
"Kalian mau ngapain dulu, mau shopping, mau nonton, atau mau makan dulu" Tanya Dean, sat sampai di mall.
"Kayak nya makan aja dulu" ujar Lia, lebih dulu membuka suara.
"Lo ini ya, makan aja terus, yang Lo pikirkan." Kesal Tia, menujuk otak Lia."Bagaimana kalau kita shopping dulu" Tia memberi usul.
"Boleh juga" balas Ara.
"Kalian mau beli apa dulu"
"Baju" usul Tia
"Sepatu" usul Lia. Bersamaan dan Tia
"Baju aja dulu Li, sepatu nya setelah kita dari toko baju." Usul Tia
"No, kenapa tidak sepatu aja dulu, baru baju." menolak usulan Tia.
"Baju" protes Tia
"Sepatu" mulai berdebat dengan Tia
"Nggak bisa gitu dong" protes Tia tidak terima.
Ara dan yang lain nya bergeleng melihat Tia dan Lia. "Hmmm...." Dehem Arka
Lia dan Tia berhenti berdebat, mendengar dehem an Arka.
" Bagaimana kalau kalian mencar saja, Tia ke toko baju, dan Lia ke toko Sepatu." Usul Ara, menengahi perdebatan mereka.
"Baiklah." Pasrah Lia dan Tia.
"Kalau begitu kamu dengan gue" ucap Tia, menarik tangan kiri Ara,
"Mana bisa begitu, Ara ikut dengan gue ke toko sepatu" Protes Lia, menarik tangan kanan Ara.
"Tidak bisa" seru Arka keberatan.
Lia dan Tia menatap Arka dengan keningnya berkerut, sedangkan Devan dan Dean mengakat sebelah alis nya, merasa heran dengan ucapan Arka. Ara berbalik menatap Arka, yang berdiri di belakang dengan Dean dan Devan.
"Kamu ikut aku ke toko buku." Menatap Ara dengan teduh, dan megacak rambut Ara.
"Iiisss....., Kenapa rambut aku, di acak sih" protes Ara cemberut, sambil memperbaiki rambutnya.
"Jangan cemberut begitu. " Menarik pipi Ara dengan gemas.
"Ya udah, nih aku bantuin" lirih Arka, terkekeh, merapikan rambut Ara. "Udah." Lanjut Arka usai merapikan rambut Ara
"Nggak usah, cemberut lagi" lanjut nya lagi, melihat Ara yang masih cemberut.
"Abis nya kamu, bikin kesel" gerutu Ara.
Tia, Lia, Devan dan Dean, bengong sambil membuka mulut, melihat interaksi Meraka berdua. Arka dan Ara berbalik menatap, teman teman nya yang tidak bersuara, merasa heran saat melihat kelakuan mereka.
"Ngapain kalian mangap gitu, nanti lalat masuk baru tau rasa." Ujar Ara,
Mereka terkesiap mendengar ucapan Ara.
"Abis kalian manis banget" ujar Tia
"Ho oh, " tambah Lia, membenar kan.
"Sejak kapan si kutub, bisa semanis ini." Sambung Dean
" Melihat sikap kalian, seperti nya tidak mungkin kalau baru jadian. Kalian kayak udah lama ya, pacaran nya. " Seru Devan.
"Dean tolong temani Tia dan Devan kamu bisa temani Lia!"
"Ahhh...., Nggak usah Ra, aku bisa sendiri" tolak Tia sungkan
"Iya. Gue juga bisa sendiri, takut nya nanti aku lama pilih sepatunya, kasihan Devan lama menunggu." Juga menolak
"Betul. Dean dan Devan pasti mau membeli sesuatu juga"
"tidak masalah, kami juga tidak ingin membeli apa apa, cuman jalan aja"
"Betul sekali" Devan membenarkan ucapan Dean.
"Kami pergi dulu" menarik menggandeng Ara berjalan menjauh dari teman nya.
*****
"Kamu mau membeli buku apa"
"Sebenarnya aku tidak ingin membeli buku"
"Lalu untuk apa kau mengajakku ke kemari ?"
"Aku hanya ingin melihat apa ada buku buku baru atau tidak"