My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 27



"Tadi di mobil, saat membaca postingan orang orang aku tidak sengaja lihat berita, tentang Suami meninggalkan istri nya karena Suaminya bosan dengan istri nya di rumah jadi dia selingkuh dan sering membawah selingkuhannya ke kantor nya bekerja. tanpa mereka tau ternyata si istri punya teman yang bekerja di perusahaan suaminya, dan melihat si suami hampir setiap hari membawah selingkuhannya akhirnya dia photo dan video setelah itu dia kirim ke Si Istri. Saat suaminya pulang istrinya menanyakan banyak hal, si suami malah marah ke istri nya yang menurutnya cerewet itu dan akhirnya dia mengakui kalau dia punya wanita lain dan saat itu juga di meninggalkan si istri" cerita Ara, menunduk.


"Hmmm..., Kalau aku jadi dia tidak aku biarkan" ujar Arka


"Biarkan apa?"


"Biarkan ada teman istriku bekerja di kantor ku"


"Ahhh.... Jadi kamu mau selingkuh dan supaya tidak ketahuan kamu tidak ingin memperkerjakan teman istrimu. Kamu ini licik sekali" Ara manyun


"Mana ada, aku malah ingin. Istriku setiap hari datang ke kantor ku supaya dia tau apa yang dilakukan suami." Goda Arka, mengalihkan pikiran Ara, agar tidak lagj memikirkan apa yang di baca. Goda Arka ternyata berhasil, melihat pipi Ara yang sudah memerah seperti tomat.


"Blusshh" pipi Ara tiba tiba merona mendengar ucapan Arka.


"Itu muka kenapa memerah, apa kamu panas atau lagi demam" goda Arka memegang dahi Ara. "Tidak demam kok, Ace nya juga menyala jadi tidak mungkin kamu panas." Lanjut Arka, tersenyum kecil.


"Ihh... Apa sih Ar, Aku mau ganti baju dulu." Ujar Ara meninggalkan Arka.


*****


"Apa kamu lapar?" Tanya Arka, ini sudah jam tujuh lewat dan mereka belum makan malam. Mereka masih di showroom. Showroom Arka tutup jam 10:30 malam, karena memang banyak pembeli yang datang pada malam hari.


"Lapar sih?. Tapi nggak lapar lapar amat kok!." Jawab Ara, "kamu kalau masih kerja lanjut aja. kita makan saat kita pulang nanti, atau kau yang lapar, oh astaga aku baru ingat tadi kamu hanya makan sedikit. Aku pesankan saja, atau disini ada dapur yang bisa di pakai?" Tambah Ara dengan cerewet. Arka berjalan mendekati Ara.


"Aku belum lapar. Aku itu hanya bertanya tentang kamu."


"Kenapa bisa kamu belum lapar, jelas jelas tadi kamu hanya makan sedikit." Ujar Ara


"Terbiasa." Pekik Ara. "Apa selama ini kamu hanya makan sedikit!" Arka mengangguk membenarkan.


"aku sebenarnya jarang banget sarapan pagi, ketika makan siang pun aku hanya makan sedikit, dan malamnya aku kadang makan kadang tidak". Jelas Arka


"Astaga Ar, kamu bisa kena penyakit maag, tau. Mulai hari ini kamu, akan aku pantau."


"Kenapa harus di pantau?. memangnya aku tahanan atau buronan yang harus dipantau segala."


"Yah kamu sekarang tahanan aku, tahan seorang Azahra Pramita."


"Kamu ini ada ada saja" Arka mengelus rambut Ara yang terurai bebas.


"Jadi ayo kita pulang, lalu nanti mapir di penjual makanan."


"Oke, aku beresin itu dulu." Ujar Arka. Beranjak membereskan berkas nya.


"Biar aku bantu!" Tawar Ara.


"Kalau tidak merepotkan."


"Tidak sama sekali. Aku malah senang kalau berguna atau bisa membantu kamu."


"Makasih" mengulas senyum nya dan mengelus rambut Ara dengan lembut