My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 11



"Ma......" Kesal Ara.


"Mama ini, suka banget deh goda anaknya." tegur Papa Malik


"Mama tuh Pa, marahin aja" adu Ara dan mengompori Papa Malik.


"Papa mah, nggak asik" ucap Mama Maya pura pura marah.


"Jangan marah dong. Mama minta apa biar Papa kabulin" bujuk Papa Malik


"Deal" senang Maya


Melihat keluarga keluarga Ara yang Penuh dengan kehangatan, membuat Arka sedih mengigat keluarga nya.


"Kenapa Ar?" Tanya Ara melihat muka Arka yang murung.


"Tidak apa-apa."


Mendengar Ara menegur Arka, Papa Malik dan Mama Maya, berbalik melihat Ara dan Arka dan benar mereka melihat muka Arka murung.


"Kenapa Ar, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Mama Maya khawatir.


"Atau kamu tidak enak badan istirahat saja di kamar, hari ini kamu minta izin atau mau Papa bantu minta izin dengan guru kamu!'' tambah Papa Malik yang juga khawatir melihat menantunya.


Arka yang mendapat perhatian dari mertuanya merasa terharu."Nggak usah Pa, Arka baik-baik saja. Mama dan Papa nggak usah khawatirin Arka."


"Lo bicara gitu sih Ar, tentu kami khawatir kamu kan suaminya Ara berarti sekarang kamu juga anak kami seperti Ara." Seru Papa Malik, sedikit tidak suka mendengar ucapan Arka.


Arka menunduk merasa tidak enak pada mertuanya."Maaf"


"Mas.." tegur Mama Maya


"Huuhhh..." Papa Malik, membuang nafas dengan kasar.


"Maafin Papa juga, sedikit kebawah emosi. Lain kali jangan bicara begitu, nggak enak di dengar. Papa merasa jadi Papa mertua yang jahat mendengar kamu bicara begitu."


"Iya Pa"


"Kita sarapan dulu, baru ke apartemen kamu" ucap Ara, mengalihkan pembicaraan meraka


"......" Arka hanya diam dan menarik kursi untuk duduk.


Ara tahu pasti Arka Meraka tidak enak pada Mama dan Papanya dan pasti banyak pikiran sekarang. Ara duduk di dekat Arka


"Apa aja"


"Nih" Ara menyodorkan piring yang sudah di isi.


Mereka pun makan dengan hening.


*****


Di mobil terjadi keheningan antara Ara dan Arka, yang sibuk dengan urusan masing-masing. Arka yang fokus menyetir dan Ara yang menatap jalan dari kaca mobil.


Ara berbalik melihat Arka."Masih jauh ya Ar?" Tanya Ara


Arka berbalik melihat Ara sekilas, lalu kembali fokus ke jalan" tidak, ini bentar lagi juga sampai." Ujar Arka


"Nah itu, disana apartemen aku" Seru Arka, Menunjuk apartemen, yang selalu di tempati selama ini. Ya selama ini Arka memang tinggal di Apartemen, tepatnya saat di berusia 10. Apartemen yang dia beli dari hasil kerjanya sendiri.


Mobil sampai di parkiran."Yuk keluar atau kamu mau tunggu disini saja!"


Ara melepas seltbell"aku mau ikut." Ucap Ara, keluar dari mobil yang sudah terparkir rapi.


"Kamu tinggal di lantai berapa Ar?" Tanya Ara penasaran.


"Lantai 10"


*****


Mereka naik menggunakan Lift, sampai dilantai 10 atau lantai paling Atas


"Aperteman kamu yang mana Ar!"


"Yang ini " jawab Arka, ambigu


Ara menaikkan alisnya sebelah, tidak mengerti maksud Arka "Yang ini mana sih Ar?"


"Yang ini." Jawab Arka sama dengan jawaban awalnya.


Ara berhenti bejalan. "Aduhhh....., Ar ga usah becanda deh" Ara sedikit kesal mendengar jawaban Arka.


Arka berhenti dan berbalik melihat Ara yang berdiri tepat di belakang nya "Siapa yang bercanda sih Ra!" Tanya Arka, melangkah mendekati Ara yang diam ditempat.