My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 28



"kamu mau makan di cafe mana?" Tanya Arka, sekilas lalu fokus kembali ke jalanan.


"Di sana saja" seru Ara, menunjuk penjual nasi goreng siput.


"Kamu tidak masalah makan di pikir jalan?"


"Kenapa harus masalah, aku malah suka makan di pikir jalanan seperti itu. Sekalian bantu penjualnya kan, soalnya kan sekarang orang itu lebih milih makan di tempat yang seperti restoran, cafe dan lain lainnya."


"Istri aku ini, baik banget deh" mengelus pipi Ara dengan tangan nya yang bebas.


"Aku ini masih belajar, untuk saling membantu sesama mahluk ciptaan nya. Jadi jangan berlebihan begitu memujinya."


"Iya deh. ayo turun, kita parkir di sini saja, lalu nyebrang."


"Ayo"


Arka dan Ara menyebrang jalan dengan bergandengan tangan. Saat sampai di tempat mangkal penjual nasi goreng siput, mereka duduk di sudut.


"Mas, kami pesan 2 porsi nasi goreng siput dan es teh nya 2."


"Iye den, silahkan di tunggu." Ujar Penjual


"Kita duduk di kursi sudut sana!" Ujar Ara, menunjuk kursi kanan. Ara dan Arka berjalan ke kursi yang tunjuk Ara.


"Ra, kamu sering makan disini?" Tanya Arka, sesaat setelah duduk.


"Sama siapa kalau kesini?" Tanya Arka, penasaran.


"Kadang sendiri, pernah juga dengan Tia dan Lia dan pernah juga dengan seseorang tersayang." Goda Ara di Akhir ucapan nya.


"Siapa ?. matan kamu atau pacar kamu ?" Memicingkan mata curiga.


"Mana ada mantan aku ini, tidak punya mantan tau!" Seru Ara. Ambigu, untuk melihat reaksi Arka selanjutnya.


"Berarti pacar kamu. Ahhh... Bagaimana kalau dia lihat kita berdua begini, pasti nanti dia cemburu." Ujar Arka. "Begini saja kita kembali ke rumah dan makan di rumah saja" tambah Arka, berdiri dari tempat nya.


"Mau kemana Ar?" Yang melihat Arma berdiri.


"Mau pulang, nanti si penjual melihat kamu disini dengan aku, bagaimana?. Dia pasti sudah tau muka kamu dan pacar kamu. Dia pasti tau muka kamu dan pacar kamu. Nanti di bilang ke pacar kamu, bagaimana? " Balas Arka, tadi saat masuk ke warung, Ara berjalan di belakang Arka dan menunduk melihat hpnya. Si penjual tidak melihat Ara karena dia sibuk membuat pesanan pembelinya.


"Bagaimana mana apa nya?." Lirih Ara, menahan tawa, melihat tingkah Arka seperti orang yang ketahuan mencuri saja.


"Nanti dia marah Ra." Seru Arka takut Ara akan di marahi dengan pacarnya.


"Kenapa marah?" Tanya Ara,


"Ya marah lah, masa pacarnya jalan dengan laki laki lain." Balas Arka, kembali duduk. "semua laki laki pasti marah Ra, kalau orang yang mereka sayang jalan sama orang lain apalagi itu pacar, tunangan, atau istrinya." Tambah Arka lirih, karena ternyata Ara sudah punya pacar. Dia merasa kesal, kecewa, marah dan cemburu menjadi satu. Apa bisa Arka cemburu dengan Ara, jawaban nya tertentu saja bisa karena dia mulai nyaman bahkan sudah sayang dengan Ara dan perempuan pertama yang membuatnya banyak bicara, bertindak diluar kebiasaannya. Kecewa, dia kecewa ternyata Ara ternyata tidak ada perasaan apa apa dengannya, dia hanya berusaha menjadi istri yang baik untuknya. marah, dia marah kepada dirinya sendiri, karena menikah dengan pacar orang. tapi apa itu salahnya, tentu saja bukan. Orang tua mereka yang menjodohkan mereka. Ahhhh... Arka rasanya ingin pulang ke apartemen atau rumah mertua nya, rasa nya dia ingin mandi Air dingin agar bisa mendinginkan otak nya.