My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 30



Di jalan pulang terjadi keheningan antara ara dan arka, mereka pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. ara sibuk dengan memandang keluar, melihat jalan yang ramai lampu lampu jalanan dan bangunan berjulang tinggi yang indah dengan lampu warna-warninya masing-masing.


Arka sibuk dengan menyetir dan berperan dengan pikirannya tentang Ara. Apa dia harus mengalah jika nanti pacar Ara datang. Apa Ara akan tetap memilih nya, seperti apa yang dia kata, bahwa dia akan mencoba menjalani pernikahan mereka dan dia hanya akan menikah sekali seumur hidup. Atau suatu saat Ara akan jenuh berada di samping nya dan memilih pergi meninggalkan nya sendiri. Apa ketika Ara pergi dia akan hidup seorang diri lagi, padahal dia sudah terbiasa dengan kehadiran Ara, walau hubungan mereka, bisa di kata baru saja di mulai. Kalau di samakan dengan cerita, bisa dikatakan cerita Meraka baru saja dimulai dan harus di hentikan. Masih banyak pertanyaan pertanyaan di pikiran Arka tentang hubungan mereka selanjutnya.


Ara berbalik melihat Arka, menatap lurus ke depan.


"Ar, apa kita akan tinggal di rumah Mama atau kita akan tinggal di rumah Mami" ujar Ara menatap Arka.


"Hmmm..., Kamu maunya dimana?" Bukannya menjawab Arka malah balik bertanya ke Ara.


"Aku sih terserah kamu, aku sebagai istri pasti mengikuti kamu"


"Kalau di apartemen bagaimana?" Tanya Arka, dia sudah pikiran, apapun yang akan terjadi kedepankan itu urusan nanti, untuk sekarang dia hanya ingin menghabiskan waktunya dengan Ara. Walaupun di masa depan Ara memilih pacar nya. dia akan melepaskan Ara, bukan karena dia tidak ingin mempertahankan Ara, tapi jika bisa Ara bahagia bersamanya itu sudah cukup untuk nya. Bukan berarti juga dia tidak bisa membahagiakan Ara, namun jika pikiran dan hati Ara ada pada orang lain, seberapapun dia berusaha membahagiakan nya akan sia sia saja.


"Tidak masalah. kapan kita akan pindah?"


"Bagaimana kalau besok?"


"Oke. Nanti atau besok pagi kita beres beres."


"Beres beres apa?"


"Baju lah."


"Nggak usah di apartemen sudah ada beberapa baju untuk kita pakai."


"Wahhh.... Seriously?"


"Kalau gitu sampai rumah nanti aku langsung tidur aja, soalnya badan minta rebahan segera" ujar Ara


Arka hanya mengelus rambut Ara dengan Sayang.


*****


"Assalamualaikum Ma, Pa" salam Ara melihat orang tuanya lagi santai di sofa menonton TV.


"Waalaikumsalam sayang" balas Mama Dan Papa Malik


"Kalian udah makan atau belum?. Mau di siapin?" Tanya Maya kepada anak dan menantu nya.


"Nggak usah Mah, kami udah makan di luar." Balas Arka sopan


"Mah, Pa, kami naik dulu. Ara udah ngantuk banget."


"Maaf yah, karena ikut aku kamu jadi begini." Ujar Arka bersalah.


"Tidak apa-apa. Lagian tadi aku juga yang ngajak kamu ke mall kan."


"Nggak apa apa kali Ar, kamu mau ngajak Ara kemana aja itu urusan kamu dia kan istri kamu. Lagian kali ini kan dia yang di temani kamu, jadi harus nya, dia yang minta maaf ke kamu. Pasti kamu capek kan temani istri kamu jalan jalan di mall." Ujar Mama Maya, karena mereka masih berdiri di dekat orang tua Ara.


"Naiklah, kalian pasti capek kan." Ujar Papa Malik.


"Selamat malam Ma, Pa." Seru Ara, lalu naik ke lantai atas dengan Arka.