![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Akan tetapi tidak ada siapapun yang menjawab pertanyaannya sehingga amarah Dara yang tadinya sudah meredam kini mulai muncul kembali dan seakan semakin membuat Dara menjadi sangat semakin geram..
Entahlah siapa yang datang bertamu di saat suasana hati Dara seperti ini.
"Hmmm, siapa sih yang datang.. Tidak tahu apa kalau aku lagi sangat kesal", gumam Dara.
"Tok.. Tok.. Tok..".
"Iya, iya tunggu!!! Ih tidak sa..!!!".
Belum selesai Dara berkata, akan tetapi seketika bibirnya langsung terkatup setelah terkejut saat membuka pintu ternyata yang datang bertamu adalah Tante Linda pemilik kostan yang saat ini Dara tempati.
"Dara..!!! Ingat ya bulan ini kau harus membayar kostan, jadi kau harus bayar 2 bulan sekaligus. Tante tidak mau kalau kau sampai menunggak lagi pembayaran???", teriak Tante Linda.
"Iya Tante Linda, aku pasti akan membayarnya tapi jangan berteriak-teriak seperti ini donk Tante, malu kalau sampai terdengar oleh yang lainnya", ucap Dara memelankan suaranya.
"Biar, biar saja yang lain dengar. Biar semuanya tahu, agar nantinya kau tidak akan lagi menunggak pembayaran kostan", teriak kembali Tante Linda..
"Ya Allah, nih Tante Linda tadi pagi habis sarapan cabe kali ya!!! Ih galak banget sih!!!", batin Dara.
Tak seberapa lama kemudian datanglah seorang pria tampan bertubuh tinggi, berhidung mancung dan berkulit kecoklatan datang membujuk Tante Linda yang tidak lain adalah Ivan keponakan dari Tante Linda.
"Tante sudah ya, mari kita pulang ke rumah yuk!!! Malu kalau di dengar oleh yang lain. Bagaimana kalau nanti malam kita pergi makan kari kambing kesukaan Tante???", ajak Ivan merayu Tantenya.
"Ok baiklah, ayo kita pulang ke rumah. Keponakan Tante yang ganteng tau aja deh apa yang Tante inginkan", ucap Tante Linda manja sembari mencubit pipi keponakannya.
Dara pun hanya tersenyum simpul saat melihat perlakuan Tante Linda terhadap keponakannya.
"Syukurlah dr. Ivan datang tepat waktu, jadi aku tidak diceramahi lagi oleh Tante Linda yang sangat cerewet itu!!!", batin Dara sembari mengelus dadanya.
Entahlah kenapa sepanjang malam ini Dara tidak dapat memejamkan matanya.. Sepertinya hal ini terjadi lantaran lagi-lagi ia masih mengingat kejadian siang tadi di tempat parkir.
"Ya ampun, kenapa sih pikiranku selalu saja teringat pada wajah si Berengsek itu yang sudah menciumku??? Kenapa harus dia??? Kenapa bukan suami atau orang yang aku sukai!!! Yah setidaknya pria seperti dr. Ivan.. Hiks, hiks, hiks..!!!" gerutu Dara sedih sembari menutupi wajahnya dengan bantal.
🌹🌹🌹
Pagi menyapa bumi dengan pancaran sinar mentari yang sangat indah, namun Dara masih tetap tertidur pulas di ranjangnya. Hingga ponselnya yang terus menerus berdering tak kunjung ia angkat.
"Kring.. Kring.. Kring..".
Dara masih tertidur lelap lantaran sepanjang malam ia tidak bisa memejamkan kedua matanya, sehingga suara dering ponselnya pun tidak juga dapat membangunkannya dari tidur.
Setelah terbangunnya Dara dari tidur panjangnya, Dara pun mulai mencari-cari keberadaan ponselnya dan di saat ia membuka ponselnya ia pun sangat terkejut ketika melihat 3 panggilan tidak terjawab di ponselnya.
"Ya ampun siapa yang meneleponku??? Hah, apa sudah jam 10 pagi!!!", ucap Dara sangat terkejut, dan sontak saja ia pun langsung lompat dari ranjangnya.
"Dasar bodoh.. Kenapa bisa aku tidak mendengar dering ponselku sendiri??? Siapa yang meneleponku??? Apakah ini nomor telepon dari sebuah perusahaan??? Bodohnya aku!!! Ayolah telepon kembali. Ayolah..!!!", ucap Dara sangat berharap.
"Ok baiklah, aku tidak akan beranjak darimu ponselku!!! Aku akan menunggu!!!", ucap Dara penuh semangat sembari memandang terus ponselnya yang ia letakkannya di atas ranjangnya.
Dua jam sudah Dara menunggu akan tetapi ponselnya tidak kunjung berdering juga.
"Hmmm, kenapa sangat lama sekali..??? Kenapa tidak ada telepon masuk lagi???!!", keluh Dara sembari menggigit bibir bawahnya.
Selang beberapa menit kemudian setelah penantiannya yang sangat panjang akhirnya ponsel Dara pun berdering kembali, tanpa membuang waktu ia pun segera mengangkat ponselnya.
"Selamat siang..", ucap Dara gugup.
"Selamat siang dengan Nn. Dara Puspitasari Darmawan???", tanya seorang wanita di telepon.
Dara begitu sangat bersyukur dan sekaligus terkejut saat mendengar kabar bahwa ia mendapat panggilan untuk interview esok hari. Begitu sangat bahagia dan senangnya Dara hingga ia terguling dan terjatuh dari ranjangnya.
"Gubrak..!!!".
"Ada apa Nn. Dara???!!", tanya seorang wanita di telepon terkejut.
"Oh, tidak ada apa-apa Bu..!!! Baiklah besok aku akan datang kesana tepat waktu. Terima kasih banyak ya Bu!!!", ucap Dara dan kemudian menutup ponselnya.
Sangat bahagianya Dara hari ini lantaran mendapat kabar diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta, akan tetapi Dara menjadi sangat bingung apa yang harus ia lakukan saat interview besok. Kemudian Dara mulai berfikir sejenak dan seketika saja terpintas di benaknya wajah dr. Ivan.
"Aku rasa hanya dr. Ivan yang bisa membantuku saat ini", ucap Dara dalam hatinya.
Syukurlah Dara mempunyai tetangga seperti Ivan, seorang Dokter tampan, baik hati, sopan dan ramah, seakan membuatnya menjadi merasa nyaman saat berada disampingnya.
Semenjak kedatangan Ivan dari Malang dan tinggal bersama Tante Linda, seakan kini ia mempunyai teman baru sehingga membuatnya menjadi tidak merasa kesepian lagi.
Dara begitu sangat bersyukur lantaran semuanya seakan serba kebetulan. Disaat Dara membutuhkan bantuan dari Ivan ternyata, kebetulan sekali Ivan sedang libur sehingga dengan mudah Dara dapat bertanya-tanya kepadanya.
"Sttt.. dr. Ivan!!!", sapa Dara dengan suara pelan, karena khawatir bila Tante Linda mendengarnya.
"Hihihi.. Aku hanya ingin bertanya tentang tentang sesuatu!!!", ucap Dara sembari menggaruk kepalanya.
"Tanya sesuatu???!! Maksudmu apa???", tanya Ivan heran.
"Aku mau bertanya tentang interview kerja, Dokter?", tanya Dara.
"Kenapa sih kau selalu saja memanggilku Dokter? Saat ini aku sedang tidak bekerja di rumah sakit, jadi panggil aku nama saja", ucap Ivan tersenyum.
Senyuman Ivan yang sangat begitu menawan seakan membuat jantung Dara terasa ingin copot.
"Siapapun yang datang berobat ke dr. Ivan pasti akan lekas sembuh.. Dokter tampan seperti ini, pasti siapapun akan terpesona melihat ketampanannya", batin Dara terkekeh.
"Hey.. Kenapa kau senyum-senyum sendiri???!! Apa yang ingin kau tanyakan padaku?", tanya Ivan bingung.
Spontan Dara tersadar akan lamunannya dan ia pun mulai menceritakan apa yang ingin ia tanyakan kepada Ivan.
"Hah.. Apa kau belum pernah interview kerja???", tanya Ivan terkejut.
"Iya Aa, ini pengalaman pertamaku jadi aku bingung apa yang nanti aku harus lakukan saat interview???", jawab Dara.
"Oh, itu mudah saja dan tidak sulit jadi tidak perlu kau khawatirkan", ucap Ivan dan menenangkan Dara.
Semua pertanyaan yang diajukan oleh Dara, semua pun dijawab dengan santai oleh Ivan. Dengan seriusnya Dara terus mendengarkan apa yang Ivan katanya, sembari memandang wajah Ivan yang tampan. Padahal mereka baru saja saling kenal sekitar 2 minggu yang lalu, akan tetapi mereka terlihat sudah sangat dekat dan akrab.
"Entahlah apakah Aa Ivan sudah mempunyai kekasih apa belum? Kalau iya, beruntung sekali wanita itu, bukan hanya karena tampan tetapi Aa Ivan adalah sosok pria yang baik, sopan dan ramah. Andai saja pria yang dijodohkan denganku pria seperti Aa Ivan mungkin aku tidak akan pernah menolaknya, tetapi aku pun tidak tahu seperti apa calon suamiku??!!!", ucap Dara termenung dalam hati.
Melihat Dara yang menjadi terdiam seketika saja Ivan langsung mengejutkan Dara yang sedang melamun..
"Dorrr..!!! Kok melamun sih???", teriak Ivan sembari menepuk bahu Dara.
Dara pun sangat terkejut dengan hentakan suara dan sekaligus tepukan tangan Ivan..
"Apa sih Aa bikin kaget aja..!!!", ucap Dara sembari memukul lengan Ivan.
Mereka berdua pun melanjutkan kembali obrolan dan canda tawa hingga petang hari.
Di malam harinya, sama seperti malam sebelumnya Dara kembali tidak dapat memejamkan kedua matanya lantaran ia sangat bahagia dan tidak sabar menunggu untuk esok pagi, sehingga ia masih tetap saja terjaga di tengah malam.
"Dara ayolah segera tidur, jangan sampai besok kau terlambat bangun..???!!", gumamnya.
🌹🌹🌹
Di keesokan harinya..
"Astaghfirullah, sudah pukul 9!!!", teriak Dara sangat terkejut..
Secepat kilat Dara segera bergegas mandi dan berpakaian, agar ia tidak terlambat datang ke perusahaan tempat ia akan interview.
"Dasar bodoh.. Sudah aku katakan, kau harus tidur lebih awal, sudah aku duga hal ini pasti akan terjadi.. Ya sudahlah, cukup pakai bedak dan lipstik saja.. Sarapan nanti saja disana", ucap Dara panik.
Setelah selesai Dara pun segera keluar rumah, tetapi ia berpikir sejenak bagaimana caranya agar ia bisa datang kesana tepat pukul 10, karena perjalanan memerlukan waktu 1/2 jam lebih..
"Ayolah Dara berfikir.. Oya aku ingat..", batin Dara.
Dara kemudian segera pergi ke pangkalan ojek dekat kostan, Dara pun mulai merayu Bang Jony langganan ojeknya agar mau meminjamkan motornya.
"Bang Jony tolong ya pinjam seharian ini saja, setelah selesai interview aku akan kembalikan dan sekaligus aku akan bayar uang sewanya", ucap Dara memelas.
"Tapi Neng, lebih baik saya saja antara, bahaya kalau mengendarai sendiri", ucap Bang Jony.
"Untuk sekali ini saja, aku pinjam motornya ya Bang Jony!!!", pinta Dara.
Dara tetap memelas dan memohon agar Bang Jony mau meminjamkan motornya.. Lama kelamaan akhirnya Bang Jony pun luluh dan mau meminjamkan motornya.
"Ini Neng kunci motor dan STNK nya, jangan lupa di isikan bensin ya Neng.. Hati-hati di jalan ya Neng, jangan ngebut!!!", ucap Bang Jony.
"Ok, siap Bang Jony!!!", ucap Dara gembira karena ia berhasil di pinjamkan motor oleh Bang Jony..
"Aku pamit ya..!!!", teriak Dara sembari menjalankan motornya.
"Ok Neng..!!!", sahut Bang Jony.
"Kalau aku tidak bawa motor ini sendiri, bisa sampai jam berapa aku disana.. Bang Jony mana mau diajak ngebut!!!", batin Dara.
Dengan laju cepat Dara menjalankan motornya agar ia bisa datang tepat waktu dan dalam waktu kurang lebih dari 20 menit ia pun sampai tempat tujuan. Akan tetapi seketika saja Dara menghentikan laju kendaraannya saat ia tanpa sengaja melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam yang tepat melintas di hadapannya menuju ke tempat parkir.
"Sepertinya aku mengenali plat nomor mobil itu.. Oya aku ingat sekarang, sepertinya itu mobil Si Berengsek!!!.. Yah, akhirnya kita bisa berjumpa kembali.. Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu..??!!!", ucap Dara sangat geram..