My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#13 : Sosok Dewi Penolong



Setelah mendengarkan perkataan Bos nya seperti itu, Dara pun menuruti perkataan Kevin dan kali ini tidak ada perdebatan diantara mereka berdua..


Setelah mereka selesai makan malam, Kevin pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan kembali Dara tidur di sofa ruang tamu, padahal Kevin sudah mempersiapkan kamar kosong untuk Dara beristirahat. Begitu lelahnya Kevin hingga ia tidak ingin berdebat atau bertengkar lagi dengan Dara.


"Terserah kau saja ingin tidur dimana malam ini, aku sangat lelah sekali sepanjang hari ini dan aku ingin tidur di ranjangku", ucap Kevin dan menutup pintu kamar tidurnya.


Dara pun tidak tertarik dan peduli dengan perkataan Bos nya, Dara pun lebih memilih menarik selimutnya dan kemudian ia tidur di sofa.


Sekitar pukul 02.10 Dara pun terjaga dari tidurnya lantaran terdengar suara gaduh dari kamar Bos nya, lalu kemudian Dara segera datang menghampiri kamarnya dan mencoba mengetuk pintu kamarnya, akan tetapi tidak ada jawaban apapun didalam sana.


Dara pun mencoba membuka pintu tersebut dan ternyata pintu kamar Bos nya tidak di kunci. Perlahan Dara mulai masuk kedalam kamarnya dan di dapatkannya ternyata ia sedang mengigau. Lalu Dara berusaha mencoba membangunkannya akan tetapi ia tetap juga tidak terbangun.


Terlihat Kevin yang tidak mengenakan pakaiannya begitu berkeringat lantaran pendingin ruangan dimatikan olehnya.


"Ya ampun lukannya merembes..!!!", ucap Dara.


Dara pun sangat terkejut melihat luka Kevin yang merembes saat ia tidur dengan posisi yang salah sehingga menyebabkan luka di punggungnya mulai kembali mengeluarkan darah. Dara pun mencoba mendorong tubuh Kevin agar posisi tubuhnya kembali telungkup.


"Pak Kevin kenapa tubuhmu sangat begitu berat!!! Padahal tadi kau hanya makan sayuran saja!!! Aku rasa tubuhmu yang sangat berat ini karena dosamu yang sangat banyak padaku!!!", gumam Dara sembari tetap fokus mendorong tubuh Bos nya.


Dengan sekuat tenaga akhirnya Dara pun dapat mendorong tubuh Bosnya dan sekaligus berhasil memperbaiki posisi tubuhnya.


Sedikit demi sedikit Dara mengelap keringat bos nya yang bercucuran dan perlahan membersihkan juga lukanya yang merembes. Begitu pulasnya ia tertidur hingga semua pekerjaan Dara dapat diselesaikan dalam satu waktu tanpa membuatnya terbangun.


"Syukurlah dia tidak terbangun, tapi kenapa kedua mataku menjadi begitu berat untuk dibuka!!!", ucap Dara.


Lantaran begitu sangat lelah dan mengantuknya hingga tak terasa Dara pun mulai tertidur pulas tepat di samping ranjang Bos nya yang masih tertidur nyenyak.


🌹🌹🌹


Di keesokan paginya, Kevin sangat terkejut ketika ia terbangun melihat asisten pribadinya yang sedang tertidur pulas tepat disampingnya. Ia pun berusaha untuk meyakinkan apa yang dilihatnya hingga ia segera terduduk di ranjangnya dan mengejap-ngejapkan kedua matanya sekaligus menepuk-nepuk perlahan wajahnya sendiri lantaran masih tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya pagi ini.


"Apa!!! Beraninya si tukang tidur ini masuk ke dalam kamarku dan tidur di sampingku!!! Dasar tidak sopan!!!", gumam Kevin gemas sembari mengancingkan semua giginya.


Disaat Kevin akan beranjak turun dari ranjangnya serta akan memulai membangunkan dan sekaligus memarahi asisten pribadinya, seketika kedua matanya teralihkan saat melihat kotak P3K beserta bekas perban penuh noda darah yang tergeletak tepat di atas meja samping televisi kamarnya.


Kevin pun menggembuskan nafasnya dengan panjang lantaran hampir saja ia memarahi asisten pribadinya yang telah merawatnya lukanya semalam saat ia sedang tertidur. Hati Kevin pun menjadi merasa bersalah dengan perbuatannya sendiri dan perlahan ia kembali terduduk di ranjangnya sembari memandang wajah Dara yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Begitu terlihat sangat lelah wajah Dara namun masih terlihat sangat cantik walaupun riasanya telah memudar. Sembari tersenyum Kevin pun terus memperhatikan Dara yang sedang tertidur pulas hingga ia tak sadar keningnya hampir saja menyentuh kening Dara.


Kevin seketika terhentak terkejut lantaran dengan kedatangan Ivan yang begitu sangat tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


"Selamat pagi..", ucap Ivan bersemangat.


"Ivan bagaimana kau bisa masuk kedalam apartemenku???", tanya Kevin heran sembari segera turun dari ranjangnya.


"Tentunya masuk lewat pintu, tidak mungkin aku lewat jendela apartemenmu!!!", jawab Ivan.


"Tapi bukankah pintu apartemenku terkunci???!!", gumam Kevin.


"Dara kenapa dia berada di kamar Kevin??? Apakah semalam dia tidur dikamarnya??? Tapi kotak P3K itu!!! Pasti Dara yang telah mengganti perban Kevin yang merembes", batin Ivan.


Suara obrolan dari mereka berdua seakan belum dapat membangunkan Dara dari mimpi indahnya, sehingga Ivan pun berinisiatif untuk memindahkan Dara ke atas ranjang.


"Hey apa yang ingin kau lakukan Ivan???!!", tanya Kevin.


"Aku akan memindahkannya, sepertinya Dara sangat lelah setelah merawatmu semalaman", jawab Ivan.


"Jangan!!! Biarkan saja si tukang tidur itu, hmmm maksudnya nanti juga dia akan terbangun", ucap Kevin.


"Maksudmu apa???", tanya Ivan sembari mengeryitkan keningnya.


"Yah, nantinya dia juga pasti akan terbangun. Jadi untuk apa kau repot-repot memindahkannya!!!", jawab Kevin.


Perdebatan diantara mereka berdua, akhirnya dapat membangunkan Dara yang sedang tertidur pulas akan tetapi sedikit pun Dara enggan untuk terbangun lantaran ia benar-benar berharap agar Ivan memindahkannya.


"Kenapa sih Aa Ivan mau saja menuruti perkataannya!!! Menyebalkan si berengsek itu!!!", gerutu batin Dara.


"Hey, Nona segeralah kau bangun???!!", ucap Kevin sembari jari telunjuknya menyentuh bahu Dara dengan ragu-ragu.


"Tidak dengan cara seperti itu sobat, kau membangunkan seorang wanita yang sedang tertidur!!!", ucap Ivan sembari mulai merendahkan tubuhnya sejajar dengan Dara yang tertidur di samping ranjang.


Disaat Ivan akan mulai membangunkan Dara tiba-tiba saja ponselnya berdering, Ivan pun segera mengangkat ponselnya lantaran mendapat panggilan masuk dari rumah sakit tempatnya bekerja.


"Maaf aku harus mengangkat telepon ini dulu", ucap Ivan sembari beranjak pergi dari kamar Kevin.


Di saat Ivan pergi meninggalkan mereka berdua, Kevin kemudian perlahan mulai menghampiri Dara yang masih tertidur.


"Hey, Nona segeralah kau bangun!!! Jangan kau pura-pura tidur!!! Kalau kau masih melakukan drama ini aku akan mencium bibirmu lagi seperti saat kita pertama kali bertemu!!!", bisik Kevin pada telinga Dara.


Sontak saja Dara pun langsung segera terbangun dari tidurnya setelah mendengarkan ancaman dari Bos nya.


"Dasar tukang ancam!!! Bagaimana dia tahu!!! Menyebalkan!!!", gerutu batin Dara sembari menatap mata Bos nya dengan sinis.


"Kau kira aku bodoh, bisa di bohongi olehmu!!!", batin Kevin membalas tatapan mata asisten pribadinya.


Mereka berdua hanya saling menatap satu lain, hingga Ivan datang dan melerai ketegangan diantara mereka.


"Dara, kau sudah bangun???", tanya Ivan sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Dara.


Dara pun membalas senyuman Ivan dan mencoba meraih tangannya, namun seketika saja Kevin yang langsung meraih tangan Ivan hingga membuat wajah Dara menjadi masam lantaran kesal dengan sikap Bos nya itu.


"Kau tidak perlu repot-repot membantuku sobat, aku bisa bangun sendiri", ucap Kevin.


"Ah, kau ini!!! Aku ingin membantu wanita disampingmu!!!", ujar Ivan.


"Tidak perlu Aa Ivan, aku bisa bangun sendiri", ucap Dara sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Kau lihat sendirikan dia bisa bangun sendiri. Asisten pribadiku adalah wanita yang tangguh dan mandiri", ujar Kevin dengan senyuman tipisnya.


"Dasar berlebihan!!!", gumam Dara ketus.


"Hey apa yang barusan kau katakan???!!", tanya Kevin gemas.


"Sudahlah Kevin, kita tinggalkan saja Dara untuk berkemas karena pagi ini aku akan mengantarnya pulang ke kostannya!!!", ujar Ivan mengalihkan.


Mereka berdua pun pergi menuju ruang tamu untuk mengobrol sembari menunggu Dara selesai berkemas.


Selagi Dara berkemas disisi lain ia masih menerka-menerka dalam hatinya, apa yang semalam telah terjadi ketika ia tidur di samping Bos nya. Begitu juga dengan Kevin, ia masih merasa heran dan bingung kenapa Ivan dapat masuk kedalam apartemennya yang terkunci???


"Ivan lalu bagaimana kau dapat masuk ke dalam apartemenku???", tanya Kevin heran sembari duduk di sofa ruang tamu.


"Kalian berdua sangat ceroboh hingga pintu depan tidak di kunci", jawab Ivan sembari memegang ponselnya.


"Apa tidak dikunci..???!!", ucap Kevin terkejut.


"Benarkah, pintu apartemen ini tidak dikunci!!! Maaf Pak Kevin, semalam aku lupa mengunci pintunya", ucap Dara merasa bersalah.


"Dasar ceroboh, tapi sudahlah tidak perlu cemas karena keamanan apartemen milikku sudah terbukti. Tidak mungkin ada perampok yang berani masuk ke tempat ini", ucap Kevin.


"Yah tentu saja apartemenmu aman karena disetiap sudut ruangan terdapat CC TV", ucap Ivan.


"Apa CC TV..!!! Tidak..!!!", teriak Dara histeris.


"Ada apa Dara???", tanya Ivan bingung.


"Apa setiap sudut ruangan ada CC TV??? Lalu bagaimana di dalam kamar mandi???", ucap Dara panik.


"Dasar bodoh, mana mungkin di kamar mandi aku pasang CC TV???!! Apa aku sudah gila memasangnya disana!!!", ucap Kevin.


"Syukurlah, tapi jangan-jangan di hari itu Pak Kevin dapat melihat semua perbuatanku melalui CC TV???!! Mati aku!!!", batin Dara sembari memegang kepalanya.


Melihat respon Dara seperti seorang yang sedang frustasi, seakan membuat Ivan menjadi heran apa yang sebenarnya telah terjadi diantara mereka berdua.


"Dara apakah kau sedang sakit???", tanya Ivan cemas.


"Tidak, aku baik-baik saja!!!", jawab Dara tersenyum simpul.


"Pasti sekarang ini kau menjadi frustasi setelah kau tersadar bahwa aku sudah mengetahui apa yang telah kau lakukan di hari itu!!!", batin Kevin gemas.


Ivan hanya tersenyum simpul membalas senyuman Dara, akan tetapi Ivan masih menaruh rasa curiga terhadap identitas Dara yang sesungguhnya. Lantaran tampak oleh Ivan perban luka di punggung Kevin yang telah diganti oleh Dara, terlihat sangat rapih seperti seorang tenaga medis yang menggantikannya.


Setelah Dara selesai berkemas, Ivan pun mengajak Dara untuk pulang bersamanya. Akan tetapi tiba-tiba Kevin berubah pikiran tidak memberikan izin lantaran ia masih butuh bantuan Dara untuk merawat lukannya.


"Bukannya semalam kau mengizinkan Dara untuk pulang setelah selesai aku mengobati lukamu??? Kenapa pagi ini kau jadi berubah pikiran???", tanya Ivan heran.


"Yah setidaknya Nn. Dara bisa pulang siang hari nanti, aku yang akan mengantarnya pulang", ucap Kevin.


"Tidak bisa sobat.. Bukti seorang pria menepati janjinya adalah hanya dapat di lihat oleh wanita dari ucapannya saja. Benarkan Dara???", tanya Ivan.


"Iya tepat sekali", ucap Dara.


"Kalau aku tidak cepat-cepat pergi dari tempat ini, aku bisa dimakan olehnya hidup-hidup lantaran telah beraninya masuk kedalam ruangan kerjanya!!!", batin Dara.


"Aku ini seperti bukan Bos mu, karena kau lebih mengikuti perkataan Ivan dari pada aku!!! Dan aku rasa kau ingin mencoba melarikan diri dari segala perbuatanmu itu!!! Tidak semudah itu Nn. Dara, kau bisa lari dari dariku!!!", batin Kevin semakin gemas.


Akhirnya Dara dan Ivan pun pergi meninggalkan Kevin sendiri di apartemennya.


Di kesendiriannya Kevin jadi teringat dengan wajah Dara yang sedang tertidur disampingnya dan seketika Kevin jadi teringat akan perkataan almarhumah Nenek nya yang sudah meninggal dunia 8 bulan yang lalu.


Konon Neneknya pernah berkata bahwa suatu hari nanti Kevin akan dipertemukan dengan wanita yang layaknya seperti Dewi Penolong. Wanita yang selalu ada di samping Kevin ketika ia mengalami kesulitan dan dikemudian hari mereka akan dipersatukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan serta akan dikaruniai banyak anak.


"Nenek siapakah Dewi Penolong itu??? Apakah wanita yang Nenek maksud itu Viola???", tanya Kevin.


"Nanti kau pun akan mengetahuinya", jawab Nenek.


"Baiklah Nenek", ucap Kevin tersenyum sembari menggenggam tangan Neneknya.


"Nenek ingin sekali segera menimang cicit darimu Kevin", ucap Nenek tersenyum.


"Aku saja belum menikah Nek, jadi bagaimana Nenek bisa segera mempunyai cicit??? Karena tiada siapa pun wanita yang menginginkanku menjadi suami", ucap Kevin sembari membalas senyuman Nenek.


"Tidak mungkin tidak ada wanita yang tidak menyukai cucuku yang sangat tampan ini. Kevin bukalah hatimu dan buanglah jauh-jauh rasa angkuhmu itu", ucap Nenek.


"Maksud Nenek???", tanya Kevin.


"Nenek sangat mengetahuimu seperti apa??? Kau sangat keras kepala dan angkuh, tetapi walaupun demikian kau adalah pria lembut dan penyayang. Suatu hari nanti kau pasti akan segera bertemu dengan seseorang wanita terbaik yang akan selalu menjadi Dewi Penolongmu", ucap Nenek sembari memeluk Kevin.


Seakan semua kenangan dengan Nenek nya semasa hidup sangat terlintas jelas di benak Kevin hingga tidak sadar hatinya berkata..


"Nenek apakah Nn. Dara adalah Dewi Penolongku??? Begitu banyak peristiwa yang terjadi bersamanya beberapa hari ini dan dialah yang selalu menyelamatkanku", tanya batin Kevin.


Disaat Kevin sedang melamun seketika ponselnya berdering "Kring.. Kring.. Kring..", sehingga menyadarkan Kevin dari lamunannya dan ternyata yang meneleponnya adalah Ibunda Kevin.


"Sayang bagaimana kabarmu??? Bunda mencemaskan keadaanmu karena seharian ini kau tidak memberi kabar pada Bunda???", tanya Bunda cemas.


"Aku baik-baik saja Bunda, maaf sudah membuatmu menjadi cemas", jawab Kevin.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Oya sayang kau tidak lupakan dengan acara pertunangan Viola minggu malam???", tanya Bunda.


Sejenak Kevin terdiam mengingat perkataan Ibundanya, mengenai pertunangan Viola yakni mantan kekasihnya sendiri.


"Sayang.. Sayang.. Kevin, kau masih disana mendengar suara Bunda???!!", tanya Bunda..


"Iya Bunda, aku masih mendengarkanmu", jawab Kevin.


"Sayang kau tidak lupa dengan acara itu kan??? Tentunya Mala sudah mengingatkanmu, bukan???", tanya Bunda.


"Oh iya, Mala sudah mengingatkanku", ucap Kevin berbohong.


"Maaf ya Bunda, aku harus melakukan ini karena aku tidak ingin sampai kalian tahu tentang masalahku ini", ucap Kevin dalam hatinya.


"Sayang, Ayah dan Bunda tidak bisa datang ke acara pertunangan Viola karena kami ada undangan makan malam di Bandung, jadi sampaikan saja salam kami pada keluarga Viola ya", ucap Bunda.


"Bunda ada kepentingan apa datang ke Bandung??? Apakah ada sesuatu yang kalian rahasiakan dariku??? Bukankah pertunanganku dengan putri dari sahabat kalian sudah dibatalkan!!! Putri Tn. Darma yang telah melarikan diri sebelum malam pertunangan itu terlaksana", tanya Kevin curiga.


"Tidak ada sayang, mana mungkin Bunda melakukan hal itu padamu. Bukankah kau telah berjanji pada Bunda, pertunangan kalian hanya di tunda hingga putri dari Tn. Darma kembali???", jawab Bunda.


"Aku sampai lupa dengan janjiku sendiri, aku melakukan hal itu demimu Bunda", batin Kevin.


"Oya Kevin nanti kau datang kerumah ya, mama sudah menyiapkan hadiah untuk Viola", ucap Bunda.


Setelah pembicaraan mereka selesai via telepon. Kemudian Kevin pun mulai menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki kakak beradik Dewi dan Mala. Agar kesalahpahaman antara mereka segera menemui titik terang.


"Leo selidikilah Mala mantan sekretarisku dan Dewi mantan pegawaiku yang setahun lalu resign dari perusahaan. Aku ingin kau segera melapor jika sudah mendapatkan hasil dari penyelidikanmu", perintah Kevin via telepon.


"Baik Pak Kevin", jawab Leo via telepon.


Di sisi lain ternyata sepanjang perjalanan pulang menuju tempat kost, Dara hanya terdiam saja sehingga semakin membuat Ivan curiga padanya.


"Dara apakah kau sedang tidak sehat?", tanya Ivan.


'Tidak, aku hanya lelah dan butuh tidur saja", jawab Dara.


"Ok, beristirahatlah nanti kau disana. Aku tidak akan mengganggumu saat ini", batin Ivan.


Melihat Dara yang terlihat sangat lelah, membuat Ivan menjadi tidak tega bila menanyakan sesuatu hal lagi pada Dara. Sehingga Ivan pun mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu padanya..