My Husband Is A Young Billionaire

My Husband Is A Young Billionaire
Bab 32



"Mana ada bisnis kecil-kecilan." Ujar Ara protes. Mana bisa usaha Arka di sebut kecil kecilan. Moll Arka Adalah moll yang sangat terkenal se Asia dan begitu juga dengan showroom mobil miliknya, terkenal sering mengeluarkan mobil terbaru dan kekinian.


"Tadi Arka bilang apa insyaallah bisa menghidupi aku. Mungkin biar 1 komplek ini Arka biaya i, dia pasti bisa. Suaminya ini, terlalu merendah. Tapi Ara suka tipe seperti suaminya yang tidak sombong kepada orang lain dan tidak memuji muji dirinya di depan mertuanya. Mungkin kalau laki laki lain akan kebalikan dari sifat dan sikap Arka." Batin Ara, sangat bersyukur bisa di pertemukan, bahkan di jodohkan dengan Arka "Pantas saja suami nya ini banyak yang mengejar baik satu sekolah mereka, sekolah lain, atau bahkan mahasiswi. secara Arka tampan dan cerdas. Apalagi kalau mereka tau tentang Arka, mungkin mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan simpati Arka'' Ara sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Bisnis apa?" Tanya Papa Malik, membuat Ara yang dari tadi melamun, tersadar.


"Papa tau nggak Moll yang terkenal itu?" Tanya Balik Ara


"Iya, A.P Star Moll kan!" Balas Papa Malik, Mama Maya dan Arka hanya menjadi pendengar yang baik.


"Iya, kalau Showroom, A.P Sky Showroom?" Tanya Ara lagi


"Showroom mobil yang terkenal itu kan!" Seru Papa Malik


"Untuk apa kamu bertanya Soal Moll dan showroom yang terkenal itu?" Mama Maya akhirnya angkat bicara setelah dari tadi hanya mendengar suami dan anak nya bercerita. "Jangan bilang..."


"Yap, Mama benar Moll dan showroom itu milik Arka'' membenarkan perediksi Mamanya. Membuat Mama Maya syok mendengar itu.


"Apa benar itu Ar?" Tanya Papa Malik


"...." Tidak ada jawaban dari Arka. Tapi melihat anggukan nya membuat Papa Malik tau jawabannya.


"Waahhh..., Ternyata menantu kita orang kaya pah..." seru Mama Maya.


"Lebay deh Ma, Pa aja orang kaya tau." protes Ara, melihat tingkah mamanya. Padahal dia awal tau juga cukup kaget.


"Orang tua kamu tau Ar?" Tanya Mama Maya, mengabaikan protes Ara.


"Nggak mah. Maka dari itu Arka, mohon rahasia kan ini dari Papi dan Mami" balas Arka.


"Nggak kenapa-napa" Arka menunduk.


"Yaudah kami akan rahasia kan." Putus Malik, dan diangguki Maya.


"Ar, ayo berangkat! Ini sudah jam enam lewat empat puluh tiga." Seru Ara, melihat jam tangan nya. "Mah Pa, kami berangkat sekolah dulu." Ara menyalim kedua orang tuanya berganti di ikuti oleh Arka.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" balas Mama Dan Papa


"Papa juga berangkat" mengulurkan tangannya dan di sambut baik Mama Maya yang memegang tangan Papa Malik dan mencium nya. Lalu ngantian papa Malik mencium kening istrinya.


*****


"Ar, aku ke WC dulu yah, kamu dan yang lain ke kantin aja duluan." Ujar Ara, saat bell istirahat berbunyi.


"Mau aku temani?" Tawar Arka.


"Apa sih, Ar. Masa ke WC saja, harus di temani." Lirih Ara, malu. Karena dari tadi temannya memperhatikan mereka.


"Biar aku yang temani."


"Nggak usah, aku bisa sendiri. Kalian tunggu saja aku di kantin" menjauh dari hadapan Arka dan yang lain.


Arka berjalan ke kantin, begitu tidak melihat Ara lagi.


"Tuh orang kebiasaan deh, main tinggal terus." Gerutu Devan.