My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#6 : Duduk Disamping Presdir



"Pantas saja sepanjang jalan aku menuju ke toilet semua orang mentertawakanku. Kenapa Si Berengsek Kevin itu tidak langsung memberitahukan aku tentang hal ini, sangat memalukan.. Aku tarik ucapanku tadi pagi tentang kepribadianmu yang baik, ternyata kau memiliki kepribadian yang sangat buruk. Begitu teganya dia meninggalkan aku sendiri di tempat ini tanpa membangunkan aku terlebih dahulu", batin Dara gemas.


🌹🌹🌹


Di keesokan harinya Dara kembali datang ke kantor tetapi ia tidak mengikuti perintah Kevin untuk berpakaian rapih dan sopan, ia hanya mengenakan kaos dan celana jeans.


Setibanya di kantor, Kevin sangat terkejut dengan penampilan Dara seperti itu.


"Selamat pagi Pak Kevin..", ucap Dara dan Mala.


Sejenak langkah Kevin terhenti dan menatap kearah Dara dengan dingin..


"Sekretaris Mala, perintahkan seseorang disampingmu untuk menghadapku sekarang", perintah Kevin.


"Baik Pak", jawab Mala.


Dara pun datang menghadap Kevin tanpa adanya rasa bersalah sedikitpun, karena memang ini sengaja ia lakukan.


"Apa kau pikir dengan pakaianmu seperti ini, kau tidak akan ikut menghadiri rapat siang nanti denganku. Itu tidak semudah seperti yang kau pikirkan", ucap Kevin sembari memandang kearah jendela.


"Aku tidak mempunyai pakaian seperti yang kau inginkan, jadi hanya ini yang bisa aku kenakan", ucap Dara menantang.


Mendengarkan jawaban dari Dara, Kevin pun langsung datang menghampiri Dara dan berbisik di telinganya.


"Jangan coba-coba lagi kau merubah jadwal rapatku dengan caramu seperti ini, jika ini terulang kembali aku akan melakukan sesuatu kepadamu hal yang tidak bermoral", ancam Kevin.


Dara pun terdiam mendengarkan perkataan Kevin seperti itu kepadanya dan tubuhnya pun terasa bergetar lantaran ketakutan.


"Sekretaris Mala, segera keruanganku", ucap Kevin via telepon.


"Baik Pak, saya akan segera kesana", jawab Mala.


Mala pun diperintahkan oleh Kevin untuk mengajak Dara ke butik untuk mengganti pakaian yang tepat untuk menghadiri rapat nanti siang.


"Kalian harus sudah ada di kantor ini lagi sebelum pukul 11. Saya tidak ingin kalian datang terlambat dengan alasan apapun", ucap Kevin tegas.


"Apa butik, aku harus kesana dan mengganti pakaianku", ucap Dara dalam hati.


Mereka berdua pun pergi sesuai perintah Kevin, sepanjang perjalanan menuju butik mereka berdua pun saling mengobrol untuk melepas keheningan .


"Apakah Pak Kevin memperlakukan Kak Mala sama seperti aku?", tanya Dara.


"Tidak, sepertinya kau berbeda Dara sehingga Pak Kevin memperlakukanmu seperti ini", jawab Mala.


"Iya benar sekali sangat berbeda. Hingga aku ingin sekali mencekiknya hidup-hidup", ucap Dara.


"Apa???!!", tanya Mala terkejut.


"Tidak.. Tidak, itu hanya bercanda kok.. Hehehehe..!!!", jawab Dara terkekeh.


Sesampainya mereka berdua di tempat tujuan yakni butik Ibunda Kevin. Dara pun berjalan secara perlahan-lahan melewati setiap sudut ruangan, ia pun sangat berdecak kagum dengan pakaian dan gaun-gaun cantik yang di lihatnya.


"Waw, semuanya sangat cantik.. Sudah berapa lama ya aku tidak berbelanja???!!", gumam Dara sembari melihat-lihat pakaian.


"Selamat pagi Ny. Lili", ucap Mala.


"Iya selamat pagi Mala..", jawab Ny. Lili.


"Oya Mala, siapa wanita yang datang bersamamu barusan?" tanya kembali Ny. Lili.


"Oh.. Wanita itu bernama Dara asisten pribadinya Pak Kevin", jawab Mala.


"Apa asisten pribadinya Kevin, sejak kapan dia mempunyai asisten pribadi???!!", tanya Ny. Lili terkejut.


"Sejak 2 hari ini", jawab Mala.


Mendengarkan jawaban dari Mala, Ny. Lili jadi teringat perkataan Kevin via telepon tadi..


"Bunda, nanti bila Mala datang tolong siapkan beberapa pakaian wanita, jadikan dia wanita yang tercantik", kenang Ibunda Kevin.


"Ternyata kau menyiapkan ini untuknya", ucap Ny. Lili dalam hati tersenyum.


"Dara, perkenalkan ini Ny. Lili Ibunda Pak Kevin", ucap Mala.


"Iya Tante, aku Dara..", ucap Dara sambil mengulurkan tangan.


"Dara panggil Ny. Lili, bukan Tante", ucap Mala.


"Maaf Tante, maksudnya Ny. Lili", ucap Dara.


"Tidak apa-apa Nak, kau boleh memanggilku Tante", ucap Ny. Lili tersenyum.


"Baik Tante..", ucap Dara.


Lalu Dara pun diarahkan ke suatu ruangan oleh pegawai butik dan kemudian mulai di rias oleh penata rias yang di tunjuk oleh Ny. Lili.


"Sepertinya aku pernah bertemu dengannya disuatu tempat???!!", ucap Ny. Lili dalam hatinya sembari memperhatikan Dara dari kejauhan.


Pukul 10.14 Dara dan Mala pun tiba di kantor. sepanjang perjalanan menuju ruangan Presiden Direktur seluruh pasang mata hanya tertuju pada kecantikan Dara yang sangat mempesona.


"Tok.. Tok.. Tok..".


Suara ketukan pintu dari luar dan tak seberapa lama mereka berdua masuk ke dalam ruangan Presdir, Kevin pun hanya terdiam saat melihat penampilan Dara yang sangat cantik dan mempesona, hingga pena yang ia pegang pun terjatuh dari genggamannya.


"Pak Kevin tugasku sudah selesai, saya permisi", ucap Mala dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.


"Ok, terima kasih sekretaris Mala", ucap Kevin.


Setelah Mala pergi, Kevin pun datang menghampiri Dara yang hanya terdiam.


"Jangan buang-buang waktu lagi, kita pergi sekarang", ucap Kevin sembari berlalu pergi keluar dari ruangannya.


Disaat perjalanannya menuju ke tempat parkir Kevin pun mengirimkan pesan singkat kepada Ibundanya sebagai tanda ucapan terima kasihnya.


"Bunda, terima kasih untuk semuanya.. I love you..", batin Kevin.


Setibanya Kevin di tempat parkir, ia pun segera membuka pintu mobilnya sendiri lantaran hari ini Pak Ucup sopir pribadi Kevin tidak dapat berkerja dikarenakan keluarganya ada yang sedang sakit, sehingga Kevin sendirilah yang akan mengemudi.


Sudah 15 menit lamanya Kevin menunggu didalam mobil namun Dara tak kunjung datang juga, hingga membuat Kevin menjadi berdecak kesal..


"Kenapa lama sekali, apa yang sedang dia kerjakan???", gumam Kevin kesal sembari keluar lagi dari mobilnya.


Kevin terus memandangi jam tangannya lantaran masih menunggu Dara yang masih belum datang juga. Dan setelah beberapa saat kemudian akhirnya Dara datang menghampirinya dengan nafas tersengal-sengal sekaligus wajah yang masam.


"Kenapa lama sekali, sudah aku bilang jangan buang-buang waktu..!!!", ucap Kevin kesal.


"Bagaimana aku bisa berjalan cepat dengan high heels seperti ini!!!", jawab Dara.


"Banyak alasan!!! Segera masuk ke dalam mobil!!!", perintah Kevin.


"Ihs, ini orang semakin lama tambah nyebelin!!!", gumam Dara.


"Hey, cepatlah masuk ke dalam!!!", ucap kembali Kevin.


Dara pun akhirnya masuk ke dalam mobil, akan tetapi sejenak ia menjadi terjenga setelah mendengarkan kembali omelan dari Bos nya.


"Lalu apakah pantas seorang Bos menjadi sopir???!!", tanya Kevin kesal.


Dara pun tersadar ternyata yang akan mengemudi mobil adalah Kevin, Bos nya sendiri. Tanpa di perintah Dara pun langsung segera berpindah posisi tempat duduk.


"Maaf Pak, tapi kenapa Pak Kevin yang mengemudi bukannya Pak Ucup???", tanya Dara.


Sedikit pun Kevin enggan menjawab pertanyaan dari Dara, hingga membuat Dara menggigit bibir bawahnya lantaran gemas dengan Bos nya sendiri.


"Ihs..!!!", gerutu batin Dara.


Sepanjang perjalanan menuju ke suatu tempat Kevin hanya terdiam dan terus berkonsentrasi mengemudi, tidak ada apapun yang mereka berdua bicarakan. Untuk menghilangkan keheningan Dara pun mulai menghidupkan MP3 di ponselnya, akan tetapi lagi-lagi Kevin  mengatakan sesuatu hal yang membuat Dara menjadi gemas.


"Tolong matikan suara ponselmu sekarang, aku sedang konsentrasi mengemudi", perintah Kevin.


"Apa sih yang dia mau, apapun salah di matanya!!!", gerutu batin Dara.


"Ah, membosankan..!!!", ucap kembali Dara,


"Apa yang kau katakan barusan..???!!", tanya Kevin sembari melirik ke arah Dara.


"Oh tidak ada apa-apa Pak.. Oya Pak Kevin apa tugas ku yang akan aku lakukan nanti disana?", tanya Dara mengalihkan pembicaraan.


"Kau tidak perlu melakukan apapun, tugasmu hanya cukup duduk disampingku, mudah bukan??? Tapi ingat jangan sampai kau melakukan sesuatu hal yang tidak aku inginkan???!!", ancam Kevin.


"Dasar tukang ngancam!!!", gumam Dara.


"Apa???!!", tanya Kevin curiga.


"Oh, baik Pak!!! Aku akan ikuti perintah Pak Kevin", ucap Dara dengan senyuman tipis.


"Syukurlah Pak Kevin tidak mendengarnya!!!", ucap Dara dalam hatinya sembari mengelus dadanya.


Perjalanan yang lumayan sangat jauh seakan membuat Dara menjadi merasa mengantuk dan hingga akhirnya Dara tertidur pulas di dalam mobil.


Suara dengkuran halus yang berasal dari Dara, seakan menyita perhatian Kevin untuk sejenak memperlambat laju mobilnya.


"Dasar tukang tidur!!! Memalukan!!! Kenapa aku bisa bertemu dengan seorang wanita seperti ini??? Dan bodohnya lagi aku telah mencium bibirnya!!! Oh Kevin, apakah kau sudah tidak waras dan menjadi frustrasi karena kisah cintamu yang kandas???!!", gumam Kevin sembari melirik ke arah Dara yang sedang tertidur pulas.


Setelah menempuh jarak yang sangat jauh akhirnya mereka pun sampai ke tempat tujuan. Suara mesin mobil yang seketika mati, akhirnya dapat membangunkan Dara yang sedang tertidur dengan sendirinya dan lalu ia pun mulai mengejap-ngejapkan kedua matanya.


"Uuaaa..!!! Akhirnya sampai juga kita..", ucap Dara sembari menguap.


"Tentunya kau sudah sangat puas karena sepanjang perjalanan tadi kau tertidur pulas", ucap Kevin.


Perkataan Kevin kali ini sedikit pun tidak Dara hiraukan, yang ada ia malah membicarakan hal lainnya..


"Waw..!!! Pemandangannya sangat cantik.. Sudah berapa lama ya aku tidak pergi ke pantai???!!", ucap Dara sangat gembira.


"Cepatlah berkemas kita sudah terlambat", ucap Kevin, sembari membuka pintu mobil dan keluar.


Dari tempat parkir mereka berdua berjalan beriringan, akan tetapi sepanjang perjalanan menuju ruang rapat Dara hanya mengeluh lantaran ia sulit berjalan dengan cepat karena hak sepatunya yang tinggi, hingga langkah Kevin lebih jauh berada di depannya.


"Aduh.. Merepotkan sekali sepatu ini..", keluh Dara.


Seketika Kevin berbalik arah dengan sengaja menghampiri Dara dan tanpa berkata apapun kemudian ia langsung segera mengambil tas beserta dokumen-dokumen penting yang dipegang oleh Dara, lalu setelah itu pergi meninggalkannya.


"Apa-apaan sih, main rampas dan buat orang terkejut saja.. Aduh, kakiku pegal sekali!!!", keluh kembali Dara.


Dara pun kembali melanjutkan perjalanannya dengan berjalan secara perlahan agar ia tidak terjatuh lantaran sudah sangat lama ia tidak pernah menggunakan sepatu high heels lagi.


Di ruang rapat semua orang-orang penting telah datang dan menunggu teekecuali Tn. Steven Chan seorang Presiden Direktur yang berdomisili di Singapura.


"Kemana si tukang tidur itu??? Kenapa dia belum datang juga???", batin Kevin khawatir.


Di sisi lainnya sedari tadi Dara terus berusaha untuk berjalan lebih cepat agar ia tidak terlambat datang ke ruang rapat, hingga ia berjalan tanpa memperhatikan langkahnya sendiri.


"Mati aku kalau datang kesana terlambat..", ucap Dara sangat cemas.


Lantaran berusaha berjalan lebih cepat langkah Dara menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya ia pun tergelincir serta hampir saja terjatuh, tetapi syukurlah disaat yang tepat ada seseorang pria yang segera menahannya hingga ia tidak jadi terjatuh di lantai.


"Are you okay, Miss?", tanya pria itu.


"Yeah, I'm fine. Thanks Mr..", jawab Dara sembari perlahan di bantu berdiri oleh pria asing itu.


Sudah 28 menit Dara tidak kunjung datang juga, hingga membuat Kevin menjadi semakin mengkhawatirkannya. Kevin pun telah beberapa kali mencoba menelepon Dara akan tetapi tetap sama saja ponselnya tidak diangkat olehnya.


"Mohon maaf Tuan dan Nyonya atas keterlambatan Presiden Direktur kami hingga saat ini belum hadir di tengah-tengah kita, dikarenakan ada masalah kecil dalam perjalanannya", ucap Sekretarisnya.


"Kemana dia..???!! ", gumam Kevin semakin cemas.


Suara orang-orang yang sudah menunggu lama pun mulai ricuh, lalu selang beberapa menit kemudian seseorang pria datang bersamaan dengan kedatangan Dara disana.


"Good evening Mr. Steven Chan..", sapa semua orang.


"Good evening, ladies and gentleman, sorry for my late arrival. Ok, don't waste any more time, let's start now..", ucap Steven Chan.


Setelah Steven Chan datang rapat pun dimulai, secara bergantian semua perusahaan masing-masing mulai menjelaskan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari Steven Chan jika perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan pemenang tender proyek.


"Dari mana saja kau datang sampai dengan terlambat seperti ini???!!", tanya Kevin.


"Maaf Pak Kevin tadi dalam perjalananku menuju ketempat ini ada insiden kecil, syukurlah tadi ada seseorang yang telah menolongku", jawab Dara.


"Seseorang???!! Siapa yang tadi menolongmu???", tanya Kevin sembari mengeryitkan keningnya penasaran.


"Nanti juga Pak Kevin akan tahu siapa orangnya", jawab Dara.


"Membuang waktuku saja, menunggu jawabanmu itu", batin Kevin tak peduli.


Sekarang tiba saatnya giliran Kevin menjelaskan kepada Steven Chan mengenai rencana perusahaannya, secara mendetail Kevin pun menjelaskan semua rencana dan keuntungan yang akan diperoleh Steven Chan.


Lalu kemudian masing-masing perusahaan pun mulai melakukan perdebatan dengan perusahaan yang lainnya untuk menunjukkan kehebatan perusahaan masing-masing agar dapat memenangkan tender proyek ini.


Seakan Dara terpanah dengan karismatik yang terpancar dari Steven Chan, sehingga tatapan matanya selalu saja tertuju pada pria yang telah menolongnya tadi.


"Apa si tukang tidur itu sedang memperhatikan Steven Chan??? Apakah dia orangnya yang telah menyelamatkannya??? Ah, bagiku itu tidak penting siapa pun yang telah menyelamatkannya", ucap batin Kevin.


Entah mengapa semenjak rapat ini di mulai Kevin menjadi tidak berkonsentrasi??? Pikirannya seketika buyar sesaat setelah melihat Dara yang selalu saja memperhatikan setiap gerakan dari Steven Chan.


"Apa yang terjadi padaku, kenapa aku menjadi tidak dapat berkonsentrasi sejak awal rapat ini dimulai???!! Aku telah menghabiskan waktuku untuk fokus pada tender proyek ini selama berbulan-bulan, tetapi mengapa jadi seperti ini..???!!", tanya Kevin dalam hati sembari mengetuk-ngetuk penanya di atas meja.


Setelah perdebatan panjang antar perusahaan selesai, akhirnya Steven Chan memutuskan perusahaan mana yang akan ia pilih untuk bekerja sama dengannya.


"Congratulations Mr. Kevin Abraham, you've won the bid for this project", ucap Tn. Steven Chan sembari berdiri dan bertepuk tangan.


Akan tetapi sedkitpun Kevin tidak merespon ketika namanya disebut, sepertinya Kevin masih ada dalam lamunannya sehingga ia tidak menyadarinya.


"Pak Kevin.. Pak Kevin.. Segeralah berdiri, ini ucapan selamat dari semua orang", ucap Dara sembari berbisik pada Kevin.


Kevin pun terhentak terkejut dan lalu segera berdiri, ia tidak menyangka sama sekali dengan keberhasilannya memenangkan tender proyek ini.


"Thank you Mr. Steven Chan and to everyone here", ucap Kevin bahagia, sembari bertepuk tangan.


Dara pun ikut tersenyum bahagia sekaligus bertepuk tangan untuk kemenangan yang diraih oleh Bos nya Kevin, dan kali ini senyumannya pun dibalas dengan senyuman Kevin yang rupawan.


"Ini pertama kalinya Pak Kevin tersenyum tulus padaku, ternyata si Berengsek ini semakin tampan kalau sedang tersenyum..", ucap Dara dalam hati ikut tersenyum.


Hari ini cuaca begitu sangat cerah, setelah selesai rapat Kevin mengajak Dara untuk berjalan bersama dibibir pantai sembari melihat pemandangan pantai di sore hari.


Begitu indah dan asrinya pemandangan di pantai Sambolo yang masih belum terjamah ini, hingga membuat Dara menjadi berdecak kagum dengan semua yang dilihatnya.


"Sangat indah dan cantik sekali ya pemandangannya..", ucap Dara tersenyum gembira sembari merentangkan kedua tangannya.


"Iya benar sekali, makannya kami berencana akan membangun sebuah hotel di sekitar sini", ujar Kevin.


"But the way, siapa yang menolongmu saat insiden tadi siang?", tanya kembali Kevin penasaran.


"Hmmm, apa???!!", tanya Dara pura-pura tidak mendengar.


"Sudah lupakan pertanyaanku tadi, itu tidak penting untuk kau jawab", ucap Kevin ketus dan pergi berjalan meninggalkan Dara.


"Kau penasaran ya.. Ingin tahu siapa orangnya???", tanya Dara terkekeh..


"Dasar tidak sopan, dia mentertawai Bos nya sendiri!!!", batin Kevin gemas.


"Hii.. tunggu dulu jangan pergi, aku akan menjawabnya..", teriak Dara sembari berlari mengejar Bos nya yang mulai meradang padanya.


"Stop berhenti..!!!", teriak kembali Dara dan menghalangi langkah Kevin.


"Kau marah Pak Kevin..???", tanya Dara lagi dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Tidak..", jawab Kevin singkat.


"Ok.. Baiklah, aku akan menceritakannya padamu Pak Kevin tentang inside tadi siang. Tapi Pak Kevin harus berjanji setelah aku menceritakannya akan membelikanku es krim yang berada disana???", pinta Dara sembari menunjuk jarinya ke arah gerobak es krim.


"Hmmm, semakin tidak sopan saja si tukang tidur ini berani memerintahku!!! Dia pikir siapa dia??? Sangat menyebalkan!!!", gumam Kevin.


"Apa Pak Kevin???!! Tadi bicara apa ya???", tanya Dara.


"Oh tidak ada. Ok, aku akan menuruti keinginanmu itu", jawab Kevin.


Sepertinya sedikit pun Dara tidak begitu menganggap Kevin seperti Bos nya, hingga dengan mudahnya ia berkata sesukanya seperti layaknya temannya saja. Dara pun mulai bercerita pada Kevin dari awal hingga akhir, dimana semua insiden itu terjadi karena sepatu high heels yang di kenakannya.


"Aku hampir saja terjatuh, akan tetapi disaat yang tepat ada seseorang pria gagah perkasa yang segera menolongku. Dia menyelamatkan aku bak seperti seorang pangeran yang ada di dongeng!!!", cerita Dara sembari tersenyum-senyum.


Belum selesai Dara bercerita namun seketika saja Kevin memotong pembicaraannya..


"Sudahlah ceritamu itu terlalu berlebihan..", ucap Kevin sembari duduk di pasir yang terhampar di bibir pantai.


"Yah sudah kalau Pak Kevin tidak ingin mendengarkan ceritaku, jadi aku tidak perlu melanjutkannya lagi ceritaku", ucap Dara mulai merajuk.


"Dasar Bos aneh, tadi ingin tahu ceritanya!!!", gumam Dara jengkel.


Melihat Dara yang merajuk, seketika saja lengan Dara ditarik paksa oleh Kevin..


"Eh..!!!", ucap Dara terkejut.


"Kemarilah dan duduklah disampingku..", ucap Kevin.


Dara pun sejenak terdiam dengan sikap Bos nya seperti itu padanya..


"Kenapa kau terdiam lanjutkanlah kembali ceritamu???", tanya Kevin.


"Dasar aneh..!!!", ucap Dara dalam hatinya.


Tak seberapa lama Kevin pun mengatakan sesuatu hal yang sangat tidak di duga oleh Dara sebelumnya, hingga Dara hanya memandang wajah Bos nya dengan diam tanpa kata.


"Asal kau tahu lokasi ini jauh dari pertokoan, apalagi Mall, kalau pun ada pasti aku akan mengajakmu pergi kesana untuk membelikan sepatu yang nyaman untuk kau kenakan", ucap Kevin sembari memandangi pantai.


"Hah, apakah aku sedang bermimpi mendengar perkataan dari si berengsek ini??? Aku rasa kebahagiaannya memenangkan tender proyek membuat otaknya menjadi sedikit tergeser dari lokasi semestinya", batin Dara terkekeh.


"Aku sangat lelah hari ini, bagaimana kalau malam ini kita menginap disini saja???", tanya Kevin sembari menatap mata Dara.


Mata Dara sontak terbelalak dan membulat setelah mendengarkan perkataan dari Kevin.


"Apa menginap malam ini disini???!! Tidak..!!! Aku tidak mau, kita pulang malam ini juga", teriak Dara histeris


"Hey, tukang tidur, kau jangan mengkhayal yang tidak-tidak??? Jangan kau samakan hal ini seperti film-film di televisi. Aku akan menyewa 2 kamar yang berbeda", ucap Kevin.


Mendengarkan penjelasan dari Kevin, Dara hanya tersenyum tersipu malu lantaran menduga hal yang tidak-tidak terhadap Bos nya.


Disaat mereka berdua sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja ponsel Kevin berdering hingga menghentikan perbincangan dari mereka berdua..


"Kring.. Kring.. Kring..", panggilan telepon masuk dari Steven Chan..