My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#16 : Rapuhnya Hati Presdir



"Dasar sial.. Kurang ajar kau Kevin..!!!", ucap Steven Chan sangat marah..


Di suatu tempat Dara sudah menunggu kedatangan Kevin dengan begitu cemasnya lantaran khawatir akan terjadi sesuatu di antara mereka berdua.


"Bagaimana dengan mereka disana??? Semoga saja tidak terjadi apapun dengan meraka berdua", batin Dara cemas.


Di saat situasi yang tegang seperti ini, ternyata kevin masih saja bisa berbuat konyol dengan sengaja mengejutkan Dara yang sedang duduk melamun memikirkan sesuatu hal.


"Nona apa yang sedang kau pikirkan seorang diri di tempat ini???", tanya Kevin tersenyum sembari mengambil minuman yang di pegang oleh Dara.


"Ya ampun, Pak Kevin selalu saja membuatku terkejut!!! Pak Kevin baik-baik sajakan???", tanya Dara khawatir.


"Aku baik-baik saja, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan", jawab Kevin dan meminum minuman yang di pegangnya.


"Syukurlah.. Tapi Pak Kevin, itu minumanku..", ucap Dara.


"Maaf sudah aku habiskan, aku akan mengambilkannya lagi untukmu", ucap Kevin.


"Tidak perlu Pak", ucap Dara.


"Baiklah..", ucap Kevin.


"Itukan minuman yang sudah aku minum, kenapa dia meminumnya", ucap gumam Dara.


"Apa yang barusan kau katakan???", tanya Kevin dan duduk perlahan di samping Dara.


"Oh tidak ada apa-apa Pak!!!", jawab Dara tersenyum.


"Nn. Dara terima kasih atas bantuanmu. Kau datang disaat yang sangat tepat, tanpa bantuan darimu mungkin saja kekacauan sudah terjadi disana. Aku tidak habis pikir ternyata Steven Chan sudah merencanakan semuanya", ucap Kevin.


"Sama-sama Pak Kevin.. Tetapi apa maksudnya Tn. Steven Chan sudah merencanakan semuanya???!!", tanya  Dara bingung.


"Sudahlah lupakan saja perkataanku tadi.. Kita bicarakan saja hal yang lain", ucap Kevin.


"Baiklah Pak Kevin", ucap Dara.


Mereka berdua pun saling berbincang-bincang, sembari menunggu acara dimulai. Sesekali Kevin melirik kearah Dara yang tepat duduk di sampingnya.


"Malam ini kau sangat terlihat cantik, anggun dan mempesona Nn. Dara", ucap Kevin dalam hatinya sembari tersenyum dan menatap mata Dara dengan tajam.


Seakan Dara menjadi sangat canggung lantaran Kevin selalu melirik kearahnya dengan tatapan matanya yang sangat tajam penuh dengan arti. Hingga Dara menjadi bingung apa yang harus di bicarakan.


"Oya, Nn. Dara bagaimana kau di bisa perperbolehkan masuk ke pesta ini??? Bukankah penjagaan di luar sana sangat ketat???", tanya Kevin.


"Aku yang mengajak Dara agar bisa masuk ke pesta ini, Mas Kevin", jawab Windy memotong pembicaraan mereka berdua.


Disaat yang tepat Windy datang menjawab pertanyaan yang terlontar dari Kevin. Entahlah sejak kapan Windy sudah berada di tempat ini, yang jelas Kevin dan Dara tidak sama sekali menyadari akan ke datangan Windy dan suaminya. Melihat kedatangan Windy, mengingaktkannya kembali tentang kejadian tadi siang.


Setelah pertengkaran Dara dengan Kevin di butik siang tadi, Dara pun mengeluarkan semua beban pikirannya pada Windy sahabatnya dan mereka pun membuat janji secara mendadak di sebuah cafe yang lokasinya tidak jauh dari butik.


Akhirnya Dara pun dapat menceritakan semuanya pada windy, dari awal pertemuan pertama kalinya dengan Kevin, saat ia bisa bekerja di perusahaan kevin, hingga peristiwa demi peristiwa yang telah terjadi pada mereka berdua. Mendengarkan semua cerita Dara, seakan hampir saja membuat Windy tidak percaya lantara semua cerita Dara seperti layaknya sebuah kisah di televisi.


Syukurlah karena mereka sebelumnya sudah lama bersahabat sehingga Windy sangat mempercayai cerita dari sahabatnya sendiri. Secara bergantian mereka berdua pun saling bercerita dan kini Dara tahu tentang kepribadian dari Bos nya yang lain melalui cerita Windy termasuk kisah cintanya yang kandas begitu saja dengan Viola.


Mengingat itu semua Dara hanya tersenyum sendiri dan lagi-lagi selalu saja secara kebetulan Kevin menangkap basah Dara yang sedang melamun..


"Dimanapun dan kapanpun selalu saja si tukang tidur itu melamun, entahlah apa yang sedang dia pikirkan saat ini tapi yang jelas aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya karena dia selalu ada untuk menolongku", ucap Kevin tersenyum dalam hatinya.


Di sisi lain, di suatu tempat yang sedikit jauh dari keramaian para tamu undangan, ternyata Viola dan Steven Chan sedang bertengkar, sehingga acara  pertunangan mereka pun menjadi terhambat. Dan tanpa di duga Viola pun seketika mengambil keputusan secara sepihak untuk membatalkan acara pertunangannya dengan Steven Chan..


"Apakah kau sudah gila dengan keputusan sepihakmu itu dapat merusak citra keluargaku di mata pembisnis yang lainnnya?", tanya Steven Chan kesal.


"Kau pikir, citra keluargamu saja yang akan rusak??? Citra keluargaku pun sama akan rusak juga, akan tetapi ini lebih baik terjadi dari pada kita menikah tanpa adanya rasa cinta di antara kita. Aku tahu pertunangan ini terjadi karena hanya ingin mendapatkan keuntungan bisnis semata diantara kedua orang tua kita", ucap Viola.


"Ah, sial kenapa ini semua menjadi rumit seperti ini.. Kalau saja dari awal aku tahu hal ini akan terjadi, aku tidak akan membuang waktuku hanya untuk mengejar wanita yang tidak pantas aku dapatkan", ucap Steven Chan.


"Apa maksudmu berkata demikian?? Apakah yang kau maksud itu aku???!!", tanya Viola marah.


"Kalau kau memang sudah tahu untuk apa lagi aku menjawabnya, aku rasa itu sudah sangat jelas", jawab Steven Chan.


"Dasar kurang ajar kau Steven", ucap Viola kesal dan memukul-mukul Steven Chan.


"Sudah cukup hentikan, kau akan merusak pakaianku. Asal kau tahu, aku lakukan semua itu karena mantan kekasihmu Kevin Abraham. Dia sosok pengusaha muda yang sukses dengan segudang prestasi, aku sangat tidak menyukainya. Kalau bukan karena kepentingan bisnisku, mungkin sudah sejak lama aku akan melenyapkannya. Semua tender proyek yang di tanganinya selalu sukses dan memperoleh keuntungan yang sangat besar, hingga suatu hari aku melihatmu dan aku kira semua kemenangan serta kesuksesan yang diraihnya itu karena keberuntungan darimu akan tetapi ternyata aku salah besar. Kau sangat tidak menarik dan cenderung membosankan, walaupun kau juga cantik akan tetapi kecantikan Nn. Dara jauh lebih berbeda dibandingkan kau. Aku sangat menyesal karena terlambat bertemu dengan Nn. Dara dan selalu saja Kevin yang lebih beruntung dari pada aku", ucap Steven Chan.


"Itu pantas kau dapatkan untuk seorang yang sangat licik sepertimu..!!!", ucap Viola tertawa.


"Kau masih sangat mencintainya bukan, akan tetapi sayangnya Kevin sudah tidak mencintaimu lagi sekarang. Karena dia akan segera menikah dengan wanita lain yang jauh lebih baik dari padamu", ucap Steven Chan tertawa.


"Jangan kau membual Steven, apa aku sebodoh itu akan percaya dengan perkataanmu begitu saja..", ucap Viola kesal.


"Kau memang tidak bodoh, akan tetapi Kevin lah yang sangat bodoh karena begitu sangat mencintaimu hingga dia tenggelam dan seakan-akan ingin mati setelah kau meninggalkannya, sedangkan dia tidak tahu siapa yang sebenarnya dirimu", ucap Steven Chan tertawa.


"Apa yang kau ketahui tentang diriku???", tanya Viola menantang.


"Perlukah aku menjelaskannya di tempat ini..???", tanya balik Steven Chan.


Disaat mereka masih bertengkar, tiba-tiba saja Mami dari Viola datang menjemputnya dan memaksa mereka untuk segera memulai acara pertunangannya..


"Baiklah Mami, kami berdua akan segera datang kesana", ucap Viola.


Kemudian setelah Maminya pergi, Viola pun mengikuti langkah Maminya dari belakang dan pergi meninggalkan Steven Chan sendiri, akan tetapi seketika Steven Chan segera menarik lengan Viola dengan paksa hingga menghentikan langkahnya..


"Apa yang kau inginkan, kau sangat kasar sekali Steven!!! Kau tidak seperti Kevin yang lembut terhadap wanita", ucap Viola marah.


"Kita akan pergi bersama.. Selalu saja Kevin, semua wanita tergila-gila dengannya. Tetapi hari ini aku akan membuat Kevin yang menjadi gila karena melihat langsung pertunangan mantan kekasihnya", ucap Steven Chan tertawa.


"Aku tidak mau melanjutkan pertunangan ini", ucap Viola berontak.


"Kalau kau masih keras kepala seperti ini, aku akan bongkar siapa kau sebenarnya di depan Kevin dan sekaligus memberitahukannya tentang hubunganmu dengan pria lain", ancam Steven Chan.


"Apa maksudmu??? Aku tidak pernah melakukan hal itu padanya", ucap Viola.


"Kau jangan coba mengelak, aku akan menunjukkan bukti-bukti yang ada di ponselku ini. Apa kau ingin melihatnya sekarang???", tanya Steven Chan.


"Ok baiklah, pertunangan ini akan tetap terlaksana. Tapi ingat setelah acara pertunangan ini, aku ingin semua foto yang kau miliki berikan semuanya padaku", ucap Viola.


"Tidak semudah itu Viola, kau mendapatkan semuanya. Jika kau menginginkan semua itu, kau harus membayarnya dengan sangat mahal", ucap Steven Chan tertawa dan berlalu pergi.


"Dasar licik..", ucap Viola sangat kesal.


Setelah perdebatan serta pertengkaran Viola dan Steven Chan selesai, pesta pertunangan mereka berdua pun akhirnya dimulai, semua tamu undangan pun mendekat untuk melihat acara pertunangan mereka.


Terkecuali Kevin karena ia tidak ingin sedikit pun melihat acara pertunangan mereka lebih dekat, walaupun Windy sepupunya dan sahabatnya Aldo sudah mengajaknya.


"Apa kau akan tetap disini sobat???", tanya Aldo.


"Iya aku akan tetap disini", ucap Kevin.


"Baiklah jika Mas Kevin tidak ingin ikut bersamaku kesana, biarlah Dara yang menemanimu disini", ucap Windy dan berlalu pergi bersama suaminya.


Kevin semakin terdiam saat mengetahui acara pertunangan Viola dan Steven Chan akan segera dimulai. Terlihat wajah Kevin yang sangat resah dan gelisah, menunggu acara pertunangan ini selesai.


"Tidak biasanya Pak Kevin murung seperti ini, aku bisa merasakan kesedihannya yang sangat mendalam dikarenakan mantan kekasihnya akan bertunangan dengan pria lain. Apa yang harus aku lakukan untuk menghiburnya???", tanya Dara dalam hatinya bingung.


Sekarang tinggallah Dara dan Kevin disana, mereka berdua hanya duduk dan terdiam seperti mereka tidak saling mengenal. Selama acara berlangsung, mereka berdua hanya saling terdiam satu sama lain lantaran tidak ada keberanian pada Dara untuk memulai pembicaraan dengan Bos nya.


Namun sangat mengejutkan seketika Kevin memeluk tubuh Dara dengan eratnya, hingga ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Dan disaat ia akan berontak dan ingin memaki-maki perbuatan Bos nya yang tidak bermoral terhadapnya, secara tiba-tiba Kevin mengatakan sesuatu hal padanya hingga membuat Dara menjadi terdiam dan mengurungkan niatnya untuk melakukan hal itu pada Bos nya..


"Maafkan aku Nn. Dara, aku tidak meminta izin kepadamu terlebih dahulu.. Aku mohon untuk sesaat jadilah sandaran hidupku, aku sangat tidak berdaya saat ini, aku pria yang sangat lemah dan tidak mampu rasanya untuk memikul kesedihan ini sendiri. Setelah aku kembali menjadi pria yang kuat, kau boleh memakiku dan memukuliku sesukamu!!!", ucap Kevin sedih dan tetap memeluk Dara dengan eratnya.


Baru kali ini Dara melihat Bos nya yang sangat rapuh seperti ini. Dara hanya diam membisu dan tidak sepatah katapun menjawab perkataan dari Bos nya.


"Terlihat amat sangat jelas Pak Kevin begitu sangat mencintainya, hingga detik ini dia belum bisa melupakannya. Begitu beruntungnya Viola dapat menaklukkan hati Pak Kevin yang sangat keras seperti batu. Apakah aku bisa seberuntung itu sangat dicintai oleh seseorang yang akan menjadi pasangan hidupku nanti", batin Dara.


Acara pertunangan pun telah selesai dan suara sorak serta tepuk tangan semua orang, menyadarkan Kevin dari kesedihannya. Hingga Kevin perlahan mulai melepaskan pelukannya terhadap Dara.


"Terima kasih Nn. Dara, atas sandaranmu. Aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikan yang telah kau berikan padaku di malam ini", ucap Kevin tersenyum


Melihat wajah Bos nya yang tersenyum kepadanya, Dara pun hanya membalasnya dengan senyumannya saja.


Kemudian setelah itu para tamu undangan pun mulai satu persatu memberikan ucapan selamat kepada Viola dan Steven Chan secara bergantian. Lalu kemudian Kevin pun mulai memberanikan dirinya untuk mendekat dan memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


"Nn. Dara maukah kau menemaniku untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua pasangan yang sedang berbahagia ini???", tanya Kevin dengan sopan.


"Baiklah aku akan menemanimu Pak Kevin", jawab Dara tersenyum.


Lalu dengan sopan dan lembutnya Kevin mengulurkan tangannya pada Dara. Sesaat ia hanya terdiam menunggu uluran tangan dari Dara dan kemudian tanpa rasa ragu Dara pun menyambutnya dengan senyuman manisnya, sembari mengulurkan tangannya pada Kevin.


Perlahan Kevin melingkarkan tangan Dara di lengannya dan terlihat begitu sangat serasi mereka berdua ketika bergandengan tangan seperti ini. Melihat mereka berdua begitu sangat serasi dan mesra membuat Windy hanya tersenyum, karena bantuan Dara lah kesedihan Kevin kini menjadi tidak berlarut-larut.


Setibanya Dara dan Kevin di hadapan Viola dan Steven Chan, sejenak mereka berempat hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain. Dan untuk mencarikan suasana tanpa berpikir panjang Dara pun memulai pembicaraan terlebih dahulu kepada mereka berdua.


"Selamat ya atas pertunangan kalian, semoga kalian berdua selalu menjadi pasangan yang berbahagia hingga di hari pernikahan.", ucap Dara sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Perkataan Dara tidak sedikitpun digubris oleh Viola, akan tetapi hanya Steven Chan lah yang meresponnya. Lalu kemudian Steven Chan pun segera meraih tangan Dara dan hendak bermaksud mencium tangan Dara, akan tetapi saat melihat hal itu Kevin pun langsung segera mencegahnya..


"Apa kau sudah tidak waras ingin mencium tangan seorang wanita di depan tunanganmu sendiri??!!", tanya Kevin.


"Aku akan menjadi tidak waras, saat aku melihat Nn. Dara", jawab Steven Chan.


"Viola kau mempunyai tunangan yang sangat idiot karena begitu beraninya dia menggoda wanita lain didepan matamu sendiri, maka jagalah baik-baik tunanganmu", ucap Kevin sembari memegang tangan Dara dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Hei.. Apakah sopan pergi tanpa mengucapkan selamat pada tuan rumah???", teriak Steven Chan.


"Aku akan berfikir lebih dahulu, apakah kau sudah pantas aku berikan ucapan selamat atau tidak..", teriak Kevin.


"Dasar sial..!!!", ucap Steven Chan sangat marah..


Setelah kepergian mereka berdua, Viola jadi berpikir dengan sikap Kevin yang sangat berubah padanya.


"Apakah benar yang Steven katakan bahwa Dara adalah calon istri Kevin??? Setahuku apapun informasi yang di peroleh anak buah Steven sangat tepat dan akurat. Dan belakangan ini sikap Kevin pun sangat jauh berbeda, dia bukan seperti Kevin ku yang dulu pernah ada di dalam hatiku. Sepertinya aku juga harus menyelidikinya", ucap Viola dalam hatinya..