My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 17



Mengambil tangan Ara dan menyatu kan jari nya dan jadi arka (menggenggam).


"Ar nanti ada yang melihat."


"Memangnya kenapa?. Jika ada yang melihat kan bagus"


"Nanti mereka salah paham, dan juga apa bagusnya kalau ada yang melihat coba!" Sungut Ara.


"Salah paham soal apa?".


"Salah paham soal hubungan kita."


"Hubungan kita ya." Ucap Arka, mengangguk ngangguk."Tapi menurut ku itu tidak masalah, kita kan memang ada hubungan dan mungkin hubungan yang tidak akan mereka pikirkan sebelum nya". Lanjut Arka, tersenyum kearah Ara.


"Ihhh.... Arka. Terserah deh" kesal Ara, memanyunkan bibirnya.


Arka tertawa kecil."Kenapa tuh bibir di maju kan begitu, apa minta seperti tadi." Tanya nya ambigu.


"Kamu bikin kesal tau gak sih!." Ujar Ara masih kesal dengan perkataan dan tindakan Arka."Tadi memang aku minta apa". Ujar Ara sambil mencoba mengingat apa yang sudah di minta dengan Arka.


Arka menggeleng geleng kecil, melihat Ara menggaruk garuk kepalanya kecil, berpikir dengan keras, tapi tidak menemukan jawaban sama sekali.


"Sebenarnya tadi kamu tidak meminta, tapi aku yang memberikan dengan suka rela." Ucapan Arka mengalihkan penglihatan Ara ke Arka. Arka memajukan wajahnya, kedepan wajah Ara. Tinggal beberapa senti saja maka hidung mereka akan bersentuhan hembusan nafas Meraka berdua pun bisa di rasakan satu sama lain.


Arka memalingkan wajah nya, mendekat kan bibir nya ke telinga Ara. " Minta di cium lagi" ucap Arka berbisik, menjauhkan wajahnya, setelah sudah berbisik.


Ara memalingkan wajahnya ke Ara lain. "Iiisss.. apa sih, siapa juga yang minta di cium coba!" Gerutu Ara kesal.


"Malah Aku senang tau kalau mereka mengira aku ini Pacar kamu." Lanjut Arka, mengalihkan kekesalan Ara. Megajak Ara berjalan dengannya dengan tangan masih saling menggenggam. Sebenarnya dia masih ingin menggoda Ara, tapi mengingat waktu istirahat tinggal beberapa menit saja, jadi dia urungkan.


"Kenapa" tanya Ara, di selah langkah nya.


"Uhhh pede sekali anda" Canda Ara, terkekeh. memang sih banyak yang menyukai suaminya ini. "Memang nya kamu tidak suka banyak yang suka sama kamu?. biasa nya kan semua laki laki suka banget di kejar kejar sama perempuan, apa lagi kalau perempuan nya cantik cantik!. dan juga Kenapa senyum begitu?." lanjut nya, penasaran.


*****


"Ara mana yah!" Tanya Lia, ke Tia.


"Apa kita balik aja ke kelas"


"Iya takut nya, dia kenapa kenapa lagi."


"atau kita tunggu beberapa menit lagi deh."


Saat Tia dan Lia sedang berbicara mengenai Ara yang belum muncul muncul. Tiba Tiba, Dean dan Devan datang menghampiri mereka.


"Hai boleh gabung lagi nggak!" Sapa Dean


"Duduk aja" Tia mempersilahkan.


Dean duduk di kursi depan Tia sedangkan Devan duduk di depan Lia.


"Kalian sudah pesan atau sekali di pesankan juga" tawar Dean.


"Tidak usah nanti merepotkan kalian" sungkan Tia


*****


Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca novel Author.🙏🙏🙏