![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Hey Nona, apa yang telah kau lakukan tadi pagi di ruang kerjaku???", tanya Kevin penuh rasa curiga.
"Maksudnya Pak Kevin apa ya???!!", tanya Dara mengelak.
"Apakah karena hal itu aku di perintahkan olehnya untuk datang ke sini???!! Mati aku!!! Tapi bagaimana dia bisa tahu???", batin Dara bingung.
"Janganlah kau coba mengelak atau pura-pura tidak tahu!!!", ucap Kevin geram dengan kedua matanya yang membulat.
Mulut Dara seakan bungkam, tidak sepatah kata pun ia menjawab pertanyaan Bos nya. Disaat yang bersamaan seketika saja lampu di pantry padam, sontak saja Dara terkejut dan berteriak histeris..
"Akh..!!!!".
Begitu ketakutannya Dara hingga ia seketika langsung memeluk Kevin yang kebetulan tepat berada disampingnya dan Kevin pun sangat terkejut saat Dara memeluknya dengan erat.
"Tolong aku!!!", ucap Dara ketakutan dan tetap memeluk kevin..
"Tenang Nona, aku ada didekatmu..", ucap Kevin menenangkan Dara sekaligus menepuk punggung Dara perlahan-lahan.
Kemudian Kevin segera mengambil ponsel yang ada disaku celananya, sekaligus langsung menghidupkan senter di ponselnya dan seketika rasa cemas Dara pun sedikit mereda.
"Nona apakah kau lebih baik???", tanya Kevin.
Dara hanya terdiam dan tidak menjawab sedikit pun pertanyaan Kevin dengan posisinya yang sama masih memeluk Bos nya.
Selang beberapa menit lampu pantry pun terang kembali dan semua ruangan menjadi terang sekarang. Seketika Dara tersadar bahwa ia sedang memeluk Kevin yang tidak lain adalah Bos nya sendiri, kemudian Dara pun segera melepaskan pelukannya.
"..Maaf Pak Kevin karena aku telah lancang melakukan hal ini..", sesal Dara dengan menundukkan wajahnya.
"Tidak apa-apa, tapi bagaimana dengan keadaanmu saat ini Nn. Dara?", tanya Kevin khawatir.
"Aku baik-baik saja Pak Kevin, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan", jawab Dara.
Disaat mereka berdua sedang berbicara, datanglah seorang security dan meminta maaf pada Kevin atas kelalaiannya mematikan semua lampu kantor.
"Maaf Pak Kevin, saya tidak tahu kalau Bapak belum pulang dan masih berada disini", sesal Security.
"Baiklah, lain kali anda harus lebih teliti lagi saat bekerja", ucap Kevin.
Kemudian setelah Security pergi, Dara pun segera pamit pada Kevin untuk pergi ke toilet dengan wajah memerah.
Di dalam toilet Dara hanya terdiam sembari memandang wajahnya di depan cermin.
"Apa yang tadi aku lakukan??? Aku memeluknya.. Ya ampun Dara sangat memalukan!!! Kenapa itu terjadi???", ucap Dara sembari menepuk-nepuk wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah Dara pergi ke toilet, Kevin pun pergi ke ruangannya dengan membawa 2 cangkir kopi yang sudah dibuatnya. Disana ia hanya terdiam dan kemudian ia teringat tentang sesuatu hal yang dikatakan oleh anak buahnya saat tadi siang.
"Pak Kevin semua teror yang terjadi pada Bapak selama setahun terakhir ini, pelakunya adalah orang yang sama. Dari awal penyelidikan saya tetap pada pendiriannya saya, dialah pelakunya dan juga termasuk kejadian yang terjadi pada Pak Kevin pagi hari tadi", ucap anak buahnya.
"Entahlah apa motif dan tujuannya yang terus menterorku dengan berbagai cara, hingga sampai ingin membunuhku", ucap Kevin.
"Kenapa Pak Kevin tidak melaporkan hal ini pada Polisi? Mungkin akan lebih mudah untuk mengetahui apa motif dari pelaku", ucap anak buahnya.
"Aku tidak ingin sampai publik dan kedua orang tuaku tahu masalah ini, aku ingin menyelesaikan masalahku ini dengan caraku sendiri", ucap Kevin.
Disana Kevin masih duduk terdiam serta memikirkan semua perkataan anak buahnya, namun seketika terdengar seperti langkah kaki seseorang yang datang mengendap-ngendap menuju ruangannya. Semakin lama semakin dekat terdengar suara langkah kakinya, lalu kemudian Kevin pun segera bersembunyi.
Ternyata benar dugaan Kevin ada seseorang yang mengenakan jubah hitam yang datang ke ruangannya. Dari kejauhan Kevin memperhatikan gerak-gerik seseorang yang berada di balik jubah hitam tersebut, sepertinya Kevin sudah mengenali sosok di balik jubah hitam tersebut. Setelah dilihat secara seksama ternyata dia adalah seorang wanita yang sangat ia kenali..
Dari persembunyiannya Kevin terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu, terlihat ia sedang mengambil sesuatu dari saku celananya dan ternyata ia mengeluarkan anting-anting dan sebungkus serbuk putih yang kemudian serbuk putih tersebut di taruhnya ke dalam salah 1 cangkir kopi yang diletakkan di atas meja. Setelah diaduk olehnya kopi itu, lantas ia menaruhnya tepat di atas meja Kevin.
"Berengsek dia ingin kembali mencoba meracuniku. Ternyata apa yang aku duga benar, dia ingin memfitnah seseorang dengan cara yang keji ini. Anting-anting yang ia letakan sengaja akan di jadikannya sebagai barang bukti kalau pemilik anting itu adalah orang yang melakukan semua kejahatan ini. Tidak bisa aku biarkan semua perbuatannya ini", ucap Kevin dalamnya hatinya.
Di saat seseorang wanita berjubah hitam itu akan pergi meninggalkan ruangan, Kevin pun segera keluar dari persembunyiannya dan mengejutkan seseorang wanita berjubah hitam itu.
"Tunggu Nn. Nirmala, apa yang sedang kau lakukan???", tanya Kevin.
Seseorang wanita berjubah hitam itu pun menghentikan langkah kakinya dan membalikan badannya kehadapan Kevin dan ternyata dugaan Kevin sangat benar, seseorang dibalik jubah hitam itu adalah Nirmala alias Sekretaris Mala.
"Oh.. Rupanya Pak Kevin Abraham yang terhormat sudah mengetahuinya", ucap Mala sekaligus membuka jubah hitamnya.
"Sesungguhnya aku sudah mengetahuinya sejak awal saat kau pertama kalinya menterorku dengan hadiah yang kau kirim setahun yang lalu", ucap Kevin.
"Oh.. Bagus sekali.. Lalu bagaimana hadiah yang kukirim berisi bangkai binatang itu, sangat tepat untuk kepribadianmu yang berengsek bukan???", tanya Mala tertawa.
"Hadiah apa yang kau kirimkan itu adalah cerminan dari kepribadianmu.. Kurasa sudah cukup jelas untuk membuktikan siapa kau yang sebenarnya", ucap Kevin.
"Jaga ucapanmu Kevin..!!!", teriak Mala.
"Aku tidak mengira ternyata Nn. Mala yang terlihat sopan, ramah dan lembut memiliki kepribadian yang seperti ini. Apa tujuanmu dengan semua yang kau lakukan itu???!!", tanya Kevin.
"Haruskah aku menjelaskan itu semua padamu? Kurasa kau sudah mengetahuinya alasanku, semua ini aku lakukan karena Kahyang Dewi. Tentunya kau mengingatnya bukan?? Dewi itu adalah Kakakku satu-satunya yang telah meninggal karenamu Kevin", ucap Mala menangis.
"Apa Khayang Dewi??? Dewi..", ucap Kevin terkejut.
"Iya Dewi, seseorang wanita polos yang kau perdaya hingga ia putus asa dan mati Bunuh diri", teriak Mala kesal.
"Apa maksudmu? Dewi sudah meninggal dunia???", tanya Kevin sangat terkejut.
"Jangan coba-coba kau mengelak atau berpura-pura tidak tahu, semua ini terjadi atas perbuatanmu", ucap Mala.
"Setahun lalu setelah kita meeting di sebuah cafe, aku pergi meninggalkan cafe sendiri tanpa Dewi bersamaku. Aku masih sangat mengingatnya karena selang 3 hari kemudian Dewi mengundurkan diri dari perusahaan tanpa alasan yang jelas dan selanjutnya ia menghilang bagai di telan bumi..", ucap Kevin.
"Jangan kau mengarang cerita seenakmu.. Aku tahu kau punya jabatan dan kaya raya tetapi kau sangat angkuh dan busuk tidak punya hati, setelah kau memperoleh kegadisan kakakku dengan mudahnya kau meninggalkannya.. Dasar berengsek..!!!", bentak Mala dan memukul wajah Kevin.
Dara tidak mengerti ada masalah apa diantara mereka berdua sehingga terjadi kegaduhan seperti ini. Terlihat Mala semakin kesal dan emosi hingga ingin memukul Kevin dengan vas bunga yang ada di mejanya, spontan melihat situasi seperti itu Dara segera berlari ke arah Kevin agar vas bunga yang akan menghantamnya tidak mengenainya.
"Hentikan Kak Mala..!!!", teriak Dara sembari menghalangi langkah Mala.
"Minggir Dara!!! Atau vas bunga ini akan mengenaimu. Kau tidak tahu siapa orang ini, dia adalah pria berengsek yang suka memperdaya wanita. Suatu hari kau pun akan tahu siapa dia yang sebenarnya dan hari ini aku sudah memperingatkanmu..", ucap Mala.
"Aku tidak tahu kalian ada masalah apa, tapi yang jelas kita bisa bicarakan hal ini baik-baik dengan kepala dingin", ucap Dara.
"Nn. Dara menjauhlah dari sini, ini sangat berbahaya", ucap Kevin mengingatkan.
Sedikit pun perkataan Kevin tidak Dara hiraukan, malah Dara tetap tidak mau beranjak dari sana. Maksud Dara hendak membuat Mala tenang dan melerai kegaduhan ini, akan tetapi malah sebaliknya Mala semakin murka dan gelap mata hingga ia tetap mengarahkan vas bunga yang dipegangnya ke arah Dara. Disaat yang tepat Kevin segera meraih tubuh Dara hingga ia terjatuh dalam dekapan Kevin. Dara pun selamat tidak terluka sedikitpun pun, namun karena ingin menyelamatkan Dara akhirnya Kevin lah yang terluka akibat terkena hantaman keras dari vas bunga.
"Prraaankkk..!!!".
Darah pun mengalir dari punggung Kevin, hingga membuat Dara sangat terkejut melihatnya.
"Ya ampun Pak Kevin kau terluka!!!", jerit Dara terkejut.
Mendengarkan jeritan Dara, Mala hanya terdiam dan ia mulai mundur secara perlahan-lahan dari tempat itu dan tak lama Mala pun berlari pergi meninggalkan mereka berdua disana.
"Kak Mala, kau mau pergi kemana??? Kau harus bertanggung jawab atas segala perbuatanmu pada Pak Kevin..", teriak Dara.
"Nn. Dara sudahlah biarkan saja dia pergi, nanti akan aku selidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Dewi setahun yang lalu", ucap Kevin sembari menahan sakit.
"Baiklah lah Pak, tapi kita harus segera ke rumah sakit untuk mengobati lukamu ini", ucap Dara cemas.
"Permasalahannya akan menjadi sangat rumit jika pihak rumah sakit melihat luka ini terjadi akibat tindakan kekerasa seseorang. Kita tidak perlu pergi ke rumah sakit, sekarang kita pulang ke apartemenku saja. Sahabatku akan datang kesana untuk mengobati lukaku", ucap Kevin.
Dara pun segera menutup luka Kevin dengan jasnya agar saat perjalanan menuju ke tempat parkir Security tidak melihat luka yang ada di tubuh Kevin.
Perlahan mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan Kevin dan di saat mereka berjalan melewati petugas Security, seketika saja langkah mereka terhenti lantaran seseorang Security memanggil Kevin.
"Selamat malam Pak Kevin, maaf mengganggu perjalanannya Pak. Saya mau memberikan titipan dari Sekretaris Mala", ucap Security sembari menyerahkan sebuah kotak kecil pada Kevin.
Dara pun bergegas mengambil kotak kecil itu dan kemudian setelah itu segera melanjutkan perjalanan kembali menuju parkiran mobil, akan tetapi tiba-tiba saja Kevin terlihat sempoyongan seperti ingin terjatuh saat berjalan, lalu Dara pun segera meraih tubuh Kevin dan melingkarkan lengannya ke pinggang Kevin.
Kevin sejenak terdiam sembari menatap wajah Dara malu-malu, lantaran terhentak terkejut dengan perlakuan asisten pribadinya seperti ini terhadapnya.
"Pak Kevin apa baik-baik saja???", tanya Dara cemas.
"Aku baik-baik saja. Sudahlah lepaskan, aku bisa berjalan sendiri", ucap Kevin.
"Jangan angkuh Pak Kevin, kau diperlukan seperti ini olehku tidak akan menurunkan harga dirimu..", ucap Dara tersenyum.
"Kau mengolok-olokku Nn. Dara..???!!", tanya Kevin kesal.
"Tidak Pak Kevin, mana mungkina aku melakukan itu pada Bos ku sendiri", ucap Dara menahan tawa.
"Lalu mengapa kau tertawa???", tanya kembali Kevin.
Dara hanya terdiam, saat Kevin kembali bertanya padanya hingga mereka berdua tiba di parkiran mobil.
"Pak Kevin mana kunci mobilmu???", tanya Dara.
"Apakah kau yang akan mengemudikan mobilku???", tanya balik Kevin.
"Tentu saja Pak, karena tidak ada siapapun selain aku disini", jawab Dara.
"Lebih baik aku sendiri yang mengemudikannya", ucap Kevin dan menggenggam kunci mobilnya.
"Kau sangat keras kepala sekali Pak Kevin, kali ini aku akan lebih berhati-hati lagi saat mengemudi nanti", ucap Dara sembari merebut paksa kunci mobil yang di pegang oleh Kevin.
Dengan pasrah Kevin pun mengalah memberikan kunci mobilnya pada asisten pribadinya. Perlahan Dara membuka pintu mobil dan mempersilahkan Bos nya untuk masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Setelah mereka berdua berada di dalam mobil, sejenak Kevin jadi merasa heran lantaran Dara masih saja terdiam memegang stir mobil tanpa memulai untuk mengemudikan mobil..
"Apa yang sedang kau tunggu Nn. Dara, kenapa kita tidak jalan sekarang?", tanya Kevin bingung.
Terulang kembali, lagi-lagi Dara tetap terdiam tanpa menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Kevin. Yang ada Dara malah mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kevin, sejenak mereka saling bertatapan dan seketika jantung Kevin berdegup dengan kencangnya karena perlakuan Dara kepadanya seperti ini.
"Apa yang ingin kau lakukan padaku???",tanya Kevin penuh rasa curiga.
"Aku hanya ingin memasangkan sabuk pengaman ini saja Pak Kevin..", ucap Dara dan memasangkannya.
"Terima kasih Nn. Dara..", ucap Kevin dengan wajah memerah..
"Sama-sama Pak.. Ya ampun wajah Pak Kevin kenapa jadi memerah begini..???", ucap Dara sembari memegang wajah Kevin dan mendekatkan wajahnya.
Dara terlihat menatap wajah Kevin dengan teramat dalam hingga membuat Kevin menjadi semakin salah tingkah.. Semakin lama, semakin jelas wajah Dara terlihat sangat cantik dan mempesona di hadapan Kevin walaupun hari ini ia tidak mengenakan riasanya, ditambah lagi dengan bibir merah mudanya yang merekah semakin membuat jantung Kevin berdegup dengan sangat kencang saat memandangnya. Mereka berdua pun saling memandang satu sama lain dan wajah mereka saling berhadapan, semakin lama seakan-akan bibir Dara semakin menggoda Kevin dan ingin rasanya Kevin mengecup bibirnya kembali..
"Pak Kevin.. Pak Kevin.. Apa Bapak baik-baik saja??? Aku sudah selesai memasangkan sabuk pengaman Pak Kevin jadi kita bisa berangkat sekarang", ucap Dara.
Mendengarkan perkataan Dara spontan Kevin sangat terkejut dan tersadar ternyata itu hanya lamunannya saja.
"Iya Nn. Dara, aku baik-baik saja..", jawab Kevin terkejut dan gelagapan.
"Baiklah..", ucap Dara.
"Apa yang terjadi padaku???!! Kenapa pikiranku jadi kacau begini???! Sepertinya lukaku terlalu banyak mengeluarkan darah hingga membuatku jadi seperti ini..", ucap Kevin tersenyum dalam hatinya.
Di saat perjalanan menuju ke apartemen, sesekali Dara melirik ke arah Kevin dan terlihat sangat murung seperti memikirkan sesuatu.
"Entahlah apa yang sebenarnya terjadi di antara Pak Kevin, Kak Mala dan Dewi???? Aku hanya orang baru yang masuk di kehidupan mereka", tanya Dara dalam hatinya..