My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#35 : Aku, Dia Dan Mantan Kekasih



Di malam yang sedingin ini mereka berdua pun berikrar suci di bawah cahaya sinar rembulan. Seakan sang rembulan menjadi saksi akan kebahagiaan dari mereka berdua..


Hari-hari berlalu terasa begitu cepat hingga pernikahan mereka berdua sudah berjalan 2 bulan. Kehidupan yang sangat harmonis penuh dengan cinta dan kasih sayang diantara keduanya, namun kebahagiaan rumah tangga Dara dan Kevin seakan belum lengkap lantaran belum ada tanda-tanda kehamilan pada sang istri tercinta.


Begitu tak sabarnya Kevin menunggu saat itu, hingga setiap harinya ia selalu memperhatikan istrinya setiap kali bangun tidur..


"Selamat pagi sayang", ucap Kevin sembari mengecup kening istrinya.


"Selamat pagi juga sayang.. Hmmm, ada apa sayang???", tanya Dara heran.


"Sayang apakah kau merasa mual??? Atau sedikit pusing???", tanya Kevin dengan wajah yang terlihat serius.


"Ya Allah, sayang.. Aku tidak merasakan apapun, apalagi keduanya", jawab Dara.


Seakan wajah Kevin langsung berubah drastis setelah mendengarkan jawaban dari istrinya. Wajahnya sejenak merunduk sedih, hingga membuat Dara menjadi ikut terdiam.


"Sayang, sabar ya.. Kita menikah baru saja 2 bulan, mungkin belum waktunya aku hamil", ucap Dara sembari menyentuh wajah Kevin dengan lembut.


"Kau benar sayang, tetapi aku sangat yakin sebentar lagi kau akan segera hamil", ucap Kevin tersenyum sembari mencium perut istrinya.


"Aamiin Ya Allah..", jawab Dara ikut tersenyum dan membelai rambut suaminya.


Seusainya sarapan pagi, seperti biasa Dara membawakan beberapa berkas dan tas kecil milik suaminya sembari mengantarnya sampai ke teras depan rumah. Sebelum berangkat Dara pun mencium punggung tangan suaminya dan di balas dengan kecupan hangat yang mendarat di kening dan bibir istrinya tercinta.


Lambaian tangan Dara pun mengiringi keberangkatan Kevin menuju ke kantornya.


Setelah menikah dan berbulan madu, kini Dara tinggal di sebuah perumahan kecil dan sederhana, lantaran tidak ingin di kediamannya ia tinggal ada orang lain selain mereka berdua, sehingga semua pekerjaan rumah tangga pun Dara yang mengerjakannya.


Kemandirian Dara diperolehnya semenjak ia pergi meninggalkan rumah beberapa bulan silam dan kini ia pun telah pandai memasak berkat bantuan dari suaminya yang selalu mengajarinya memasak.


Setiap hari setelah semua pekerjaan rumah selesai Dara segera ke dapur untuk memasak makanan yang akan dibawa olehnya ke kantor Kevin.


Begitu bahagianya Dara dengan pernikahannya ini hingga ia tidak dapat mengungkapkan semua perasaan bahagianya itu dengan kata-kata.


Di saat Dara sedang memasak ponselnya pun berdering, di lihatnya panggilan masuk dari ponselnya dan sudah di pastikan yang meneleponnya adalah Windy. Dara pun segera mengangkat ponselnya sekaligus mematikan kompor, lalu kemudian beranjak duduk di meja makan untuk mendengarkan cerita dari sahabat dan sekaligus sepupu suaminya.


"Assalamualaikum..", ucap Windy.


"Wa'alaikumsalam", ucap Dara.


Rutinitas pagi Dara selain mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak adalah menerima video call dari Windy untuk mendengarkan semua ceritanya bersama bayi kecilnya. Setelah melahirkan sebulan yang lalu Windy dan Aldo tinggal menetap di Batam lantaran tugas yang diberikan oleh Kevin untuk memegang cabang perusahaan yang berada disana.


Jarak dan waktu seakan tidak dapat memisahkan mereka berdua, lantaran setiap hari mereka berdua akan selalu bergantian untuk saling menelepon,  akan tetapi perbincangan mereka hari tidak lama seperti biasanya dikarenakan hari ini Dara ada urusan akan pergi ke kantor Kevin lebih awal sebelum makan siang.


"Ok hati-hati Aunty Dara!!!", ucap Windy bersama bayi perempuannya.


"Bulan ini kau harus datang ke Jakarta ya, karena aku sangat rindu dengan Zeenea. Ok, terima kasih.. Bye baby Zee.. Muachhh!!!", ucap Dara dan menutup ponselnya.


Dengan cepat Dara segera memasukkan bekal makan siang Kevin ke wadah yang sudah disediakannya, lalu kemudian pergi ke kamarnya untuk berkemas diri.


Perjalanan yang sedikit tersendat sehingga mengharuskan Dara bersabar saat mengemudikan mobilnya. Dan dalam waktu kurang dari 1 jam akhirnya ia pun sampai di kantor Kevin.


Dalam perjalanannya menuju ke tempat parkir, ia hanya tersenyum saat melihat lokasi pertama kalinya ia bertemu dengan Kevin. Rasa kesal dan marah terhadap suaminya saat peristiwa silam itu terjadi seakan muncul dalam benaknya sehingga membuatnya menjadi teringat kembali dan ia pun mulai geram terhadap perbuatan suaminya di masa lalunya itu.


"Hmmm, Mas Kevin sangat konyol perbuatanmu saat itu. Awas saja kalau itu sampai terjadi pada wanita lain!!! Aku tidak akan segan-segan mencekikmu hidup-hidup!!!", gumam Dara terkekeh.


Sesampainya Dara di kantor Kevin, semua karyawan pun menyambutnya seperti biasanya, tapi kali ini Dara meminta kembali agar tidak ada keramaian atau penyambutan saat kedatangannya.


"Cukup ini untuk yang terakhir kalinya karena itu terlalu berlebihan dan membuatku menjadi sangat risih", pinta Dara.


"Baik Ibu Dara", jawab seluruh karyawan.


Dara pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke ruangan suaminya akan tetapi langkahnya terhenti setelah karyawan Kevin memanggilnya.


"Ibu Dara, Pak Kevin sedang ada tamu didalam", ucap Gita.


"Oh begitu, baiklah aku akan menunggunya disini. Terima kasih Gita", ucap Dara.


"Sama-sama Ibu Dara, permisi", ucap Gita.


Sudah 30 menit lamanya Dara menunggu suaminya di sofa yang sudah disediakan, namun seketika rasa cemasnya muncul saat mendengar dari dalam seperti ada suara gaduh wanita.


"Siapa tamu yang datang menemui Mas Kevin??? Kenapa ada suara wanita yang memaki suamiku???!!", tanya batin Dara.


Suara gaduh yang berasal dari dalam ruangan suaminya, semakin membuat Dara menjadi gusar hingga membuatnya penasaran ingin mengetahuinya lebih jauh. Tanpa pikir panjang Dara pun langsung masuk kedalam ruangan suaminya dan begitu syoknya Dara ketika melihat suaminya sedang berpelukan dengan wanita lain..


"Vi, Viola!!!", ucap Dara terkejut.


"Sayang!!! Tunggu kau salah faham Nona, ini semua tidak seperti yang kau lihat!!!", ucap Kevin sembari mendorong tubuh Viola menjauh darinya.


"Apa maksudmu Kevin???!!!", tanya Viola tercengang.


"Dari awal aku sudah mengatakan padamu Viola bahwa aku sudah menikah!!!", jawab Kevin.


"Tidak mungkin, aku tidak percaya dengan perkataanmu!!! Kau sedang membual Kevin", ucap Viola menampik.


Mendengarkan semua penjelasan dari Kevin semakin membuat hati Viola terpukul dan seakan tidak menerima semua kenyataan yang ada di hadapannya, hingga Viola ingin melukai Dara lantaran kesal dengan semua ini. Melihat hal itu Kevin tidak tinggal diam, ia pun segera meraih tubuh Dara dan segera memeluknya untuk melindunginya.


"Kevin, kau sangat jahat!!! Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, aku akan memperjuangkan cinta kita tapi kenapa kau menghianatiku dengan menikahi wanita berengsek seperti dia???!!!", maki Viola sembari menunjuk ke arah Dara yang berada di samping Kevin.


"Jaga mulutmu Viola!!! Seharusnya yang pantas dikatakan penghianat dan berengsek itu adalah kau Viola!!! Wanita disampingku yang telah menjadi istriku ini berhati mulia dari pada kau!!! Selama ini kau pikir aku tidak mengetahui semua penghianatan dan perselingkuhanmu dengan pria lain saat dibelakangku!!!", maki Kevin murka.


"Apa maksudmu!!! Kau menuduhku Kevin!!!", bantah Viola dan mulai menangis.


"Kau jangan mengelak Viola!!! Kau pikir aku bodoh tidak mengetahuinya!!! Aku tidak bodoh tidak mengetahui semua hal itu, akan tetapi aku sangat buta lantaran amat mencintaimu saat itu hingga semua keburukan itu aku anggap angin lalu walaupun aku merasakan begitu sakitnya hatiku tapi aku masih memaafkanmu dan mau menerimamu ketika itu", ucap Kevin geram.


Melihat suaminya yang sangat begitu murka terhadap mantan kekasihnya hingga semua masa lalu kisah cinta mereka berdua terungkap di depan mata Dara. Kesedihan Viola seakan semkin menjadi-jadi dan sedikit pun Dara tidak dapat berbuat apa-apa saat itu hingga bibirnya seakan terkunci rapat. Namun seketika Kevin meraih tangannya dan mengajaknya untuk pergi keluar meninggalkan ruangannya sekaligus meninggalkan Viola disana sendiri.


Entahlah suaminya akan mengajak Dara pergi kemana, tetapi yang jelas tampak di kedua matanya benar-benar menunjukkan bahwa betapa Kevin amat sangat mencintainya saat itu.


"Binar matamu tidak dapat di elakan, kau sangat begitu mencintainya Mas Kevin. Semoga aku bisa seberuntung itu sama sepertinya", batin Dara.


Terlihat suasana hati suaminya masih belum membaik, Dara pun mengajaknya pergi ke sebuah toko perlengkapan bayi. Sepanjang perjalanan menuju ke sana, Kevin hanya terdiam dan seakan enggan mengeluarkan suaranya..


"Sayang, kau baik-baik saja???", tanya Dara sembari memegang kendali mobilnya.


"Mas Kevin..!!! Apakah kau mendengarku???", tanya kembali Dara.


"Baiklah kalau begitu, aku akan fokus mengemudi saja", ucap Dara tersenyum dan sembari menyetuh tangannya yang dingin.


Sepertinya Kevin terdiam lantaran masih mengingat semua kejadian di ruangannya hingga semua perkataan istrinya tidak dapat membuatnya tersadar, namun sentuhan hangatnya seketika mampu menyadarkan Kevin dari lamunannya.


Disaat Dara mulai fokus mengemudi tiba-tiba saja Kevin menyandarkan kepalanya di bahu istrinya, hal itu seakan membuat Dara menjadi sangat terkejut dan ia pun segera meminggirkan kendaraannya ke pinggir jalan yang sepi.


"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud melakukan hal itu di depan matamu!!! Aku tidak menyangka setelah berbulan-bulan Viola kembali dalam kehidupanku dan semuanya itu terjadi begitu saja tanpa dapat aku kendalikan. Maukah kau memaafkanku sayang???", pinta Kevin sembari memeluk tubuh istrinya.


"Huh, aku tidak dapat berkata apa-apa saat melihat Mas Kevin bersama dengannya!!! Hatiku terasa amat sakit, Mas Kevin!!!", keluh Dara sembari menghela nafasnya.


"Apakah kau tidak mau memaafkanku???", tanya Kevin cemas sembari menatap mata istrinya dengan tatapan penuh penyesalan.


"Aku akan memaafkanmu, tapi ingat kau harus berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi!!!", ucap dara tersenyum.


"Baiklah, aku berjanji!!! Jika aku melanggarnya, aku siap akan menerima hukuman darimu", ucap Kevin tersenyum sembari memeluk istrinya.


"Terima kasih sayang, hatimu sangat mulia dan pemaaf!!!", batin Kevin.


"Oya sayang, kita akan pergi kemana???", tanya Kevin.


"Sayang, kau cukup duduk saja dengan tenang karena aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang pastinya kau akan sangat menyukainya", jawab Dara tersenyum dan mulai melajukan mobilnya.


Wajah Kevin pun seketika saja langsung berubah menjadi semakin ceria setelah Dara mengajaknya ke toko perlengkapan bayi.


"Sayang apakah kau sedang hamil???", tanya Kevin.


"Belum, aku belum hamil sayang. Tetapi jika nantinya aku hamil aku ingin membeli mainan ini", jawab Dara.


"Mainan jenis apa ini???", tanya Kevin heran.


"Ini mainan bayi yang jika di tekan tombolnya akan berbunyi", jawab Dara tersenyum.


"Hahahaha, lucu sekali bentuknya seperti mirip kuda ya!!!", ujar Kevin tertawan.


"Aduh, Mas Kevin!!! Ini memang mainan yang berbentuk kuda!!!", ucap Dara tertawa sembari menutup wajahnya.


"Apa yang kau lakukan, kenapa wajah cantikmu kau tutup. Apakah suamimu sebodoh itu tidak mengetahui ini??? Aku hanya menggodamu saja sayang. Apapun yang kau inginkan dan kau pinta, selama aku mampu aku akan mewujudkannya", ucap Kevin sembari meraih tubuh Dara.


Dan disaat Kevin akan mencoba untuk mencium istrinya seketika saja pegawai toko datang mengejutkan Kevin hingga membuatnya menjadi malu dengan wajah memerah. Melihat hal itu Dara hanya tersenyum simpul sembari menggenggam tangan suaminya.


Kini gurat kebahagiaan telah terpancar kembali pada wajah Kevin, namun hati Dara masih merasakan hal yang mengganjal semenjak melihat kehadiran Viola di tengah kehidupan rumah tangga mereka berdua. Dara pun berusaha untuk menampik dan membuang firasat buruknya akan biduk rumah tangganya di kemudian hari.


"Semoga ini hanya perasaanku saja dan semua ini tidak memiliki makna apapun", batin Dara berharap.


Di malam harinya sebelum mereka beranjak tidur, Kevin pun menghampiri Dara yang sedang terduduk di depan meja rias sembari mengenakan cream malam diwajahnya. Tampak gerak-gerik suaminya yang terlihat aneh hingga membuat Dara menjadi risih.


"Mas Kevin ada apa??? Apa kau butuh sesuatu??? Jika iya, setelah aku selesai mengenakan cream ini aku akan mengambilnya", ujar Dara.


"Tidak sayang, aku tidak membutuhkan apapun tetapi aku ingin mengungkap perasaanku tentang Viola padamu", ucap Kevin dengan wajah serius.


"Deg..!!!".


Jantung Dara semakin berdetak cepat setelah mendengar perkataan dari suaminya, apa lagi ia ingin mengungkapkan perasaannya Tetang mantan kekasihnya yakni Viola yang telah datang kembali di dalam kehidupannya.


"Ungkapan perasaan apa yang ingin kau sampaikan kepadaku, Mas??? Apakah kau masih mempunyai perasaan terhadap mantan kekasihmu???!! Ya Allah, apakah aku siap mendengarkan semua perkataan suamiku nanti!!!", lirih batin Dara.


...Hiii Reader bagaimana cerita Dara dan Kevin di episode 35 ini??? Jangan lupa untuk follow, vote dan comment agar Author semakin bersemangat buat ceritanya....


...Terima kasih.....