![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Apakah ini benar foto Om Darma dan Tante Risma??? Tetapi kenapa mereka berdua bersama Dara??? Apakah Dara adalah???", tanya Kevin bingung..
Seakan Kevin masih tidak percaya dengan apa yang telah di lihatnya, namun sangat tidak mungkin jika foto-foto ini hanyalah rekayasa. Kevin pun semakin berpikir dengan keras mengenai semua foto ini..
"Apakah mungkin Dara adalah anak dari Om Darma dan Tante Risma??? Kalau itu benar berarti Dara adalah..???!!", ucap Kevin..
Di saat Kevin sedang menerka-nerka identitas Dara, seketika ponsel Ivan berdering hingga membuyarkan semua terkaannya terhadap Dara. Lalu kemudian Kevin pun segera menjawab telepon masuk itu..
"Iya Leo, bagaimana hasil penyelidikanmu?", tanya Kevin.
"Hii, Kevin apa maksudmu? Aku bukan Leo.. Segeralah kau keluar dari kamarmu, kita semua sudah menunggumu", ucap Ivan..
"Ya ampun, aku kira kau Leo. Sabarlah kalian, aku akan segera kesana", ucap Kevin.
Kevin pun mulai melangkah menuju tempat dimana semua orang telah menunggunya dan ternyata benar semua keluarga sudah berkumpul menanti kedatangan Kevin..
"Sayang, kau sudah siap???", tanya Bunda.
"Insya Allah, aku sudah siap Bunda", jawab Kevin tersenyum.
"Baguslah kalau begitu..", ucap Bunda sembari menyentuh wajah putranya.
"Ayah, kita mulai pembacaan doanya sekarang ya?", tanya kembali Bunda.
Ayahanda Kevin kemudian mulai memberikan isyarat agar pembacaan doa segera dimulai. Salah satu Tokoh Agama sekaligus Ustadz yang berada di tempat tinggalnya mulai membacakan doa sebelum keberangkatan mereka semua menuju ke Bandung.
Semua keluarga dan Kevin pun khusu mendengarkan doa dan nasehat yang di sampaikan oleh Pak Ustadz dan setelah selesai, mereka semua berangkat menuju ke kediaman calon mempelai wanita yang berada di Bandung.
Dalam perjalanannya ke kota Bandung, wajah Kevin sangat tampak terlihat tegang hingga membuat Ivan menjadi berbuat konyol terhadapnya..
"Sobat, apakah kau sedang menunggu ujian sidang kelulusan???!! Wajahmu sangat terlihat tegang???", tanya Ivan sembari tertawa.
"Diamlah Ivan..!!!", jawab Kevin singkat.
"Sudahlah kau jangan terlalu berpikir keras, nanti saat disana kau pun akan segera tahu calon istrimu seperti apa", ucap Ivan.
"Perjalanan kita masih sangat jauh Ivan dan lebih baik kau berkonsentrasi mengemudi dari pada membicarakan hal yang tidak penting", ucap Kevin jengkel..
"Baiklah Tn. Bos!!!", ucap Ivan terkekeh..
Sepanjang perjalanan ini Kevin hanya terdiam dan sesekali Ivan menggodanya, sehingga terkadang membuat Kevin menjadi jengkel dan kesal atas ulah konyol sahabatnya.
Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya mereka semua tiba di sebuah hotel mewah yang terlihat sangat private dimana keluarga calon mempelai wanita sudah menunggu. Kedatangan seluruh keluarga dari calon mempelai pria disambut meriah oleh tuan rumah.
Kevin di dampingi oleh kedua orang tuanya melangkah bersama menuju tempat yang sudah di siapkan. Disana Kevin benar-benar bertemu dengan Om Darma dan Tante Risma, seketika Kevin hanya terdiam melihat seluruh keluarga besar dari calon istrinya yang sudah berkumpul disana.
Tubuhnya terasa sangat berbeda dari biasanya, terasa lemas dan bergetar seperti sedang merasakan ketakutan begitu amat sangat besar yang ada di depan matanya.
Setelah usai bercengkrama dengan semua keluarga dari kedua belah pihak, acara Ikrar Ijab Qobul pun akan segera dimulai. Selain keluarga dan kedua orang tua Kevin, Ivan masih tetap setia mendampingi sahabatnya.
Sang Pak Penghulu sudah siap dengan apa yang akan disampaikan, dan ketika acara akan dimulai tiba-tiba ponsel Ivan berdering..
"Kevin segera angkat ponselku.. Setelah itu senyapkan suara ponselku", ucap Ivan.
Kevin pun segera mengangkat teleponnya dan terdengar suara Leo yang sedang berbicara dan menjelaskan hasil penyelidikannya, sejenak Kevin terdiam setelah tahu hasil penyelidikan dari anak buahnya dan tidak lama Kevin segera mematikan ponselnya.
"Dugaanku benar!!!", batin Kevin.
"Bapak dan Ibu, kita mulai acaranya sekarang ya..", ucap Pembawa Acara.
Acara pun dimulai, debar detak jantung Kevin semakin kencang dan tubuhnya semakin bergetar serta berkeringat.. Apalagi saat ia melihat dihadapannya adalah Om Darma yang nantinya setelah Ikrar Ijab Qobul beliau akan menjadi mertuanya.
"Ada apa denganku???!! Belum pernah aku merasakan hal ini dalam seumur hidupku..", ucap Kevin cemas dalam hatinya.
Semakin lama acara berjalan hingga mencapai titik puncak Ikrar Ijab Qobul, semakin membuat jantung Kevin berdetak dengan kencang tak beraturan..
Pak Penghulu pun mulai memberikan aba-aba pada Kevin. Tangan Kevin yang sangat dingin disambut dengan jabat tangan yang hangat dari sang calon mertua..
"Saya terima nikah dan kawinnya Dara Puspitasari Darmawan Binti Darmawan dengan mas kawin yang tersebut tunai", ucap Kevin tegas.
Dengan sekali tarikan nafasnya Kevin pun menyelesaikan Ikrar Ijab Qobul di siang hari itu. Sontak semua keluarga dan para tamu undangan serentak mengucapkan "Sah", kemudian setelah itu Pak Penghulu melanjutkan kembali pembacaan doa untuk kedua pasang mempelai yang kini telah resmi menjadi pasangan suami istri.
"Akhirnya..", ucap Kevin dalam hati sembari menarik nafasnya dengan panjang..
Di sisi lain setelah mendengar Ikrar suci pernikahan yang di ucapkan oleh Kevin, membuat Ivan menjadi berpikir dengan nama dari sang mempelai wanita yang kini telah menjadi istri sah dari Kevin sahabatnya sendiri.
"Sepertinya nama itu sudah tidak asing lagi di telingaku, apakah ini wanita yang sama atau hanya kebetulan saja???", tanya Ivan dalam hati menerka-nerka.
Setelah Pak penghulu menyelesaikan tugasnya, kemudian sang mempelai wanita sudah boleh keluar dari persembunyiannya. Mengikuti tradisi dan adat budaya sang mempelai wanita sehingga selama prosesi pernikahan tidak diperkenankan bagi sang mempelai wanita keluar dari persembunyiannya sebelum Ikrar Ijab Qobul selesai di ucapkan oleh sang mempelai pria.
Di dampingi dengan Ibunda tercinta, seseorang wanita cantik nan anggun yang mengenakan gaun pengantin putih melangkah secara perlahan-lahan menuju seseorang pria yang kini telah resmi menjadi suaminya. Wajahnya tertunduk malu dengan semua tatapan mata orang-orang yang hanya tertuju padanya. Langkah kakinya semakin mendekat pada suaminya.. Tampak terlihat dari kejauhan Kevin sudah tidak sabar lagi ingin melihat seseorang wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.
Di saat semua orang sedang menunggu pertemuan mereka berdua untuk pertama kalinya setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri, seketika semua orang disana menjadi terkejut ketika dari luar pintu masuk ada seseorang wanita yang berteriak..
"Dara..!!!", teriak seseorang wanita.
Sontak semua orang terkejut dengan suara lantang yang terucap dari seseorang wanita yang sedang hamil di luar sana dan seketika suami dari wanita itu langsung mengajak istrinya pergi dari keramaian itu.
"Siapa wanita berhijab itu??? Apakah itu Windy, tetapi bagaimana dia bisa datang ke tempat ini???", batin Dara.
Kemudian sang pengantin wanita pun kembali melanjutkan langkahnya.. Akan tetapi langkahnya kembali terhenti ketika ia melihat seseorang yang telah sah menjadi suaminya adalah seseorang pria yang sudah ia kenal sebelumnya..
"Pak Kevin..!!!", ucap Dara sangat terkejut.
"Nn. Dara..", ucap Kevin.
"Dara..!!!", ucap Ivan dalam hati sangat terkejut..
Mereka bertiga pun menjadi sangat terkejut dengan pertemuan ini, lantaran sudah seminggu lebih ini mereka tidak pernah lagi bertemu.
"Apakah ini hanya khayalanku atau hanya mimpiku saja???!!", tanya Dara dalam hatinya bingung..
Seketika Dara pun mulai tersadar saat Mamanya meraih tangannya dan kemudian membatunya duduk berdampingan dengan Kevin suaminya.
"Ya ampun ternyata ini kenyataan, ini bukanlah khayalan atau hanya mimpiku saja. Ternyata selama ini pria yang sudah di jodohkan denganku adalah si berengsek Pak Kevin, yang tidak lain adalah mantan Bos ku sendiri. Kenapa bisa jadi seperti ini???!!", tanya batin Dara heran dan penuh kebingungan.
"Begitu sangat bodohnya aku selalu terlambat mengetahui semua ini. Ternyata wanita yang sudah di jodohkan denganku adalah Nn. Dara. Selama ini aku selalu menghindari dengan perjodohan ini, akan tetapi ternyata takdirku sendiri yang telah membawanya datang kepadaku", batin Kevin.
Sesaat setelah itu secara bergantian mereka berdua pun saling menanda tangani surat-surat pernikahan dan termasuk juga buku nikah mereka. Lalu kemudian mereka berdua saling berhadapan dan saling berpandangan satu sama lain.. Sejenak mereka hanya saling menatap dan terdiam tanpa sepatah kata pun..
"Sampai kapan kalian berdua akan saling berpandangan???", tanya Mama tersenyum.
"Sayang ayolah sematkan cincin pernikahan ini pada istrimu", ucap Bunda sembari memberikan cincin pernikahan pada putranya.
Kevin pun meraih cincin yang di berikan oleh Ibundanya, kemudian perlahan ia meraih tangan Dara dengan lembut. Terasa sangat dingin tangan Dara dan tanpa rasa ragu Kevin menggenggam tangannya, lalu kemudian perlahan ia menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya.
Setelah Kevin selesai memasangkan cincin pernikahan pada istrinya, kini waktunya Dara yang menyematkan cincin pernikahan di jari manis suaminya. Akan tetapi seketika muncul sedikit rasa ragu di dalam hati Dara saat ingin menyematkan cincin pernikahannya, namun seketika Kevin membisikan sesuatu kepadanya..
"Buanglah keraguanmu itu, aku akan selalu ada di sampingmu", ucap Kevin perlahan.
Setelah mendengar perkataan Kevin kemudian Dara pun mulai meraih tangan Kevin dan menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya. Lalu setelah itu untuk pertama kalinya Dara mencium tangan Kevin yang kini telah sah menjadi suaminya dan kemudian Kevin pun membalasnya dengan sebuah kecupan hangat yang mendarat tepat di kening dan bibirnya sembari memeluk tubuhnya.
Sontak mata Dara terbelalak dengan sikap Kevin yang seberani ini memamerkan kemesraannya di hadapan semua orang. Melihat betapa romantisnya mereka, membuat semua orang yang melihatnya ikut tersenyum sekaligus merasakan kebahagiaan dari mereka berdua.
"Ya ampun si Berengsek ini ternyata sangat berani melakukan semua ini di hadapan semua orang. Bagaimana dengan nasibku malam ini???!!", ucap Dara dalam hatinya cemas sembari melepaskan pelukan Kevin.
Dengan wajah Dara yang masih memerah seketika Kevin mulai kembali melingkarkan lengannya tepat di pinggang Dara yang ramping. Sontak saja Dara langsung memberikan tatapan mata yang sangat tajam pada Kevin, lantaran ia sangat risih dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kevin terhadapnya.
"Jangan kau protes dengan apa yang sudah aku lakukan padamu saat ini dan hentikanlah segera tatapan matamu yang sangat tajam seperti pisau padaku Nona. Karena jika kau membantahnya kau akan tahu apa yang akan aku lakukan padamu malam ini!!!", ancam Kevin seraya membisikannya di telinga Dara.
"Apa!!! Dasar berengsek di saat seperti ini dia masih seenaknya mengancamku???!! Tidak ada bedanya saat dia menjadi Bos atau menjadi suami, sama-sama sangat menyebalkan..!!!", ucap Dara dalam hatinya sangat kesal.
Akhirnya Dara pun mau menuruti semua yang telah Kevin perintahkan padanya, tanpa terkecuali.
Kemudian setelah itu kedua orang tua dari Dara dan Kevin mulai memberikan ucapan selamat kepada putra dan putri mereka secara bergantian. Disana Dara baru menyadari setelah melihat kedua orang tua Kevin ternyata adalah sahabat dari kedua orang tuanya yang sudah sejak lama. Pantas saja jika Mamanya dapat dengan mudahnya menemukan keberadaan Dara saat ia melarikan diri dan tinggal di Jakarta.
Hal yang sama pun dirasakan juga oleh Kevin lantaran ia merasakan kehidupannya seperti sedang di permainkan oleh kedua orang tuanya dan semuanya seakan seperti sudah di atur sedemikian rupa oleh mereka. Namun Kevin tidak dapat berbuat apa-apa dengan pernikahan yang telah terjadi ini.
"Nak, jadilah istri yang terbaik untuk suamimu Kevin", ucap Mama sembari memeluk putrinya.
"Kevin jagalah selalu Dara untuk seumur hidupmu", bisik sang mertua Tn. Darmawan.
"Baik Om Darma..", ucap Kevin gugup sembari mencium tangan mertuanya.
"Sayang, sekarang Tn. Darmawan sudah menjadi orang tuamu jadi jangan panggil Om lagi", ucap Bunda tertawa.
Semua pun hanya tertawa melihat reaksi Kevin yang sangat tegang dan gugup. Kemudian mereka pun kembali melanjutkannya..
"Dara jadikan suamimu seorang pria yang terbaik dan bertanggung jawab untukmu dan anak-anakmu nanti", pesan Ayah mertua.
"Baik Om, maksudku baik Pah", jawab Dara kikuk.
"Dara sayang, Bunda tahu kau pasti akan menjadi istri dan ibu yang terbaik untuk Kevin dan anak-anak kalian nanti", ucap Bunda sembari mencium kening Dara.
Semua keluarga, sahabat dan rekan bisnis dari kedua pengantin ini bersorak bahagia dengan pernikahan mereka berdua, terkecuali Ivan. Ia masih merasa sangat di bodohi dengan apa yang telah dilihatnya sendiri secara langsung di hari ini, lantaran seseorang yang sangat ia cintai telah dinikahi oleh seseorang yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
"Andai saja aku tahu lebih awal bahwa seseorang wanita yang akan di jodohkan denganmu Kevin adalah Dara, pastinya aku tidak akan menolak tawaranmu untuk bertukar peran menggantikan posisimu saat ini", ucap Ivan dalam hatinya.
Setelah semua prosesi pernikahan selesai di lalui, semua keluarga, sahabat dan rekan bisnis memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin baru ini.
Terlihat begitu sangat serasinya mereka berdua dengan balutan gaun dan setelan jas dengan warna yang senada. Hingga semua orang yang melihatnya berdecak kagum dengan keserasian kedua pengantin baru ini.
Tidak henti-hentinya ucapan selamat dan doa dari keluarga hingga para tamu undangan mengiringi kebahagiaan mereka berdua. Termasuk dari Windy dan Aldo. Begitu rindu, bahagia dan terkejutnya Windy dengan pertemuannya kembali dengan Dara..
"Selamat ya untuk kalian berdua", ucap Aldo sembari mengulurkan tangannya pada kedua pasangan yang berbahagia ini.
"Terima kasih Aldo", ucap Kevin dan Dara tersenyum.
"Selamat ya Dara dan Mas Kevin, aku sangat tidak menyangka ternyata kalian berdua akhirnya berjodoh juga..", ucap Windy bahagia sembari memeluk Dara.
"Apa maksudmu Windy berkata demikian??? Kutukanmu akhirnya menjadi kenyataan pada kami berdua!!!", ucap Dara dalam hatinya..