My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#17 : Rahasia Dara



"Apakah benar yang Steven katakan bahwa Dara adalah calon istri Kevin??? Setahuku apapun informasi yang di peroleh anak buah Steven sangat tepat dan akurat. Dan belakangan ini sikap Kevin pun sangat jauh berbeda, dia bukan seperti Kevin ku yang dulu pernah ada di dalam hatiku. Sepertinya aku juga harus menyelidikinya", ucap Viola dalam hatinya..


Akhir dari pesta pertunangan yang tidak membahagiakan bagi Kevin, langkahnya seakan melayang dan terlihat akan terjatuh namun ia berusaha untuk tetap tegar dengan menutupi kesedihannya. Terlihat begitu hampa Kevin, hingga Dara tidak tahu harus melakukan apa untuk mengurangi kesedihan dari Bos nya.


"Apakah rasanya seperti ini, ketika kehilangan seorang yang sangat dicintai, terasa hampa, sedih dan pilu???!! Sudah sangat lama rasanya aku pernah menjalani hubungan dengan seorang pria, hingga mati rasa dan tidak tahu harus bagaimana caranya memulai hubungan yang baru..??? Semua kisah percintaanku tidak pernah ada yang menarik dan selalu kandas di tengah jalan, tetapi baru kali ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri percintaan yang sangat memilukan. Semoga kesedihan dan kehampaan hati Pak Kevin segera terobati", batin Dara berharap.


"Dara apa yang sedang kau pikirkan?", tanya Windy.


"Tidak ada, aku hanya sedih dan kasihan melihat Pak Kevin seperti itu", jawab Dara.


"Dara jangan sekali-kali kau berkata seperti itu di depan Mas Kevin, dia akan sangat marah mendengar itu", ucap Windy memperingatkan Dara.


"Sebegitu marahkah??? Tetapi bukankah benar sepupumu itu memang selalu marah-marah!!!", ujar Dara.


"Kau ini masih sama saja seperti dulu, keras kepala kalau sedang di nasehati. Terserah kau saja, yang jelas aku sudah memberitahukanmu", jawab Windy.


"Iya, iya aku akan mendengarkan perkataanmu", ucap Dara terkekeh.


"Oya Dara, terima kasih ya atas semua yang telah kau lakukan untuk Mas Kevin, syukurlah ada kau disana sehingga tidak terjadi keributan di antara Mas Kevin dan Tn. Steven Chan", ucap Windy kembali.


"Iya sama-sama, itulah gunanya sahabat untuk selalu saling tolong-menolong. Sudahlah kau jangan bersedih seperti itu, tidak baik untuk bayi yang ada didalam kandunganmu", ucap Dara tersenyum.


"Windy mana suamimu?", tanya Dara kembali.


"Dia sedang menemani Mas Kevin disana", jawab Windy.


"Oh iya aku baru ingat bukankah Pak Kevin dan Aldo suamimu itu mereka berdua adalah sahabat sewaktu di bangku SMU??? Suamimu pasti mengenal dr. Ivan?", tanya Dara.


"Apa dr. Ivan? Sepertinya aku baru mendengar nama itu", tanya Windy heran.


"Bisa jadi Pak Kevin memang sengaja tidak ingin menceritakannya padamu, untuk merahasiakannya agar sahabatnya yang lain tidak tergoda denganmu..", ucap Dara tertawa terbahak-bahak.


"Kau jahat sekali mengejek wanita yang sedang hamil..", ucap Windy merengek.


"Hmmm, beginilah kalau ngobrol dengan wanita yang sedang hamil selalu baper. Ok sebagai permintaan maafku, aku akan membawakan makanan enak spesial untukmu. Tunggulah aku disini", ucap Dara tersenyum.


Kemudian Dara pun segera pergi menuju suatu tempat dimana hidangan sudah disediakan. Begitu banyaknya para tamu undangan yang memenuhi tempat yang akan Dara tuju, sehingga dara mengurungkan niatnya menuju tempat itu. Dara pun mencari tempat lain yang tidak terlalu banyak orang yang mengantri.


Dari kejauhan tampak oleh Dara disamping kolam renang ada beberapa hidangan yang sudah tersedia dan tidak ada antrian disana, lalu kemudian Dara pun mendekati tempat itu. Disaat Dara sedang menyajikan makanan di atas piring, seketika saja ada seseorang yang datang menghampirinya. Dara pun sangat terkejut dengan kedatangan Viola yang tiba-tiba menarik lengannya hingga membuat piring yang dipegangnya hampir saja terjatuh.


Entahlah apa tujuan Viola melakukan hal itu padamu dan ia sangat tidak mengerti mengapa wajah Viola terlihat begitu marah terhadapnya.


"Seberapa jauh hubunganmu dengan Kevin???", tanya Viola.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Pak Kevin, aku hanya pegawainya saja", ucap Dara.


"Kau jangan berbohong padaku???!! jawab pertanyaanku dengan jujur!!!", tanya Viola memaksa sembari menarik lengan Dara.


"Apa yang kau inginkan, aku sudah menjawab pertanyaanmu dengan jujur", jawab Dara sekaligus melepaskan cengkraman tangan Viola.


Dari kejauhan ternyata secara tidak sengaja Aldo melihat Dara sedang bersama seseorang wanita yang tidak asing baginya dan terlihat sepertinya mereka berdua sedang membicarakan hal yang sangat penting..


"Sayang, bukankah wanita yang bersama Dara itu Viola??? Pantas saja Dara sangat lama datang kembali kesini.. Kalau begitu biar aku saja yang membawakan makanan untukmu", ucap Aldo suami Windy.


"Apa Viola???!!", tanya Windy.


Spontan Windy pun menoleh ke arah belakang dan mulai memperhatikan siapa yang sedang bersama Dara disana. Windy sangat terkejut saat mengetahui ternyata apa yang di katakan suaminya adalah benar, bahwa Dara bersama dengan Viola mantan kekasih Kevin..


"Mas Aldo tunggu, aku akan ikut pergi bersamamu..", ucap Windy cemas.


"Ya ampun Dara sedang bersama Viola, semoga tidak ada sesuatu yang akan terjadi disana", ucap Windy cemas dalam hatinya.


Begitu cemasnya Windy lantaran ia sangat tahu siapa Viola sebenarnya. Selain pencemburu, Viola pun sangat posesif, apapun bisa dilakukan olehnya agar semua yang diinginkannya dapat terwujud.


"Windy kau ingin pergi kemana??? Lalu ada apa denganmu, kau terlihat begitu sangat cemas???!!" tanya Kevin.


"Dara sepertinya sedang bersama Viola, aku sangat mencemaskannya", ucap Windy.


"Kau tidak perlu mencemaskannya aku akan meneleponnya agar Nn. Dara segera kembali kesini", ucap Kevin.


Kevin pun mulai menghubungi Dara via telepon, akan tetapi Dara tak kunjung mengangkatnya. Dan seketika dari arah tempat Dara berada tiba-tiba terdengar suara seseorang yang terjatuh ke kolam renang..


"Byuuurrrr..!!!"..


Sontak Windy sangat terkejut dengan suara yang terdengar dari arah kolam renang, apalagi ketika melihat Viola yang hanya seorang diri di tempat itu.. Windy pun segera berlari menuju kolam renang tanpa memperdulikan dirinya yang sedang hamil besar.. Sesaat setelah mengetahui ternyata Dara lah yang terjatuh ke dalam kolam renang, Windy pun berteriak histeris..


"Tolong.. Tolong selamatkan Dara, ia tidak bisa berenang!!!", teriak Windy sangat cemas dan panik..


"Mas Kevin tolong selamatkan Dara..!!!", teriak kembali Dara..


"Tenang sayang.. Kevin akan menyelamatkan Dara", ucap Aldo mencoba menenangkan istrinya.


Mendengar teriakkan Windy yang sangat histeris, kemudian Kevin segera berlari menuju kolam renang. Di sana Kevin hanya melihat Viola yang sedang terdiam diri di samping kolam renang tanpa memberikan pertolongan sedikit pun pada Dara.


Tanpa buang waktu Kevin pun segera masuk kedalam kolam renang dan langsung menyelamatkan Dara yang tenggelam. Lantaran peristiwa tersebut semua para tamu undangan akhirnya berkumpul disana termasuk Steven Chan.


"Apa yang telah kau lakukan pada Nn. Dara???", tanya Steven Chan curiga.


"Aku tidak melakukan apapun padanya", jawab Viola.


"Jangan kau berbohong, aku tahu siapa kau", ucap Steven Chan kesal.


"Terserah kau saja.. Aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan tentangku", ucap Viola sembari melangkah pergi.


"Jika terjadi sesuatu pada Nn. Dara, aku akan membuat perhitungan padamu", ucap Steven Chan marah sembari menarik lengan Viola.


"Sebegitu pentingkah dan berharganya dia untukmu???!! Tapi sayangnya dia tidak sedikit pun peduli denganmu", ucap viola dan benar-benar pergi meninggalkan keramaian itu.


Mendengar perkataan Viola, Steven Chan hanya terdiam tanpa perlawanan sedikitpun menjawab pertanyaan Viola yang melangkah pergi meninggalkannya.


Di sisi lain dengan tergesa-gesa Kevin segera melarikan Dara ke rumah sakit terdekat lantaran Dara tidak kunjung sadarkan diri dari pinsannya setelah tengelam tadi.


Tampak wajah Kevin yang sangat cemas dan tegang karena mengkhawatirkan keadaan Dara saat ini, kemudian Kevin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tanpa memperdulikan keselamatannya..


"Nona bertahanlah..", ucap Kevin panik.


Tidak seberapa lama akhirnya mereka pun sampai ke tempat tujuan dan kemudian Dara segera di beri pertolongan oleh tim medis. Begitu sangat cemasnya Kevin mengkhawatirkan keadaan Dara saat ini, hingga ia tidak menyadari bekas luka yang berada di punggungnya mulai kembali merembes dan mengeluarkan banyak darah..


"Mas Kevin bagaimana dengan kondisi Dara? Apa dia sudah siuman???", tanya Viola sangat cemas.


Kevin pun hanya terdiam dan tak sedikit pun menjawab pertanyaan Windy.


"Mas Kevin, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku???!! Kenapa kau diam saja???", tanya Windy heran.


"Jawablah pertanyaanku dengan jujur, apakah kau mengenali Nn. Dara??? Dan apakah sebelumnya kau pernah dekat dengannya???", tanya Kevin curiga.


"Kenapa sekarang kau yang terdiam???!! Apakah benar dugaanku, kalau kalian berdua saling mengenal dan pernah saling dekat sebelum pertemuan ini??? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku??? Apakah aku harus menyelidiki ini terlebih dahulu???!!", tanya Kevin tegas.


Sejenak Windy hanya terdiam dan kemudian akhirnya Windy pun mengatakan hal yang sejujurnya pada Kevin.


"Iya Mas Kevin, kami berdua sebelumnya sudah saling mengenal dan sangat dekat karena kami adalah sahabat sejak kuliah di Bandung", jawab Windy singkat.


"Apakah Nn. Dara seorang Dokter sepertimu???", tanya Kevin kembali.


"Iya, Dara pun seorang Dokter sama sepertiku", jawab Windy.


"Astaga!!! Ternyata benar dugaanku Nn. Dara adalah seorang Dokter. Lalu kenapa kau tidak menceritakan semua ini padaku???", tanya Kevin.


"Dara yang meminta aku untuk merahasiakannya darimu", jawab Windy.


Mendengarkan semua perkataan dari Windy, Kevin hanya bisa menghela nafasnya dan kemudian tiba-tiba Kevin pun jatuh terlungkup ke lantai lemah tak berdaya dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya..


"Mas Kevin..!!!", teriak Windy histeris..


Kejadian malam ini seakan membuat Windy syok lantaran peristiwa demi peristiwa datang diwaktu yang hampir bersamaan. Syukurlah Aldo selalu menemani dan mendampingi Windy setiap saat sehingga hal yang tidak diinginkan oleh Aldo pun tidak terjadi.


🌹🌹🌹


Di keesokan harinya, perlahan Dara membuka kedua matanya, seakan ia seperti melihat Mama nya yang sedang tersenyum padanya, Dara pun membalasnya dengan senyumannya.


"Mama.. Mama, aku sangat rindu denganmu..", ucap Dara.


"Mama pun sangat merindukanmu Nak..", ucap Mama sedih sembari membelai rambut Dara dengan lembutnya..


Sontak Dara sangat terkejut ketika Mama nya membelai rambutnya, ternyata ini semua bukan khayalan atau hanya dalam mimpi.


"Mama.. Bagaimana Mama bisa datang ke tempat ini", ucap Dara sangat terkejut.


"Kau tidak perlu menanyakan hal itu, beristirahatlah Nak agar kau lekas membaik", ucap Mama.


Dara pun langsung segera memeluk Mamanya karena telah sangat lama ia tidak pernah bertemu dengan Mamanya.


"Nak, pulanglah kerumah Papa akan memaafkanmu???", ucap Mama seraya membisikan pada telinga Dara dengan perlahan.


"Aku, tidak ingin kembali kesana Mam.. Aku tidak ingin perjodohan itu di teruskan", jawab Dara.


"Papa dan Mama akan mempertimbangkannya terlebih dahulu, tapi Mama ingin kau segera pulang", ucap Mama.


"Maafkan aku Mah, aku sudah tidak bisa kembali kesana dalam waktu dekat ini karena sekarang aku sudah bekerja dan aku sudah mempunyai tanggung jawab di sini", ucap Dara.


"Baiklah jika itu keputusanmu, jaga dirimu baik-baik disini. Mama akan datang kembali lagi nanti", ucap Mama.


"Mama apakah kau tidak merindukanku??? Kenapa Mama sangat terburu-buru???", tanya Dara.


"Maafkan Mama Nak, karena Mama harus segera kembali ke Bandung lantaran Mama datang ke sini tanpa sepengetahuan Papamu.. Mama pasti akan datang kembali kesini untuk menjempumu pulang", ucap Mama


sembari mencium kening Dara dan kemudian pergi meninggalkan Dara sendiri di ruang perawatan.


Setelah Mama Dara pergi, tidak seberapa lama kemudian Windy datang dengan membawa banyak makanan untuk Dara.


"Aku bawakan makanan yang sangat lezat untukmu Dara.. Heii, tapi kenapa kau terlihat sangat sedih???", tanya Windy khawatir.


"Tidak ada Windy, aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja", jawab Dara tersenyum.


"Kau jangan berbohong padaku, aku sangat mengenalmu..", ucap Windy sembari pduduk di ranjang mendekati Dara.


Dara pun mulai menceritakan seluruh kisahnya dari awal hingga sampai hari ini pada Windy dan tidak ada satu pun yang terlewatkan.


"Kabur dari rumah karena tidak ingin di jodohkan??? Hari ini apa masih ada yang seperti itu???", tanya Windy heran.


"Terserah kau saja, apa pendapatmu tentang ceritaku.. Yang jelas Mamaku tadi datang ke sini untuk menjemputku pulang kembali kerumah", ucap Dara.


"Apa Mamamu barusan datang kesini?!! Berarti aku tidak salah lihat, ternyata itu benar Mamamu..!!!", ucap Windy.


"Iya, Mamaku baru saja pergi dari tempat ini", ucap Dara.


"Iya, aku percaya dengan semua ceritamu, tetapi kenapa semuanya bisa serba kebetulan.. Pertemuan pertamamu, saat kau mulai bekerja dan bertemu dia kembali, hingga sampai saat ini kalian selalu di pertemukan", ucap Windy.


"Siapa yang kau maksud??? Aku tidak mengerti???", tanya Dara bingung sembari makan makanan yang dibawa oleh Windy.


"Yah Mas Kevin lah.. Lalu siapa lagi???", jawab Windy.


Mendengarkan jawaban Windy, sontak Dara langsung tersedak..


"Hugh, hugh.. Maksudmu apa???", tanya Dara.


"Kalian berdua seperti berjodoh", jawab Windy.


Dara pun kembali tersedak setelah mendengarkan perkataan Windy.


"Hugh, hugh.. Apa berjodoh..!!!", ucap Dara sangat terkejut.


"Iya apa lagi kalau bukan berjodoh..", ucap Windy sembari memberikan Dara minum.


"Jangan kau sembrangan asal bicara Windy.. Perjodohan dari kedua orang tuaku saja, sudah aku tolak. Sekarang kau ingin menjodohkan aku dengan sepupumu itu", ucap Dara kesal.


"Heii.. Aku bukannya ingin menjodohkanmu tetapi ini semua sangat kebetulan dan kalian seperti berjodoh..", ucap Windy menjelaskan.


"Aku tahu kau dari dulu, ucapmu seperti kutukan.. Aku tidak ingin semua perkataanmu menjadi kenyataan..", ucap Dara sembari duduk di samping ranjang.


"Loh.. Kenapa kau bilang kutukan??? Menyebalkan..", ucap Windy.


"Apakah kau sudah lupa, saat kita kuliah dulu kau selalu asal berbicara, akan tetapi apa yang kau ucapkan selalu menjadi kenyataan, mau itu perkataan baik atau buruk.. Bukankah itu seperti kutukan", ucap Dara.


"Aku seperti almarhumah Nenekku, apapun yang aku ucapkan secara tidak sengaja pasti akan menjadi kenyataan.. Akan tetapi bukankah itu sangat bagus, kalau kau berjodoh dengan Mas Kevin kita akan menjadi saudara", ucap Windy.


"Sudah cukup, jangan kau bicara tentang jodoh.. Aku jadi sakit kepala", ucap Dara sembari membungkam mulut Windy dengan makanan.


"Mas Kevin itu sebenarnya sangat baik dan penyayang, walaupun kelihatan dia sangat angkuh, keras kepala dan menyebalkan", ucap Windy sembari mengunyah makanan.


"Angkuh, keras kepala dan sangat menyebalkan itu yang sangat tepat untuk sepupumu..", ucap Dara.


"Tahukah kau Dara, setelah semalam Mas Kevin mengantarmu ke rumah sakit, Mas Kevin jatuh pinsan karena kehilangan banyak darah dan sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit ini", ucap Windy.


Mendengarkan perkataan Windy, sontak Dara pun sangat terkejut dan sekaligus tidak menyangka ternyata yang menyelamatkannya adalah Kevin.


"Ya Allah.. Lalu bagaimana dengan kondisi Pak Kevin saat ini???", batin Dara sangat cemas..