My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 14



Arka memegang sabuk pengaman Ara dan membuka nya. Melihat itu Ara menjadi lega dan mengutuk pikirannya yang terlalu jauh.


Belum sempat Ara mengucapkan terimah kasih, Ara langsung melebarkan matanya menatap Arka tidak percaya atas tindakan nya. Berbalik melihat Arka yang sudah duduk dengan santai.


"Arka......" Teriak Ara kesal atas tindakan nya.


"Apa sih Ra"


"Kamu kenapa main cium aja sih!" Kesal Ara, memegang bibirnya yang sudah dicium oleh Arka.


"Memangnya kenapa, kan kamu istri aku. Jadi aku berhak dong cium kamu. Lebih dari ini juga boleh, nggak masalah udah sah juga" jawab Arka santai.


"Nggak gitu juga kali konsepnya." Ujar Ara masih sedikit kesal.


"Lalu bagaimana?" Arka bertanya, memandang wajah Ara.


"Kalau mau itu bilang" ucap Ara ambigu


"Itu. Cium" lirih Ara, malu malu.


"Hahah.." arka ketawa melihat tingkah Ara.


"Kenapa ketawa?. Kamu ketawa in Aku yah?". Tanya Ara memicingkan matanya metal Arka.


"Iya, soalnya kamu lucu kali lagi malu malu begini." Ujar Arka gemas. Mencubit pipi Ara yang masih memerah menahan malu.


"Ihhh sakit tau Ar!. Udah main cium cium aja , mana itu ciuman pertama aku. Malah dicubit lagi" gerutu Ara lirih.


Yang masih bisa di dengar Arka gerutu Ara. Arka makin gemas sekaligus senang ternyata tadi ciuman pertama Ara itu artinya dia adalah orang pertama yang merasakan bibir itu, biar pun hanya sekilas.


"Iya lah, kamu kira aku ini cewek apaan mau dicium sama sembarang laki laki" sewot Ara, mendengar ucapan Arka.


"Nggak usah kesel gitu kali Ar, aku kan cuman memastikan pendengaran ku saja, siapa tau tadi aku salah dengar gitu. Ini juga kan ciuman pertama Aku kali, jadi kamu tidak rugi rugi amat di cium sama aku" jelas Arka


"Memangnya kamu sudah tua bisa salah dengar gitu" omel Ara, belum sadar dengan ucapan terakhir Arka.


1 detik


2 detik


3 detik


"Apa" teriak Ara


Arka mengusap telinganya mendengar teriakan Ara."apa sih Ra, main teriak teriak kayak di hutan aja"


"Benarkan tadi ciuman pertama kamu juga?" Tanya Ara, memastikan dan menatap lekat mata Arka mencari kebohongan nya, tapi tidak ada kebohongan. Itu berarti Arka serius.


"Ahh.... Senangnya" teriak Ara dalam hati, sambil senyum senyum sendiri.


"Kamu memangnya sudah tua pakai salah dengar segala" ucap Arka mengulang, ucapan Ara tadi."kenapa kamu senyum senyum sendiri, kesambet ya?." Tanya Arka, melihat Ara yang terus tersenyum."oh... Aku tau pasti kamu senang karena ini ciuman pertama aku juga kan?" Tanya Arka, tepat sasaran.


"Ahh....., Mana ada. Ayo nanti keburu upacara." Ujar Ara mengalihkan perhatian.


Mereka keluar dari mobil dengan santai. Tidak terlalu banyak siswa atau pun siswi yang memperhatikan mereka keluar di dari mobil yang sama, ada pun yang melihat hanya sekilas kemudian kembali berjalan menuju kelas masing masing untuk menyimpan tas, lalu kelapangan untuk berbaris dengan rapi. Memeriksa perlengkapan apa sudah lengkap jangan sampai ada yang kelupaan bisa jadi berabe urusannya, mereka bisa di panggil ke depan dan berdiri di depan peserta yang lain dan juga menerima hukuman membersikan lapangan dan wc, sudah malu berdiri di depan teman teman kena hukum lagi. Mungkin ini yang di namakan sudah jatuh tertimpa tangga pula.