My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 13



Mendengar ucapan Ara membuat Arka menjadi terharu dia berjanji di dalam hati akan berusaha menjadi suami yang berguna dan setia kepada Ara.


Ara mendekat kearah Ara yang masih berdiri dan menatap nya lekat. Tampa di beri aba aba Arka langsung memeluk Ara.


Ara yang di peluk oleh Arka, melebarkan matanya dan cukup kaget dengan tindakan Arka kepada nya. Dia membalas pelukan Arka setelah tersadar dari keterkejutan nya.


"Terima kasih Ar, sudah mau menerima ku."


"Kamu ini bagai mana sih Ar, kamu ini kan sudah menjadi suami ku. jadi tentu saja Aku menerima mu, kalau aku tidak menerima mu. Aku sudah kabur saat kita akan ijab kabul atau hari - hari sebelum itu." Jelas Ara serius.


"Sekali lagi terima kasih" ucap Arka, sungguh-sungguh. Melepaskan pelukannya, dan menatap lekat Arka.


"Sudah lah Ar, Sana cepat ganti baju" mendorong Arka, sampai ke depan pintu masuk kamar mandi.


Ara menggeleng melihat kelakuan Arka, dia kembali mendekat ke meja dan mulai memasukkan satu persatu barang Arka kedalam tas, sambil mengecek nya apa sudah lengkap. Untung sekali mereka satu kelas jadi dia tau mata pelajaran dan barang yang diperlukan.


Arka masuk kamar mandi Menganti bajunya yang tadi nya memakai kaos hitam dan celana jeans hitam menjadi seragam sekolah SMA Candrawasi, untuk baju sebenarnya dia tidak mengantinya hanya di double dengan baju sekolah.


"Untung aku satu kelas dengan Arka, jadi aku bisa tau buku apa saja diperlukan, kan tinggal disamain dengan punya ku." Gumam Arka lirih.


"Kamu lagi bicara sama siapa Ra?" Menegur Ara yang berdiri membelakangi nya.


Ara kaget mendengar ada orang yang menegurnya, dia cepat-cepat berbalik " oh... Kamu Ar?" Refleks Ara


"Siapa lagi kalau bukan aku, memangnya ada siapa lagi di sini selain aku dan kamu?" Tanya Arka berturut turut. Karena merasa heran dengan pertanyaan Ara.


"Enggak ada, cuman refleks bilang gitu."


"Ada di sofa ruang tamu." Ujar Ara, memang tadi saat masuk di Aperteman yang di tempati Arka. di melewati sofa saat akan menuju kamar Arka, dia pikir sekali saja di simpan dulu, kalau mau di bawah kemana mana kan cukup berat karena buku buku. Lalu mengikuti kembali langkah Arka ke kamar.


"Kalau gitu Ayo" ajak Arka.


*****


Ara dan Arka sampai di sekolah jam Tujuh lewat tujuh belas menit.


Setelah memarkir kan mobil nya dia area parkir untuk mobil, Karena SMA Candrawasi membedakan antara parkiran mobil dan motor l, disebelah kanan depan SMA untuk mobil dan disebelah kiri untuk parkiran motor.


"Ayo keluar" ajak Arka, berbalik menatap Ara. yang masih duduk manis, sabuk pengaman nya saja belum di lepas.


Arka memberanikan diri mendekati Ara.


"Mau ngapain Ar" gugup Ara, muka juga sudah memerah seperti kepiting rebus.


"...." Tidak ada jawaban dari Arka. Malah semakin mengikis jarak dengan Ara, hingga jarak nya dan Ara tinggal beberapa centi.


Arka mengakat mukanya menatap Ara."Muka kamu kenapa Ar?. Kok merah gitu?"


"Hahah...., Mungkin karena kepanasan Aja Ar." Jawab Ara gugup


"Owh.." Jawab Arka, sebenarnya tidak percaya, mana ada orang kepanasan ini masih pagi selain itu mereka di dalam mobil, dan Ace di mobil sedang menyala. Ada ada ini Ara. Pikir Arka