tanya Dara dengan mengeryitkan keningnya.
"Kau sudah lupa, beberapa hari lalu kau telah merusak mobilku??? Dan kemarin kau pun sudah mentanda tangani surat perjanjian kontrak kerja???", tanya kembali Kevin.
Langkah Dara pun menjadi terhenti setelah mendengarkan perkataan dari Kevin.
"Iya benar, kemarin aku sudah mentanda tangani surat itu, tapi tidak ada perjanjian lain selain perjanjian kontrak kerja", jawab Dara yakin.
"Bodoh.. sudah telitikah kau membaca surat perjanjian ini", ucap Kevin dan meletakkan surat perjanjian kontrak kerja di atas meja, lalu kemudian Dara pun segera mengambil surat itu dan membacanya.
Setelah selesai Dara membaca surat itu, ia sangat terkejut dengan isi perjanjian halaman ke 2 yang berisi bila Dara bekerja ia akan taat dan patuh terhadap peraturan apapun yang telah dibuat oleh Kevin Abraham, dan apabila ia berhenti bekerja sebelum 6 bulan ia akan siap membayar pinalti dan menanggung seluruh biaya kerusakan mobil dengan jumlah biaya sebesar 110 juta rupiah dalam tempo 1 Minggu. Bila tuntutan ganti rugi itu tidak terpenuhi dalam tempo yang sudah ditentukan maka akan ada pidana setelahnya.
"Ini namanya penipuan dan pemerasan, kemarin surat perjanjian kontrak kerja hanya ada 1 halaman kenapa hari ini menjadi 2 halaman, dan tidak ada buktinya kalau aku sudah merusak mobilmu itu", ucap Dara geram.
Mendengarkan semua perkataan Dara hanya membuat Kevin tertawa saja, lalu memudian Kevin pun mengeluarkan beberapa foto-foto sebagai bukti bahwa mobilnya telah di rusak oleh Dara.
"Dasar licik.. Pantas saja sejak tadi pagi aku merasa ada sesuatu hal yang mengganjal.. Aku harus bagaimana menghadapi pria berengsek yang licik ini???!!", batin Dara bingung..
"Bagaimana Nona manis apa keputusanmu?!!", tanya Kevin.
"Maaf aku tidak bisa mengambil keputusan sekarang, lusa aku akan memberitahumu", jawab Dara.
"Tidak bisa, aku butuh keputusanmu saat ini juga. Aku tidak suka membuang-buang waktu untuk hal seperti ini", ucap Kevin tegas.
"Ya ampun.. Apa yang harus aku lakukan??? Keputusan apa yang harus aku pilih..??? Apa aku harus berpura-pura pinsan agar aku bisa mengulur waktu??!", batin Dara bingung.
"Kenapa lama sekali..", ucap Kevin dan melangkah mendekati Dara.
"Jangan kau mengatur siasatmu untuk mengulur waktu!!!", ucap kembali Kevin.
Sepertinya Kevin bisa membaca pikiran Dara sehingga ia tidak dapat berkutik lagi dihadapannya.
"Baiklah aku akan tetap bekerja di tempat ini", jawab Dara.
"Dasar licik!!!", batin Dara gemas.
"Baiklah aku akan mengikuti peraturan yang kau buat, tetapi selama itu masih dalam batas wajar dan bermoral", jawab Dara.
"Ok, aku setuju..", jawab Kevin sembari mengulurkan tangannya, akan tetapi Dara tidak mau meraihnya untuk berjabat tangan.
"Tidak ada penolakan dengan alasan apapun, termasuk untuk jabat tangan ini", ucap Kevin.
Sesaat Dara pun akhirnya mau meraih tangan Kevin untuk berjabat tangan.
"Saat ini aku akan mengikuti permainanmu, tapi lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu..", batin Dara sembari tersenyum sinis pada Kevin.
"Ok sekarang sudah pukul 09.15 dan nanti saat pukul 10.30 aku akan ada meeting di sebuah restoran di daerah Jakarta Utara, segeralah kau berganti pakaian. Kau akan ikut denganku, bawakan sekalian tas dan berkas-berkas ini", ucap Kevin dan berlalu pergi meninggalkan Dara di ruangan itu sendiri.
"Apa.. Aku harus ikut bersamanya..!!!", keluh batin Dara.
Bagi Dara hari ini adalah hari pertama bekerja yang sangat tidak menyenangkan, lantaran ia harus mengikuti Kevin kemana pun ia pergi, padahal Dara bukan sekretarisnya, akan tetapi semua keperluan Kevin harus ia yang menanganinya.
"Ini bukan pekerjaan OB tetapi aku seperti baby sitter nya", keluh Dara lelah dalam hati.
Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 tetapi rapat belum juga selesai, hingga membuat Dara menjadi sangat jenuh dan bosan menunggu selama ini. Ia pun mencoba menelepon Mala untuk menayakan sesuatu.
"Kak Mala kapan aku bisa kembali ke kantor dan pulang??? Kenapa bukan Kakak yang berada di tempat ini, tapi kenapa harus aku???" tanya Dara via telepon.
"Sementara waktu ini ikuti saja perintah dari Pak Kevin, karena aku pun saat ini sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Kevin", jawab Mala via telepon.
"Tidak ada gunanya aku mengeluh atau protes karena semua ini harus aku jalani..", batin Dara.
Setelah pukul 18.05 akhirnya rapat selesai, Kevin hanya pun terdiam ketika melihat Dara yang sedang tertidur pulas di sofa..
"Hmmm, amat sangat memalukan..", ucap Kevin sembari membangunkan Dara dengan menggunakan penanya, akan tetapi Dara tak kunjung terbangun dari tidurnya.
Selang 1 jam kemudian, Dara pun terbangun lantaran ponselnya berbunyi.
"Hallo, siapa ini???", tanya Dara sembari mengusap kedua matanya dengan tangannya.
"Apa kau tidak mengenali suara Bos mu sendiri???!!", ucap Kevin.
Sontak Dara terkejut dan langsung berdiri saat tahu yang meneleponnya adalah Bos nya.
"Maaf Pak Kevin..", jawab Dara gugup.
"Bersihkan dulu wajahmu dengan tisu, sangat memalukan.. Setelah itu kau pulanglah dengan Taxi yang sudah disiapkan oleh Manajer Restoran. Dan besok pagi datanglah ke kantor dengan pakaian rapih dan sopan, kita akan pergi kembali menghadiri rapat", ucap Kevin lalu kemudian ia menutup teleponnya.
Dara masih merasa mengantuk sehingga apa yang Kevin katakan tadi tidak ia mengerti sama sekali. Untuk menghilangkan rasa kantuknya ia pun pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya.
Dara pun menjerit histeris ketika ia melihat wajahnya di depan cermin ternyata wajahnya berlumuran dengan air liurnya sendiri.
"Akh.. Akh.. Akh..!!!!", teriak Dara sangat histeris.
"Pantas saja sepanjang jalan aku menuju ke toilet semua orang mentertawakanku. Kenapa Si Berengsek Kevin itu tidak langsung memberitahukan aku tentang hal ini, sangat memalukan.. Aku tarik ucapanku tadi pagi tentang kepribadianmu yang baik, ternyata kau memiliki kepribadian yang sangat buruk. Begitu teganya dia meninggalkan aku sendiri di tempat ini tanpa membangunkan aku terlebih dahulu", batin Dara gemas..