My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#14 : Identitas Dara



Melihat Dara yang terlihat sangat lelah, membuat Ivan menjadi tidak tega bila menanyakan sesuatu hal lagi pada Dara. Sehingga Ivan pun mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu padanya..


Di malam harinya Kevin kembali ke kediamannya, Ibundanya pun sudah menunggu lama untuk makan malam bersama.


"Sayang akhirnya kau sampai juga dirumah..", ucap Bunda sembari mencium kening Kevin.


Melihat anak tunggalnya yang kelelahan membuat Ibundanya menjadi cemas dengan kondisinya.


"Sayang lebih baik kau ambil cuti untuk beberapa hari dari semua kesibukan dan pekerjaanmu, biarkan Mala yang menangani semuanya", ucap Bunda.


"Tidak bisa Bunda, Mala sudah mengambil cuti lebih dahulu jadi semua pekerjaan sekarang aku yang tangani", ucap Kevin berbohong.


"Ok baiklah kalau begitu.. Tapi sekarang kau harus makan ini semua yang banyak", ucap Bunda sembari menuangkan nasi ke piring Kevin.


"Ok, Bun..", ucap Kevin tersenyum.


"Oya sepupumu Windy besok siang akan datang ke butik, dia ingin memilih gaun dan setelan jas untuk pesta, nanti kau bantu dia disana ya karena besok pagi-pagi sekali Bunda dan Ayah akan berangkat ke Bandung", ucap Bunda.


"Baik, Bun..", ucap Kevin.


Di saat mereka berdua sedang berbincang-bincang seketika Ayah Kevin pun datang dan duduk di tengah-tengah mereka. Melihat kedatangan Ayah nya kemudian Kevin segera menyelesaikan makan makanannya dan berlalu pergi meninggalkan meja makan..


"Bunda, aku ingin istirahat dulu di kamar. Masakan Bunda sangat lezat", ucap Kevin sembari mencium pipi Bundanya.


"Putra seperti apa kau.. Ayahmu datang tapi kau malah pergi, anak tidak memiliki sopan santun", ucap Ayah marah.


"Sudahlah Ayah, biarkan Kevin beristirahat, dia sangat terlihat lelah dan kurang sehat", ucap Bunda menenangkan.


"Kau terlalu memanjakannya, dia bisa jadi kurang ajar pada kita nanti", ucap Ayah.


"Sudahlah, sekarang Ayah makan dulu", ucap Bunda sembari menuangkan nasi dan lauk pauk di piring Ayah.


Hubungan antara Kevin dan Ayahnya 2 tahun belakangan ini menjadi kurang baik lantaran Ayahnya sendirilah yang telah menentang hubungannya dengan Viola sehingga Kevin lebih sering tinggal dan tidur di apartemennya dari pada pulang ke rumahnya sendiri. Kalau saja bukan permintaan dari Ibundanya mungkin Kevin lebih memilih dan untuk menetap tinggal di luar negeri.


🌹🌹🌹


Di keesokan paginya, di kostan Dara masih tertidur pulas di ranjangnya sehingga ponselnya yang berdering tidak di jawabnya. Ponselnya pun terus berdering sehingga lama kelamaan akhirnya dapat membangunkannya dari tidurnya.


Dara pun sejenak membuka kedua matanya dan setelah di lihat ternyata yang meneleponnya adalah Kevin, lalu tanpa berpikir panjang ia pun segera mematikan ponselnya.


"Apa sih maunya setiap hari selalu saja mengganggu. Apa dia tidak bisa memberikan aku ruang untuk bernafas???!! Belum juga 2 minggu aku berkerja disana tetapi terasa sudah ribuan tahun aku bekerja disana.. Bagaimana ini perjanjian kontrak kerja itu saja masih sangat lama!!! Aku bisa mati berdiri kalau punya Bos sepertinya!!!", ucap Dara sedih sekaligus kesal sembari menutup wajahnya dengan bantal.


Selang beberapa menit dari luar pintu kostannya pun terdengar suara ketukan pintu..


"Tok.. Tok.. Tok..".


Dara pun segera membuka pintu dan setelah di lihatnya ternyata yang datang bertamu adalah Tante Linda.


"Tante Linda!!!", ucap Dara terkejut.


"Anak gadis zaman sekarang kenapa sangat malas bangun pagi. Sudah pukul 11 baru bangun", ucap Tante Linda.


"Maaf Tante Linda, ada keperluan apa ya??? Aku kan sudah membayar Kostan jadi kalau pun ada kekurangan aku akan bayar bulan depan", tanya Dara heran.


"Bukan masalah kostan tetapi di luar sana ada seorang pemuda yang datang mencarimu, begitu bising suara klakson mobilnya hingga membuat semua orang terganggu" jawab Tante Linda.


Dara sangat tidak mengerti mengapa Tante Linda langsung memarahinya dan di tambah lagi, ia sangat terkejut setelah mengetahui ada seseorang pria yang datang mencarinya. Sehingga tanpa kata-kata Dara pun segera menutup pintu kamarnya dan akhirnya hal itu membuat Tante Linda menjadi sangat gusar dibuatnya..


"Hei.. Anak tidak sopan!!! Main tutup pintu saja, bulan depan lebih baik kau cari tempat kost yang lain saja!!!", teriak Tante Linda sangat geram.


"Maaf Tante Linda!!! Aku buru-buru ingin ke toilet, perutku sudah sangat sakit!!!", teriak Dara berbohong.


Kemudian Dara pun segera mengaktifkan kembali ponselnya, lalu tak seberapa lama masuklah pesan singkat dan ternyata benar dugaannya yang datang mencarinya adalah Bos nya.


"Kau jangan mencoba menghindar atau mematikan ponselmu, aku akan datang menemuimu!!!", ucap Kevin via pesan singkat.


"Ya Allah kenapa hidupku jadi tidak tenang seperti ini!!! Apa dosaku???!!", tanya Dara sedih..


"Apa karena aku pergi melarikan diri dari rumah tanpa pamit pada kedua orang tuaku sehingga kehidupanku jadi seperti ini??? Oh tidak!!! Ya Allah jangan hukum aku. Kalau saja perjodohan itu tidak terjadi, aku tidak akan pernah nekat melakukan hal segila ini", ucap dara menangis.


Dara terus pun bersedih, menangis dan berbicara pada dirinya sendiri hingga ia tidak sadar bahwa ponselnya berdering kembali. Beberapa kali ponselnya berdering, akan tetapi Dara masih belum juga mengangkat ponselnya.


Di luar sana ternyata sejak tadi Kevin sudah menunggu Dara agar segera mengangkat ponselnya, akan tetapi tetap saja ia tak kunjung menjawab panggilan masuk dari ponselnya hingga membuat Kevin semakin kesal.


"Kenapa teleponnya tidak diangkat juga!!! Apa yang sedang dia lakukan??? Huh, sangat menyebalkan si tukang tidur itu", ucap Kevin sangat kesal.


Kemudian Kevin pun keluar dari dalam mobilnya dan disaat yang bersamaan Ivan datang menghampirinya.


"Kau sedang apa disini???", tanya Ivan sembari menepuk bahu Kevin.


"Hii, Ivan.. Aku ada keperluan dengan Nn. Dara dan aku hanya ingin tahu bagaimana kondisinya setelah kau antar pulang kemarin???", tanya Kevin.


"Maksudnya kondisi siapa??? Aku???", tanya Ivan.


"... Kau sangat humoris Ivan", ucap singkat Kevin.


"Hahahaha.. Kau sangat kaku dan kikuk Kevin", ucap Ivan tertawa.


Ivan terus saja menggoda Kevin sehingga membuatnya menjadi jengkel. Dan disaat Kevin akan mulai melangkah pergi, Dara pun akhirnya datang menemui Kevin.


"Dara apa kau ingin pergi bersama Kevin???", tanya Ivan.


"Iya, Aa Ivan..", jawab Dara tersenyum.


"Ok sobat, kami pamit pergi dulu ya!!!", ucap Kevin sembari menepuk pundak Ivan.


"Permisi Aa Ivan!!!", ucap Dara sekaligus beranjak pergi meninggalkannya.


"Ok berhati-hatilah kalian di jalan", ucap Ivan.


Ivan hanya terdiam saat melihat kepergian mereka berdua. Padahal sesungguhnya di dalam hati Ivan, ia ingin sekali pergi bersama dengan Dara saat ia sedang libur seperti ini, akan tetapi ternyata Kevin telah mendahuluinya.


"Dara tadinya aku ingin sekali mengajakmu pergi menuju ke suatu tempat, akan tetapi ternyata Kevin lebih dahulu membawamu pergi", batin Ivan.


Dalam perjalanan, pikiran Dara seakan bergulat lantaran ia tidak tahu kemana tujuan Bos nya saat ini mengajaknya, yang jelas Dara hanya terdiam di dalam mobil karena ia masih sangat kesal dengan kesemena-menaan Bos nya.


"Nn. Dara apa kau sedang kurang sehat???", tanya Kevin khawatir.


"Iya, aku masih sangat lelah dan butuh istirahat dirumah", ucap Dara ketus.


"Ok, maafkan aku karena telah mengganggu istirahatmu. Aku akan mengantarmu pulang kembali..", ucap Kevin dengan wajah datar.


Mendengar jawaban Kevin, Dara malah menjadi bingung dan merasa tidak enak terhadap Bos nya. Akan tetapi Dara benar-benar tidak menyukai sikap Bos nya yang sangat semena-mena terhadapnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang??? Sepertinya dia marah padaku.. Menyebalkan!!!", batin Dara bingung.


Kevin pun akhirnya memutar balik mobilnya menuju kembali ke kostan Dara, akan tetapi tiba-tiba saja Dara meminta agar Kevin untuk segera menghentikan mobilnya.


"Stop Pak Kevin!!! Biar aku turun di sini saja", ucap Dara.


"Apa maksudmu??? Aku akan mengantarmu pulang", ucap Kevin.


"Tidak, aku bisa pulang sendiri!!!", ucap Dara dengan nada tinggi.


Mendengarkan hentakan dari asisten pribadinya seketika saja Kevin pun menghentikan mobilnya dan setelah itu segera membuka sabuk pengaman yang melekat padanya, lalu kemudian mendekatkan wajahnya tepat kehadapan Dara. Sontak saja Dara sangat terkejut melihat respon Bos nya seperti itu.


"Apa yang Pak Kevin ingin lakukan???!!", tanya Dara penuh rasa curiga.


"Apa yang aku inginkan??? Aku akan mengantarmu pulang jadi bersabarlah sebentar!!!", ucap Kevin tegas dengan kedua matanya yang membulat.


"Atau apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku??? Maka katakanlah apapun itu!!!", tanya Kevin kembali.


Situasi yang sangat tepat dan Dara pun tidak ingin membuang kesempatan yang sangat berharga ini. Lalu sembari menarik nafas panjang, ia pun mulai mencurahkan semua isi hatinya pada Bos nya.


"Asal kau tahu, aku sangat tidak menyukaimu. Kau sangat semena-mena, angkuh, berengsek dan apapun itu yang ada di dirimu semuanya sangat tidak baik dan sangat buruk!!!", teriak Dara berapi-api.


Melihat Dara yang sangat geram dan seakan mulai murka terhadapnya, Kevin hanya tersenyum pada Dara..


"Sudah selesaikah kau bicara, kalau sudah biarkan aku yang berbicara sekarang. Asal kau tahu, aku sangat menyukaimu. Kau sangat baik, cantik dan keibuan, apapun itu yang ada di dirimu semuanya sangat baik. Aku sangat menyukaimu..", ucap Kevin.


Mendengarkan semua perkataan Bos nya sejenak Dara menjadi terdiam dan tak lama ia pun berteriak dengan keras..


"Tiiidddaaakkkk..!!!", teriak Dara histeris.


Teriakan Dara yang sangat keras sehingga membuat Kevin sangat terkejut..


"Tidak.. Tidak ada apa-apa..", jawab Dara tersenyum dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


"Apakah kau sedang melamun di siang hari seperti ini???!!", tanya Kevin.


" Hihihi.. Tidak!!!", jawab Dara dengan tawa kecilnya..


"Lama-kelamaan aku bisa jadi gila karena selalu memikirkan hal yang tidak-tidak seperti ini!!!", batin Dara.


"Sepertinya kau masih sangat lelah, maafkan aku karena telah memaksamu untuk ikut pergi bersamaku", ucap Kevin tersenyum sembari perlahan menyentuh tangan Dara.


Setelah Kevin melepaskan tangannya dan berkata seperti itu, Dara tersadar ternyata semua itu hanya lamunannya saja sehingga ia menjadi sangat malu dengan perbuatannya sendiri.


"Syukurlah semua itu bukanlah kenyataan. Bagaimana aku tidak ikut pergi denganmu, ancamanmu itu sangat menakutkan..", ucap Dara dalam hatinya dan sembari mengingat perkataan Kevin via pesan singkat.


"Kalau kau tidak bersiap dan keluar dari kostanmu dalam waktu 30 menit, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti. Aku tidak pernah main-main atas perkataanku sendiri!!!", ancam Kevin.


Kevin pun melanjutkan kembali laju mobilnya hingga mereka sampai ke tempat tujuan yakni butik Ibunda Kevin.


"Pak Kevin kenapa kita datang ke tempat ini???", tanya Dara.


"Nanti juga kau akan tahu setelah kita masuk kedalam", jawab Kevin sembari keluar dari mobilnya.


Dengan rasa penasaran Dara pun masuk bersama Kevin kedalam butik. Begitu banyaknya pengunjung hingga Dara kesulitan berjalan mengikuti langkah Kevin yang berada di depannya. Namun seketika ada seseorang yang menggenggam tangan Dara dan kemudian menuntun langkahnya untuk berjalan melewati keramian tersebut, Dara pun sejenak menoleh dan ternyata setelah di lihat seseorang yang telah menggenggam tangannya adalah Kevin, Bos nya sendiri.


Jantung Dara seakan berdegup dengan kencangnya saat mengetahui Kevin yang mengenggam tangannya.. Dara hanya terdiam terpaku dan sepanjang perjalanannya Dara sangat terpana dengan ketampanan wajah Bos nya.


"Ternyata kalau di lihat dari dekat seperti ini, wajahmu semakin sangat tampan. Ya ampun apa yang barusan aku ucapkan??!!!", batin Dara.


"Nona maaf, tadi aku sudah memegang tanganmu!!! Tadi begitu ramai pengunjung jadi aku melakukannya", ujar Kevin tersenyum sembari melepaskan genggaman tangannya dan sekaligus menghentikan langkahnya.


"Oh, iya Pak Kevin!!!", jawab Dara.


"Huh, kau selalu saja melamun!!! Apa kau terpesona dengan ketampananku???", tanya Kevin.


"Lagi-lagi dia bisa menerka pikiranku!!! Tapi aku tidak habis pikir kenapa dia meminta maaf saat memegang tanganku, tetapi saat mencium bibirku dia malah menyuruhku untuk mengucapkan terima kasih!!! Dasar sakit jiwa!!!", gerutu batin Dara.


"Hey Nona, kau melamun lagi!!!", tegur Kevin dengan matanya yang membulat.


"Oh, tidak Pak Kevin!!!", jawab Dara gelagapan.


"Ya sudah, sekarang masuklah ke dalam!!!", ujar Kevin.


Kevin pun mulai membuka pintu ruangan Ibundanya yang saat ini sedang tidak berada di tempat. Sesaat setelah mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut seketika saja Dara tersandug lantaran hamparan karpet yang bergelombang hingga tanpa sengaja ia menabrakkan diri tepat pada Bos nya yang secara kebetulan sedang membalikkan tubuhnya ke kehadapan Dara.


Hal yang tidak diduga sebelumnya oleh mereka berdua, hingga tanpa sengaja mereka berdua pun saling bertabrakan satu sama lain. Lantaran terdorong oleh tubuh kevin terlihat Dara seperti ingin terjatuh, melihat akan hal itu tepat di depan matanya dengan sigap Kevin pun segera meraih tangan Dara dengan sangat kuat sehingga ia kembali terjatuh ke dalam pelukan Kevin.


Dengan insiden seperti itu mereka berdua pun sejenak hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain.. Kemudian tak lama seketika mereka berdua segera saling melepaskan diri ketika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan..


"Maaf Pak Kevin, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan Bapak", ucap pegawai butik.


"Oh iya, persilahkan saja masuk", ucap Kevin gugup..


"Baik Pak Kevin", ucap petugas butik dan kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Setelah petugas butik pergi, Kevin pun datang menghampiri Dara yang terdiam.


"Maafkan aku Nn. Dara, aku tidak bermaksud melakukan hal itu padamu", ucap Kevin.


"Seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku yang salah, telah ceroboh menabrakmu tadi", ucap Dara menyesal.


Perbincangan mereka berdua pun tiba-tiba terhenti setelah kedatangan seseorang wanita yang ingin bertemu dengan Kevin. Dan seketika Dara sangat terkejut saat melihat seseorang wanita yang langsung memeluk Kevin. Melihat hal itu Dara pun segera pergi meninggalkan mereka, akan tetapi langkah kakinya terhenti saat Kevin memanggilnya..


"Nn. Dara tolong bawakan kami minuman", perintah Kevin.


"Baik Pak Kevin", jawab Dara dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam benak Dara, ia mulai berpikir dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri siapa wanita yang memeluk Kevin, lantaran sebelumnya ia tidak pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya.


Saat Dara tengah mencari posisi pantry berada, sepertinya dari arah belakang ada seseorang yang terus mengikuti langkah kakinya akan tetapi ia tidak tahu siapa seseorang yang telah mengikutinya.


"Siapa yang telah mengikutiku???!!", tanya Dara cemas dalam hatinya..


Dara pun mulai memberanikan dirinya untuk menoleh ke arah belakang, mencari tahu siapa yang telah mengikutinya sejak tadi. Dan di saat Dara mengehentikan langkahnya dan mulai berbalik kearah belakang seketika saja ada seseorang yang datang menghampirinya, hingga membuat Dara sangat terkejut.


"Dokter Dara..!!! Ya ampun ternyata aku benar, kau Dara..", ucap seseorang wanita yang mengenakan hijab sekaligus memeluk Dara.


"Oh.. Tuhan ternyata kau windy..", ucap Dara terkejut dan membalas pelukannya.


Pertemuan yang tidak di duga oleh Dara sebelumnya, lantaran begitu lamanya ia tidak pernah bertemu dengan sahabatnya saat kuliah dulu. Tetapi Dara sangat bahagia karena akhirnya mereka bisa di pertemukan kembali.


"Aku sangat rindu denganmu Windy.. Aku sudah 2 bulan lebih tinggal di Jakarta dan berusaha mencari keberadaanmu disini akan tetapi sangat sulit menemukanmu di kota sebesar ini..", ucap Dara gembira.


"Maafkan aku ya, karena setelah aku kembali ke Jakarta ponselku hilang di curi oleh pencopet jadi semua kontak di ponselku telah hilang sehingga aku pun sama tidak bisa menghubungimu. Aku juga sama sangat merindukanmu!!!", ucap Windy dan memeluk Dara kembali.


"Kau sudah menikah Windy? Dan kau pun sedang hamil sekarang.. Apakah kau menikah dengan seseorang yang aku kenal saat kuliah dulu?", tanya Dara penasaran.


"Tidak, aku tidak berhasil mendapatkan hati dr. Ridwan, pada akhirnya aku menikah dengan sahabat sekaligus rekan sekantor Kakak sepupuku", jawab Windy tersenyum.


"Sudahlah Windy, berarti kau dan dr. Ridwan memang tidak berjodoh", ucap Dara


"Perkataanmu benar Dara.. Sudahlah lupakan saja semua itu. Tetapi tunggu, tunggu dulu.. Sekarang aku harus memanggilmu apa? Apakah aku harus memanggilmu dengan sebutan Ibu Dokter??", tanya Windy.


"Sttt.. Pelankan suaramu", Bisik Dara.


"Ada apa???", tanya Windy penasaran.


"Ya ampun aku hampir saja lupa. Sekarang aku harus segera membuat minuman untuk Pak Kevin dan tamunya, tetapi aku tidak tahu pantry ada dimana?", ucap Dara panik.


"Apa Pak Kevin??? Buat minuman???", tanya Windy heran.


"Sudahlah kau jangan banyak bertanya. Sekarang bantu aku dulu, nanti aku akan ceritakan padamu", ucap Dara sembari menarik tangan Windy.


Setelah Dara menemukan pantry, Dara pun segera membuatkan minuman untuk tamu Bos nya, tetapi Windy sudah sangat tidak sabar untuk mendengarkan semua cerita dari Dara, sahabatnya saat kuliah.


"Ayolah Dara ceritakan sekarang padaku, aku tidak mengerti kenapa kau ada disini dan membuat minuman??? Apa yang sudah terjadi padamu???", tanya Windy penasaran.


"Aku juga tidak tahu kenapa si berengsek itu mengajakku ketempat ini, yang jelas dia adalah Bos ku. Beberapa bulan sebelumnya aku pergi meninggalkan rumah karena kedua orang tuaku ingin menjodohkan aku dengan seseorang pria yang tidak pernah aku kenal. Aku pun belum menyelesaikan Tesis ku dan kehidupanku sekarang jadilah seperti ini. Hanya kau saja Windy yang tahu identitasku, aku berharap kau jangan menceritakan tentang semua hal ini kepada siapapun", jawab Dara.


"Baiklah aku tidak akan menceritakan pada siapapun. Lalu selanjutnya???", tanya Windy semakin penasaran.


"Aku tidak bisa bercerita banyak hari ini karena aku sedang bekerja, tetapi aku janji nanti dipertemuan berikutnya aku akan ceritakan semuanya padamu", jawab Dara.


"Oya Windy apa keperluanmu datang ketempat ini?", tanya kembali Dara.


"Aku akan menemui Mas Kevin sekaligus mengambil pesanan gaun dan setelan jas ku", jawab Windy.


"Apa Mas Kevin???!! Kenapa kau panggil si berengsek itu Mas???", tanya Dara sembari tertawa.


"Dia adalah kakak sepupuku. Kenapa kau memanggilnya si berengsek? Aku rasa dia tidak seperti itu", ucap Windy.


"Apa si berengsek itu, maksudnya Pak Kevin adalah sepupumu..???!! Ya ampun ternyata dunia ini sangat sempit.. Kenapa bisa kebetulan seperti ini!!!", ucap Dara tak percaya sembari memegang keningnya.


"Yah seperti itulah, semuanya bisa terjadi secara kebetulan seperti ini. Tetapi sungguh aku tidak mengerti kenapa kau bisa bekerja dengannya? Jelas-jelas kau seorang Dokter, yah walaupun kau belum menyelesaikan pendidikan S2 mu, setidaknya kau sudah menjadi Dokter umum. Lalu sepertinya kau sangat tidak menyukai sepupuku Mas Kevin dan terlihat sangat jelas kau sangat membencinya???!! Ada apa Dara dengan kalian berdua, apakah ada sesuatu yang sudah terjadi diantara kalian dan aku tidak mengetahuinya???!!", tanya Windy bingung..


"Pertanyaanmu sama seperti yang di tanyakan Aa Ivan..'", jawab Dara.


"Apa Aa Ivan??? Siapa dia???!!", tanya Windy semakin penasaran.


"Huh.. Terlalu panjang untuk di ceritakan, mungkin tidak cukup 1 jam untuk menceritakannya padamu. Tapi yang jelas sepupumu itu sangat berengsek, karena dari awal aku bertemu dengannya hingga sampai hari ini kehidupan dan masalahnya tidak jauh dari wanita. Asal kau tahu, baru saja ada seorang wanita cantik datang menemuinya dan langsung memeluknya, tetapi wanita ini berbeda dengan semua wanita yang pernah aku lihat sebelumnya", ucap Dara.


"Wanita??? Tidak mungkin Mas Kevin seperti itu", ucap Windy heran.


"Ya ampun, aku sampai lupa.. Kopinya sudah mulai dingin, aduh bagaimana ini..", ucap Dara panik dan segera berlari menuju ruangan Bos nya berada.


"Tunggu Dara..", teriak Windy dan ikut berjalan cepat mengejar Dara tanpa memperdulikan dirinya yang tengah hamil.


Mereka berdua pun berlari menuju suatu ruangan, akan tetapi langkah mereka seketika terhenti setelah mendengar ada suara gaduhan di dalam ruangan..


"Dara, kau jangan masuk dulu ke dalam!!!", perintah Windy sembari memegang dan menahan tangan Dara.


Dara pun akhirnya menghentikan langkahnya dan mengikuti apa yang telah di perintahkan olehWindy..