My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#36. Perselingkuhan Dara



"Ungkapan perasaan apa yang ingin kau sampaikan kepadaku, Mas??? Apakah kau masih mempunyai perasaan terhadap mantan kekasihmu???!! Ya Allah, apakah aku siap mendengarkan semua perkataan suamiku nanti!!!", lirih batin Dara.


"Sayang apa yang sedang kau lamunkan???!!", tanya Kevin.


"Oh, tidak ada sayang!!!", jawab Dara tersenyum tipis.


"Seharusnya dari awal pernikahan kita, aku menceritakan tentang semuanya padamu. Tetapi kenapa kau tidak pernah bertanya apapun tentang masa laluku??? Apakah kau begitu sangat mempercayaiku???", tanya Kevin sembari terduduk dilantai dan meraih kedua tangan istrinya.


Perlahan Dara pun mulai beranjak dari tempat duduknya dan meraih kedua tangan suaminya sembari mengantarnya untuk duduk bersama di sofa.


Dara pun hanya memberikan suaminya senyuman manisnya sebelum ia mengatakan jawab dari pertanyaan yang diajukan oleh suaminya, hal itu seakan semakin membuat Kevin menjadi merasa bersalah kepadanya hingga membuat kepala Kevin merunduk penuh dengan penyesalan.


"Sayang bukankah setelah Ikrar Ijab Qobul itu terucapkan olehmu, mulai di hari itu aku harus sepenuhnya percaya dengan suamiku sendiri??? Dan sudah pasti setiap insan manusia memiliki masa lalu, bukan berarti aku tidak perduli dengan masa lalumu itu akan tetapi jika masa lalu selalu di ingat di dalam kehidupan kita, lantas bagaimana kita bisa meniti kehidupan dan masa depan kita yang baru nantinya???", ucap Dara bijak.


Sejenak Kevin hanya terdiam mendengarkan perkataan dari istrinya yang sangat bijak. Lalu kemudian ia pun beranjak dari duduknya dan perlahan membelai rambut indahnya istrinya.


"Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu sayang", ucap Kevin tersenyum.


"Apakah Mas Kevin hanya ingin mengatakan hal itu saja padaku???", tanya batin Dara.


"Lalu apakah kau tidak ingin tahu tentang masa laluku dengan Viola???", tanya Kevin.


"Viola!!!", lirih batin Dara.


Kini giliran Dara yang menjadi terdiam mendengarkan semua cerita dari suaminya mengenai masa lalunya dengan Viola, walaupun sesungguhnya ia telah mengetahui tentang hal itu dari cerita sahabatnya Windy. Tetapi ternyata Kevin begitu sangat jujur menceritakan semuanya tanpa sedikit pun yang ia tutupi.


"Viola hanya masa laluku saja dan kini kau adalah masa depanku, sayang. Iya hanya kau saja sayang yang aku cintai untuk selamanya", ucap Kevin sembari mencium keningnya dan sekaligus memeluk Dara dengan eratnya..


Begitu sangat bahagianya Dara yang sangat di cintai oleh suaminya dan hal itu seakan mengkikis keraguan hatinya mengengenai masa lalu Kevin bersama Viola.


Di sisi lain di tempat yang berbeda, kesedihan seakan begitu sangat menyelimuti hati Viola lantaran perjuangan cintanya untuk kembali ke kepelukan Kevin hanyalah sia-sia saja. Ia pun marah dan menangis sejadi-jadinya lantaran tidak menerima kenyataan ini.


"Dasar wanita berengsek!!! Kau mengganggu kisah cintaku bersama Kevin, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu!!!", ucap Viola murka sembari membanting apapun yang ada di dalam kamarnya.


🌹🌹🌹


Di keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kevin sudah pergi meninggalkan rumah lantaran ia harus segera ke Bandara untuk penerbangan yang pertama menuju Batam.


Di kesendirian Dara, secara diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya ia mulai menghubungi seseorang pria via telepon untuk mengatur pertemuan mereka pada hari ini setelah keberangkatan Kevin keluar kota.


Di suatu cafe yang lokasinya berjauhan dari kediamannya, pria yang akan Dara temui sudah menunggu kedatangannya disana. Selang beberapa menit Dara pun tiba di cafe tersebut dan tanpa ragu ia langsung mendekati meja yang telah dipesan oleh pria itu.


"Selamat siang", sapa pria itu sembari mengulurkan tangannya pada Dara.


"Selamat siang", jawab Dara dan menjabat tangan pria itu.


Mereka berdua pun saling berbincang-bincang dengan membicarakan sesuatu hal disana dan tanpa Dara sadari ternyata sejak tadi dari kediamannya ia telah di ikuti oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Viola.


Begitu beruntungnya Viola hari ini lantaran ia mempunyai bukti tentang kebusukan Dara di belakang Kevin, tanpa buang-buang waktu ia pun segera mengambil ponsel yang berada didalam tasnya dan kemudian langsung memotret Dara dan pria itu secara diam-diam.


"Dasar wanita berengsek!!! Wajah lugumu mampu menipu Kevin ku. Foto ini akan aku jadikan bukti bahwa kau telah berselingkuh dengan pria lain. Tidak sabar rasanya aku ingin segera melihatmu di caci-maki oleh Kevin!!! Rasakan pembalasanku!!!", batin Viola.


Di sisi lain setibanya Kevin di Batam, ia disambut oleh sahabatnya Aldo di Bandara. Dalam perjalanannya menuju ke kantor cabang, Kevin pun bercerita pada Aldo tentang kedatangan Viola di kehidupannya. Mendengarkan hal itu hampir saja Aldo tidak percaya lantaran sudah sangat lama Viola pergi, tetapi kini ia datang kembali.


"Berhati-hatilah Kevin!!! Aku khawatir dengan keselamatan Dara", ujar Aldo sembari mengemudi mobil.


"Firasatku pun mengatakan demikian", ucap Kevin.


"Lalu apa tujuanmu datang ke Batam???", tanya Aldo.


"Aku ada rapat siang ini dengan Tn. Teddy di The Evitel Hotel", jawab Kevin.


"Kenapa kau tidak memerintahkan aku saja untuk menghadiri rapat itu, jadi kau tidak perlu datang jauh-jauh kesini???", tanya Aldo heran.


"Aku tahu kau sangat sibuk dengan segala pekerjaanmu disini. Apalagi semenjak Windy melahirkan bayi kalian, pastinya dia sangat membutuhkanmu di rumah", jawab Kevin.


"Sudah aku duga itu alasanmu!!! Seharusnya kau tidak perlu merasa sungkan dengan hal itu. Aku tahu Windy itu manja dan kerepotan mengurus bayi kami sendirian tanpa adanya orang tua yang mendampingi kami dirumah. Tapi kau tidak perlu khawatir karena kini Windy sudah terbiasa dengan perannya yang baru sebagai Ibu muda dengan 1 bayi", ucap Aldo menjelaskan.


"Syukurlah kalau si manja itu sekarang lebih bijak dengan perannya yang baru", ucap Kevin terkekeh.


"Bagaimana sekarang, apakah kita lanjutkan kembali perjalananmu menuju The Evitel Hotel??? Atau kita kembali ke Bandara???", tanya Aldo.


"Aku rasa kita mampir dulu ke sebuah cafe di pinggir jalan itu karena kepalaku agar sedikit sakit", jawab Aldo.


"Bos apakah kau sedang tidak sehat???", tanya Aldo cemas.


"Ah, terdengar kaku kau memanggilku dengan sebutan Bos!!! Aku baik-baik saja", jawab Kevin.


"Hahahaha, aku sudah sangat lama tidak memanggilmu dengan sebutan Bos!!!", ucap Aldo.


"Sekarang kau lah di sini yang menjadi Bos nya", ucap Kevin.


"Iya Kevin, semua ini karena bantuan darimu hingga aku menduduki posisi di perusahaan ini. Terima kasih Kevin", ucap Aldo tersenyum.


"Tidak perlu sungkan seperti itu sobat!!! Semua ini adalah hasil kerja kerasmu selama 7 tahun bekerja di perusahaan kami. Siapapun Bos mu, jika mempunyai karyawan sepertimu pasti jenjang karirmu bisa sampai pada tahap ini", ucap Kevin.


Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan kembali hingga menuju sebuah cafe yang letaknya di pinggir jalan.


Mereka berdua pun melepas lelah dengan duduk di cafe sembari mengobrol santai, lantaran sudah sangat lama mereka tidak mengobrol seperti ini.


"Bagaimana dengan kabar baby Zee??? Istriku sangat menyayangi dan merindukannya, hingga setiap malam sebelum tidur pasti dia akan bercerita tentang kelucuan puterimu Aldo", ucap Kevin.


"Syukurlah kalau begitu, pasti istriku akan sangat gembira dengan kedatangan baby Zee ke Jakarta", ucap Kevin tersenyum.


"Bagaimana dengan kabar Ivan saat ini??? Apakah kau mendapatkan kabar darinya???", tanya kembali Kevin.


"Kabar Ivan baik dan sehat, beberapa hari lalu dia meneleponku", jawab Aldo.


"Kenapa dia tidak pernah menghubungiku, apa dia masih marah dan membenciku???", gumam Kevin.


"Sobat, Ivan tidak pernah marah atau membencimu. Tetapi dia khawatir akan mengganggumu nantinya", ucap Aldo.


Selagi mereka berdua berbincang-bincang, seketika saja ponsel Kevin berdering. Sejenak Kevin terdiam melihat panggilan masuk dari nomor telepon yang tidak ia kenali, lalu kemudian ia pun mengabaikan panggilan masuk tersebut. Namun tidak beberapa lama nomor telepon yang sama kembali meneleponnya, hingga membuat Kevin menjadi merasa terganggu.


"Angkatlah teleponmu, mungkin itu telepon penting!!!", ujar Aldo.


"Siapa ini???!!", tanya Kevin ketus.


"Kevin ku sayang, kenapa kau menghapus nomor kontak teleponku??? Lalu tidak bisakah kau berbicara dengan lembut dan sopan seperti biasanya!!!".


"Viola!!!", ucap Kevin terbata.


"Viola???!!", gumam Aldo heran.


"Apa kepentinganmu meneleponku??? Katakan secepatnya??? Aku tidak ada waktu untuk mendengarkan hal yang bertele-tele", ucap Kevin dengan nada tinggi.


"Dasar berengsek!!! Aku rasa wanita itu telah mencuci otak mu hingga membuatmu jadi kasar seperti ini padaku!!!", ujar Viola kesal.


"Cukup hentikan perkataanmu itu dan jangan pernah lagi kau berkata seperti itu tentang istriku!!! Jika kau meneleponku hanya ingin mengatakan hal yang tidak penting itu, aku akan menutup telepon ini!!! ancam Kevin mulai geram.


"Hah, sial!!! Kau sudah sangat berubah Kevin!!!", ucap Viola.


"Katakan hal yang penting saja!!! Jika tidak, aku akan menutup teleponmu sekarang!!!", ucap Kevin semakin geram.


"Stop!!! Ok, ok akan aku katakan!!!", ucap Viola.


Dengan rasa kesal Viola pun akhirnya mengatakan apa yang ingin ia sampaikan pada Kevin mengenai Dara yang sedang berselingkuh dengan pria di sebuah cafe, ketika Kevin sedang bekerja.


Mendengarkan perkataan dari Viola seakan membuat Kevin semakin geram terhadap mantan kekasihnya lantaran mengatakan hal yang tidak-tidak terhadap istrinya. Kevin pun sangat tidak percaya dengan apa yang telah dikatakannya, kemudian dengan amarah yang mulai memuncak seketika saja Kevin langsung mematikan ponselnya.


"Hah!!! Dasar sial!!!", gerutu Kevin.


"Ada apa Kevin??? Apa yang dikatakan oleh Viola???!!", tanya Aldo penasaran.


"Aku rasa Viola sudah tidak waras!!!", jawab Kevin sembari berdecak geram.


"Apa maksudmu???!!", tanya Aldo semakin bingung.


"Dia mengatakan bahwa istriku saat ini sedang berselingkuh dengan seorang pria di sebuah cafe!!!", ucap Kevin geram.


"Apa??? Selingkuh!!!", ucap Aldo sangat terkejut.


Tidak seberapa lama ponsel Kevin kembali berbunyi notifikasi pesan masuk yang dikirim oleh Viola, lalu dengan cepat Kevin pun membuka pesan masuk tersebut dan begitu sangat terkejutnya Kevin saat melihat sebuah foto istrinya sedang bersama dengan pria lain.


Seakan Kevin sudah naik pitam, hingga dengan murkanya ia melemparkan ponselnya kesembarang arah. Melihat hal itu Aldo pun dengan sigapnya langsung menangkap ponsel Kevin yang terhempas.


Aldo sangat mengetahui karakter Bos nya sehingga ia dapat mengetahui perubahan suasana hati Bos nya yang berubah secara tiba-tiba, apalagi ketika ia sedang marah seperti ini.


Tanpa menanyakan apa pun pada Kevin, lalu kemudian Aldo pun melihat ponsel Bos nya. Begitu sangat terkejutnya Aldo melihat foto tersebut dan ia pun tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya saat ini.


"Kevin, Dara tidak mungkin melakukan hal ini dibelakangmu!!! Aku sangat yakin itu", ujar Aldo.


"Aku pun sangat yakin akan hal itu, tetapi bagaimana bisa Viola mendapatkan foto itu???", tanya Kevin.


"Apa mungkin Viola mengikuti Dara??? Itu akan sangat berbahaya untuknya!!!", ucap Aldo.


Mendengarkan perkataan dari Aldo, membuat Kevin menjadi mencemaskan keadaan Dara hingga ia pun segera menghubungi Dara akan tetapi ternyata ponselnya sedang tidak aktif, hal itu seakan semakin membuat suasana hati Kevin semakin tak karuan.


"Hah, kenapa ponselnya tidak aktif???!! Apa yang sebenarnya Viola sedang rencanakan pada istriku??? Dasar sial!!!", gerutu Kevin sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


Dengan susah payah Kevin tiba di Batam, akan tetapi ia pun akhirnya membatalkan tujuannya untuk bertemu dengan Tn. Teddy dan menyerahkan pertemuan rapat nanti siang pada Aldo.


Begitu banyaknya pertanyaan yang berada dibenak kevin, lantaran berita yang disampaikan oleh Viola mengenai Dara yang sedang berselingkuh. Hal tersebut hingga membuat Kevin terburu-buru untuk kembali ke Bandara dan segera pulang ke Jakarta.


Di sisi lain Viola begitu sangat gembira dan bahagia dengan terbongkarnya perselingkuhan Dara, hingga ia meminum minuman berakohol untuk merayakan keberhasilannya yang telah membuat hati Kevin menjadi hancur atas pilihan pasangan hidupnya.


"Rasakan itu wanita berengsek!!! Aku akan merebut kembali hati Kevin dan sekaligus membawanya kedalam pelukanku!!!", ucap Viola sembari tertawa lepas.


Di perjalanan pulang menuju kembali ke Jakarta tidak henti-hentinya Kevin terus menerus menggerutu di dalam batinnya, lantaran tidak percaya dengan apa yang telah terjadi pada rumah tangganya.


"Tidak mungkin dia melakukan hal itu dibelakangku??? Ini pasti rencana kotor dari Viola untuk menjebak istriku!!! Sial!!! Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan???", tanya batin Kevin.


Perjalanan yang amat terasa sangat panjang bagi Kevin, hingga tak sabar rasanya ia ingin segera sampai di rumah dan langsung menanyakan tentang foto dirinya bersama seorang pria lain.


Kekesalan hati Kevin seakan belum mereda sedikit pun, akan tetapi ia masih penasaran dengan sosok pria yang berada di foto lantaran posisi tubuhnya yang membelakangi kamera ponsel saat di foto. Hal hasil sepanjang perjalanan menuju ke Jakarta ia masih terus saja melihat foto yang berada di ponselnya itu.


"Setibanya di Jakarta, aku harus segera menghubungi Leo. Dalam waktu singkat Leo harus menemukan identitas dari pria itu!!! Hah, apa pria itu sudah bosan hidup didunia ini sampai beraninya mendekati istri dari Kevin Abraham???!!", gerutu batin Kevin.


"Tapi tunggu dulu, sepertinya aku mengenali pria ini??? Apakah mungkin dia adalah seorang pria yang sudah aku kenali???!!", tanya batin Kevin..