
"semua laki laki pasti marah Ra, kalau orang yang mereka sayang jalan sama orang lain apalagi itu pacar, tunangan, atau istrinya." Tambah Arka lirih, karena ternyata Ara sudah punya pacar. Dia merasa kesal, kecewa, marah dan cemburu menjadi satu. Apa bisa Arka cemburu dengan Ara, jawaban nya tertentu saja bisa karena dia mulai nyaman bahkan sudah sayang dengan Ara dan perempuan pertama yang membuatnya banyak bicara, bertindak diluar kebiasaannya. Kecewa, dia kecewa ternyata Ara ternyata tidak ada perasaan apa apa dengannya, dia hanya berusaha menjadi istri yang baik untuknya. marah, dia marah kepada dirinya sendiri, karena menikah dengan pacar orang. tapi apa itu salahnya, tentu saja bukan. Orang tua mereka yang menjodohkan mereka. Ahhhh... Arka rasanya ingin pulang ke apartemen atau rumah mertua nya, rasa nya dia ingin mandi Air dingin agar bisa mendinginkan otak nya.
"Apa kamu juga begitu" Tanya Ara
"Tentu saja marah. jika ada perempuan yang aku sayang dan dia berjalan dengan orang lain, tentu aku marah atau bahkan kecewa dengan diriku sendiri."
"Kenapa kecewa dengan dirimu?" Tanya Ara, mengakat sebelah alis nya.
"Ten..." Terpotong
"Ini pesannya den, silahkan dinikmati. semoga pas di lidah Aden, jadi bisa sering kesini " canda si penjual, belum menyadari keberadaan Ara, yang membelakangi nya.
"Makasih pak."
"Saya permisi." Mengangguk, berbalik dan menjauh dari hadapan Arka.
"Ten..., Apa Ar." Tanya Ara, penasaran sekali.
"Makan aja dulu, nanti keburu dingin." Seru Arka
"Yah...., Aku kan udah penasaran banget Ar." Menampilkan pupil eyes nya.
"Kamu makan dulu, nanti aku lanjut ya?" Ucap Arka lembut, memberikan pengertian.
"Hmmm..., Baiklah" lesu Ara.
Ara memakan nasi goreng nya dengan cepat. Dia ingin mendengar kelanjutan cerita Arka, dia terlanjur penasaran.
"Aku itu sudah penasaran banget tau!. Nanti aku mati penasaran kalau tidak segera mendengar kelanjutan cerita kamu!."
"Baiklah aku, lanjut tapi setelah itu makanya pelan pelan" ujar Arka lembut, mengusap kepala Ara.
"Tadi sampai dimana?" Tanya Arka, bukan soal lupa, tapi dia hanya mengetes Ara masih ingat atau lupa dengan perkataan terakhir nya. Nyatanya Ara sangat ingat, mungkin karena memang penasaran ya.
"Tadi kamu bilang kamu kecewa Ke diri kamu sendiri!." Antusias
"Tentu aku kecewa dengan diriku sendiri karena tidak bisa membuat orang yang membuat aku nyaman dan sayang bertahan di sisi ku, tidak bisa membuat nya nyaman dan sayang seperti apa yang dia lakukan ke diriku." Nyata Arka hanya dapat berbicara dalam hati."aduh..., Kayak nya aku lupa deh Ra, sorry ya" Cengir Arka dengan paksa.
"Yaahhh..., Ar masa sih lupa, kamu kamu kan masih muda, masa mudah pelupa sih" keluh Ara manyun.
"Mau bagaimana lagi, kalau sudah lupa." Ujar Arka "lanjut gih makan nya, nggak baik makanan nggak di habisi." Melihat Ara, mendorong piring nasi goreng nya kedepan.
Pada akhirnya Ara makan dengan terpaksa, soalnya selera makannya tiba tiba hilang entah kemana.
*****
Di jalan pulang terjadi keheningan antara Ara dan Arka, mereka pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ara sibuk dengan memandang keluar, melihat jalan yang ramai lampu lampu jalanan dan bangunan berjulang tinggi yang indah dengan lampu warna-warninya masing-masing.
*****
Sorry Guys, baru bisa Upload.
Kemarin aku sakit kepala dan rasanya semua yang aku lihat itu pada goyang goyang. jadi baru bisa sekarang Upload bab ini