My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 44



Ara menoleh menatap Arka yang ada di samping nya.


"Kenapa?" Tanya Ara. Melihat keterkejutan Arka. "Apa kamu, tidak suka?" Tanya lagi.


"Malah sebaliknya." Balas Arka.


"Sebaliknya...." Ujar Ara. "Apa kau, suka?" Mencoba mencari kebenaran apa yang di pikir kan. Kembali melanjutkan pekerjaannya.


Arka mengangguk seperti anak kecil, tingkah nya itu, membuat Ara gemas. "Bukan hanya suka, tapi sangat suka" ujar Arka, membenarkan ucapan Ara.


"Benarkah?"


"Apa aku bisa meminta kamu, membuat kan ku. Ketika aku mau?" Tanya Arka meminta persetujuan.


"Tentu saja bisa." Balas Ara yakin. "Kalau perlu aku akan menyiapkan di kulkas. Jadi ketika kamu mau, kamu bisa langsung ngambil." Ujar Ara. Menyelesaikan


"Terimah kasih."


Ara mengangguk "lain kali jika kamu ingin makan sesuatu, tinggal bilang saja ke aku. Kalau aku bisa buat, akan ku buatkan. Tapi jika aku tidak tau, nanti aku belajar buatkan untuk mu" ujar Ara


*****


"Apa ini Aperteman Arka?" Tanya Lia. Saat melihat Aperteman Arka untuk pertama kalinya.


"Apa Arka benar tinggal di sini?" Kali ini Tia yang bertanya, tentang kebenaran tempat tinggal Arka.


"Tentu saja" Dean menjawab pertanyaan dari Tia dan Lia bersamaan.


Mereka berjalan beriringan ke lift, yang akan membawa mereka ke lantai yang di tempati Arka yaitu lantai 10


*****


Ting tong... Ting Tong (bunyi bel apartemen Arka)


"Seperti nya mereka sudah datang." Ujar Ara , mendengar bel berbunyi.


"Baik lah, nanti aku keluar. jikani sudah selesai." Ujar Ara, yang tidak di dengar oleh Arka lagi, yang sudah keluar dari dapur.


Arka berjalan ke pintu. menarik gagang pintu, membuka nya. Melihat Tia, Lia dan Devan berdiri di depan pintu


"Kalian sudah sampai?" Terdengar pertanyaan yang di lontarkan oleh pemilik apartemen, tapi bukan dari Arka, melainkan dari seseorang yang berjalan di belakang Arka, Tepat nya orang itu adalah Ara, yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan menyusul Arka yang sudah membuka kan pintu untuk orang di depan pintu.


Arka berlalu dari sana, ke kamarnya mengambil buku buku nya dan Ara yang akan mereka pelajari.


"Kenapa tidak masuk?" Ujar Ara lagi, melihat teman nya masih berdiri di depan sana. "Dean mana?" Tidak melihat keberadaan Dean bersama dengan yang lain.


"Dia kembali ke mobil mengambil barang nya yang tertinggal di mobil." Ujar Tia. Berjalan masuk dan di ikuti Lia dan Devan.


"Ra, Lo sudah dari tadi sampai nya?" Tanya Tia, ketika melihat Ara sangat santai di apartemen Arka, malah menurut dari apa yang dia lihat Ara seperti orang yang sudah seperti pemilik Apartemen.


"Tentu saja." Jawab Ara, santai.


"Lo, kesini bareng siapa?" Tanya Tia, mencoba mengoreksi sesuatu. ketika menyadari ada yang tidak beres.


"Arka" jawab Ara lagi, belum tau apa yang terjadi.


"Tadi, habis ke sekolah kalian langsung kesini?" Tanya Tia, yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


Ara berjalan ke Ara dapur " iya " ujar nya.


"Kalian tinggal di sini?" Tanya Tia, langsung menanyakan apa yang ada di pikiran nya saat ini.


"Iya" yang sudah masuk ke dapur


Tia yang mendengar ucapan Ara, sangat terkejut walau pun suara Ara kecil. Efek Ara sudah jauh dari tepat nya duduk saat ini, tapi dia bisa dengan jelas mendengar kata iya dari sahabat nya itu.


Lia dan Devan pun sangat terkejut seperti Tia.


Seseorang yang berdiri di balik pintu, juga cukup terkejut dengan jawaban Ara yang mengiyakan pertanyaan dari Tia.