
Mendengar perkataan Arka, Ara berbalik menatap Arka lagi."nggak kok Ar, aku malah senang kamu mau berbagi keluh kesah kamu ke aku." Jawab Ara cepat, juga mengganti panggilannya.
"Lain kali aja ya Ra, kita bicara soal masalah kita" ucap Arka, membuat Ara cemberut sambil memanyunkan bibirnya.
Melihat kelakuan Ara, ingin rasanya arka mencium bibirnya, tanpa sadar Arka mengangkat tangan nya menarik bibir Ara.
"Kenapa ni bibir di monyongngi" kekeh Arka untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun belakangan, jarang tersenyum apa lagi tertawa.
"Ihhh...., Arka sakit tau." Kesal Ara, padahal Arka tidak terlalu menarik bibirnya. Ara tersenyum berhasil membuat Arka tertawa dan melupakan masalahnya.
"Lain kali aja ya" bujuk Arka
"Oke. Soal pernikahan kita bagaimana!"
"Menurut ku, kita coba jalani dulu. Lalu menurut kamu!"
"Hmmm......, Kita jalani dulu seperti perkataan mu." Putus Ara
"Bagaimana kalau di sekolah?. Anak-anak kan belum ada yang tau, soal kita"
"Kita bilang bilang saja sudah pacaran atau diamin." Jawab Arka enteng.
"Tapi nanti nanti fans kamu malah marah-marah ke aku karena merasa aku rebut kamu dari mereka" lirih Ara, sedikit ngiri membayangkan fans Arka marah-marah ke dia.
"Kenapa harus marah mereka kan bukan siapa-siapa aku dan lagi biasanya kamu cuek sama ucapan mereka, kenapa kamu sekarang kayak takut sama meraka. lagi kalau mereka ngapa-ngapain kamu bilang ke aku, biar aku yang memberikan perhitungan kepada mereka satu-satu." Jelas Arka, menenangkan Ara.
Mendengar itu Ara mengangguk. "Iya ya, kenapa gue harus takut?" Lirih Ara heran, bertanya kepada dirinya sendiri, sambil menggaruk kepalanya.
Mendengar ucapan Ara yang menyerupai bisa kan dan Tingkah membuat senyum Arka kembali hadir di wajahnya yang tampan.
Ara yang tadi berpikir, tidak sengaja melihat senyuman Arka."Ar, kamu tambah ganteng dan manis deh kalau lagi senyum begini." Ceplos Ara jujur, tidak sadar dengan perkataan nya."kamu, biasa senyum begini nggak sih sama fans-fans kamu?"
"Nggak pernah."
"Untung deh, jangan pernah tersenyum seperti ini di depan mereka."
"Memang kenapa?" Heran Arka
"Soalnya mereka nanti pada melayang melihat senyum kamu atau kena diabetes."
"Kok bisa?"
"Kamu lagi gomballin aku nih ceritanya!" Tanya Arka, tanpa menyurutkan senyum yang tadi di perlihatkan, malah tambah lebar saja senyumnya itu, Melihat tingkah Ara yang menurutnya lucu.
Mendengar ucap Arka, Ara tersadar dari lamunannya."Siapa yang gombal?. Nggak ada tau." Tanya Ara dan dia juga yang menjawab.
"Memang tadi aku bilang apa" tanya Ara lagi
"Tadi tuh kamu bilang gini, (menceritakan apa yang di katakan dan meniru gaya Ara saat bicara tadi)". Jelas Arka, disusul oleh tawanya.
Ara bengong mendengar perkataan Arka tentang dirinya."masa sih?" Belum percaya ucapan Arka. Masa sih dirinya berkata demikian.
"hahhhh" arka masih tertawa, tapi mengangguk membenarkan atas pertanyaan Ara.
"Udah, ketawanya" Tanya Ara kesal, setelah Arka berhenti tertawa.
Arka memang perutnya, yang sakit karna lama tertawa."udah. Jangan kesal dong Ra" Bujuk Arka, melihat muka Ara yang kesal.
"Siapa yang kesal?. " Sangkal Ara
"Kamu."
"Nggak kok." Jawab Ara, Masih menyangkal.
"Benar nggak" Tanya Arka memastikan
"Benar, sekarang sudah jam berapa ka?" Tanya Ara, mengalihkan pembicaraan
*****
Arka Pratama
Azahra Pramita
Bagaimana menurut kalian visual mereka berdua