My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 15



"Nanti pulang sekolah, kita pergi ke mall Ya!" Ajak Tia, pada Ara dan Lia. Selepas bubar dari urusan baris berbaris atau yang biasa di sebut upacara. Kegiatan yang wajib di lakukan saat hari Senin tiba, kecuali hujan atau kendala lain.


"Ahhn..., Iya Ayo." Seru Lia, bersemangat.


"Bagaimana Ar, kamu ikut kan!" Tanya Tia, Karena Ara belum menjawab


"Nanti aku coba izin dulu ya" ujar Ara pada Tia. Iya dia akan izin sama Arka."aduhhh.... Bagaimana bilang ke Arka ya. Apa nanti dia akan di izin kan atau dia tidak di bolehkan." Lanjut nya dalam hati."kalau tidak di izin kan bagaimana?". Tanya dalam hati. "Uhhh...." Menghelah nafas nya kasar.


"Kenapa Ra" heran Tia, mendengar Ara menghela nafas nya kasar.


"....."


"Ra di tanya tuh dengan Tia!" Lia menepuk bahu Ara, yang duduk di samping nya. Meraka sudah di dalam kelas beberapa menit yang lalu, dan sedang menunggu guru mata pelajaran pertama memberikan materi. karena tadi asik berbincang Meraka tidak sadar sudah sampai di kelas.


"Lo tadi ngomong apa?" Menatap Tia yang duduk di bangku depan nya.


"Gue tadi ngomong, Loe kenapa?. Ko sampai buang nafas kasar benar."


"Nggak kenapa napa kok" jawab Ara. "nanti aku coba bilang ke Arka, Soal di izin atau tidak itu urusan nanti, yang penting aku sudah bilang ke dia." Lanjut nya dalam hati.


"Benar!" Tia memastikan.


"Benar lah"


"Kalau ada masalah bilang dong Ra, jangan di Pendem sendiri." Kali ini Lia yang bersuara.


"Iya Ra, sebagai teman kan kita harus saling berbagi mau itu suka atau pun duka." Tia melanjutkan ucapan Lia.


"Apa sih kalian ini, aku tidak ada masalah kok" jawab Ara. "Siapa yang ada masalah coba, dia kan cuman sedikit pusing bagai mana cara minta izin ke Arka aja. kalau sama orang tuanya kan gampang tinggal merengek rengek sedikit pasti sudah di izin, lah ini dia harus izin ke Arka, masa sih dia harus merengek rengek ke Arka, nanti Arka nya ilfil lagi. ahh.. Soal Arka ilfil atau tidak terserah asal di beri izin jalan jalan ke mall dia kan sudah lama tidak ke mall, hanya sekedar cuci cuci mata dan melepas penat karena pelajaran dan soal pekerjaan nya."


Pikir Ara.


"Benar, banget tuh Tia"


"Kenapa sih kalau gue tidak dapat kan, kalian masing bisa pergi berdua."


"Lo itu bagaimana sih Ra, kalau cuman hanya kami berdua yang pergi tidak seru tau."


"Ben..." Terpotong dengan ucapan Guru mapel


"Selamat pagi anak anak hari ini kita akan melanjutkan pembahasan di pertemuan sebelumnya"


"Selamat pagi bu" serentak siswa dan Siswi


"Naikkan buku buku kalian"


"Bla...bla...bla" penjelasan guru.


"Ting...Ting....Ting..."


"Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya." Berjalan keluar dari kelas


"Ahhh... Akhirnya..." Ayo kita ke kantin kalian di Luan saja.


"Baiklah, kami tunggu di kantin" ujar Lia "Ayo Tia" lanjut Lia dan menarik tangan Tia keluar dari kelas.


Ara memberi kode kepada Arka, agar arka tetap di kelas sampai semua siswa dan siswi yang lain keluar.


"Ar, Ayo. Cacing di perut Dean sudah pada demo tuh, minta di beri jatah makan siang"


Canda Devan, padahal yang cacing demo itu di dalam perut nya, dari mereka bertiga memang Devan yang paling suka makan.