![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Semakin mendekati hari pernikahanku, semakin aku bimbang dan ragu.. Apakah aku bisa menjalani pernikahanku dengan pria itu untuk seumur hidupku??? Entahlah!!!", ucap Dara bimbang dan bingung..
Di beberapa hari berikutnya Kevin dan Windy membuat janji untuk bertemu di sebuah cafe yang lokasinya sengaja tidak jauh dari kediaman Windy.. Akan tetapi tetap saja Windy selalu datang terlambat, hingga membuat Kevin menjadi menunggu sangat lama disana..
"Maaf Mas Kevin, aku terlambat..", ucap Windy dengan nafasnya yang tersengal-sengal..
"Kau tidak pernah berubah, selalu saja datang terlambat..", ucap Kevin sembari memberikan Windy minuman..
"Ini untukku, terima kasih Mas..", ucap Windy sembari meminum minumannya.
"Oya Mas Kevin, bagaimana dengan kabarmu??? Apakah kau sudah sehat???", tanya kembali Windy.
"Kabarku baik dan aku pun sudah sehat.. Lusa aku akan menikah dan aku mengundang kau dan Aldo untuk datang ke acara pernikahanku", ucap Kevin.
"Apa menikah???!! Secepat itu Mas Kevin akan menikah??? Lalu Mas Kevin akan menikah dengan siapa??? Kenapa Mas Aldo tidak pernah cerita tentang hal padaku??!!! Menyebalkan!!!", ucap Windy sangat kesal..
Begitu banyak pertanyaan yang di ajukan oleh Windy hingga membuat Kevin sejenak terdiam..
"Seharusnya aku tidak membicarakan hal ini denganmu, agar aku tidak menjadi sakit kepala mendengarkan semua pertanyaanmu itu", ucap Kevin.
"Apakah aku salah bicara???", tanya kembali Windy.
"Kalau bukan karena aku ingin menanyakan kabar tentang Nn. Dara, mungkin aku tidak akan membuat janji denganmu", ucap Kevin.
"Apakah Mas Kevin tahu tentang kabar Dara sekarang??? Setelah Dara kembali ke Bandung, tidak ada kabar sedikit pun darinya. Aku sangat sedih karena merasa kehilangannya..", ucap Windy menangis..
"Hentikan tangisanmu..", ucap Kevin.
"Baiklah, tapi Mas Kevin apakah aku boleh mengajukan satu pertanyaan padamu???", tanya Windy sembari menahan air matanya.
"Apa yang ingin kau tanyakan???", tanya Kevin.
"Apakah kau mempunyai perasaan dengan Dara???", tanya Windy.
Sejenak Kevin kembali terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Windy..
"Sudahlah kita akhiri saja pertemuan ini, aku ada urusan yang sangat penting setelah ini.. Maaf Windy aku tidak bisa mengantarkanmu pulang", ucap Kevin sembari beranjak dari tempat duduknya..
"Mas Kevin, kalau kau tidak menjawab pertanyaanku berarti kau mempunyai perasaan terhadap Dara!!! Aku membutuhkan jawabanmu sekarang, karena aku ingin menyampaikan padanya sebelum ia menikah dengan seseorang pria yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya", ucap Windy..
Tidak sepatah kata pun jawaban yang keluar dari mulut Kevin.. Ia pun tetap melangkah pergi melanjutkan langkahnya..
Setelah Kevin keluar dari cafe, ia mulai memikirkan apa yang sudah ia dengar dari Windy.. Kemudian Kevin pun segera masuk ke dalam mobilnya..
"Benarkah Dara akan segera menikah dan dia pun sama sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seseorang pria??? Apa maksud semua ini??? Apakah yang dikatakan oleh Steven Chan dan Viola itu benar???", ucap Kevin penuh dengan tanda tanya di dalam hatinya..
Tanpa berpikir panjang Kevin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantornya, sembari menelepon Leo..
"Leo segeralah datang ke kantorku, ada hal penting yang akan aku bicarakan", ucap Kevin via telepon..
Di sisi lain, disaat Windy akan pergi meninggalkan cafe tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun segera mengangkat teleponnya.. Seketika langkahnya terhenti saat mendengar suara seorang wanita yang sudah lama tidak ia dengar..
"Halo, Windy apa kabarmu???", tanya seorang wanita via telepon.
"Dara.. Apakah ini benar kau???", tanya Windy terkejut.
"Iya benar, aku Dara.. Apakah kau sudah lupa dengan suaraku?", ucap Dara.
"Kau jahat sekali Dara, kenapa kau pergi begitu saja tanpa memberitahuku??? Aku sangat mengkhawatirkanmu..", ucap Windy menangis.
"Sudahlah kau jangan menangis, kau tampak akan terlihat sangat jelek bila sedang menangis", ucap Dara tertawa.
"Kau sangat konyol..!!!", ucap Windy tertawa.
Mereka berdua pun saling berbincang-bincang dan bersenda gurau hingga beberapa menit sudah berlalu.. Dan di saat akhir pembicaraan, Dara bercerita pada Windy tentang pernikahannya yang tinggal 2 hari lagi..
"Apa 2 hari lagi kau akan menikah??? Kenapa secepat itu pernikahanmu???", tanya Windy sangat terkejut..
"Sebelumnya aku sudah pernah bercerita denganmu, bukan???", tanya balik Dara.
"Iya aku masih sangat mengingatnya, akan tetapi maafkan aku Dara di saat hari pernikahanmu nanti aku tidak dapat menghadirinya lantaran suamiku sedang berada di luar kota untuk mengurusi bisnisnya, aku tidak mungkin datang menghadiri pesta pernikahanmu hanya seorang diri. Mungkin setelah suamiku pulang dari bisnisnya aku akan datang kekediamanmu di Bandung untuk menemuimu", ucap Windy berbohong.
Sangatlah tidak mungkin bagi Windy mengatakan hal yang sejujurnya pada sahabatnya alasan ia tidak bisa menghadiri pesta pernikahankanya.
"Tepat di hari dan tanggal yang sama kau dan Kevin akan melangsungkan pernikahan, entah ini hanyalah kebetulan atau memang sudah suratan takdir kalian. Yang jelas aku tidak mungkin memberitahukanmu bahwa di hari itu Mas Kevin pun sama akan menikah sepertimu..", batin Windy.
"Windy.. Windy..!!! Apakah kau masih mendengarkanku???!!", tanya Dara.
"Oh, iya aku masih mendengarkanmu..", jawab Windy.
"Baiklah, next time kita akan lanjutkan kembali obrolan kita. Jaga selalu kesehatanmu ya Windy", ucap Dara.
"Ok, take care of yourself too", ucap Windy.
Mereka pun mengakhiri pembicaraan via telepon, akan tetapi Windy masih memikirkan semua perkataan yang diucapkan oleh Dara.
Di kantor Kevin sudah menunggu kedatangan Leo, setelah menunggu selama 1 jam lebih akhirnya Leo pun datang menemui Kevin.
"Selamat siang Pak Kevin", sapa Leo.
"Iya Selamat siang, aku sudah sangat lama menunggu kedatanganmu", jawab Kevin.
"Maaf, Pak Kevin atas keterlambatan saya", ucap Leo.
"Baiklah, lalu bagaimana dengan hasil penyelidikanmu???", tanya Kevin.
"Maaf Pak Kevin, saya belum bisa melaporkan hasil penyelidikan kami karena data yang kami peroleh belum lengkap. Akan tetapi hasil penyelidikan sementara, kami sudah menemukan alamat tempat tinggal Mala", jawab Leo.
"Ok baiklah, lanjutkan kembali penyelidikanmu. Aku ingin hasil penyelidikan lengkapmu bisa aku peroleh dalam waktu dekat ini", ucap Kevin.
"Siap Pak Kevin", jawab Leo.
"Oya satu lagi tugasmu, aku ingin kau menyelidiki seorang wanita bernama Dara. Esok hari aku tunggu hasil penyelidikanmu", perintah Kevin.
"Baik Pak Kevin", ucap Leo dan pergi meninggalkan ruangan Bos nya.
Di Kesendiriannya Kevin mulai menjadi teringat dengan perkataan Bundanya beberapa hari yang lalu ketika Bundanya datang ke apartemennya. Kevin pun kembali mengenangnya..
"Bunda menginaplah malam ini disini, aku sangat kesepian", ucap Kevin sembari menghidangkan makan malam di meja makan.
"Maaf sayang, Bunda tidak bisa mewujudkan permintaanmu tetapi lain hari Bunda akan bermalam disini", jawab Bunda.
"Di sesusiamu seperti ini seharusnya kau sudah menikah dan memiliki pendamping hidup. Jadi bersabarlah sayang karena sebentar lagi kau akan segera menikah dan nanti kau tidak akan merasa kesepian lagi", ucap kembali Bunda.
"Kenapa Bunda jadi membicarakan hal itu???", tanya Kevin heran.
"Karena Bunda ingin lekas menimang cucu darimu", jawab Bunda.
Sontak Kevin pun tersedak setelah mendengarkan jawaban Bundanya. Melihat wajah Kevin yang seketika menjadi memerah Bunda hanya tertawa geli dan kemudian Bunda pun segera memberikan putranya segelas air minum.
"Apalagi yang kami harapkan setelah kau menikah, kalau bukan cucu.. Oya sayang, apakah kau tidak ingin tahu siapa calon istrimu nanti???", tanya Bunda.
"Aku rasa itu tidak perlu karena cepat atau lambat aku pun akan mengetahuinya", jawab Kevin.
"Ok baiklah, jika kau menginginkannya seperti itu. Tetapi jika kau berubah pikiran kau boleh menanyakannya pada Bunda", ucap Bunda.
Mengenang tentang semua hal itu, Kevin semakin ingin segera mengetahui siapa wanita yang akan di jodohkannya hingga ia tidak sabar ingin segera mengetahui hasil dari penyelidikan Leo anak buahnya.
"Apakah benar, Nn. Dara adalah wanita yang sudah dijodohkan denganku???", tanya Kevin.
🌹🌹🌹
Menjelang hari pernikahan setiap mempelai pria ataupun wanita pastinya akan merasakan ketegangan tersendiri, akan tetapi tidak bagi Kevin. Baginya hal yang paling menegangkan adalah menunggu hasil penyelidikan dari Leo anak buahnya. Namun entah mengapa menjelang hari pernikahannya yang tinggal hitungan jam, Bundanya tidak mengizinkannya untuk memegang ponsel, laptop dan barang-barang elektronik lainnya lantaran Ibunda Kevin menginginkan agar ia fokus dengan pernikahannya bukan dengan hal yang lainnya termasuk bisnisnya.
Sudah 2 hari ini semua aktivitas Kevin dibatasi dan hampir saja ditiadakan oleh Ibundanya, dengan alasan yang sama. Seakan seperti terasa di dalam penjara hanya terdiam di dalam kamar tanpa apapun yang dapat di kerjakan. Demi Ibundanya, Kevin yang sangat keras kepala pun mau menuruti semua perintah dan permintaannya tanpa mengeluh di hadapannya.
Hingga akhirnya ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya dan seakan membuat Kevin sangat bersyukur dan bahagia atas kedatangan sahabatnya Ivan.
"Hii, sobat wajahmu terlihat sangat tegang???!!", ucap Ivan tertawa.
"Lupakan pertanyaanmu tadi, sekarang aku sangat membutuhkan ponselmu", ucap Kevin sembari memeriksa saku celana Ivan.
"Kevin, apa yang kau lakukan???!! Apakah kau sudah tidak waras melakukan hal ini padaku???", tanya Ivan penuh dengan rasa curiga.
"Jangan kau berpikiran hal yang tidak masuk akal Ivan. Segera pinjamkan ponselmu padaku", perintah Kevin.
"Apakah aku datang kesini disaat yang tepat???", tanya Ivan sembari meminjamkan ponselnya.
"Ivan bisakah kau tidak cerewet seperti wanita??? Aku butuh ketenangan saat ini", ucap Kevin sangat jengkel.
Melihat wajah Kevin yang sangat jengkel, Ivan hanya bisa tertawa dalam hatinya.
Kevin begitu terlihat sangat sibuk, lantaran ia sedang mencari nomor telepon Leo. Ia pun mulai meminta informasi dari pegawainya di kantor akan tetapi karena hari ini sedang hari libur dan kantor tutup sehingga tidak ada pilihan lain akhirnya ia meminta tolong kepada Security perusahaan untuk mencari nomor yang ia inginkan.
"Ivan untuk sementara waktu aku pinjam dulu ponselmu, karena aku menunggu telepon dari seseorang", ucap Kevin.
"Menjelang hari pernikahanmu, apakah kau masih sibuk dengan para wanita yang lainnya???", tanya Ivan.
"Ini lebih penting dari pada para wanita itu..", jawab Kevin singkat.
"Ok baiklah.. Setelah kau selesai berkemas, aku akan menunggumu di mobil. Aku akan mengantarmu pada calon pengantinmu", ucap Ivan dan berlalu pergi meninggalkan Kevin sendiri di kamarnya.
Kevin pun masih sangat cemas menunggu telepon masuk, tidak sabar rasanya ia ingin cepat mengetahui siapa wanita yang akan di jodohkan dengannya.. Disaat Kevin sedang membuka ponsel Ivan tanpa sengaja ia melihat beberapa koleksi foto miliknya. Kevin tidak menyangka ternyata begitu banyaknya Ivan mengkoleksi foto Dara yang di perolehnya dari Instagram.
"Apakah kau begitu sangat mencintainya Ivan???!!", ucap Kevin.
Perlahan Kevin membuka Instagram milik Dara serta melihat satu persatu foto-fotonya, Kevin hanya tersenyum melihat pose-posenya saat berfoto dan seketika Kevin melihat sebuah foto keluarga Dara saat bersama kedua orang tuanya..
"Apakah ini benar foto Om Darma dan Tante Risma??? Tetapi kenapa mereka berdua bersama Dara??? Apakah Dara adalah???", tanya Kevin..