
"Jadi, kalian kenal dimana?"
"Dia Teman kelas Ara, Ma."
"Kalau begitu bagus dong" Jawab Maya
"Bagus apanya?"
"Bagus, kalian kan mau dijodohin. jadi kalian tidak harus saling kenal lagi, kan sudah saling kenal" Kali ini Ayu yang menjawab.
"Apa.." seru Arka dan Ara Bersamaan lagi.
"Aduh... Kalian ini kenapa si, Jawab bareng terus" keluh, Ayu
"Itu tanda mereka jodoh Yu" jawab Maya, terkekeh diikut Ayu. Bayu dan Malik hanya diam menjadi pendengar yang baik.
"Jadi kapan, Acara pernikahan mereka?" Tanya Maya
"Kalian Bisanya kapan?" Tanya Balik Ayu. Ara dan Arka bengong melihat Maya dan Ayu, Kan mereka yang mau nikah, kenapa mereka yang tentuin kapan bisanya. Mereka saja belum menjawab mau, ini sudah tentuin tanggal segala.
"Ma, Lihat tu yang mau nikah. Bengong lihatin mama" menunjuk Ara dan Arka dengan Bibir.
"Mama lupa" jawab Maya, menepuk jidat.
"Mama, udah tua sih, jadi suka lupa" seru Ara.
"Kamu ini, mama masih muda tau. Cuma keasikan bicara jadi tidak ingat"
"Lupa sama tidak ingat, itu sama aja kali ma" kesal Ara melihat tingkah mamanya.
"Terserah kamu deh"
"Kan memang gitu ma"
"Ok, mama galah"
"Gitu dong mama"
Ayu, Bayu, Malik tertawa kecil melihat perdebatan Maya dan Ara sedangkan Arka Hanya menatap dengan datar.
"Hahaha...." Tawa kecil Malik, melihat istrinya kalah berdebat dengan putrinya.
"Papa kenapa ketawa sih!, Senang ya lihat Mama kalah berdebat dengan Ara." Kesal Mama Maya dengan suaminya, menatap garang pada Papa Malik.
"Nggak kok Ma, mana ada Papa ketawa." Tidak mengaku,"Mama salah lihat kali, ya kan Bay, Yu?." Sambung Malik, mencari pembelaan.
"Iya May, Tidak ada yang menertawakan mu" jawab Bayu, membenarkan ucapan Malik, dengan tersenyum kecil melihat tingkah Malik dan Maya.
Arka hanya diam melihat keharmonisan dan keakraban keluarga Malik. Tapi bukan kah keluarga memang begitu (pikir Arka).
"Kita kembali ke pembahasan awal saja, nanti keburu larut malam." Ujar Bayu menginterupsi.
"Ihhh... Oke." Ucap Mama Maya dan Papa Malik kompak.
"Ara, belum jawab mau loh Tan. Udah tentuin waktunya saja."
"Sorry ya Ra Tante lupa, Jadi kamu mau ga Ra?."Cengir Ayu, tidak enak pada Ara. Benar Ara dan Arka saja belum setuju kenapa Meraka langsung nentuin waktunya. "Mau aja ya Ra. " Sedikit memohon dengan memperlihatkan wajah memelas Agar Ara dapat luluh dan benar Ara luluh, melihat muka memelas Ayu.
"Mau kok, Yu Ara nya" jawabnya kepada Ayu. Berbalik menatap Ara dan melakukan seperti yang dilakukan Ayu, yaitu sedikit memelas."Iya kan Ra"
"Huuhhh...., Baiklah " membelah dan menghembuskan nafas kasar, pasrah Ara ambigu
"Baiklah Apa Ra?" Tanya Maya,
"Ara Mau." Ara menghelah nafas dengan kasar.
"Oke, jadi deal" jawab Maya dengan senang karena Ara menerima perjodohan ini.
"Mama belum bertanya dengan Arka, dia mau apa tidak anaknya." Ujar Ara, melihat kelakuan Mamanya.
Maya menepuk jidat, "Ohh... iy...." Terpotong
"Jangan bilang Mama lupa lagi," potong Ara
"Heee.." Maya hanya menyengir, mender ucapan Ara.
" Kamu mau kan Ar?" Kali ini Mami Ayu yang bertanya ke Arka.
"Terserah Mami" dingin Arka
"Jadi Bisanya kapan untuk acaranya?"
"Terserah" dingin Arka
"Kalau begitu Minggu depan aja Ya!"
" Oke" ucap kompak, Papa Malik, Mama Maya, dan Papi Bayu.
✨✨✨
Hari yang di tunggu-tunggu keluarga Malik dan Bayu telah tiba, Dimana hari ini adalah hari pernikahan Arka dan Ara.
Keluarga Bayu telah sampai di kediaman mempelai wanita, di lihat tamu yang datang tidak terlalu banyak, hanya para kerabat dekat mempelai wanita dan laki-laki.
"Selamat datang Lik, Ayo masuk"
"Kamu sudah datang Yu, ayo masuk Kita akan segera memulai acara, karena calon mantu sudah datang" Maya menyambutnya kedatang calon besan dan calon mantu yang akan segera menjadi besan dan mantunya.
Arka duduk di meja depan penghulu yang akan menikahkan dia dengan Ara.
"Bagaimana apa bisa dimulai acaranya?"
"Silahkan pak" papi Bayu