My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#26 : My Dear



Sembari memegang tubuh Dara, Kevin pun menatap mata Dara dengan sangat dalam dan berarti.. Dan mereka berdua pun saling tatap menatap satu sama lain, yang seakan-akan disana seperti hanya ada mereka berdua..


Seusainya acara pesta pernikahan semua keluarga kembali masing-masing ke kediamannya. Ayahanda dan Ibunda Kevin pun kembali pulang ke Jakarta dan termasuk Windy dan Aldo.


"Kau akan cuti berapa lama Kevin??? Aku akan mengurus perusahaan selama kau berbulan madu", ucap Aldo.


"Aldo bebaskan semua pekerjaan Kevin. Tante tidak mau selama 2 minggu ini Kevin terganggu dengan pekerjaan apapun, termasuk ponsel dan laptop milik kevin simpanlah di tempat yang aman", ucap Bunda.


"Baik Tante Lili", ucap Aldo.


"Tante Lili tidak usah cemas, biar Mas Aldo yang menangani semuanya", ucap Windy tersenyum.


"Terserah kalian, yang jelas aku hanya ingin berbulan madu berdua dengan istriku tersayang. Bukan begitu sayang???", tanya Kevin sembari memeluk Dara yang tepat berada di sampingnya..


"Apa berbulan madu berdua???!!", ucap Dara dalam hatinya, sembari tersenyum tipis pada Kevin.


Di saat Dara tengah lengah, Kevin pun segera menitipkan pada Aldo ponsel Ivan yang tertinggal. Dan tidak berapa lama kemudian mereka semua berpamitan untuk pulang.


Disana tinggallah kedua orang tua Dara yang belum pulang lantaran masih sibuk menyiapkan perlengkapan untuk putrinya yang akan menginap di hotel malam ini.


"Mama, aku akan ikut pulang bersamamu. Aku tidak mau bermalam disini", rengek Dara.


"Nak, sekarang kau sudah menikah dan mempunyai suami jadi kau harus tetap berada disini menemaninya", ucap Mama.


"Apa tidak ada pilihan yang lainnya??? Kalau begitu bagaimana kalau kalian saja yang menginap disini???", pinta Dara.


Dengan merengek manja Dara mencoba membujuk rayu Mamanya akan tetapi tetap saja tidak bisa dan pada akhirnya kedua orang tuanya pun pulang ke kediamannya yang sama-sama berlokasi di Bandung.


Dengan berat Dara melepas ke pergian kedua orang tuanya dan tidak terasa air matanya pun berlinang membasahi pipinya. Dan tepat di sampingnya ternyata Kevin sedari tadi selalu memperhatikannya, lalu tanpa di duga olehnya dengan perlahan Kevin menghapus tetesan air mata yang membasahi pipi Dara dengan sapu tangannya.


"Sudah seusia ini apakah kau tidak malu menangis seperti ini??? Bukankah jarak rumahmu tidak terlalu jauh dari Hotel ini???", tanya Kevin.


"Apa maksudmu berkata demikian???", tanya Dara mulai kesal.


"Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu. Aku sangat lelah dan aku ingin mandi. Jika kau masih ingin tetap berada di sini terserah kau saja", ucap Kevin dan berlalu pergi meninggalkan Dara di lobby Hotel.


"Dasar menyebalkan.. Bagaimana ini??? Malam ini aku akan bersamanya di satu kamar. Apa yang akan terjadi nanti padaku malam ini???!!", ucap Dara penuh dengan tanda tanya.


Setelah kurang lebih 1 jam Dara berdiam diri di Lobby Hotel, akhirnya Dara mulai memberanikan diri masuk ke dalam kamarnya. Perlahan Dara membuka pintu kamar, didapatinya tidak ada siapapun yang ada disana termasuk Kevin.


Di dalam kamarnya Dara hanya melihat ruangan yang sangat cantik dengan hiasan bunga dan dekorasi indah lainnya, serta harumnya aroma terapi yang membuat siapapun akan nyaman berada didalamnya. Seakan ruangan ini memang sengaja di desain khusus untuk para pasangan pengantin yang baru menikah.


Setelah itu kemudian Dara tertuju pada koper kecilnya dan perlahan ia mulai membuka isi kopernya. Ketika dilihat Dara begitu sangat terkejut  ternyata Mamanya hanya menyiapkan beberapa gaun tidur yang akan dikenakannya malam ini.


"Apa ini gaun tidur yang sangat begitu seksi???!! Lalu hanya beberapa pakaian dalam??? Apa maksudnya Mama hanya menyiapkan ini untukku malam ini??? Apa besok pagi aku juga harus memakai pakainan ini???!! Mama sangat keterlaluan, menyebalkan..", ucap Dara kesal.


Di saat Dara tengah kesal tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang, begitu sangat terkejutnya Dara sehingga gaun tidur yang di pegangnya pun terlempar hingga jatuh tepat di wajah Kevin.. Melihat hal itu Dara pun segera mengambilnya dan lalu meminta maaf kepada Kevin.


"Maaf Pak Kevin, aku tidak sengaja!!!", ucap Dara menyesal sembari membungkukkan badannya.


"Ya ampun, apa yang tadi ada di wajahku??!!!", tanya Kevin terkejut.


"Hihihi.. Tadi bukan apa-apa Pak!!!", jawab Dara terkekeh sembari menyembunyikan gaun tidurnya.


"Sudahlah.. Sekarang segera rapihkan isi kopermu ke dalam lemari pakaian yang berada disana, kemudian setelah itu kau segeralah mandi!!", ucap Kevin.


"Tidak, aku tidak akan memasukkannya ke dalam lemari biarkan saja ada di dalam koperku", ucap Dara gugup.


"Oh.. Baiklah terserah kau saja", ucap Kevin.


"Oya Nona, apakah kau nanti ingin memesan makan malam???", tanya Kevin.


"Tidak Pak Kevin, aku masih sangat kenyang", jawab Dara.


"Baiklah, aku pun sama. Aku hanya ingin beristirahat di kamar ini", ucap Kevin.


"Apa istirahat di kamar ini???!! Oh tidak, bagaimana ini!!!", batin Dara panik..


Dara pun berusaha untuk tetap tenang sembari merapihkan isi kopernya akan tetapi pikirannya menjadi sangat kacau ketika melihat Kevin hanya mengenakan piyama handuk saja dan kemudian duduk di ranjang.


Terlihat Kevin yang tengah duduk, perlahan turun dari ranjangnya kemudian mendekati Dara yang sedang terdiam. Perlahan-lahan Kevin mulai mendekatinya dan jari jemarinya dengan lembut membelai rambut indahnya..


Perlahan tapi pasti seakan-akan hati Dara mulai bergetar apalagi ketika melihat wajah suaminya semakin mendekat pada wajahnya yang seolah-olah akan mengecup tepat di bibirnya.. Semakin lama seakan wajah tampan dari suaminya semakin mendekatinya, bersamaan dengan bibirnya yang indah. Kemudian perlahan mata Dara pun mulai di pejamkan..


"Hii Nona..!!!", ucap Kevin sembari menepuk bahu Dara..


"Hah..!!!", ucap Dara terkejut..


"Apakah kau sedang melamun???!! Apa yang kau lamunkan Nona???!!", tanya Kevin bingung.


"Ya ampun.. Apa yang barusan aku lamunkan??? Sangat memalukan.. Karena gaun tidur ini membuat pikirkanku jadi tidak waras..!!!", batin Dara dengan wajahnya yang memerah sembari memegang wajahnya.


"Hii Nona kenapa kau diam saja dan tidak menjawab pertanyaanku??? Apakah kau sedang sakit???", tanya Kevin sembari memegang kening Dara.


"Hihihi.. Tidak ada Pak Kevin, aku baik-baik saja", jawab Dara tertawa sembari menyingkirkan lengan Kevin yang menyentuh keningnya.


"Kalau begitu segeralah mandi, aku ingin segera beristirahat", ucap Kevin sembari memberikan Dara handuk.


"Aku rasa malam ini aku tidak akan mandi, pasti airnya akan sangat dingin. Besok pagi saja aku akan mandi", ucap Dara.


"Kau terlalu banyak alasan, Hotel semewah ini tidak mungkin tidak ada air hangat. Dan aku tidak bisa tidur seranjang dengan seseorang yang tidak mandi sebelum tidur. Jadi kau harus mandi sekarang!!!", perintah Kevin.


"Apa tidur seranjang???!! Aku tidak mau, lebih baik aku tidur di sofa saja", ucap Dara.


"Sofa??? Apakah kedua matamu sudah rusak???!! Tidak ada sofa di ruangan ini!!!", ucap Kevin.


Sejenak Dara hanya terdiam mendengarkan perkataan dari Kevin, lalu kemudian Dara mulai memperhatikan ruangan disekitarnya dan  ternyata apa yang dikatakan olehnya benar tidak ada satupun sofa yang ada di ruangan semewah ini.


Begitu keras kepalanya Dara yang tidak mau beranjak dari duduknya walaupun berulang kali Kevin sudah mengingatkannya. Hingga waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, akan tetapi sampai saat ini ia belum juga pergi untuk mandi. Terlihat Dara yang terus menggaruk-garuk tubuhnya hingga menimbulkan luka lecet pada tubuhnya sendiri.


Perlahan Kevin pun mulai mendekati Dara dan kemudian memberikan pakaiannya kepada Dara..


"Segeralah kau mandi, kemudian kenakanlah pakaianku ini", ucap Kevin sembari memberikan kemejanya.


"Apa ini???", tanya Dara curiga sembari mengeryitkan keningnya.


"Kau tidak perlu curiga, ini kemejaku. Aku rasa ukurannya saja yang lebih besar bila dikenakan olehmu akan tetapi ini akan sangat nyaman dari pada pakaian tidurmu sendiri", ucap Kevin.


"Apa??? Bagaimana dia tahu???!! Tetapi kalau pun dia sudah tahu sejak tadi kenapa tidak dari awal dia meminjamkan pakaiannya padaku??? Sangat mencurigakan!!!", batin Dara.


Tidak ada pilihan lain, selain mengenakan pakaian Kevin. Dara pun mulai menuju ke kamar mandi dan tidak lupa membawa semua perlengkapan mandi kesana. Setelah Dara berada di dalam kamar mandi, perlahan ia mulai membuka resleting gaun pernikahannya, akan tetapi tiba-tiba saja resletingnya tidak dapat di buka..


"Ya ampun ada apa ini!!! Kenapa resleting ini tidak bisa dibuka???", ucap Dara panik..


Berbagai macam cara telah Dara coba untuk membukanya, akan tetapi tetap saja tidak bisa dan pada akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali keluar dari dalam kamar mandi..


Kevin pun sangat terkejut saat melihat Dara yang masih mengenakan gaun pengantinnya.. Dengan wajah polos dan nada bicara yang agak gugup, Dara mulai memberanikan diri untuk meminta tolong kepada Kevin membukakan resleting gaun pengantinnya.


Mendengarkan perkataannya seakan Kevin tidak percaya, karena ia harus melakukan hal itu pada Dara.. Pada akhirnya Kevin pun berusaha memberanikan diri untuk membuka resleting gaun Dara. Di saat Kevin akan memulainya tiba-tiba saja Dara menghentikannya..


"Stop.. Tunggu dulu.. Kau harus menutup kedua matamu terlebih dahulu!!!", perintah Dara.


"Apa menutup mata??? Kau pikir aku mempunyai indera ke 6, tanpa melihat bisa membuka resleting ini dengan mudahnya???", tanya Kevin merasa aneh pada Dara..


"Pokoknya kau harus mengikuti perintahku!!!", ucap Dara..


Akhirnya Kevin pun mengikuti apa yang istrinya perintahkan. Kemudian Kevin pun mencoba membuka resleting dengan mata tertutup, akan tetapi begitu sangat sulit..


"Sudah belum??? Kenapa lama sekali..", ucap Dara.


Semakin lama semakin membuat kevin gemas rasanya karena belum berhasil membukanya. Kemudian Kevin memutuskan untuk sedikit curang dengan membuka kedua matanya dan segera mebuka resleting gaun istrinya..


Terlihat tampak begitu putih dan lembut kulit punggung istrinya.. Di saat pikiran Kevin mulai mengacau, seketika Dara mengejutkannya lantaran tersadar akan resleting gaunya yang sudah terbuka. Kemudian Dara pun segera berlari menuju ke dalam kamar mandi. Melihat respon istrinya seperti itu Kevin hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Sudah setengah jam lamanya Dara berada di dalam kamar mandi, namun sampai sekarang ia belum kunjung keluar juga..


"Apakah dia sedang tidur di kamar mandi??? Kenapa sangat lama di dalam sana???", tanya Kevin.


Kedua mata Kevin pun mulai mengantuk, kemudian ia mematikan televisi yang sedang di tontonnya.


Sekitar mendekati pukul 11 malam, akhirnya Dara pun keluar dari dalam kamar mandi. Secara mengendap-ngendap Dara berjalan perlahan melewati Kevin yang sudah tertidur.. Akan tetapi langkahnya seketika terhenti setelah Kevin terbangun dan memanggilnya..


"Nona, kau seperti pencuri berjalan mengendap-ngendap di malam hari!!!", ucap Kevin sembari duduk di ranjang..


"Oh.. Pak Kevin belum tidur???", tanya Dara terkejut.


"Padahal tadi aku sudah sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi, tetapi ternyata si berengsek ini belum tidur juga", ucap kembali Dara dalam hatinya.


Sejenak Kevin terdiam melihat Dara yang mengenakan pakaian yang terlihat kebesaran dengan panjang di atas lututnya, walaupun demikian Dara masih tetap terlihat sangat cantik dengan pakaian yang dikenakannya.


"Pak Kevin!!! Kenapa kau hanya terdiam, apakah kau sakit???!!", tanya Dara bingung.


"Oh, aku baik-baik saja.. Tetapi telingaku terasa sakit, jika kau selalu memanggilku dengan sebutan Pak. Aku bukan Bos mu lagi", ucap Kevin.


"Apa aku harus memanggilmu Tuan?", ucap Dara.


"Pertanyaan bodoh!!! Setidaknya kau bisa memanggilku dengan sebutan sayangku, cintaku atau apalah terserahmu", ucap Kevin.


Mendengarkan permintaan dari Kevin, Dara pun tak dapat menahan tawanya..


"Kau mentertawaiku Nona???!!", tanya Kevin mulai jengkel.


"Oya tadi setelah acara pernikahan aku tidak melihat Aa Ivan??? Apakah dia sudah pergi???", tanya Dara mengalihkan.


"Ivan sudah pulang lebih awal lantaran ada operasi Cito di rumah sakit tempatnya bekerja. Dia mengirimkan salam untukmu", jawab Kevin dan perlahan turun dari ranjangnya dan mulai mendekati Dara..


"Oh, begitu.. Tapi tunggu apa yang salah padaku??? Kenapa pandanganmu seperti itu???!!", tanya Dara semakin curiga sembari mundur secara perlahan..


Rasa takut mulai menyelimuti Dara lantaran tatapan mata Kevin yang sangat tajam seakan ingin memangsanya hidup-hidup.. Semakin lama langkah Dara pun mulai terpojok hingga ia tidak dapat lagi melangkah mundur lantaran tubuhnya telah terhimpit sebuah lemari pakaian, ditambah lagi dengan lengan Kevin yang sudah menghalangi Dara untuk bergerak


"Apa yang kau inginkan???!!", tanya Dara gugup.


"Apa yang aku inginkan pastinya kau pun sudah tahu", jawab Kevin.


"A.. Apa maksudmu?", tanya Dara dengan bibirnya yang bergetar..


Pertanyaan Dara tidak sedikitpun digubris oleh Kevin, yang ada Kevin hanya menatap mata Dara dengan semakin tajam dan penuh dengan sebuah arti..


"Aku tidak bisa menuruti keinginanmu itu, aku sedang datang bulan", ucap Dara sembari berusaha mendorong tubuh Kevin untuk menjauh darinya..


Mendengarkan perkataan dari Dara, hanya membuat kevin menjadi tertawa geli di tambah lagi dengan melihat wajah Dara yang terlihat sangat ketakutan terhadapnya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu??? Dasar bodoh, pikiranmu sangat kotor!!! Bisanya kau menerka pikiranku seperti itu", ucap Kevin tertawa..


"Lalu apa yang kau inginkan???", tanya Dara dan tetap mendorong tubuh Kevin dengan kedua tangannya.


"Aku ingin, mulai sekarang panggil aku dengan sebutan my dear", pinta Kevin.


"Hahahaha.. Apa aku tidak salah dengar??? Kau terlalu berlebihan Pak Kevin..", ucap Dara sembari tertawa tertawa terbahak-bahak..


"Tidak ada siapapun yang bisa membantah perintahku dan mentertawaiku termasuk kau Nona.. Apakah kau ingin merasakan ciuman terganasku???", ancam Kevin, sembari memegang kedua tangan Dara yang di arahkan pada dinding lemari pakaian.


Mendengar acaman Kevin seakan membuat Dara semakin takut, tubuhnya pun mulai bergetar kembali..


"Baiklah, aku akan menuruti semua perintahmu", ucap Dara sembari memejamkan matanya lantaran takut melihat tatapan mata Kevin yang sangat tajam..


"Apapun itu kau harus berjanji mendengarkan perintah dan menuruti semua keinginanku", ucap Kevin.


"Baiklah, apapun itu aku akan turuti semuanya..", ucap Dara dan masih tetap memejamkan matanya.


Setelah mendengar kesepakatan dari istrinya, perlahan Kevin mulai melepaskan tangannya dan beranjak dari tempat itu menuju ranjangnya untuk tidur..


Akan tetapi disana Dara masih tetap terdiam dengan memejamkan matanya, tanpa beranjak sedikit pun dari tempat itu..


"Nona, apakah kau ingin tidur disana???", ucap Kevin sembari tersenyum..


Tersadar bahwa dirinya sedang di permainkan oleh Kevin, dengan kesalnya Dara pun langsung datang menghampiri Kevin yang berada di atas ranjang..


"Dasar berengsek..!!!", teriak Dara dan langsung menarik piyama Kevin.


"Hii, Nona apa yang ingin kau lakukan padaku???", tanya Kevin terkejut..


"Beraninya kau selalu mempermainkanku.. Kau pikir aku takut denganmu???!!", ucap Dara sangat kesal dan marah..


"Hii.. Kau tidak bisa menyerangku saat aku seperti ini. Tetapi jika itu yang kau inginkan aku tidak akan menolaknya..", ucap Kevin sembari menarik kedua tangan Dara.


Seketika Kevin dengan cepatnya membalikkan kedudukannya terhadap Dara. Dengan kuatnya Kevin memegang kedua tangan Dara yang tepat berada di atas ranjang sembari memandang wajahnya.. Akan tetapi Dara tetap tidak mau mengalah dan terus melakukan perlawan dengan cara ingin menendang kaki Kevin.


Saat itu sepertinya Dara tidak tahu bahwa suaminya adalah seorang mantan pelatih Taekwondo, sehingga dengan berbagai macam perlawanan apapun tetap saja ia tidak bisa melumpuhkan Kevin.


"Apakah kau sudah menyerah Nona???", tanya Kevin.


"Tidak, aku tidak akan akan melepaskanmu", jawab Dara.


"Bagaimana kau bisa melawanku dengan kedua tanganmu ini, tanganmu pun tidak bisa terlepas dari genggamanku..", ucap Kevin.


Melihat perlawanan Dara yang tidak ingin begitu saja menyerah terhadapnya, Kevin hanya tersenyum simpul dan pada akhirnya Kevin tidak  ingin melanjutkan lagi permainannya. Ia pun beranjak tidur di ranjangnya sembari tetap memegang kedua lengan Dara..


"Sudahlah hentikan permainanmu ini, aku sudah sangat lelah dan mengantuk..", ucap Kevin.


"Apa maksudmu???", tanya Dara sembari tetap berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya.


"Besok permainan ini akan kita lanjutkan kembali, jadi tidurlah kau di sampingku", ucap Kevin sembari menarik selimut dan mematikan lampu tidur.


Seketika Dara pun menjerit histeris, setelah seluruh ruangan menjadi sangat gelap.


"Ahkkk..!!!",


Sontak saja Dara langsung memeluk Kevin yang tepat berada disampingnya dengan begitu eratnya.


"Cepat hidupkan kembali lampunya, aku sangat takut!!!", ucap Dara gugup dan semakin erat memeluk tubuh Kevin.


Melihat reaksi Dara yang begitu sangat histeris, Kevin pun segera menghidupkan kembali lampunya.


Setelah ruangan menjadi terang kembali seketika Dara melepaskan pelukannya dan kemudian langsung memukul bahu Kevin dengan kuatnya..


"Awww..!!! Apakah kau masih dendam denganku, begitu sangat sakit pukulanmu itu", ucap Kevin sembari memegang bahunya.


"Biar kau rasakan itu..!!! Sudahlah aku ingin tidur sekarang, tapi ingat jangan coba-coba kau menggangguku lagi dan jangan pernah kau mematikan lampu kamar tidur tanpa seizin ku..!!!", ancam Dara sembari menunjuk jarinya tepat pada Kevin.


Lalu kemudian Dara pun menyekat di tengah-tengah ranjangnya dengan beberapa guling, untuk membatasi tempat tidurnya.


"Dan jangan coba-coba kau melewati batas ini, kalau tidak kau akan tahu akibatnya!!!", ancam Dara sembari menarik selimutnya dan lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Melihat begitu sangat kesal dan marahnya Dara, hingga membuat kevin menjadi merasa heran dengan segala perbuatan dan ancamannya tadi..


"Ya ampun, aku baru tahu dia yang sesungguhnya malam ini.. Ternyata begitu dia sangat galak!!!", ucap Kevin tersenyum..