My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 26



"Ar boleh aku bertanya?" Tanya Ara, saat sampai di ruangan Arka di lantai 2. Ia duduk di sofa sambil melihat Arka yang sibuk dengan laptop nya.


"Kenapa harus izin, jika ingin bertanya. Bukankah kita sudah menikah, jadi jika kamu ingin tau sesuatu atau ingin menanyakan apa pun itu selagi aku bisa jawab, kenapa tidak!." Jelas Arka lembut, menatap mata Ara.


"Jadi boleh?"


"Tentu saja boleh, mau tanya apa?"


"Aku ingin tau, apa kamu yang merintis ini semua dengan nol atau ini milik Papi dan di serahkan ke kamu!"


Arka berjalan menghampiri Ara di sofa dan duduk di samping nya."seb...."


"Tok...Tok... Tok" suara ketukan pintu dari luar, memotong ucapan Arka.


"Masuk." Seru Arka.


"Tuan ini berkas yang anda minta dan email grafik sudah saya kirim. " Maneger menyerang berkas yang Arka minta.


"Simpan saja di meja kerja saya."


"Saya permisi tuan." Setelah menyelesaikan tugasnya.


"Kita bicara kalau sampai di rumah saja. aku selesai kan pekerjaan dulu " tawar Arka.


"Baiklah." Pasrah Ara.


"Ra kalau ganti baju, kamu bisa ganti di kamar."


"Di sini ada kamar?"


"Iya, di sana. Dekat lemari" tunjuk Arka.


"Hmm..."


"Eittt.... Aku kan tidak bawah baju ganti" lesu Ara, kembali duduk.


"Di kamar ada lemari di situ banyak baju yang bisa kamu pake" jelas Arka


"Ohh... Oke." Kembali bersemangat, "eiittt.. kamu sering ya, bawah perempuan kesini jadi banyak bajunya disini" Tanya Ara, memicing curiga.


"Mana bisa aku bawah perempuan kesini dekat aja tidak pernah"


"Ohh... Aku kira kamu bawah perempuan kesini dan sering tidur di kamar kamu, lalu baju nya tertinggal di dalam. Soal nya aku nanti kalau aku pakai milik dia dan dia tau wahhh... Kamu bisa habis." Cerocos Ara.


"Aku kan sudah bilang aku tidak punya mantan, kamu ini nggak percayaan amat sih"


"Mantan tidak ada pasti pacar ada. Bagaimana mau percaya, secara kamu tampan, pintar, dan kaya lagi, siapa coba yang tidak mau sama kamu"


"Kamu ini aku beneran ya tidak pernah pacaran, lagian aku sudah pernah bilang kan. Kalau aku ini tidak pernah kepikiran dekat dengan perempuan." Jelas Arka dengan lembut, tampah terpancing emosi.


"Aku tau kok, aku cuman lagi uji kamu. Apa mudah kepancing emosi!. Soal nya kadang aku takut kalau aku kekanakan nanti atau kedepankan, kamu ngerti aku atau bagaimana!. Apa kamu akan marah, pukul, atau tinggalin aku". Jelas Ara lirih. "Sorry" lirih nya.


"Tidak masalah aku tahu kekhawatiran kamu. mungkin usia kita menikah masih sangat muda, jadi membuat kamu merasa cemas, apalagi kalau kita baca di internet atau nonton di TV. Banyak kasus entah karena si suami yang baru pulang dan istrinya sudah banyak bertanya, membuat si suami ikut marah dan berakhir meninggalkan si istri. Pasti tadi kamu membaca berita semacam ini kan?." Aria pengertian.


Ara mengganggu membenarkan, memang tadi saat di mobil dia sekilas membaca di internet.


"Apa yang kamu baca. Aku ingin tahu, jadi coba kamu ceritakan ya?" tanya Arka penasaran.


*****


Selamat membaca untuk para pembaca