![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Sayang mana handuknya!!!", teriak Kevin.
"Ulurkan tanganmu dulu, nanti aku akan meletakannya tepat di tanganmu", ucap Dara.
Kevin pun mengikuti apa yang telah di perintahkan oleh istrinya, lalu ia mulai mengulurkan tangannya dan terlihat olehnya Dara mulai meletakan handuk tepat di tangan kevin.. Akan tetapi begitu dengan cepatnya seketika lengan Dara langsung di tarik paksa oleh Kevin hingga masuk ke dalam kamar mandi. Begitu sangat terkejutnya Dara dengan apa yang telah Kevin lakukan padanya..
"Akkkhhhh..!!! Kenapa kau tidak mengenakan pakaianmu???!!", teriak Dara sangat histeris sembari menutup kedua matanya.
"Apa aku sudah tidak waras, mandi dengan mengenakan pakaian!!!", ucap Kevin.
"Setidaknya kau bisa mengenakan handuk yang aku bawakan ini", ucap Dara menyodorkan handuknya sembari memejamkan matanya.
Perkataan Dara tidak sedikit pun di hiraukan oleh Kevin, malah ia menarik lengan Dara dan mulai membasahi tubuh dan pakaian yang dikenakannya..
"Kita akan mandi bersama sayang!!! Pastinya sore ini kau belum mandi juga kan???", ucap Kevin dan tetap menyiram tubuh Dara dengan shower yang dipegangnya.
"Hentikan aku tidak mau, kalau kau tetap memaksa aku akan berteriak!!!", ancam Dara.
"Berteriaklah sesukamu karena di rumah ini tidak ada siapapun, bukankah Mama sedang pergi menghadiri arisan?", ucap Kevin sembari tersenyum licik.
Dara seketika terdiam setelah mengingat bahwa di rumahnya tidak ada siapapun, termasuk Mama yang sedang keluar untuk menghadiri arisan. Sehingga Dara pun menjadi bingung apa yang harus ia lakukan saat ini..
"Cukup hentikan.. Hentikan!!! Aku tidak mau!!!", teriak Dara sangat histeris.
"Sayang, ada apa?!! Ya ampun, apa kau sedang melamun lagi? Aku sampai kedinginan menunggumu di dalam kamar mandi, berikan handukku", ucap Kevin sembari mengambil handuk yang sedang dipegang Dara.
Syukurlah semua hal tadi hanya lamunannya saja, Dara pun menarik nafas panjangnya dengan lega. Akan tetapi Dara menjadi terbelalak setelah tersadar melihat Kevin yang keluar dari dalam kamar mandi yang hanya mengenakan pakaian dalam saja..
"Hii, apa kau sudah tidak waras keluar dari kamar mandi hanya mengenakan pakaian dalam saja!!! Dasar tidak punya malu!!! Sangat menyebalkan, pemandangan yang hanya membuat mataku menjadi sakit!!!", teriak Dara sembari membelakangi Kevin.
"Semua ini karena perbuatanmu sayang!!! Kalau saja tadi kau segera memberikanku handuk aku tidak akan keluar dari kamar mandi dengan seperti ini", ucap Kevin sembari tersenyum simpul.
"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan, awas saja kalau kau sampai mengulanginya lagi", gumam Dara.
"Apa yang barusan kau katakan?", tanya Kevin.
"Tidak ada!", jawab Dara dengan posisi yang sama terus membelakangi Kevin.
"Aku mendengarnya Ny. Kevin Abraham.. Bukankah kita sudah pernah melakukan hal ini semalam", ucap Kevin sembari membalikkan tubuh Dara menghadapnya.
"Apa yang ingin kau lakukan?!!!", teriak Dara sembari memejamkan kedua matanya.
"Aku hanya ingin memandangimu saja, sayang", ucap Kevin tersenyum sembari memegang tangan Dara.
"Apakah kau sudah berpakaian lengkap??!", tanya Dara gugup dan tetap memejamkan kedua matanya.
"Aku tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhku!!!", jawab Kevin sembari menahan tawanya.
"Dasar tidak waras, aku rasa pikirannya mulai berimajinasi kotor saat melihatku", ucap Dara dalam hati sembari berusaha melepaskan genggaman tangan kevin.
Dara pun terus berontak untuk mencoba berusaha melepaskan cengkraman tangan Kevin akan tetapi selalu saja sangat sulit untuk melepaskannya. Di saat Dara tetap berusaha keras melepaskannya, seketika saja Kevin membisikan sesuatu tepat di telinganya..
"Sayang, apakah aku boleh meminta lagi hal yang sangat menakjubkan dan istimewa seperti semalam???!!", bisik Kevin.
Sontak saja Dara membuka matanya lebar-lebar setelah mendengarkan bisikan dari Kevin yang tepat di telinganya..
"Apa maksudnya berkata seperti itu??? Apakah yang di maksudnya itu adalah ..!!!", ucap Dara dalam hatinya.
Setelah menyadari apa yang telah Kevin bisikan kepadanya, seketika saja Dara segera mendorong Kevin dengan sekuat tenaganya hingga ia bisa terbebas dari cengkeraman Kevin, lalu kemudian ia segera berlari keluar dari kamarnya..
"Hii, sayang kau ingin pergi kemana? Aku hanya bergurau saja, lihatlah aku sudah memakai pakaianku dengan lengkap", teriak Kevin sembari tertawa lepas..
Begitu usilnya Kevin selalu saja berbuat konyol dan menggoda istrinya, sehingga selalu saja membuat Dara menjadi kesal dibuatnya.
Begitu sangat lamanya Dara tak kunjung juga kembali masuk ke dalam kamar, hingga pada akhirnya Kevin pun keluar kamar untuk mencari keberadaan istrinya sekarang.
Sembari menuruni anak tangga kevin pun mencari keberadaan istrinya, hingga tepat di ruang makan ia melihat Dara bersama kedua orang tuanya sedang menikmati makan malam.
Kevin pun datang menghampiri di tengah-tengah mereka bertiga, sembari mengucapkan salam serta mencium tangan kedua mertuanya dan setelah itu tanpa ragu ia mencium kening istrinya tepat di hadapan mereka semua, lalu kemudian perlahan duduk disampingnya.
Dara pun terkejut dengan kecupan yang begitu saja mendarat tepat di keningnya dan ia hanya melirik dengan sinis ke arah Kevin yang tepat duduk disampingnya.
"Nak Kevin bukankah kau sudah tidur?", tanya Papa merasa heran.
"Iya, Pah tadi aku sempat tertidur dikamar. Tetapi karena istriku tidak ada disampingku jadi aku langsung terbangun", ucap Kevin sembari tersenyum pada Dara.
"Oh iya Mam, aku pamit dulu ya..", ucap Dara.
"Nak, kau tidak boleh begitu sayang. Baru saja suamimu duduk, siapakanlah makanan untuknya dan lalu temanilah suamimu makan malam", ucap Mama.
"Baik Mam", ucap Dara sembari melirik sinis ke arah Kevin.
Terlihat wajah Kevin yang sangat bahagia ketika sang Mama mertua lebih membelanya dari pada anaknya sendiri. Dara pun terus berdiam diri tepat disamping kevin tanpa ada suara yang menyeringai di bibirnya yang mungil..
Begitu lamanya Kevin menyantap makan malamnya sehingga Mama dan Papa pun mulai meninggalkan mereka berdua di meja makan lantaran mereka ingin segera beristirahat di kamar.
"Percepatlah makanmu, aku sudah mulai mengantuk", ucap Dara.
Akhirnya rencana Kevin pun berhasil, agar Dara memintanya untuk mempercepat makan malamnya. Padahal sebenarnya ia memang sengaja memperlambat memakan makanan yang di sajikan diatas piringnya, agar Dara menjadi jenuh dan mulai mengantuk. Akan tetapi rencana gagal total lantaran seusainya makan malam, Papa meminta Kevin agar menemaninya main catur.
Mau tidak mau, suka atau tidak suka tetap Kevin tidak mungkin untuk menolak ajakan dari sang Papa mertua. Sembari tersenyum sinis pada Kevin, Dara pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan berdalih sudah sangat mengantuk. Alasannya ini pun langsung di terima begitu saja oleh sang Papa tercinta dan membiarkan Dara pergi meninggalkan mereka berdua disana.
Saat perjalanan menuju ke kamarnya, langkah Dara pun terhenti tepat di depan pintu kamar Mama, ketika disana ia mendengar suara samar-samar Mama yang sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Sehingga tanpa ragu kemudian Dara mulai masuk kedalam kamar tidur Mama yang kebetulan tidak di kunci. Sesampainya di dalam kamar, ia hanya mendengarkan perbincangan mereka berdua mengenai "Pengantin Baru", sepertinya ini adalah kode untuk Dara dan Kevin. Dan sudah tidak diragukan lagi bahwa memang benar saat ini Mama sedang berbincang-bincang dengan Ibunda Kevin.
Selagi mereka berdua saling berbincang-bincang, dari balik pintu Dara terus mendengarkan perbincangan mereka dan pada akhirnya terbongkarlah sudah rahasia mereka berdua yang sengaja menyabotase gaun pengantin Dara agar resleting gaunya macet dan tidak bisa dibuka..
Begitu sangat terkejutnya ketika Mama mendengar teriakkan dari sang putri tercinta dan Mama pun akhirnya segera mengakhiri pembicaraan mereka berdua via telepon.
"Nak, sejak kapan kau berada disana?", tanya Mama gelagapan.
"Sejak beberapa menit yang lalu. Apa Mama sudah lama merencanakan semuanya ini dengan Tante Lili?", tanya Dara sembari terduduk kesal di sofa.
"Tentunya saja tidak Nak", jawab Mama singkat.
"Mama bohong!!! Tadi aku mendengarnya sendiri apa yang sudah kalian berdua bicarakan", ucap Dara mulai merajuk.
"Oh, mengenai gaun pengantinmu? Iya Nak, Mama minta maaf. Semuanya ide konyol dari Ibu mertuamu yang mendesain gaun pengantinmu menjadi seperti itu", ucap Mama.
"Lalu semua pertemuan aku dengan Kevin apakah itu juga sabotase dari kalian berdua?", tanya Dara.
"Khusus yang satu itu, Mama dan Ibu mertuamu tidak pernah ikut campur didalamnya. Semua pertemuan kalian berdua sudah jadi takdir Yang Maha Kuasa. Perjodohan yang selalu kau tampik bahkan sudah berkali-kali kau coba gagalkan, akan tetapi pada akhirnya perjodohan ini terlaksana juga dengan baik, lalu kalian berdua pun sekarang telah resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri. Mama sangat bahagia sekali..", ucap Mama sumringahnya.
Melihat sang Mama begitu bahagianya, Dara hanya terkekeh lantaran seakan-akan Mamanya seperti telah memenangkan undian berhadiah ratusan juta rupiah. Khawatir jika Mamanya akan menanyakan berbagai macam pertanyaan lagi padanya, Dara pun segera berpamitan untuk pergi tidur di kamarnya.
Waktu pun telah menunjukkan pukul 23.14.. Malam sudah semakin larut, lalu kedua mata Kevin pun semakin lelah dan mulai mengantuk. Akan tetapi tidak bagi Papa, diusianya yang akan menginjak kepala 6 semakin malam kedua matanya seakan semakin cermelang dan sangat jeli saat bermain catur. Buktinya dari 10 kali bermain catur, Kevin baru memenangkan 3 kali permainan catur dan sisanya selalu saja kalah. Tak ayal jika Ayah Kevin pun menyebut Papa mertuanya handal dalam bermain catur.
"Ternyata benar apa yang telah Ayah katanya, jika Om Darma mulai mengeluarkan papan caturnya tidak akan ada yang dapat memaksanya untuk menutup kembali papan catur miliknya. Lalu bagaimana dengan nasibku sekarang??!", ucap Kevin dalam sembari menarik nafas panjang..
Di saat yang sangat dinantikan oleh Kevin, akhirnya Mama pun menjemput Papa untuk pergi tidur lantaran sudah mulai larut malam. Kini Kevin dapat menarik nafas lega karena ia telah bebas dari belenggu hitam putih dari papan catur. Kevin pun terlebih dahulu berpamitan kepada kedua mertuannya dan setelah itu mulai berlalu pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamar tidurnya yang berada di lantai 2.
Begitu sangat lelah dan mengantuknya Kevin, hingga langkahnya sempoyongan sampai masuk kedalam kamar. Akan tetapi rasa mengantuknya seketika menghilang setelah ia melihat Dara yang telah mengenakan pakaian berlapis-lapis.. Kevin pun hanya tersenyum simpul melihat perbuatan istrinya yang tidak wajar saat tengah malam seperti ini.
"Sayang apakah kau sedang sakit? Kenapa kau mengenakan pakaian setebal itu", tanya Kevin pura-pura cemas.
"Tidak!!! Oh, iya aku merasa kurang sehat dan tubuhku merasa dingin", jawab Dara gugup.
Terlihat respon Dara yang kikuk saat menjawab pertanyaannya sehingga membuat Kevin menaruh rasa curiga padanya. Akan tetapi rencana Kevin kali ini jauh lebih baik dari pada rencana sebelumnya. Ia pun dengan sengaja menyembunyikan remote AC agar Dara menjadi kepanasan dengan pakaian berlapis-lapis yang dikenakan olehnya.
"Oya sayang, Ivan menitipkan salam untukmu", ucap Kevin sembari duduk di ranjangnya.
"Apa Aa Ivan??? Kenapa Aa Ivan sampai menitipkan salam, apakah kau telah bertemu dengannya??", tanya Dara penasaran sembari mendekati Kevin yang tengah terduduk di ranjang.
"Kau ini jika menyebut nama Ivan terdengar begitu sangat lembut dan romantis, sangat berbeda ketika menyebut namaku. Amat sangat menyebalkan", ucap merajuk.
"Hmmm, responmu sangat berlebihan", gumam Dara.
"Apa yang barusan kau katakan?", tanya Kevin mulai jengkel.
"Oh tidak ada, itu hanya perasaanmu saja!!!", jawab Dara.
"Aku sangat jelas mendengarnya", ucap Kevin.
"Hihihi..!!!", ucap Dara terkekeh.
Akhirnya Kevin pun enggan melanjutkan kembali ceritanya pada Dara lantaran ia sudah mulai kesal dengan respon istrinya seperti itu pada pria lain, hingga ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari memejamkan matanya dan menarik selimut.
Sudah setengah jam lebih Dara mengenakan pakaian berlapis-lapisnya dan terlihat Dara sudah mulai gusar dan gelisah. Namun Kevin hanya berusaha terdiam tidur disampingnya dan tidak mau peduli dengannya, sebelum Dara meminta bantuan padanya.
Dara pun terbangun dari tidurnya lantaran sudah mulai kepanasan dan lalu kemudian segera mencari remote AC. Akan tetapi telah beberapa menit di cari, tak kunjung juga ia temui.. Pada akhirnya ia pun membuka pakaiannya yang berlapis-lapis, itu juga secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan Kevin.
"Syukurlah Kevin sudah tertidur, kalau tidak dia akan mentertawaiku sepuasnya dengan melihat cara bodohku ini!!!", ucap Dara lega.
Pakaiannya pun telah selesai di bukanya satu persatu, namun tiba-tiba saja seluruh lampu kamarnya pun padam, hingga seketika seluruh ruangan menjadi sangat gelap lalu sontak saja Dara menjerit histeris lantaran ketakutan dengan kegelapan..
"Tolong..!!! Kevin tolong aku!!!", jerit Dara ketakutan.
Bak seperti pahlawan super Kevin pun segera menghampiri Dara sembari menghidupkan senter di ponselnya. Kemudian Dara pun seketika langsung memeluk Kevin untuk menghilangkan rasa takutnya.
"Sayang apakah kau sudah lebih baik?", tanya Kevin sembari memeluk istrinya.
Tak sepatah katapun Dara menjawab pertanyaan darinya, namun Kevin dapat merasakan detak jantung Dara yang sangat berdegup dengan kencangnya. Setelah itu sesaat mereka berdua pun hanya saling terdiam satu sama lain, hingga suasana hening pun tercipta di ruangan yang sangat gelap ini. Namun seketika saja lampu kembali menyala dan semua sudut ruangan menjadi terang kembali.. Di saat yang bersamaan seketika saja Kevin berlutut tepat dihadapan Dara sembari memberikan sesuatu kotak kecil padanya yang berisi sebuah kalung liontin dengan inisial dari nama mereka berdua.
Dara semakin bingung dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya, hingga ia tidak dapat mengungkapkan apapun padanya..
"Seharusnya aku memberikan ini pada saat kita sebelum menikah akan tetapi semuanya berjalan begitu sangat cepatnya hingga aku pun tidak dapat melakukan apapun saat itu.. Asal kau tahu, awalnya aku tidak setuju dengan perjodohan bodoh ini. Semuanya seakan menjadi mimpi buruk yang terus menghantuiku di setiap hari-hariku. Tetapi semuanya seakan sangat jauh berbeda dengan apa yang aku bayangkan selama ini.. Kau hadir di kehidupanku sebagai orang asing yang sangat mengesalkan dan selalu saja membuatku menjadi jengkel. Namun kenyataannya kau adalah seorang wanita yang sangat berbeda dengan wanita manapun yang pernah aku temui dan pastinya kau adalah Dewi Penolongku, yang selalu ada dan selalu menyelamatkanku dalam setiap kesulitan. I love you so much baby. Will you be My Life Partner???", ucap Kevin dengan posisi tetap berlutut, sembari menggenggam tangan Dara.
Seusainya Dara mendengarkan perkataan dari Kevin, kedua matanya pun berkaca-kaca namun tak sepatah katapun kata yang terucap di bibirnya.. Entahlah apa yang harus ia katakan kini pada suaminya, yang jelas inilah pertama kalinya ia baru mengalami hal seperti ini. Begitu sangat bahagianya Dara hingga ia tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata..
"Sayang ayolah segera jawab pertanyaanku, kakiku sudah mulai pegal!!!", ucap Kevin.
Dara pun tersenyum lalu menarik tangan suaminya untuk berdiri.. Mereka berdua pun saling bertatap mata dan seakan jantung Kevin semakin berdegup sangat kencang menunggu jawaban yang akan dikatakan oleh istrinya.
"I love you too, baby. Yes I want to be your life partner", ucap Dara tersenyum.
Begitu dinantikan jawaban dari Dara dan kini Kevin dapat bernafas dengan lega setelah mendengarkan jawaban dari istrinya. Lalu Kevin pun melingkarkan kalung liontin pada Dara dan kemudian tanpa ragu Kevin langsung mengecup kening istrinya sekaligus memeluknya dengan begitu eratnya..
"Sayang selain cincin pernikahan kita, liontin ini pun lambang dari ketulusan cintaku padamu, jadi aku berharap kau dapat menjaganya dengan baik", ucap Kevin.
"Iya sayang, aku akan selalu menjaganya", ucap Dara.
"Kau tahu sayang, aku sangat mencintai dan menyayangi Ibundaku. Tetapi kini sekarang bertambah satu wanita yang aku cintai dan sayangi, semoga Tuhan tidak marah denganku lantaran aku sangat mencintai dan menyayangi kedua wanita ini", ucap Kevin tersenyum sembari memeluk Dara kembali.
Dara pun tersenyum sangat bahagia mendengarkan semua perkataan dari suaminya.
Di malam yang sedingin ini mereka berdua pun berikrar suci di bawah cahaya sinar rembulan. Seakan sang rembulan menjadi saksi akan kebahagiaan dari mereka berdua.
Mereka berdua pun menghabiskan waktu bersama hingga sang mentari bersinar menerangi bumi. Dan kini langkah mereka berdua akan selalu beriringan bersama, tanpa ada lagi keraguan sedikitpun yang menyeringai di hati keduanya..