
Mengambil hp yang di letakkan di meja dekat sofa tadi, Melihat jam di hpnya"Jam 11:43 menit." Jawab Arka
"Jam 11:43"
1 detik.
2 detik
3 detik
"Oh.... Astaga, kenapa tidak bilang dari tadi sih Ar, kita besok kan sekolah" seru Ara,
"Bagaimana mau bilang, kamu aja baru bertanya!" Ujar Arka
"Iya juga sih, tapi kan bisa bilang biar pun aku tidak bertanya!" Ngeyel Ara
"Hmmm..... Oke. Aku yang salah." Pasrah Arka
"Gitu dong"
"Ternyata petapa itu benar!" Lirik Arka, tapi masih di dengar oleh Ara.
Ara mengerutkan dahinya mendengar ucap Arka."Pepatah apa?"
"Pepatah yang mengatakan perempuan selalu benar tidak pernah salah" ucap Arka tampa sadar
"Memang harus begitu" ujar Ara, bukannya marah mendengar perkataan Arka dia malah membenarkan.
"Aduh bagaimana ini!" Pusing Ara, memikirkan peralatan sekolahnya belum di bereskan sedang sekarang sudah tengah malam, dia pun sekarang sangat mengantuk.
"Bagaimana apanya?"
"Kita kan belum nyiapin buku yang akan di bawah besok dan lagi rasa mataku sudah mau merem aja." Ucap Ara, yang menutup mulutnya karena menguap "hooaammmm"
"Tidur aja Ra, kayaknya kamu memang sudah mengantuk banget deh. Soal buku dan peralatan sekolah, kan bisa dirapikan besok. kita juga harus bangun subuh dan berangkat pagi-pagi." Ujar Arka, kasihan melihat Ara yang beberapa kali menguap dan berusaha menahan matanya agar tetap melek."
"Kenapa pagi-pagi?" Tanya Ara heran, dengar suara yang kurang jelas, karena efek menahan kantuk.
"Soalnya kita mau singgah di apartemen." Jawab Arka, karena memang jalan apartemen satu arah ke sekolah.
"Mau ngapain di apartemen!" Tanya Ara, Yang berjalan menuju ranjang.
"Mau ambil buku dan seragam aku"
Arka yang melihat Ara sudah berbaring sambil menutup matanya, membangunkan Ara dengan memegang lengannya."Ra bangun dulu"
Ara membuka mata. "Mau ngapain lagi Ar?"
"Cuci muka dan sikat gigi dulu gih!"
Ara bangun."Hmmm....." Gumam Ara, berjalan sempoyongan menuju kamar mandi
Ara menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ara.
*****
Jam 5:30 pagi, Ara sudah bangun dan menggenakan mukenah.
"Ar bangun ini udah setengah 6 Lo... " membangunkan Arka.
"..."
Tidak ada jawaban Arka, yang masih terlalap dalam tidurnya.
"Huuhhh..." Ara Menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Masa gue harus pegang tangan Arka sih, gue kan sudah berhudu, masa harus hudu lagi, aissss... " Gumam Ara sambil berdecak.
Ara memegang tangan Arka sambil di goyang goyang pelan."Ar bangun nanti subuhnya keburu lewat."
Arka menggeliatkan badannya dan membuka mata pelan saat merasakan ada yang memegang tanggannya. Ketika melihat Ara yang membangunkannya. Arka cukup kaget, tapi hanya beberapa saat.
Ara yang ingin bertanya kepada Arka, dia urungkan mengigat waktu subuh sudah memepet. "Ar, cepat mandi. Nanti tidak keburu sholat subuhnya." Gerutu Ara, melihat Arka tidak kunjung beranjak dari ranjang, hanya duduk di ranjang sambil bersandar.
Arka beranjak menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian Arka keluar mengunakan bathrobe.
"Ar, baju sama sarungnya aku sudah persiapin. Pakai cepat."
"Makasih"
*****
Arka dan Ara berjalan beriringan turun dari kamar, masuk ruang masuk ruang makan. Di meja makan sudah ada Mama Maya dan Papa Malik, melihat mereka yang beriring.
"Cie..... Pengantin baru, mah beda. Kemana mana pasti berdua." Goda Mama Maya, membuat pipi Ara dan Arka memerah karena malu.