
"pagi Ma." Sapa Ara yang baru turun dari kamar nya, menghampiri Mama Maya di dapur.
"Pagi juga sayang."
Ara dan Mam Maya mengobrol sambil menyiapkan sarapan pagi, tidak banyak. Hanya sebuah Nasi goreng dan Kopi untuk Papa Malik dan teh untuk Arka.
Sebenarnya di rumah ini, ada pembantu. Hanya saja Mama Maya lebih senang memasak sendiri. Dia pintar memasak dari remaja, karena menurutnya memasak adalah hal yang wajib di ketahui oleh semua wanita. Biar kelak jika bersuami mereka bisa memasak sendiri untuk suami mereka dan membuat suami terus ingin pulang ke rumah ketika ingin makan, agar tidak jajan sembarangan.Hal itu lah yang dia ajarkan kepada Ara.
"Arka nya mana? "
"Di kamar Ma, kayaknya lagi mandi deh."
"Kamu udah siapa perlengkapan Arka kan, Ra!"
"Udah Ma"
*****
Papa Malik dan Arka ternyata sudah ada di ruang keluarga sambil berbicara. Ketika Ara dan Mama Maya datang, mereka berhenti berbicara dan mengalihkan pandangan mereka ke Ara dan Mama Maya.
"Kalian lagi bicara apa nih"
"Hanya soal kerja saja. Tadi Papa tawarin Arka kerja di perusahaan. sempat kalau lulus dia bisa langsung kerja di perusahaan Pa atau sekarang juga bisa, hitung hitung bisa belajar bagaimana menjalankan bisnis dulu, jika lulus dia bisa Papa angkat jadi CEO." Jelas Papa Malik.
"Papa ini bagaimana, Bayu kan juga perusahaan. Pasti Arka akan jalankan perusahaan Papinya." Balas Mama Maya. Duduk di Sofa dekat Papa Malik dan Ara duduk di dekat Arka.
"Lagian Pah, arka tidak usah belajar bisnis. Sekarang saja Arka sudah berbisnis" Tambah Ara.
"Owhh... Iya!." Papa Malik, kurang percaya. Menatap Ara dan Arka bergantian begitu pula dengan Mama Maya.
"Dari mana kamu tahu?" Tambah Mama Maya penasaran.
"Apa hubungannya sih Ra, Mama kan cuman nanya, kamu tau Arka berbisnis dari mana!. Bukan ingin dengan cerita kamu yang lagi jalan jalan." Kesal Mama Maya
"Aduhhh..., Ma. Makanya dengar dulu, Ara kan belum selesai ceritanya." Seru Ara, ikut kesal karena ucapan nya dipotong Mama Maya.
"Tinggal lanjut aja, apa susah nya sih" balas Mama Maya, tidak ingin kalah.
"Uhhh.. mama ini." Ujar Ara
"Udah udah, kalian ini berdebat terus. " Tegur papa Malik "apa makannya sudah siap?" Mengalihkan topik bicara.
"Udah, ayo sarapan ini udah, Jam 6 lewat" ajak Mama Maya
*****
"Ra, apa uang kamu masih ada?." Tanya Papa Malik, karena kemarin tidak mengirimkan uang ke rekening Ara.
Saat ini mereka sudah selesai sarapan, hanya duduk santai, menunggu Teh dan kopi Arka dan Papi Malik habis. Lagian waktu masih jam enam lewat dua puluh satu. masih ada satu jam lebih untuk gerbang sekolah di tutup.
"Masih ada Pa."
"Atau mau Papa tambahkan!" Tawar Papa Malik.
"Nggak usah Pah, nanti biar Arka yang kirim ke Ara. Biar bagaimanapun Ara sudah menjadi tanggung jawab Arka, jadi biar Arka memenuhi tanggung jawab sebagai suami ke Ara. "
"Apa benar, kamu sudah berbisnis Ar?" Tadi dia kira Ara hanya bercanda saja. Tapi mendengar penuturan Arka tadi, membuat nya sedikit penasaran. Bisnis apa yang di jalani oleh Mantunya ini.
"Hanya bisnis kecil- kecilan. Kalau cuman ingin membiayai Ara sekolah dan memberi uang bulan, insyaallah bisa, Pah" Jawab Arka merendah.