
Mereka berjalan dengan hening. Tidak sadar mereka sudah sampai di depan Toilet untuk siswi. "Sekarang kamu masuk, aku tunggu di sini." Ujar Arka.
"Ar, mending kamu balik aja ke kelas dulu. Aku nanti nyusul setelah Menganti baju." Ucap Ara, Tidak ingin membuat Arka menunggunya terlalu lama.
"Masuk lah, aku akan tetap menunggumu di sini." Mengabaikan ucapan Ara.
"Tapi...."
"Tidak usah pakai tapi tapi!" Seru Arka, memotong ucapan Ara. "Kalau kau tidak ingin membuat suami ini menunggu terlalu lama." Merendah kan suaranya saat mengatakan Suami. Seperti mengetahui pikiran Ara.
Ara mengangguk lalu masuk ke toilet, meninggalkan Arka yang sudah berdiri bersandar dinding dekat pintu masuk toilet. Mengambil hp di sakunya dan tangan yang satunya masih di saku celananya. Saking seriusnya melihat hpnya, dia tidak menyadari bahwa banyak siswi yang melihat ke arahnya dan memfoto nya.
Ara keluar dari toilet dengan baju yang agak kebesaran karena tubuh Arka yang lebih besar dari tubuh Ara jadi wajar saja baju yang di pakai agak kebesaran. Dia heran melihat kerumunan siswi di depan toilet, tapi itu hanya sebentar. Dia tersadar akan Arka yang tadi sedang menunggu nya. Celingak celinguk mencari keberadaan Arka.
Arka mengakat mukanya dan melihat banyak nya kerumunan siswi siswi. Dia melihat Ara yang sedang celingak celinguk seperti mencari seseorang.
Arka berjalan membelah kerumunan dan menghampiri Ara yang masih celingak celinguk.
"Cari siapa?" Tanya Arka di belakang Ara.
"Arka." Dingin Ara, belum menyadari orang yang ada di belakang dan bertanya adalah orang yang sama dengan yang dia cari. "Apa kau melihat nya?" Tanya Ara. Berbalik ingin melihat wajah orang yang sedang berada di belakang nya. "Atau di..." Terpotong melihat wajah orang yang sedang berdiri di belakang nya dan menampilkan seulas senyum yang sangat manis di lihat oleh Ara. Untung para siswi yang mengidolakan Arka tidak melihatnya. Mungkin kalau mereka melihatnya mereka akan mimisan atau pingsan.
Mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi interaksi keduanya di saksikan oleh para siswi yang memperhatikan Arka sedari awal menunggu Ara.
"Aduh... Aduh sakit Ra, maaf... Maaf." Saat Ara tidak berhenti memukul lengan nya.
Ara berhenti memukul Arka, saat mendengar kata maaf terucap dari bibir Arka.
"Maaf.... Apa sangat sakit." Memegang lengan Arka yang dipukul nya tadi.
Arka tersenyum mendengar ucapan Ara. Sebenarnya dia tidak merasa kan sakit pada lengan yang di pukul Ara. Ia hanya ingin menggoda Ara saja, rasanya menggoda Ara adalah hobi baru yang sangat di senangngi nya.
Arka menahan tawa nya agar tidak di dengar oleh Ara yang sibuk mengelus elus lengannya.
Ara mendongak menatap Arka. " Kau membohongi ku ya?" Ujar Ara, melihat muka Arka yang memerah menahan tawa nya.
"Hahah... Hahaha..." Tawa Arka meledak melihat Ara yang kesal yang menurut Arka sangat lucu.
Para siswi yang masih disana, mengabadikan momen langkah itu menurut mereka. Ada memvideokan dan ada juga yang memfoto mereka berdua. Karena menurut mereka Arka orang yang sangat dingin dan tidak pernah berespresi diluar ekspresi dingin yang selama ini di perlihatkan kepada orang orang. Tapi apa ini di depan Ara, Arka telihat sangat berbeda dari biasanya.