My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 12



"Kamu lah, masa aku sih!" Ara sedikit kesal.


Arka heran mendengar ucapan Ara yang mengatakan dia bercanda, kapan dia suka bercanda "Aku " Tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Yah kamu lah." Sewot Ara


"Kapan?" Tanya Arka masih bingung.


"Tadi, waktu aku bilang Apertemen kamu mana, kamu jawab [yang ini] " ucap Ara, mengikuti cara Arka bicara.


Arka yang melihat tingkah Ara, tersenyum."Ini memang Apertemen aku Ra, Yang mananya yang bercanda coba" jelas Arka.


Ara yang mendengar melebarkan matanya." Masa sih Ar" Tanya Ara memastikan, tidak percaya dengan pengarangnya tadi.


"Iya benar." Santai Arka melanjutkan jalannya.


"Jadi kamu yang punya lantai 10 Apertemen " Selidik Ara.


"Iya, lain kali Aku cerita lagi, soalnya udah jam enam lewat empat puluh tiga, nanti keburu gerbang ditutup baru kita sampai" ujar Arka memberitahu.


Karena memang jam Tujuh lewat tiga puluh menit atau sebutan lain nya jam setengah delapan. Gerbang sekolah harus ditutup oleh satpam yang bertugas.siswa dan siswi yang terlambat tidak ada yang boleh masuk kalau sudah lewat jam yang ditentukan, sekalipun itu Guru sekolah yang mengajar disana. Jam 7:30 sekolah akan di gembong , dan gembong gerbang hanya akan di buka saat bell pulang berbunyi. Itu adalah salah satu ketentuan yang harus di patuhi oleh seluruh Warga SMA Candrawasi sekali pun itu guru.


kembali ke Arka yang sedang mengambil bukunya dan alat sekolah lainnya.


"Ar, Baju sekolah mu ada dimana?" Tanya Ara, yang dari tadi melihat Arka yang sibuk mengambil buku dan alat sekolah lainnya.


Arka yang membelakangi Ara berbalik menatap Ara "Di lemari ujung sana" Tunjuk Arka, memberi tau. " Mau ngapain?" Tanya Arka heran, dengan Ara yang menanyakan bajunya.


"......."


"Ini seragam mu" memberikan seragam Arka yang hanya terus menatapnya. Tidak bergeming mengambil bajunya.


Ara yang melihat itu merasa heran"kenapa Ar?" Tanya Arka, heran melihat tingkah Arka


"Apa kamu tidak suka aku mengambil kan seragam mu?" Tanya Ara lagi, karena dari tadi Arka hanya menatapnya.


Mendengar perkataan terakhir Ara, Arka tersadar"Tidak kok" Ucap Arka, dan mengambil baju yang di pegang Arka.


Mendengar itu Ara menjadi salah paham, Dia menunduk dan berbalik badan membelakangi Arka, berjalan menjauh dari Arka. Baru 2 kali melangkah Arka kembali bersuara." Maksud Aku, bukan tidak suka kamu mengambilkan baju sekolahku, tapi Tidak kok itu aku tidak marah." Jelas Arka.


Ara berbalik dan mendekat ke Arka. Menatap mata Arka dan Arka juga menatap mata Ara, sehingga terjadi adengan tatap tatapan untuk beberapa saat. Lalu Ara yang lebih dulu tersadar langsung mengalihkan pandangannya.


"Benar kah!" Selidik Ara.


"Iya."


"Kalau begitu, biar aku yang masukkan itu kedalam tasmu!" Ujar Ara, menunjuk buku yang belum sempat di masukkan Arka ke dalam tasnya.


" Baiklah. Maaf merepotkan" ujar Arka merasa bersalah sudah merepotkan Ara.


"Maaf untuk apa?"


"Maaf karena sudah merepotkan mu"


"Jangan bilang begitu, bukan kah kita suami istri dan juga kita sudah sepakat belajar saling menerima perjodohan ini. Jadi sudah sepatutnya aku menjalani kewajiban Ku sebagai istri untuk melayani mu" jelas Ara panjang lebar, menatap kedalam manik mata hitam Arka.