
"Waahhh....., Kamu kurang kerjaan sekali, kalau kamu punya waktu luang, mending kamu cek showroom milik kamu deh" kesel Ara.
Dari Ara samping mereka berjalan dua pegawai dan meneger mall.
"Tuan muda" sapa maneger sopan, menunduk 90°
"....."
"Ada yang bisa kami bantu tuan"
"Apa pasokan untuk buku baru belum datang, tadi saya melihat banyak buku yang sudah menipis." Tegur Arka tegas.
"Maaf kan kami tuan, kami sudah pesan jauh jauh hari, saya juga sudah menelpon perusahaan pemasok buku di toko kita tuan"
"Apa katanya!"
"Kata nya buku buku nya sudah di kirim hanya saja, akan terlambat beberapa hari, mobil yang mereka gunakan mesinnya mati"
"Baiklah, kalian bisa pergi"
"Kami permisi tuan" menunduk,
"Apa kamu ingin membeli buku. " Menoleh ke Ara.
"....."tidak menjawab pertanyaan Arka. Dia memicingkan matanya, menatap dengan menyelidik.
"Apa"
"Kenapa bisa mereka hormat kepada mu?" Tanya Ara penasaran. "Apa ini toko buku milik Papi! atau ini moll Papi?"
"Bukan"
"Lalu ken..." Terpotong
"Ini milik aku" memotong perkataan Ara
"Mana sih" memicingkan tidak percaya, bagaimana Ara bisa percaya, sementara moll yang mereka tempati sekarang adalah moll terbesar se-Asia, mencoba mengingat nama nya. "Ehh.. tunggu deh, moll ini kan namanya A.P Star Moll." Mengingat.
"Yap. A.P itu insinal nama aku." Membenarkan.
"Ahhh... Masa sih aku belum percaya. A.P juga insial nama aku. Jadi itu belum bisa di percaya, tapi tadi mereka hormat dengan kamu" oceh Ara, "waahhh, ter.." tepotong dengan kehadiran seseorang.
"Hai Ar, lama tidak bertemu ya." Sapa Orang itu ke Arka.
"...." Tidak ada jawaban dari Arka, dia malah sedang memperhatikan wajah Ara, dan mengabaikan orang itu.
"Wahhh.... Ini siapa Ar?" memperhatikan Ara,
"Kenal kan gue Samuel, teman lamanya Arka" menjulurkan tangan ke Ara
Samuel menarik tangannya, sedikit kesal karena Ara mengabaikan tangan nya.
"Ngapain lo ke sini."
"Ini kan tempat umum, jadi siapa pun berhak kesini termasuk gue" balas Samuel
"...."
Arka tidak membalas ucapan Samuel lagi, berlalu dengan menggenggam tangan Ara
*****
"De, menurut Lo baju yang bagus, warna merah atau yang warna biru!" Tia memperlihat dua baju ke Dean, yang warna merah lengan pendek dan panjang nya di atas lutut. yang warna biru, lengan nya 3/4 dan panjang nya sedikit di bawah lutut.
"Bagus dua duanya" melihat bajunya sekilas.
"Aiiissss...., Salah satunya saja."
"Kenapa nggak dua duanya aja sih kamu beli."
"Ihhh..., Nanti pemborosan tau kalau di beli semua." Kesel Tia
"Nanti aku bayar deh."
"Ahhh...., Bukan begitu juga kali, soal uang aku punya, cuman kalau di beli semua, belum tentu juga aku pakai." Seru Tia, tambah kesal.
"....." Mengambil barang Tia dan membawanya ke meja kasir.
"Semuanya 3 juta 700 rupiah Pak."
Dean mengambil kartu debit nya, menyerahkan ke penjaga kasir.
"Biar gue yang bayar, Mak. pakai punya saya saja." Menyahut dari belakang Dean, memberikan sebuah kartu debit nya.
"Pakai punya saya saja mak" berseru dan mengambil Kartu Tia dari si kasir.
"Nanti aku transfer ke rekening kamu." Setelah keluar dari toko.
"Nggak usah, anggap aja sebagai teraktir an perteman"
"Makasih."
*****
Sorry baru bisa Up dan waktu update tidak tentu