My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#10 : Mereka Bersahabat



Detik-detik yang sangat menegangkan bagi Kevin melihat Dara yang akan membuka kotak kecil berwarna merah maroon itu dan sekaligus detik-detik yang menegangkan bagi Dara lantaran begitu penasaran ingin membuka kotak kecil yang di pegangnya.


Disaat yang tepat ternyata Pak Ucup datang ke ruangan kerja Bos nya setelah mendapatkan perintah untuk segera kesana. Hal hasil Dara sangat terkejut dengan kedatangan Pak Ucup yang datang secara tiba-tiba menemuinya dan di sisi lain kini Kevin dapat bernafas dengan lega setelah kedatangan Pak Ucup yang tepat waktu kesana hingga mengurungkan niat Dara untuk membuka kotak kecil berwarna merah maroon itu.


"Kerjamu sangat bagus Pak Ucup!!!", ucap Kevin tersenyum lega.


Sepanjang perjalanan pulang menuju ke kostan, Dara menjadi teringat dengan semua perkataan yang disampaikan oleh Pak Ucup sebelumnya saat di apartemen Bos nya..


"Aduh Non, bisa berabe nih kalau sampai kotak tadi di buka!!! Bisa sangat marah Tn. Bos, habis nanti kita!!!", ujar Pak Ucup dengan wajah tegang.


"Apakah begitu menyeramkannya Pak Kevin jika sedang marah??? Tetapi aku rasa itu benar, karena wajahnya pasti sangat menyeramkan melebihi hantu sungguhan. Lalu maksudnya kita bisa habis apa Pak Ucup???", tanya Dara penasaran.


"Mungkin kotak itu begitu sangat berarti untuk Pak Kevin dan beliau sangat menjaga kotaknya itu dengan sangat baik melebihi apapun, jadi bisa di bilang kotak itu adalah nyawanya yang kedua", jawab Pak Ucup.


Semakin sangat penasarannya Dara mendengarkan cerita dari Pak Ucup, namun Dara enggan bertanya lebih jauh mengenai Bos nya lantaran khawatir terkesan terlalu ikut campur dalam kehidupannya.


Kurang lebih 40 menit Dara pun sampai di tempat kostannya. Begitu penat dan lelahnya Dara dari kemarin, hingga ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari memejamkan kedua matanya. Namun seketika kedua matanya menjadi terjaga ketika ia mengingat bingkisan yang diberikan oleh Ivan, ia pun segera beranjak dari pembaringannya dan langsung mencari bingkisan tersebut di dalam kamar kostnya.


"Ternyata Aa Ivan sangat perhatian denganku, hingga ia menaruh kedua bingkisan ini didalam kamarku", ucap Dara sangat bahagia.


Dara pun begitu bahagia dengan buah tangan yang diberikan oleh Ivan, hingga ia tak sabar ingin segera membuka 2 bingkisan tersebut. Di bukalah bingkisan yang pertama oleh Dara yang berisi sebuah gantungan angklung yang akan berbunyi jika tertiup angin dan bingkisan yang ke dua berisi kue kering bertuliskan "Dara Cakes", Dara pun seketika menangis melihat tulisan yang berada di box kue kering tersebut..


"Mama, Papa.. Aku rindu kalian!!!", ucap Dara menangis.


...


Di tempat yang berbeda, setelah pekerjaannya selesai Kevin pun datang ke salah satu RS Swasta untuk bertemu sahabatnya sekaligus dokter yang bekerja disana.


"Selamat siang dr. Ivan", ucap Kevin sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Selamat siang Pak Kevin", ucap Ivan menjabat tangan sahabatnya.


Mereka berdua pun sejenak saling berpelukan lantaran sudah sangat lama mereka berdua tidak saling bertemu..


"Bagaimana kabarmu Ivan? Sudah sangat lama kita tidak berjumpa. Sekarang apa kau sudah menetap tinggal di Jakarta?", tanya Kevin.


"Kabarku baik-baik saja Kevin. Ya, sekarang aku sudah menetap di sini dan sudah 2 minggu ini aku berada di Jakarta", jawab Ivan.


Ivan pun mengajak Kevin masuk kedalam ruangan prakteknya untuk berbincang-bincang sekaligus memeriksa luka Kevin.


"Coba aku lihat lukamu?", ucap Ivan.


Kevin pun mulai menggulung kemeja lengan panjangnya dan kemudian memperlihatkan lukanya pada Ivan.


"Kevin apa sebelumnya kau sudah datang berobat ke dokter??? Luka ini terlihat sudah membaik dengan perawatan yang tepat", ucap Ivan.


"Benarkah itu???!! Aku belum pernah datang berobat ke dokter manapun dan lukaku hanya dirawat oleh seseorang", ucap Kevin.


"Seseorang???!! Maksudmu dia itu seorang tenaga medis???", tanya Ivan penasaran.


"Kurasa bukan, karena dia adalah asisten pribadiku", jawab Kevin.


"Apa??? Asisten pribadimu??? Wanita mana lagi yang sudah kau taklukkan hatinya??!!", tanya Ivan sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Ivan, kami hanya sebatas rekan kerja saja dan kami berdua tidak ada hubungan apa-apa. Asal kau tahu setelah 2 tahun lalu hubunganku dengan Viola berakhir, aku belum menemukan wanita yang datang menggantikan posisinya di hatiku. Entahlah mengapa hatiku belum bisa melupakannya, mungkin karena sudah sangat lama kita saling berhubungan sehingga begitu banyaknya kenangan indah bersamanya", ucap Kevin meyakinkan Ivan.


"Semuanya butuh proses dan suatu hari nanti kau pasti akan menemukan cinta sejatimu", ucap Ivan sembari menepuk bahu Kevin.


"Semoga saja!!!", ucap Kevin sembari menghela nafasnya.


"Ok, jam praktekku sudah selesai dan aku bebas dari jadwal operasi. Bagaimana kalau kita makan siang di luar???", tanya Ivan.


"Ok, waktu yang tepat karena hari ini semua pekerjaanku juga sudah selesai", jawab Kevin.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju sebuah cafe yang biasa mereka datangi. Setibanya di cafe mereka berdua masing-masing kembali bercerita satu sama lain.


"Bagaimana kabarmu dengan Dinda?", tanya Kevin.


"Hubungan kami sudah berakhir 1 tahun yang lalu, Dinda masih ingin fokus pada karirnya", jawab Ivan.


"Jawaban yang kelise dari para wanita, termasuk dengan Viola. Kenapa para wanita seperti itu???!!", ucap Kevin kesal.


"Sudahlah lupakan saja tentang itu, pada akhirnya mereka juga yang akan menyerah kalah dan akan datang kembali kepada kita, karena kita adalah pria tampan dan baik hati!!!", ucap Ivan sembari tertawa lepas.


"Benar sekali ucapanmu!!!", ucap Kevin sembari tertawa juga.


Di saat mereka berdua bersenda gurau, tiba-tiba saja ponsel Ivan berdering..


"Kring.. Kring.. Kring..".


Ivan pun segera mengangkat ponselnya serta berpamitan pada Kevin untuk pergi menerima panggilan masuk ponselnya.


"Lagi-lagi aku di tinggal sendiri di meja makan, sangat menyebalkan!!!", ucap Kevin kesal.


"Maaf tadi aku menerima telepon masuk dulu, tidak lamakan kau menunggu!!!", ucap Ivan.


"Kalau kau tadi sangat lama menelepon, aku akan segera pergi meninggalkanmu disini. Tapi sepertinya ada yang aneh kenapa kau bersembunyi saat menerima telepon masuk itu??? Hmmm, sangat mencurigakan..???!!", tanya Kevin penasaran.


"Tadi yang menelepon adalah tetangga samping rumahku, dia hanya ingin mengucapkan terima kasih saja padaku", jawab Ivan.


"Apa tetangga??? Mengucapkan terima kasih??? Apakah kau sudah memperbaiki atap rumahnya yang bocor, hingga sampai tetanggamu mengucapkan terima kasih padamu???", ucap Kevin tertawa geli.


"Kau mempunyai selera humor yang tinggi Kevin!!! Beberapa hari lalu setelah aku pulang dari seminar di Bandung, aku membelikan Dara buah tangan untuknya", ucap Ivan.


"Apa Dara..???!!", ucap Kevin sangat terkejut.


"Apa kau mengenalnya?", tanya balik Ivan.


"Kebetulan namanya sama seperti asisten pribadiku", jawab Kevin.


"Hmmm, sepertinya ada yang spesial pada asisten pribadimu itu???", tanya Ivan penasaran.


Sontak Kevin pun tersedak saat ia meminum secangkir teh hangat, ketika Ivan bertanya demikian padanya.


"Ugh, ugh.. Tidak ada..!!! Bukan sebaliknya kau yang menaruh perhatian spesial pada tetanggamu itu???!!", ucap Kevin mengalihkan pembicaraan.


"Hahahaha, jurus hebatmu mengalihkan pembicaraan masih tetap sama seperti dulu ya!!!", ucap Ivan sembari tertawa terbahak-bahak.


Mereka berdua pun kembali melanjutkan obrolan dan juga saling bercerita satu sama lain dengan penuh canda dan tawa, apalagi ketika teringat masa-masa SMU dulu. Dari kenakalan masa-masa remaja, hingga masa dimana mereka berdua mulai merasakan jatuh cinta dengan seorang wanita. Dan konon ternyata mereka berdua sama-sama menyukai seorang wanita yang sama saat di sekolah.


"Aku masih ingat sekali dulu persahabatan kita hampir saja rusak karena 1 seorang wanita yang kita sama-sama sukai saat di sekolah dulu", kenang Ivan tersenyum.


"Kenapa kita bisa menyukai 1 orang wanita yang sama ya..??? Sangat aneh dan tidak masuk akal. Apakah kita berdua mempunyai selera wanita yang sama??? Aku rasa tidak. Tetapi kali ini, hal itu tidak akan terjadi lagi", kenang Kevin.


"Sudahlah itu hanya sebuah kisah masa SMU dan cukup semua itu kita jadikan kenangan, sekarang kita tatap masa depan yang ada dihadapan kita", ucap Kevin kembali.


"Benar sekali. Oya Kevin bagaimana dengan kabar Aldo, benarkah ia sekarang menjadi suami dari adik sepupumu???", tanya Ivan.


"Iya benar sekali, mereka berdua ternyata diam-diam saling mencintai dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Aku tidak menyangka Aldo lebih pemberani dan percaya diri untuk meyakinkan pasangan hidupnya untuk mengikat janji suci pernikahan, aku salut padanya", ucap Kevin.


"Di antara kita bertiga, menurutku hanya Aldo saja mempunyai pikiran yang lebih matang dan dewas, jadi wajarlah dia dapat menyakinkan adik sepupumu menikah. Tetapi maaf saat itu aku tidak dapat menghadiri acara sakral mereka berdua, lantaran tepat di hari itu kedua orang tua ku meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas", ucap Ivan dengan merundukkan kepalanya.


"Sudahlah sobat hal itu jangan dipikirkan lagi karena semua itu telah berlalu dan Aldo pun sudah memakluminya", ucap Kevin menenangkan sahabatnya.


"Obrolan kita menjadi semakin serius saja!!! Kalau saja Aldo tidak ada di Batam, pasti pembicaraan kita semakin seru", ucap kembali Kevin.


"Apa Aldo tidak bekerja lagi di perusahaanmu???", tanya Ivan.


"Aldo masih tetap bekerja di perusahaanku, tetapi untuk seminggu ini aku memberinya tugas luar sembari melihat perkembangan cabang perusahaan ku disana. Rencananya setelah istrinya melahirkan, aku akan menugaskannya untuk tinggal menetap di Batam", ucap Kevin.


"Apa???!! Aku tidak menyangka ternyata dia akan segera mempunyai anak", ucap Ivan tersenyum ikut gembira.


"Segeralah kau menyusulnya menikah, agar segera kau mempunyai anak sama sepertinya", ucap Kevin tertawa.


"Kalau saja Dara menyukaiku juga, aku akan segera menikahinya!!!", gumam Ivan tersenyum.


"Hey, apa yang sedang kau katakan??? Suaramu tidak begitu jelas terdengar!!!", ucap Kevin.


Oh, tidak ada apa-apa lupakan saja perkataanku tadi. Oya bagaimana dengan penyelidikanmu??? Apakah teror dan peristiwa yang terjadi padamu pagi tadi ada kaitannya?", tanya Ivan.


"Kurasa semua ini ada kaitannya satu sama lain..", jawab Kevin.


Disaat Kevin ingin mulai bercerita pada Ivan, tiba-tiba saja ponselnya berdering Kevin berdering.


"Kring.. Kring.. Kring..".


Kevin pun segera melihat panggilan masuk tertera di ponselnya, setelah melihatnya ia pun langsung berpamitan pada Ivan dan kemudian ia pergi meninggalkan tempat itu.


"Ivan nanti aku akan ceritakan semuanya padamu, setelah semua ini selesai. Aku ada urusan yang sangat penting..", ucap Kevin tergesa-gesa dan berlalu pergi meninggalkan Ivan sendiri disana.


"Ok, baiklah..", ucap Ivan.


...


Hari ini Dara pun diberi libur oleh Kevin selama 2 hari. Tidak ada aktivitas atau pun kegiatan apapun dikostan sehingga Dara hanya bisa melamun mengenang masa lalunya disaat ia belum pergi meninggalkan rumah..


"Mama, aku tidak mau buru-buru untuk menikah. Aku ingin menyelesaikan pendidikan S2 ku. Batalkan perjodohan ini", ucap Dara kesal.


"Lalu untuk membayar hutang budi Papa, apa akulah yang harus dikorbankan?", tanya Dara.


"Bukan seperti itu nak.. Mama tidak tahu harus bagaimana lagi menjelaskannya padamu", ucap Mama bingung..


Begitu keras kepalanya Dara hingga Mamanya bingung harus menjelaskan apalagi padanya, sedangkan pesta pertunangannya akan di adakan besok malam dan semua tamu sudah di undang.


"Aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti, yang jelas malam ini juga aku harus pergi dari sini", ucap Dara dalam hatinya sembari mengatur rencananya.


Malam ini kebetulan Papa Dara sedang pergi keluar kota untuk membuka cabang baru "Dara Cakes", sehingga Dara dengan mudahnya memulai rencananya untuk pergi meninggalkan rumahnya. Akan tetapi sepertinya Mama sudah mengendus akan rencananya sehingga sepanjang hari ini Mama terus sajaqA mengikuti Dara.


"Apakah malam ini Mama ingin tidur denganku?", tanya Dara.


"Tidak, Mama hanya ingin melihatmu seharian ini sebelum acara pertunanganmu besok malam", ucap Mama menangis dan memeluk Dara.


"Mama mengapa menangis? Maafkan Dara kalau sudah menyakiti hati Mama", ucap Dara sedih.


"Seharusnya Mama yang minat maaf padamu karena memaksamu untuk menikah dengan seseorang pria yang tidak kau cintai", sesal Mama.


"Aku harus bagaimana Mam? Aku tidak ingin menikah dengan cara seperti ini???", tanya Dara.


"Mama mohon padamu untuk mengikuti permintaan Papamu untuk setuju menikah dengannya, karena Tn. Bram dan Ny. Lili adalah..", ucap Mama.


Seketika Dara pun tersadar dari lamunannya setelah ponselnya berdering.


"Kring.. Kring.. Kring..".


"Iya Pak Kevin, ada apa ya Pak???", tanya Dara.


"Nn. Dara segeralah datang ke kantor sekarang juga??? Pak Ucup akan segera menjemputmu", ucap Kevin.


"Tapi Pak Kevin, bukanya  aku diberi libur 2 hari???!!, tanya Dara merasa heran.


"Ini bukan urusan pekerjaan jadi kau boleh berpakaian bebas dan tidak ada bantahan apapun", jawab Kevin.


"Tapi Pak???", ucap Dara.


"Aku bilang tidak ada bantahan apapun. Apa kau sudah lupa dengan apa yang aku sampaikan kemarin???", ucap Kevin.


"Iya, baik Pak Kevin", ucap Dara.


Setelah ponselnya ditutup, Dara pun amat sangat kesal dengan sikap Bos nya yang sangat semena-mena dan seenaknya selalu saja mengaturnya..


"Dasar berengsek.. Maunya apa sih? Sangat menyebalkan..!!!", ucap Dara geram sembari meremas-remas bantalnya.


...


Sudah 1 jam lamanya Kevin  menunggu ke datangan Dara di kantor, namun sudah selama ini ia belum kunjung datang juga. Seakan Kevin sudah tidak sabar menunggu kedatangan asisten pribadinya yang membuatnya gemas menjadi-jadi lantaran perbuatannya di apartemennya tadi pagi.


"Pak Ucup kenapa kalian lama sekali belum sampai juga datang ke kantor?", tanya Kevin cemas via telepon.


"Kami terjebak macet Pak Kevin  karena ada kecelakaan disini tapi sebentar lagi kami akan segera sampai", jawab Pak Ucup.


"Baiklah, hati-hati kalian di jalan", ucap Kevin.


"Baik Pak Kevin, terima kasih", ucap Pak Ucup.


"Segeralah datang kau tukang tidur!!! Aku tidak sabar menunggumu!!!", gumam Kevin.


Di ruangan kantor hanya tinggal Kevin dan Mala, karena di hari jum'at semua karyawan pulang lebih awal. Sehingga membuat Kevin merasa tidak nyaman dan terasa amat canggung lantaran kebetulan malam ini Mala belum selesai mengerjakan tugas yang diberikan olehnya.


Mala terlihat masih sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Kevin hanya terdiam dikursinya dan seakan pikirannya mulai terbang melayang-layang. Terlihat Kevin yang tersenyum-senyum sendiri sehingga membuat Mala menjadi bingung melihat sikap Bos nya yang tidak seperti biasanya.


"Pak Kevin.. Pak Kevin, apa Bapak sedang kurang sehat???", tanya Mala bingung.


"Iya, Oh tidak.. Aku baik-baik saja", jawab Kevin tergagap.


"Pak Kevin apa mau saya buatkan minuman?", tanya Mala kembali.


"Tidak perlu Sekertaris Mala", jawab Kevin singkat.


"Baik Pak Kevin", ucap Mala.


Kevin menjadi merasa heran kenapa tiba-tiba ia mengingat kembali kejadian saat pertama kali bertemu dengan Dara serta segala ulahnya pagi ini yang membuatnya menjadi gemas, hal tersebut hingga membuat Kevin gelagapan saat menjawab pertanyaan Mala.


Di sisi lain ternyata sejak beberapa menit yang lalu Dara sudah sampai di kantor dan secara diam-diam ia pun memperhatikan Kevin dan Mala yang saling berbincang-bincang.


"Mereka berdua terlihat sangat serasi seperti sepasang kekasih di dalam film", gumam Dara terkekeh.


"Hey Nn. Dara apa yang sedang kau lamunkan di depan pintu???", tanya Kevin.


"Ah.. Tidak ada apa-apa Pak Kevin!!!", ucap Dara terkejut.


"Kalau begitu tolong buatkan aku secangkir kopi???", perintah Kevin.


"Saya saja yang buat Pak Kevin", ucap Mala menawarkan.


"Tidak perlu, biar Nn. Dara saja yang buat. Sekretaris Mala silahkan anda boleh pulang, sisa pekerjaan anda biar Nn. Dara yang mengerjakannya", perintah Kevin.


"Apa, aku yang akan mengerjakan sisanya??? Ish, menyebalkan!!!", batin Dara.


"Baik Pak Kevin, terima kasih Pak!!! Dara, aku pamit pulang dulu ya", ucap Mala dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Iya Kak Mala, hati-hati dijalan", ucap Dara.


"Apa maksudnya, dia menyuruhku untuk menyelesaikan tugas Kak Mala???!!", gumam Dara kesal.


"Apa yang kau katakan tadi Nn. Dara???", tanya Kevin.


"Oh tidak ada.. Aku hanya ingin membuatkan kopi untuk Pak Kevin sekarang, permisi..", jawab Dara sekaligus pergi meninggalkan ruangan Bos nya.


"Oh, Syukurlah tadi Pak Kevin tidak mendengarnya..", gumam Dara sembari menarik nafasnya dan berjalan menuju pantry.


Kemudian Dara pun pergi ke pantry untuk membuat secangkir kopi untuk Kevin. Di ruangan kecil itu hanya ada Dara sendiri sehingga membuatnya di hinggapi rasa takut, karena ia fobia akan ruang sempit dan gelap.


"Kenapa disini sangat sepi dan hening???", tanya Dara mulai cemas.


Di saat Dara mulai merasa semakin cemas berada di tempat sepi seperti ini, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang menghampirinya hingga membuatnya sangat terkejut dan ternyata yang datang tak lain adalah Bos nya sendiri.


"Ya ampun Pak Kevin, selalu saja membuat orang lain terkejut!!!", ucap Dara sembari memegang dadanya.


"Apa kau takut???!!", tanya Kevin tersenyum.


"Tentu saja tidak", jawab Dara dengan wajah tegang.


"Tetapi Pak Kevin kenapa sampai datang ke pantry???", tanya Dara kembali.


"Aku khawatir kopi yang kau buat rasanya akan tidak enak dan aneh jadi lebih baik aku sendiri yang akan membuatnya", ucap Kevin dan mengambil cangkir yang sedang di pegang oleh Dara.


"Dasar tidak sopan, buatlah sendiri untuk apa tadi menyuruhku!!!", gumam Dara.


"Apa yang barusan kau katakan???", tanya Kevin.


"Oh tidak ada, aku hanya ingin tahu cara buat kopi yang enak bagaimana ya Pak???", ucap Dara tersenyum sembari mengalihkan pembicaraan.


"Syukurlah dia tidak mendengarkan perkataanku tadi", batin Dara dalam hatinya.


Kevin pun mulai membuat kopi yang mempunyai cita rasa yang khas dengan berbagai campuran dan Dara memperhatikan Kevin dengan seriusnya.


Beberapa menit kemudian..


"Taarraaa.. 2 cangkir kopi sudah siap!!!", ucap Kevin sembari memberikan Dara secangkir kopi.


"Terima kasih Pak Kevin. Waw, harum sekali kopinya. Sepertinya enak!!!", ucap Dara dan langsung meminum kopinya.


"Awas masih pan..", ucap Kevin terkejut.


"Awww..!!! Panas sekali!!!", teriak Dara.


"Dasar bodoh!!!", ucap Kevin sembari dengan sigapnya langsung mengelap bibir Dara dengan sapu tangannya.


Perlakuan Kevin terhadap Dara seakan membuat mereka berdua sejenak terdiam dan saling tatap-menatap. Setelah itu seketika Dara langsung segera mengambil sapu tangan yang Kevin pegang dan karena kejadian itu mereka menjadi salah tingkah.


"... Maaf!!!", ucap Kevin malu-malu.


"Terima kasih.. Ini sapu tangan Pak Kevin", ucap Dara dengan wajahnya yang merona kemerahan.


Sesaat mereka berdua menjadi canggung dan hanya terdiam tanpa bicara satu sama lain.


"Hey, sadarlah Kevin!!! Si tukang tidur ini harus di hukum dengan apa yang telah di perbuatnya pagi tadi saat di apartemen", batin Kevin.


"Hey Nona, apa yang telah kau lakukan tadi pagi di ruang kerjaku???", tanya Kevin penuh rasa curiga..


...Ayo reader sudah bisa tebak belum siapa wanita berjubah ini??! Kalau belum dan penasaran mau tahu siapa sebenarnya wanita berjubah ini, baca terus ya di episode selanjutnya.....