
"Tidak apa apa, kan sekali kami pesan juga"
Ujar Dean ke Tia, "iya kan Dev" Dean memastikan, menoleh ke Ara Devan.
"Iya, kan sekalian kami juga mau mesen."
"Kalau begitu aku mau, nasi goreng, sosis goreng, bakso bakar dan jus jeruk."
"Loh ini kebiasaan deh Li, soal makan aja cepat" ucap Tia, terkekeh dengan kelakuan temannya itu.
"Sama dong, kayak si Devan, soal makan di mah juaranya".
"Wa..... Bis...."
"Nggak usah Ngadi Ngadi ya, Ti" potong Lia
"Heehhh..." Tawa Tia.
"Kalau Lo apa?" Tanya Devan mengalihkan, pembicaraan.
"Kayak Bakso bakar aja deh" pikir Tia.
"Minumnya?" Sebelum Devan, membuka suara, Dean sudah bertanya ke Tia.
"Loe, ini ya" kesal Devan, padahal dia kan sudah mangap mau bicara, malah keduluan dengan Dean.
"Ahh... Lo ini kayak, cewek aja suka, marah marah"
" Habisnya Lo sih"
"Sudah ya, adu mulut nya, gue sudah lapar nih" ujar Lia, menginterupsi mereka.
"Sorry...sorry"
"Tadi Loe, mau minum apa Ti?"
"Es Teh saja"
"Oke" Dean dan Devan Berlalu memesan.
Tidak lama menunggu pesan mereka datang.
"Ini pesan Lia." Devan menyodorkan pesan Lia di handapan nya.
"Pelan pelan Li, nanti ke selek loh!" Baru saja Tia, menengur, sudah terdengar batuk dari Lia.
"Huhukk"
"Nih minum" Devan menyodorkan minuman yang belum sempat di berikan ke Lia.
"Uhh... Makasih"
"Makanya kalau makan itu kira kira, Jangan seperti orang yang kerasukan setan kelaparan." Tegur Tia.
"Ahhhh.... Lo ini, mana ada yang namanya setan atau Hantu kelaparan." Gerutu Lia.
"Udahhh.... Kalian Tidak usah bertengkar". Tegur Dean, yang masih berdiri dekat meja dan belum menyerahkan pesan Tia, karena melihat cara makan Lia.
"Ini Pesan kamu Ti" sambung Dean.
" Makasih, dan maaf sudah merepotkan kalian" ujar Tia, tidak enak sudah merepotkan Dean.
"Kami kan tadi sudah bilang, sekalian kami juga pesan aja. Jadi santai saja." Jelas Dean. Yang sudah duduk dikursinya.
Di sela makan mereka masih sekali bercerita "Teman kalian yang satunya mana, perasan di kelas tadi dia masuk deh, tapi kenapa tidak ikut kalian ke kantin" Kepo Devan.
"Ohh.... Ara, masih di kelas katanya ada urus sebentar. Kami juga nggak tau, kenapa belum datang. Padahal waktu istirahat tinggal sebentar." Jelas Tia, yang juga heran kenapa Ara belum muncul muncul. Sekali melihat Ara pintu kantin. Lalu berbalik melihat Lia dan Devan, yang sibuk dengan makanan nya begitu pun dengan Devan.
"lihat mereka makan, seperti orang yang belum makan selama seminggu." Kekeh Tia.
"Yah..., Lia seperti orang yang pacaran kalau ketemu dengan makanan, tidak ada yang dia hiraukan."
"Aku kira Devan tidak ada temannya kalau soal makan, ternyata masih ada teman nya.
Seru Dean juga terkikik.
"Ehhh.... Teman kamu sih Arka, mana?. Aku baru sadar, kalau dari tadi hanya kalian berdua saja."
"Katanya ada urusan"
"Kenapa sih mereka, berisik sekali. Seperti melihat artis papan atas saja" protes Tia, mendengar pekikan dari siswa maupun siswi di kantin.
Tia dan Dean, berbalik ke arah pintu masuk kantin. Lia dan Devan yang tadi asik makan pun ikut berbalik seperti Tia dan Dean, merasa penasaran apa yang membuat para Siswa, terutama Siswi berteriak histeris.