![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Ya ampun, aku baru tahu dia yang sesungguhnya malam ini.. Ternyata dia begitu sangat galak!!!", ucap Kevin tersenyum..
🌹🌹🌹
Di keesokan harinya dengan mata yang masih merasa mengantuk Dara sangat terkejut ketika terbangun dari tidurnya melihat tepat di sampingnya ada seseorang pria yang sedang memeluk tubuhnya. Sontak saja dengan sigapnya Dara langsung segera mendorong dengan sangat kuatnya tubuh pria yang berada disampingnya itu hingga terjatuh di lantai..
"Buukkkk..!!!".
Seketika terdengarlah suara pekikan seorang pria, hingga benar-benar menyadarkan Dara dari rasa mengantuknya. Dara pun terbangun dan segera mencari sumber suara yang terdengar itu.. Melihat dari atas ranjangnya ia amat sangat terkejut saat mengetahui ternyata seseorang yang telah ia dorong hingga terjatuh adalah pria yang telah menikahinya kemarin siang.
"Ya ampun, apa yang sudah aku lakukan terhadapnya???!! Rasanya aku sudah tidak waras, lantaran aku sampai lupa kalau kemarin aku sudah menikah dengannya", gumam Dara panik sembari berlari kecil menghampiri suaminya yang sudah terjatuh akibat perbuatannya sendiri.
Sesampainya disana ia mendapati suaminya yang tiba-tiba pinsan begitu saja, ia pun berusaha membangunkan suaminya dengan cara mengguncang-guncangkan tubuhnya dan sekaligus menepuk-nepuk bahunya secara kuat..
"Pak Kevin, bangunlah!!! Kau jangan bercanda keterlaluan seperti ini, aku minta maaf karena tadi sudah tidak sengaja mendorongmu hingga terjatuh", sesal Dara.
Berbagai macam cara telah Dara lakukan akan tetapi tetap saja suaminya belum juga siuman, hal itu semakin membuatnya menjadi merasa cemas dan takut apabila sesuatu terjadi padanya..
Namun Dara berusaha untuk tetap tenang, ia pun mencoba memeriksa suaminya.. Lalu perlahan Dara mulai meraba arteri karotis suaminya, terasa denyutannya masih sangat kuat serta iramanya pun masih teratur, kemudian ia mencoba merasakan hembusan nafasnya dan terasa masih sangat baik tanpa adanya sumbatan apapun pada jalan nafasnya.
Setelah selesai semua di periksa olehnya ternyata tidak ada masalah apapun pada suaminya, sehingga membuat Dara menjadi tersadar sepertinya ia sedang di permainkan lagi oleh suaminya. Rasa kesal dan marah semuanya seakan bercampur menjadi satu, ingin rasanya ia mencekik leher suaminya hidup-hidup lantaran dari semalam ia selalu saja di permainkan olehnya..
"Suamiku kau jangan pergi meninggalkan aku sendiri, nanti siapa yang akan menemaniku??? Tetapi setelah kau pergi apakah aku boleh menikah lagi dengan seorang pria???", ucap Dara bersandiwara sedih sembari menepuk-nepuk wajah suaminya.
Mendengarkan perkataan istrinya, sontak saja Kevin langsung segera terbangun dari kepura-puraannya dan berteriak..
"Tidak..!!!", teriak Kevin kesal..
"Apa maksudmu berkata demikian??? Apa kau ingin aku cepat meninggal sehingga kau bisa menikah lagi dengan pria yang lain???!!", ucap Kevin sangat marah.
"Loh seharusnya aku lah yang sangat marah lantaran kau telah membohongiku dengan berpura-pura pinsan", ucap Dara sangat kesal dan marah.
"Aku sungguh-sungguh sangat sakit setelah terjatuh tadi, kepalaku sakit dan pinggangku terasa ingin patah. Aku minta pertanggung jawabanmu terhadap perbuatanmu kepadaku hari ini", ucap Kevin.
"Asal kau tahu semalaman aku tidak bisa tidur, lantaran tidur di sampingmu, setiap beberapa menit sekali kau akan menendangku, memukulku, sakit rasanya semua tubuhku semalaman..", ucap kembali Kevin.
"Apa buktinya kalau aku melakukan semua hal itu padamu???", tanya Dara.
"Nona kau semakin pandai dan cerdas sekarang, hari ini aku belum bisa membuktikannya tapi lain waktu aku akan memberikan bukti itu padamu", jawab Kevin dengan tatapan sinis..
"Kalau begitu silahkan saja Pak Kevin yang terhormat, aku akan menunggunya", ucap Dara tersenyum tipis.
Setelah perdebatan mereka selesai, Dara pun mulai berdiri dan perlahan membangunkan suaminya yang telah terjatuh di lantai. Disaat yang tidak terduga ternyata Kevin malah menarik lengan Dara dan seketika Dara terjatuh di dalam pelukannya dan kemudian tanpa buang-buang waktu Kevin pun langsung mencium bibir mungil istrinya..
Sontak saja hal itu membuat Dara menjadi terbelalak dengan kedua bola matanya yang membulat lantaran sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya, sehingga membuatnya menjadi sangat kesal dan marah.
Dara pun berusaha untuk melawannya dengan berbagai macam cara agar ia bisa melepaskan diri dari pelukan suaminya, akan tetapi begitu sangat sulitnya melepaskan pelukan dari dirinya sehingga ia tidak bisa melakukan apapun lagi.
"Stop.. Hentikan!!! Aku tidak bisa bernafas..!!!", teriak Dara dengan nafasnya yang tersengal-sengal sembari mendorong tubuh Kevin agar menjauh dari dirinya..
"Bagaimana istriku tersayang dengan ciuman terganasku!!! Apakah kau ingin melanjutkannya lagi???!!!", tanya Kevin sembari tersenyum..
"Dasar berengsek!!!", ucap Dara sangat marah sembari menghapus bibirnya dengan tangannya.
"Bukankah semalam aku sudah mengatakan padamu, permainan kita akan di lanjutkan kembali pagi ini. Apakah aku salah melakukan hal ini padamu???", tanya Kevin.
"Iya kau salah!!! Kau selalu saja mencuri ciuman dariku. Dulu kau pun pernah mencurinya dariku, padahal aku sudah sangat menjaga bibirku ini agar tidak di sentuh oleh siapapun kecuali suamiku sendiri atau seseorang yang sangat aku cintai, tetapi saat itu kau telah mencuri ciuman pertamaku", ucap Dara sedih dan hampir saja menangis..
"Apakah aku tidak salah mendengarnya, itu ciuman pertamamu???!! Hah, di zaman secanggih ini!!! Hii, Nona kenapa kau jadi menangis seperti itu.. Ok baiklah aku akan mengakui kesalahanku, aku minta maaf atas semua perbuatanku saat itu padamu", ucap Kevin sembari mengulurkan tangannya.
"Tidak, aku tidak akan memaafkanmu", ucap Dara kesal.
"Ayolah maafkan aku Nona, seumur hidupku tidak ada seseorang wanita manapun yang menolak permintaan maafku ini", ucap Kevin memohon..
"Kali ini akulah wanita yang pertama menolak permintaan maafmu", ucap Dara sembari berdiri dan membelakangi Kevin.
Di saat Dara membalikkan tubuhnya membelakangi Kevin, seketika Kevin pun melingkarkan lengannya pada pinggang Dara seraya memeluk istrinya dari arah belakang dengan begitu mesranya.. Seakan Dara menjadi sangat terkejut dengan apa yang telah di lakukan oleh suaminya, akan tetapi sedikit pun Dara tidak melakukan perlawanan lantaran perkataan Kevin yang telah meluluhkan hatinya..
"Maafkan aku, istriku tersayang.. Jika hari itu aku telah menyakiti dan melukai hatimu karena atas perbuatanku yang telah mencuri ciuman pertamamu. Andai saja aku tahu lebih awal, nantinya kau akan menjadi istriku mungkin aku tidak akan melakukan hal itu padamu. Dan andai saja waktu dapat kembali aku akan siap sabar menunggumu hingga sampai hari ini saat kau telah resmi menjadi pasangan hidupku", ucap Kevin seraya membisikan di telinganya..
Mendengarkan semua perkataannya, seakan meluluh lantakan kekesalan hati Dara dan pada akhirnya ia pun mau memaafkan suaminya. Mendengar hal itu Kevin pun langsung memeluk Dara dengan eratnya.
Di siang harinya Dara bersama Kevin untuk pertama kalinya pergi bersama ke sebuah Mall di Bandung untuk membeli beberapa pakaian yang akan di kenakan oleh Dara. Begitu ramainya pengunjung Mall sehingga langkah mereka menjadi tersendat-sendat. Melihat begitu kesulitan istrinya berjalan, kemudian tanpa ragu Kevin pun menggenggam tangan istrinya dengan erat lalu melangkah bersama melewati keramian itu.
Sepanjang perjalanan semua pasang mata pengunjung Mall hanya tertuju kepada mereka berdua, seakan memperhatikan kemesraan mereka dan Dara hanya memandangi suaminya dengan rasa kagum lantaran ia merasa menjadi wanita yang sangat bahagia serta beruntung telah di persuntingnya menjadi istri.
"Ini awal langkahku berjalan bersamanya setelah menikah, semoga semua kebaikan selalu bersama di setiap langkah kami berdua, Aamiin Ya Allah..", batin Dara berharap dalam doanya.
Perjalanan mereka akhirnya terhenti di sebuah butik ternama di Bandung. Tanpa melepaskan genggaman tangannya, Kevin pun mengajak Dara masuk kedalam butik itu..
"Selamat datang Aa, Teteh ada yang bisa kami bantu???", tanya seorang pegawai butik.
"Iya, saya ingin mencari pakaian wanita yang cocok untuk istri saya.. Tolong pilihkan dan siapkan pakaiannya yang terbaik untuknya", ucap Kevin.
"Baik Aa..", ucap pegawai butik.
"Ikutlah bersamanya, aku akan menunggumu disini", ucap Kevin.
Dara pun melangkah pergi mengikuti pegawai butik. Disana Dara mulai memilah-milih pakaian yang tepat untuk dikenakannya. Setelah selesai memilih beberapa pakaian yang telah Dara pilih, ia pun segera menemui Kevin yang sedang menunggunya. Akan tetapi disana ternyata ia tidak menjumpai suaminya.
"Teteh apakah tadi melihat seseorang pria yang sedang duduk disini???", tanya Dara pada salah satu pegawai butik.
"Oh sepertinya sedang berada di kasir di sebelah sana Teh", jawab pegawai butik.
"Iya, terima kasih Teh", ucap Dara.
"Hii, Nona..!!!", sapa seorang pria..
Sejenak Dara tidak merespon sapaan dari pria itu lantaran ia sedang fokus memainkan ponselnya. Akan tetapi pria itu lantas tidak menyerah untuk memperoleh respon dari Dara, pria itu pun kembali menyapanya dengan suara yang lebih terdengar keras agar Dara dapat mendengarnya.
"Hii, Nona kau sedang sendirian???!! Apakah aku boleh menemanimu???", ucap pria itu.
"Apa???!! Kau berbicara denganku????", tanya Dara terkejut.
"Tentu saja, hanya ada kau gadis tercantik yang berada di tempat ini", jawab pria itu.
"Oh.. Aku sedang menunggu suamiku yang berada disana", sembari menunjuk suaminya yang sedang berada di kasir.
"Oh pria yang sedang membayar di kasir itu??? Tidak mungkin itu suamimu, Pria itu seperti Om mu???", ucap pria itu.
"Apa Om???!! Apa kau sudah bosan hidup mengatakan hal itu padanya", batin Dara.
"Maaf, aku pergi dulu", ucap Dara dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Hii, tunggu aku belum selesai berbicara denganmu", ucap pria itu.
Dara pun sengaja segera pergi meninggalkan tempat itu lantaran khawatir suaminya akan cemburu melihatnya bersama pria lain, akan tetapi tanpa disadari ternyata pria itu masih tetap nekat mengikuti langkah Dara dari belakang..
"Sayang setelah ini aku ingin membeli ponsel.. Sayang siapa pria yang berada dibelakangmu???!!", tanya Kevin sangat curiga.
"Pria???!!", tanya Dara bingung sembari menoleh ke arah belakang.
Dara pun kembali terkejut setelah mengetahui ternyata pria itu masih mengikutinya sampai ke sini..
"Siapa kau???", tanya Kevin sangat curiga.
"Dia bukan siapa-siapa, aku tidak mengenalinya. Sudahlah sekarang kita pergi saja dari sini", ucap Dara sembari meraih tangan Kevin.
"Oya, Om bolehkah aku meminta nomor telepon keponakanmu???", tanya pria itu.
Sontak Dara dan Kevin sangat terkejut setelah mendengar perkataan dari pria itu..
"Apa Om???!! Kau meminta nomor teleponnya???!!", tanya Kevin sangat terkejut.
"Ya ampun, kenapa bisa jadi seperti ini!!!", ucap Dara dalam hatinya bingung..
Melihat Kevin yang mulai naik darah, Dara pun semakin menggenggam tangan suaminya dengan erat sebagai tanda agar Kevin tidak melakukan hal apapun yang konyol terhadap pria itu.
Kevin pun hanya memandangi wajah istrinya yang terlihat tidak menginginkan terjadi keributan disana.
"Heii, anak muda lain kali kau harus berhati-hati dalam berbicara.. Karena wanita yang kau maksud, yang berada disampingku ini adalah istriku", ucap Kevin dan berlalu pergi sembari menarik lengan istrinya..
"Kami sudah menikah, permisi..", ucap Dara sembari di tarik lengannya oleh suaminya..
Pria itupun hanya terdiam disana setelah mendengarkan perkataan dari mereka berdua..
Begitu sangat kesalnya Kevin, hingga ia berjalan begitu sangat cepatnya tanpa memperhatikan langkah Dara yang semakin tidak beraturan..
"Hentikan..!!!", teriak Dara dengan nafasnya yang tersengal-sengal sembari melepaskan genggaman tangan suaminya.
"Kita akan pergi kemana dengan langkah secepat ini??? Aku tidak sanggup mengikuti langkah kakimu yang cepat seperti itu", ucap Dara.
"Kita akan pergi dari Mall ini, aku tidak menyukai tempat seperti ini", ucap Kevin.
"Apa maksudmu??? Bukankah kau yang mengajakku datang ke tempat ini???", tanya Dara.
"Kita akan berbelanja di tempat lain. Ayo lanjutkan kembali perjalanan kita..!!!", ucap Kevin sembari mengenggam tangan Dara kembali dan berlalu pergi dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, sedari tadi Kevin tidak berhenti selalu saja mengomel lantaran peristiwa yang telah terjadi di butik tadi.
"Berengsek siapa pria tadi yang tidak punya sopan santun menyebutku Om.. Apalagi beraninya dia menggoda istriku tepat didepan mataku sendiri, lihat saja nanti kalau kita berjumpa lagi. Aku menyesal telah datang ke tempat ini, lebih baik tadi aku pergi ke butik milik Bunda yang berada di Dago", ucap Kevin kesal sembari tetap menggenggam tangan istrinya.
"Ya ampun, ternyata apa yang dikatakan Windy benar, sepupunya adalah seorang pria yang sangat pecemburu..", ucap Dara dalam hatinya sembari menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat parkir, ketika mereka akan berjalan menuju ke mobil yang sedang di parkirakan tiba-tiba saja tepat di hadapan mereka berdua dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat..
"Bhuuussss..!!!"
"Pak Kevin!!!", teriak Dara histeris..
"Awas sayang!!!", teriak Kevin terkejut sembari memeluk istrinya..
Spontan saja Kevin dengan sigap langsung memeluk Dara dengan eratnya dan kemudian menjatuhkan diri ke tempat yang lebih aman untuk mereka berdua.. Syukurlah mereka berdua selamat tanpa adanya luka-luka yang serius.
"Sayang kau baik-baik saja?", tanya Kevin sangat cemas sembari menyentuh wajah istrinya..
"Iya, aku baik-baik saja.. Lalu bagaimana denganmu???", tanya Dara sangat cemas sembari memegang tangan Kevin yang diletakkan pada wajahnyanya.
Dengan detak jantung yang masih sangat cepat lantaran peristiwa yang baru saja terjadi, membuat Dara seakan hampir saja tidak percaya dengan semua yang telah terjadi pada mereka berdua..
"Apakah seseorang yang berada di dalam mobil itu adalah Kak Mala???!!", tanya Dara terkejut dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
"Benar dia adalah Mala, sekarang kau sudah tahu Seperti apa Mala yang sebenarnya. Tetapi bagaimana dia bisa tahu keberadaan kita di tempat ini???", tanya Kevin bingung..
"Kak Mala mengetahui keberadaan kita dengan mudahnya dari plat nomor mobilmu", ucap Dara.
"Tidak terpikirkan olehku ternyata Mala sangat pandai bisa melacak keberadaan kita di sini melalui plat nomor mobilku", ucap Kevin..
"Aku tidak ingin membahayakan keselamatan istriku jadi aku harus kembali ke Jakarta sendiri secepatnya dan segera menemui Leo, agar dia dapat menemukan keberadaan Mala hari ini juga", ucap Kevin dalam hatinya sembari mengatur rencananya..