My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 25



"Kami pergi dulu" ujar Ara, pamit ke teman temannya, sesaat sampai di parkiran


"Oke" balas Lia


"Hati-hati" balas Tia ke Ara " jagain teman gue dengan benar, jangan sampai lecet." Tambah Tia melihat Arka.


"Pasti gue jagain" untuk pertama kalinya Arka menjawab perkataan dari perepuan,


Kecuali Ara, Mami Ayu dan Mama Maya.


"Dahh..." Dadah Ara Tia dan Lia, ketika mobil sudah mulai bergerak keluar dari Area parkir.


"Dah" melihat mobil yang di gunakan Ara dan Arka menjauh.


"Kalau gitu kami juga pulang" pamit nya ke Dean dan Devan.


"Biar kami antar sampai rumah kalian"


"Nggak usah" tolak Tia cepat "lagian aku dan Lia naik mobil, kalian juga naik motor. Jadi tidak usah" ujar Tia, menjelaskan. Memang Devan dan Dean naik motor boncengan ke mall tadi.


"Tidak apa-apa, kami hanya ingin memastikan kalian sampai dengan selamat. Jadi biar kami antar." Balas Devan


"Tapi kalian kan naik motor!" Ujar Lia


"Kami bisa ngikutin kalian dari belakang." Balas Dean


"Maaf dan makasih" ujar Tia tulus.


"Untuk apa" balas Dean heran


"Maaf udah merepotkan kalian dan makasih atas bantuan kalian hari ini. " Jelas Tia


"Tidak masalah, bukan kah kita sekarang teman. Jadi sesama teman harus saling membantu. " ujar Dean. "Bukan begitu!" Tambah Dean mencari pembenaran dari ucapan nya.


"Benar, jadi tidak usah sungkan begitu. " Membenarkan ucapan Dean.


"Mari pulang, nanti keburu magrib." Ajak Dean.


*****


"Kalian tidak mampir dulu."


"Nggak usah, lain kali saja." Balas Dean


"Ini juga udah mau magrib"


"Lia juga tinggal di sini?" Tanya Dean, yang melihat Lia juga turun ke depan rumah Tia.


"Ohh..., begitu. Kami pulang"


"Hati hati" setelah kepergian Dean dan Devan, Lia dan Tia masuk ke dalam rumah.


*****


"Kita mau kemana?"Tanya Ara ketika menyadari, jalan yang mereka lewati bukan jalan ke rumah.


"Kita ke Showroom dulu"


"Ngapain?"


"Mau cek grafik penjualan"


Ara hanya mengangguk ucapan terakhir Arka, hingga tidak terasa mereka sudah sampai di showroom milik Arka.


"Ini showroom kamu Ar?" Ara melihat sekeliling nya, yang ternyata luas. Ada sekitar 10 pegawai dealer di sana, 3 orang dan 1 orang manager.


"Iya, kenapa?"


"Katanya usaha kecil kecilan" ucap Ara "ini kan showroom yang terkenal itu, ahhhh..., Aku baru tau sekarang kalau suami aku itu seorang miliyader muda".


"Sore Tuan." Sapa manajer, menunduk hormat, lalu tidak sengaja pandangan nya melihat Ara "siapa dia, kenapa bisa dengan Tuan?" Batin maneger.


"Hmmm" balas Arka dengan deheman "Perkenalan kan ini Ara, istri saya." Lanjut Arka, melihat tatapan maneger itu ke Ara. seolah olah bertahu maksud tatapan nya.


"Selamat sore nyonya." Sapa nya


"Sore, bapak jangan panggil saya nyonya. Panggil saja dengan nama saya Ara." Merasa kurang suka dengan panggilan nyonya.


"Mana bisa begitu Nyonya. anda kan istri tua Arka jadi sudah sepantasnya anda di sebut nyonya, Nyonya Arka."


"Bagaimana dengan Nona saja!. Saya merasa tua sekali jika di panggil nyonya." Tawar Ara.


"Maaf. Ma..." Terpotong mendengar ucapan Arka


"Ikuti saja apa yang di bilang."


"Baik tuan" menunduk sopan.


"Tolong, bawah berkas berkas yang ingin saya tanda tangan ni dan kirim email grafik penjualan bulan ini dan bulan lalu."


"Baik tuan" berlalu dari hadapan Ara dan Arka.