My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 7



Arka menuruni anak tangga satu persatu, dan melihat Papa Malik duduk di sofa ruang tamu sedang menonton TV.


"Ar, sini. duduk dekat Papa." Memanggil Arka dan menepuk sofa yang di dekatnya.


"....." Berjalan mendekati Papa Malik. Terjadi keheningan beberapa saat, ketika Arka sudah duduk di dekat Papa Malik. Hingga Papa Malik membuka suara memulai pembicaraan.


"Ar boleh Papa bertanya?"


"Boleh Pa"


"Kamu nanti, kalau lulus mau lanjut dimana?"


"Kalau Arka, dulu waktu belum nikah maunya lanjut di London, tapi untuk sekarang Arka belum tau mau lanjut dimana? "


"Menurut Papa, mending kamu lanjut disini saja, disini kan juga banyak universitas yang bagus" saran Papa Malik


"Iya Papa, nanti Arka pikir lagi." Putus Arka.


"Pa, Ayo makan dulu nanti lagi ceritanya dilanjutkan" seru Mama Maya, yang bejalan dari arah dapur bersama Ara yang juga berniat memanggil Arka di kamar, tidak jadi karena melihat Arka sedang berbicara dengan Papa Malik.


*****


"Wahh....., Mama masak banyak, ayo Ar duduk" Seru Papa Malik.


"....." Tersenyum mendengar ucapan Papa Malik. Mengambilkan Nasi dan lauk pauknya untuk Papa Malik.


"Makasih, Ma." Menerima Piring yang sudah di isi oleh Mama Maya.


"Ra, ambilkan nasi untuk Arka" perintah Mama Maya


"Iya Ma" mengambil piring di depannya dan mengisi dengan nasi."


"Ar, kamu mau makan pakai apa?"


"Tumis undang dan sup saja"


"Ini" menyerahkan sepiring nasi dan lauknya kepada Arka.


"Makasih" menerima Piring yang sudah di isi Ara dan menyodorkan piring kosong di depannya ke Ara.


"Bagaimana Ar? Enak nggak" Tanya Mama Maya bersemangat, mendengar penilaian Arka tentang masakannya


"Enak Ma"


"Dengar tuh, Ra katanya enak." Maya tersenyum mendengar Arka memuji masakan Ara dan melihat Ara yang malu mendengar pujian Arka.


"Ara yang masak ma?"


"Iya Pa, tadi Mama cuman mau masak ayam goreng, ikan bakar dan sup, tapi Ara katanya mau makan tumis undang. yah udah dia masak sendiri dan tadi Mama cuman minta tolong potong bahan-bahan untuk masak supnya, pas Mama sudah bakar ikan, ehh.... Supnya juga Sudah di masak Ara" ucap Mama Maya menjelaskan apa yang terjadi di dapur, saat memasak dengar Ara. Mendengar ucap Istrinya Papa Malik hanya tersenyum, sesekali memasukan nasi kedalam mulutnya saat mendengar penjelasan Mama Maya. Arka melihat Ara yang makan dengan menunduk karena ucapan Mamanya tersenyum. Ara jangan ditanya lagi mukanya sudah memerah seperti tomat, Mamanya ini memang deh, kan di sini ada Arka, kenapa harus di ceritain sihh...


*****


"Makanya Ar, kalau mau makan sesuatu tinggal bilang aja ke Ara."


"Iya, Ma. Makasih"


"Kenapa harus makasih sih, Ara kan istri kamu, jadi sudah kewajibannya melayani kamu." tegur Mama Maya,"Dan juga kalau ada yang tidak kamu suka kamu jangan sungkan bilang ke Ara, supaya dia tau apa yang kamu suka dan yang tidak kamu suka. Be..."


"Ma udah. Kita makan aja dulu nanti kalau ada waktu kita bahas lagi" potong papa Malik


"Papa ini, Mama kan cuma memberitahu meraka, su...... "


"Iya Ma, tapi kan lain kali bisa. Kita nikmati dulu makan malamnya." Potong Papa Malik lagi, sebelum Mama Maya semakin cerewet dan membahas hal hal yang lain lagi.


"Hmmmm"


*****