![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Aku pergi untuk datang kembali!!! Karena aku ingin menuntaskan dendamku dengan Kevin Abraham", ujar Mala sembari tersenyum tipis..
"Jangan kau coba-coba mendekati Kevin!!! Selangkah kau datang mendekatinya, aku akan melenyapkanmu!!!", ancam Viola.
"Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu itu!!!", ujar Mala sembari menatap tajam Viola.
"Kau tidak akan pernah luput dari pengawasanku, Mala!!! Camkanlah itu!!!", ujar Viola sembari melangkah pergi meninggalkan apartemen Mala.
Di sisi lain seusainya Dara dan Ivan menemui dr. Winata, mereka berdua pun pergi menuju sebuah restoran. Disana mereka berdua pun saling berbincang-bincang dan bersenda gurau sembari menyantap hidangan yang sudah di siapkan oleh pelayan restoran.
"Perutku seakan sudah sangat gaduh menunggu makanan yang masuk!!! Ini bukan sarapan pagi tetapi makan pagi menjelang siang", ujar Ivan sembari terkekeh.
"Maafkan aku ya karena sarapan pagimu jadi tertunda", sesal Dara.
"Huh, hampir seharian bersamamu kenapa selalu saja yang terdengar perkataan maaf darimu!!! Oya setelah kita selesai makan, aku akan mengantarmu ke rumah sakit karena sore nanti aku akan kembali ke Pontianak", ucap Ivan sembari menyesap minumannya.
"Secepat itukah kau kembali kesana???!!", batin Dara terkejut.
"Kalau kau yang memintaku untuk tetap tinggal disini menemanimu, aku mungkin akan menunda kepulanganku ke Pontianak", batin Ivan penuh harap.
"Oh iya, baiklah. Terima kasih sebelumnya karena Aa Ivan telah membantuku. Tanpa bantuan darimu mungkin aku tidak mampu untuk menjalani semuanya ini. Ketika nanti Mas Kevin siuman aku akan menceritakan semuanya kepadanya", ucap Dara sembari tersenyum.
"Dara kau tidak perlu sungkan", ucap Ivan membalas senyuman Dara.
"Setelah pekerjaanku disana selesai aku akan mengambil cuti dan akan segera datang kembali ke Jakarta", batin Ivan.
Mereka berdua pun melanjutkan kembali menyantap makanan yang sudah tersaji diatas meja sembari sesekali berbincang-bincang bersama hingga hidangan mereka berdua habis disantap.
"Dara bagaimana dengan kasus kecelakaan Kevin apakah Polisi sudah menemukan titik terang pelaku tabrak lari itu???", tanya Ivan.
"Belum, akan tetapi aku telah meminta Polisi agar kasus ini tidak di expose ke media karena aku tidak ingin hal layak mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa suamiku", jawab Dara.
"Lalu apakah kau telah mencurigai seseorang??? Dan apakah Aldo sudah mengetahui tentang semua ini???", tanya Ivan penuh rasa penasaran.
"Aku sudah mencurigai seseorang dari pelaku tabrak lari itu dan aku sudah meminta agar anak buah dari Mas Kevin untuk menyelediki kecelakaan ini karena sebelum hal ini terjadi beberapa bulan sebelumnya peristiwa ini pun pernah terjadi pada kami akan tetapi saat itu kami masih selamat dari musibah naas ini. Aku mohon Aa Ivan jangan memberi tahukan tentang semua hal ini padanya karena siapa pun tidak ada yang mengetahui tentang kecelakaan yang dialami oleh Mas Kevin termasuk kedua orang tua kami", jawab Dara.
"Seharusnya salah satu dari mereka ada yang mengetahui tentang semua hal ini akan tetapi jika kau memintaku untuk merahasiakannya, baiklah aku akan memenuhi permintaanmu", ucap Ivan sembari tersenyum.
"Aa Ivan, aku mempunyai alasan besar untuk merahasiakan hal ini dari mereka semua", batin Dara.
"Oya, Dara apakah kau sudah selesai berkemas??? Aku akan mengantarmu ke rumah sakit sekarang, karena aku akan pergi ke bandara lebih awal untuk membeli tiket pesawat", ucap Ivan sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Ok, ayolah kita berangkat sekarang!!!", ujar Dara bersemangat sembari melangkah pergi.
"Tunggu dulu Dara!!! Kalau bisa setelah aku kembali ke Pontianak, kau jangan mengendarai mobilmu sendiri saat situasi hatimu seperti ini", pinta Ivan sembari menarik pergelangan tangan Dara.
Sontak saja langkah kaki Dara terhentak terhenti lantaran terkejut setelah apa yang dilakukan oleh Ivan terhadapnya, hingga membuat mereka berdua menjadi terdiam dan terlihat sangat canggung satu sama lain saat itu.
Disisi lain di rumah sakit, tepatnya di ruang ICU Kevin masih tetap terbaring lemah tak berdaya dengan berbagai alat-alat medis yang melekat pada tubuhnya. Disana dr. Winata hanya terkesima melihat penampilan Kevin yang masih tetap berkarismatik walaupun dalam keadaan tak sadarkan diri.
Ingatan dr. Winata pun kembali terkenang pada masa ia pertama kali bertemu dengan Kevin, dimana saat itu Ivan lah yang telah memperkenalkan mereka berdua saat reuni akbar SMU 3 tahun silam.
"Ternyata pria angkuh ini telah menemukan pasangan hidupnya. Pastinya wanita yang telah dipersunting olehnya menjadi istri adalah wanita yang sabar dan sekaligus bukan seorang wanita biasa yang dapat menaklukkan hatinya yang seperti bongkahan gunung es", batin dr. Winata.
"dr. Win!!! dr. Winata..!!!", tegur seorang Perawat.
"Hah, iya Suster!!!", ucap dr. Winata terkejut.
"dr. Win sedang melamun ya???!!, ujar Perawat sembari terkekeh.
"Hihihi..!!!", tawa dr. Winata.
"Semenjak pasien ini dirawat, semua Dokter wanita dan Suster jadi suka melamun saat melihatnya. Semua orang seperti tersihir olehnya. Tapi sangat disayangkan dia masih belum sadarkan diri", ujar Perawat.
"Pasien ku ini bukan sedang koma, tetapi dia sedang tertidur pulas. Tak akan lama lagi pasti dia akan segera siuman", gumam dr. Winata.
"Dalam keadaannya seperti ini saja, ketampanannya masih sangat terlihat jelas ya, Dok!!! Lalu bagaimana jika dia sudah siuman???!!", ucap Perawat.
"Saat dia siuman semua orang akan sangat terkesima dengan ketampanan yang dimilikinya", ujar dr. Winata.
"Sepertinya dr. Win yang sudah terkesima dengan pasien ini ya???!! Ingat loh Dok, ada dr. Tegar???!!", ujar Perawat sembari terkekeh.
"Tentu saja Sus, aku masih sangat mengingat tunanganku dr. Tegar", ucap dr. Winata tersenyum.
Disaat mereka berdua sedang berbincang-bincang, seketika saja ada salah satu Perawat yang datang menghampiri hingga menghentikan perbincangan diantara mereka berdua. Seseorang Perawat yang datang menghampiri mereka hendak bermaksud menyampaikan sesuatu hal bahwa ada seseorang wanita yang datang ingin membesuk Kevin, akan tetapi hal itu langsung segera di tolak oleh dr. Winata.
"Suster perintahkan Security ICU agar tidak mengizinkan siapapun yang datang membesuk pasien atas nama Tn. Kevin Abraham. Kasus tabrak lari pasien ini sedang diselidiki oleh Polisi, sehingga selain keluarga inti tidak ada siapapun yang diperbolehkan datang membesuknya", perintah dr. Winata.
Di luar ruang ICU terjadilah kegaduhan lantaran seseorang wanita yang ingin membesuk Kevin tidak di izinkan untuk masuk ke dalam ruangan ICU sehingga terjadilah perdebatan antara wanita itu dengan Security. Dan ternyata seorang wanita yang ingin membesuk Kevin tak lain adalah Viola.
Dengan perlakuan Security terhadap Viola seperti itu seakan membuatnya menjadi semakin geram lantaran usahanya datang ke rumah sakit hanyalah sia-sia saja tanpa ada hasil apapun.
"Berengsek!!! Ini semua karena wanita j*l*ng itu yang telah mengacaukan semua rencanaku!!!", gerutu Viola geram.
Viola pun mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya dan lalu segera menghubungi seseorang, yang diperintahkan untuk menyelediki segala tindak tanduk Mala serta semua yang akan di rencanakannya nanti.
"Kau tidak akan bisa lepas dariku Mala!!!", batin Viola.
Setelah keberangkatan Ivan menuju kembali ke Pontianak, Dara pun mengikuti saran yang diberikan oleh Ivan. Kali ini ia pergi ke rumah sakit di temani oleh Pak Ucup supir pribadi Kevin.
Setibanya di rumah sakit Dara pun segera datang menemui suaminya di dalam ruangan ICU. Syukurlah ketika Dara datang kesana Viola telah lebih dahulu pergi meninggalkan rumah sakit sehingga mereka berdua tidak saling bertemu.
Perlahan tapi pasti, Dara melangkahkan kedua kakinya menuju tempat suaminya yang masih terbaring lemah tak berdaya di ranjang ruang ICU. Senyuman yang awalnya merekah di bibir mungilnya seakan menghilang bak seperti kelopak bunga yang terhempas oleh angin, tak kala melihat suaminya yang masih belum sadarkan diri.
Nafas Dara terasa penuh sesak saat ia berusaha untuk meredam kesedihan didalam hatinya, namun ia tetap berusaha untuk tegar dan tersenyum walaupun sesungguhnya hatinya menangis.
"Mas Kevin, segeralah kau bangun???!! Aku berada disini untukmu, Mas Kevin. Kau tidak ingin membuatku menunggu seperti ini kan??? Tentu kau masih ingat ketika kau berpura-pura pinsan saat terjatuh dari ranjang???!! Kalau kau melakukan hal yang sama seperti saat itu, aku tidak akan segan-segan memarahimu saat ini juga!!!", ujar Dara sembari menggenggam erat tangan suaminya dan sekaligus menahan tangisannya.
Dengan hati besar Dara pun sangat meyakini bahwa suaminya akan segera siuman dan tanpa lelah ia pun terus berdoa serta memohon agar mukjizat dapat datang kembali untuk suaminya.
🌹🌹🌹
Di keesokan harinya ternyata Viola masih tetap sengaja datang berkunjung ke rumah sakit untuk menemui Kevin yang masih belum sadarkan diri. Pada akhirnya Dara dan Viola pun saling bertemu muka, akan tetapi mereka berdua hanya saling terdiam satu sama lain.
Tak ingin kegaduhan apapun muncul di antara mereka berdua, Dara pun lebih memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu dan menjauh dari Viola akan tetapi hal itu malah membuat Viola menjadi tak terima dengan perlakuannya yang seperti itu.
"Hey wanita angkuh!!! Jangan kau pura-pura tidak melihatku!!!", ujar Viola.
Awalnya Dara tak ingin menghiraukan perkataan dari mantan kekasih dari suaminya, akan tetapi perkataan ketus yang terlontar dari mulutnya seakan semakin lama membuat Dara menjadi tersulut emosi.
"Apa kepentinganmu datang ketempat ini???", tanya Dara sembari membalikkan tubuhnya ke arah Viola yang sedang berdiri di belakangnya.
"Kedatanganku ke tempat ini untuk menemui Kevin ku!!!", jawab Viola.
"Apa Kevin ku???!! Apakah aku tidak salah mendengarnya??? Pria yang kau sebut namanya itu adalah suamiku. Apa kau tidak mempunyai rasa malu sedikit pun datang kesini menemui seorang pria yang sudah beristri???!!", ujar Dara.
"Jaga ucapanmu!!!", ucap Viola dengan nada tinggi.
"Hah, seharusnya kau yang menjaga ucapanmu???!! Berani-beraninya kau berkata ingin menemui suamiku!!!", ujar Dara sembari menghampiri Viola.
Perdebatan diantara mereka berdua pun seakan kian memanas, hingga akhirnya membuat Security datang satu persatu menghampiri kegaduhan itu agar dapat melerai perdebatan diantara mereka berdua. Namun disaat yang bersamaan seketika saja dari kejauhan lorong ruangan ICU berada, terdengar suara teriakan seorang Perawat yang memanggil Dara agar segera masuk kedalam ruangan ICU untuk menemui Kevin yang mulai siuman. Tanpa membuang waktu Dara pun segera berlari pergi meninggalkan Viola disana setelah mendengar kabar gembira tersebut.
Dengan langkah cepat Dara pun segera pergi menemui suaminya sembari mengucapkan ribuan rasa syukur yang terus terlontar di dalam hatinya dengan segala mukjizat yang telah Allah SWT berikan untuk suaminya.
Langkah kakinya pun terhenti setelah ia berdiri tepat dihadapan ranjang tempat suaminya yang sedang terbaring, rasa haru dan bahagia seakan menjadi satu ketika ia melihat kedua netra suaminya yang telah terbuka serta menatap kearahnya.
"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.. Mas Kevin!!!", ujar Dara sembari menyetuh wajah suaminya.
Di saat yang bersamaan seketika saja sentuhan lembut tangan Dara dengan cepat langsung di tepis oleh Kevin hingga membuat Dara menjadi sangat terkejut dan sekaligus merasa heran dengan sikap dari suaminya itu.
"Mas Kevin!!! Ada apa??? Apakah ada sesuatu yang kau rasakan???", tanya Dara.
"Kenapa kau disini???", tanya balik Kevin dengan suara pelan.
"Aku berada disini untukmu, Mas Kevin!!!", ujar Dara.
"Aku tidak membutuhkanmu berada disini!!! Aku ingin bertemu dengan kedua orang tuaku dan Viola!!!", ucap Kevin dengan sedikit suara yang lebih tinggi.
"Viola!!!", gumam Dara.
"Tunggu apalagi, segera panggil mereka kesini!!! Aku ingin menemui mereka!!!", teriak Kevin.
"Mas Kevin, Ayah dan Bunda sekarang masih berada di Surabaya. Apakah kau tidak mengingatnya???", tanya Dara.
"Hah, kalau begitu segera panggil Viola sekarang!!! , bentak Kevin.
"Ta-tapi Mas Kevin!!!", ucap Dara tergagap.
"Hah, kau ini semakin tidak sopan!!! Memanggil namaku dengan sebutan Mas Kevin!!! Apakah kau sudah bosan bekerja di perusahaanku!!! Asisten pribadi!!!", ujar Kevin mulai geram.
"Asisten pribadi!!!", gumam Dara.